<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430</id><updated>2012-01-18T14:49:44.248-08:00</updated><title type='text'>Fikrul Mustanir</title><subtitle type='html'>Menebar Epos Meraih Kemuliaan hidup</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>354</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-2408266459971877726</id><published>2012-01-18T14:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T14:49:44.257-08:00</updated><title type='text'>The Power of Syukur</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah dan berkaryalah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua diberi karunia potensi diri, atau bakat, atau talenta alami. Tentu itu semua harus kita syukuri dan wujud syukur kita kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa tidak hanya sekedar berucap alhamdulillah dengan bibir kita. Tetapi berupa amal sholeh atau karya apa saja yang bermanfaat bagi sesama. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam bersabda: “... yang terbaik diantara manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah sekali lagi sabda Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa salam di atas, “... yang terbaik diantara manusia …”. Luar biasa, ini tidak main-main siapa yang terbaik di antara manusia? “…….adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, semangat yang Islami adalah “bagaimana saya bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi sesama”. Jadi, semangat yang Islami adalah semangat memberi, bukan semangat untuk meminta, bukan semangat mengumpulkan, apalagi semangat mengeksploitasi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt; “Seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya, juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, maka ia termasuk sedekah baginya”. (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, disebutkan,&lt;br /&gt;“Seorang muslim yang menanam tanaman atau menabur benih, kemudian hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, binatang maupun sesuatu yang lain, maka semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, mengenai syukur ada temuan ilmiah yang menarik untuk kita perhatikan yang disampaikan oleh salah seorang Profesor Psikologi asal University of California, Davis AS, Robert Emmons, memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima orang, menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik. Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan dan semakin menunjukkan kebenaran risalah ilahiah bahwa syukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebagaimana firman Allah subhaanahu wa ta’alaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”. (QS Ibrahim: 7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hakikat syukur menurut Prof. Dr Quraish Shihab adalah:&lt;br /&gt;“Menampakkan nikmat sesuai kehendak pemberi, juga menyebut-nyebut dengan baik. Hal ini berarti setiap nikmat yang dianugerahkan Allah subhaanahu wa ta’alaa, menuntut perenungan untuk apa ia dianugerahkan-Nya, lalu menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan tujuan penganugerahannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mensyukuri nikmat bakat paling tidak ada dua tugas kita yakni :&lt;br /&gt;1. Merenungi dan mengenali apa sebenarnya potensi diri atau bakat kita.&lt;br /&gt;2. Setelah mengenali bakat, lalu memfokuskan diri pada bakat itu dengan cara terus-menerus melatih dan memanfaatkan bakat itu sebagai realisasi tugas khalifatullah fil ardhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila, kita dengan sepenuhnya memanfaatkan potensi diri, mengenalinya, melatihnya, dan memanfaatkannya untuk orang lain, maka kita akan mendapati bahwa potensi diri tersebut akan bermanfaat bagi orang lain dan secara otomatis potensi diri kita juga akan semakin berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal sholeh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya, aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf: 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah bin al-Mubarak. Dia berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, aku menderita luka yang mengeluarkan darah di lututku sejak tujuh tahun yang lalu. Aku telah berkonsultasi ke banyak dokter, dan aku pun telah melakukan terapi dengan berbagai macam cara, tetapi masih tidak kunjung sembuh juga”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Mubarak pun menjawab, “Pergi dan carilah satu tempat di mana orang-orang membutuhkan air!. Buatlah sumur di sana. Aku berharap dengan munculnya sumber mata air di sana, semoga Allah memberi kesembuhan kepadamu dan tersumbatlah lukamu yang mengeluarkan darah. &lt;br /&gt;Orang itu pun melaksanakan nasihatnya sehingga dia mengalami kesembuhan. Dengan berkarya, atas izin Allah orang itu sembuh dari luka yang di deritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa saja karya dan sumbangsih kita yang telah kita lakukan dan persembahkan bagi agama Allah, bagi sesama, yang merupakan bukti nyata kita sebagai khalifatullah di muka bumi ini? Apa saja prestasi yang pernah kita raih selama ini? Coba ingat karya atau prestasi apa yang pernah kita buat selama ini? Mulai dari Taman kanak-kanak sampai saat ini. Apa saja karya itu, misalnya barang kerajinan, puisi,buku,desain pakaian, mainan anak-anak, hasil otak-atik barang elektronik, suatu bentuk usaha, juara untuk olahraga tertentu, suatu gagasan, suatu konsep, suatu aktivitas, dan sebagainya. Sebutkanlah! Sebutkanlah, sekecil apa pun karya kita, seremeh apa pun karya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya”.  (QS Az-Zalzalah: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa orang kira-kira yang telah memanfaatkan atau telah menikmati karya-karya kita atau yang telah merasakan manfaat dari berbagai prestasi kita? Berap gelintir orang atau berapa puluh orang atau berapa ribu orang atau berapa ratus ribu orang atau berapa juta orang kira-kira yang telah memanfaatkan karya-karya kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, mengasah potensi diri dengan berkarya, tidak mengenal usia. Jangan kita beralasan masih terlalu mudah atau sudah terlalu tua. Ghefira Nur Fatimah 7 tahun salah seorang putri Aa’ Gym dinobatkan sebagai penulis buku termuda dalam sejarah penerbitan Indonesia oleh MURI. Husein Thabathaba’iy berumur 7 tahun peraih gelar Doktor Honoris Causa termuda di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihlah bakat atau potensi diri dengan membiasakan diri mencipta karya-karya. Ini artinya menjadikan potensi diri sebagai sumber ide karya. Lalu, targetkan minimal tercipta sebuah karya setiap tiga bulan. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, kita bisa terfokus pada potensi diri atau bakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sebagai penutup tulisan ini kita harus ingat bahwa karya atau prestasi yang monumental terlahir dari bakat yang dibarengi dengan keikhlasan, kesabaran, kerendahan hati, kegigihan, ketekunan, keuletan, dan kreativitas yang luar biasa. Dan yang amat penting dari semua itu adalah bahwa kita berkarya, kita niatkan karena Allah subhaanahu wa ta’alaa, bukan agar kita terkenal ataupun karena ingin pujian dari sesama. Kebiasaan kita berkarya dari bakat setiap hari dibarengi dengan do’a kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa, Insyallah akan melahirkan karya-karya yang relatif monumental, yang bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam waktu yang relatif lama. Bahkan, karya itu lebih lama usianya dari usia kita. Karya itu menjadi amal jariyah. Mudah-mudahan dalam berkarya, selalu kita niatkan sebagai amal sholeh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritual Motivator&lt;br /&gt;N.Faqih Syarif, H,S.Sos.I,M.Si,&lt;br /&gt;Penulis buku:  Al-Quwwah Ar Ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas!&lt;br /&gt;www.fikrulmustanir.blogspot.com&lt;br /&gt;www.mentorfmplus.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-2408266459971877726?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/2408266459971877726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/power-of-syukur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2408266459971877726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2408266459971877726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/power-of-syukur.html' title='The Power of Syukur'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-1990691267256857366</id><published>2012-01-11T19:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T19:04:29.017-08:00</updated><title type='text'>Waspadalah terhadap Bisikan-bisikan Syetan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Nivq19R3_j0/Tw5Nr8F3WSI/AAAAAAAAAMI/V1UUsqlr6qg/s1600/setan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 205px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Nivq19R3_j0/Tw5Nr8F3WSI/AAAAAAAAAMI/V1UUsqlr6qg/s320/setan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696575995930695970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap Bisikan-bisikan Syetan  yang menghancurkan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syetan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya(orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepada-Ku,jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (TQS. Ali Imron:175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat,masih ingat khan ditulisan-tulisan saya sebelumnya bahwa kita masing-masing adalah spesial, kita terlahir sebagai sang juara, kita adalah mahakarya Allah SWT yang luar biasa sehingga layak dalam hidup ini memberikan prestasi yang terbaik yang menjadikan Allah ridho,bangga dan layak mencintai serta menolong kita. Semboyan atau yel-yel yang sering saya kemukakan di setiap pelatihan: &lt;br /&gt;“Saya adalah Spesial! Saya adalah Juara! Saya Pasti Bisa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terkadang semangat itu luntur bahkan lupa karena bisikan-bisikan yang ada dalam pikiran/perasaan kita. Pernakah kita punya rencana yang sudah matang atau cita-cita yang mulia, namun tidak dilaksanakan gara-gara kita mendengar bisikan-bisikan baik dari diri kita ataupun dari orang lain. Misalnya kalimat-kalimat berikut ;  “ Sudahlah…. Gak usah neko-neko… gak usah muluk-muluk..” “ Apa mungkin kamu bisa melakukannya?” “Bagaimana kalau nanti rugi?” “Nanti saja, belum sekarang belum saatnya…” …. Apa iya?” … apa mungkin?”  …ngaca dong….!” Dan masih banyak lagi ragam bisikan syetan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan yang singkat ini kita akan membahas dan mengenali bisikan syetan sehingga kita bisa mewaspadai dan mengenali pula bisikan malaikat sehingga membantu kita untuk lebih optimis menjalani hidup ini.&lt;br /&gt;Sahabat Nabi yang luar biasa Abdullah bin  Mas’ud memberikan pelajaran yang berharga kepada kita tentang bagaimana mengenali apakah bisikan itu bisikan syetan atau bisikan malaikat. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya syetan memiliki kemampuan untuk membisiki Anak Adam. Begitu juga dengan malaikat memiliki kemampuan yang sama. Jika seseorang terbesit dalam dirinya untuk melakukan kejahatan dan mengingkari kebenaran, maka itu adalah bisikan syetan.Dan jika terbesit dalam dirinya untuk melakukan kebaikan dan membenarkan yang benar, maka itu adalah bisikan malaikat.” Nabi melanjutkan, “Jika seseorang merasakan dalam dirinya bisikan kebaikan, maka pujilah Allah. Jika merasakan bisikan kejahatan, mintalah perlindungan Allah dari godaan syetan yang terkutuk.” Seraya member penegasan atas ucapannya, Nabi menukil firman Allah,” Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir)(QS.Al-Baqarah:268) (HR.Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samsul Arifin dalam bukunya 27 Jurus jitu meraih impian memetakan cukup bagus ciri-ciri pengikut bisikan-bisikan malaikat dan ciri-ciri pengikut bisikan-bisikan syetan. Adapun cirri-ciri pengikut bisikan syetan :Adanya sama dengan tidak adanya.Suka menyalakan orang lain,Suka menunding,Khianat,Suka engeluh,Loyo,Menunda-nunda,Sok tahu,Setengah-setengah,Hanya bisa memulai,Pemurung,Menang sendiri,Pendendam,Kikir,Penakut,Rendah diri,Ingkar,Mencle-mecle,Pesimis,Berfikir kecil dan keruh,Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ciri-ciri pengikut bisikan-bisikan malaikat : Memberikan kontribusi (nilai tambah),Bertanggung jawab,Bisa diandalkan,Komitmen,Bersyukur,Bersemangat,Bersegera,Pembelajar 100%,Memulai dan menuntaskan,Ceria,Bekerjasama,Pemaaf,Murah hati,Pemberani,Percaya diri,Disiplin,Tegas,Optimis,Berfikir besar dan jernih,Dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, waspadalah terhadap bisikan-bisikan syetan karena mereka sengaja membisikan kalimat-kalimat bervirus di atas agar kita berhenti mengusahakan teraihnya mimpi-mimpi kita. Agar kita menjadi orang-orang biasa saja yang tidak memberikan manfaat kepada kehidupan di dunia ini. Apa saja yang harus diwaspadai akibat bisikan-bisikan syetan?&lt;br /&gt;1. Melemahkan jiwa kita untuk melangkah bisikan-bisikan syetan membuat kita takut,ragu-ragu dan bimbang untuk mengambil keputusan atau khawatir untuk mengambil tindakan yang tepat dan benar. Tidak berani melakukan langkah-langkah besar.&lt;br /&gt;2. Mengalihkan fokus kita.Ketika kita serius mengerjakan sesuatu, lalu tiba-tiba terdengar bisikan syetan….” Seriuuse Rek..” biasanya kita akan menghentikan pekerjaan kita dan akhirnya teralihkan serta kita tidak akan pernah menuntaskan pekerjaan-pekerjaan penting yang membawa kita menuju impian-impian kita.&lt;br /&gt;3. Membatasi kemampuan diri kita untuk maju.Padahal seharusnya kita bisa berkarya besar dan menghasilkan yang terbaik.Namun karena bisikan syetan kita merasa tidak punya kemampuan untuk mengerahkan potensi terbaik kita.&lt;br /&gt;4. Merendahkan diri kita. Mereka telah berjanji untuk terus-menerus menggoda manusia agar mengikutinya. Salah satu tanda-tanda keberhasilannya adalah ketika kita merendahkan diri kita sendiri. ..” Aku tidak sanggup melakukannya”, …aku memang orang yang lemah dan tak mampu..”&lt;br /&gt;5. Membuat kita bingung. Syetan memberikan pilihan-pilihan lain yang bertentangan dengan rencana-rencana kita. Pilihan-pilihan itu tampak dan terasa memberikan masukan pada kita namun saking banyaknya masukan yang kita terima membuat kita bingung.&lt;br /&gt;6. Mencuri waktu kita. Bukankah waktu adalah modal utama bagi seorang manusia di muka bumi ini. Dengan mengikuti bisikan syetan, kita  menjadi suka menunda-nunda dan itu berarti menyia-nyiakan waktu yang diberikan Allah kepada kita.&lt;br /&gt;7. Memberikan keyakinan palsu. Misalnya, kita meyakini bahwa untuk memulai sesuatu diperlukan modal uang.Padahal nyatanya yang diperlukan pertama kali adalah idea tau gagasan. Ide yang dilaksanakanlah yang menghasilkan uang. Atau kita meyakini bahwa diperlukan pengalaman agar sukses membangun bisnis. Pertanyaannya, kapan kita akan memulai kalau masih harus menunggu berpengalaman? Tidak akan pernah memulai khan? Itulah keyakinan palsu. Ternyata untuk memulai sesuatu tidak diperlukan pengalaman. Yang diperlukan adalah keberanian melangkah dan kemauan keras untuk terus belajar sehingga kita benar-benar mumpuni, menjadi master pada bidang atau bisnis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sobat, waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! Terhadap bisikan-bisikan syetan yang dapat menghancurkan hidup kita dengan terus memperkuat Keimanan kita kepada Allah SWT sebagaimana pesan Rasul ‘’ Qul Aamantu billah tsummas taqim” – “Katakanlah, Aku beriman kepada Allah kemudian tetaplah lurus.” Mintalah perlindungan kepada Allah SWT sebelum memulai sesuatu dengan membaca ta’awwudz: “Aku berlindung kepada Allah dari segala godaan syetan yang terkutuk.” Mudah-mudahan Allah melindungi kita dari jebakan-jebakan syetan yang menyesatkan. Dan cara terbaik untuk berlindung kepada Allah dengan memenuhi seruan-seruan-Nya, mentaati semua perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Itulah syarat yang menjadikan Allah menolong kita. Allahu Akbar!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan luar Biasa! Never Give Up!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H Penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi dai yang dicinta. www.mentorfmplus.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-1990691267256857366?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/1990691267256857366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/waspadalah-terhadap-bisikan-bisikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1990691267256857366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1990691267256857366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/waspadalah-terhadap-bisikan-bisikan.html' title='Waspadalah terhadap Bisikan-bisikan Syetan'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Nivq19R3_j0/Tw5Nr8F3WSI/AAAAAAAAAMI/V1UUsqlr6qg/s72-c/setan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7192768177992937035</id><published>2012-01-04T20:22:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T20:24:20.127-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Agar Bisa Lebih Produktif</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-j7j39OD45Ac/TwUl45ywkXI/AAAAAAAAAL8/HHaP09H2jnU/s1600/bayi-sukses.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-j7j39OD45Ac/TwUl45ywkXI/AAAAAAAAAL8/HHaP09H2jnU/s320/bayi-sukses.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693998963396481394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Agar Bisa Lebih  Produktif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang paling berhasil dengan visinya adalah Nabi Muhammad SAW. Visi beliau adalah melihat manusia di muka bumi ini mendapat kebaikan di dunia dan di akherat dengan cara mengabdikan diri kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“... maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan”. (QS al-Baqarah: 148).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat,kunci agar kita bisa hidup lebih produktif adalah memiliki visi yang jelas, misi serta target dalam hidup ini. Potensi akan keluar sesuai dengan target  yang ingin kita raih. Target yang tinggi akan memompa semangat untuk bekerja lebih keras. Sebaliknya target yang rendah akan menghasilkan energi  yang rendah pula. Sudahkah kita membuat goal setting tahun ini? &lt;br /&gt;Ada beberapa hal sobat, yang Insyallah bisa kita lakukan agar lebih produktif, antara lain:&lt;br /&gt;1. Jangan suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Segeralah bertindak untuk merealisasikan rencana yang baru kita buat.&lt;br /&gt;2. Milikilah seorang tokoh panutan atau mentor untuk diteladani. Dalam hal ini, kita sudah memiliki tokoh panutan yang sempurna, yaitu baginda Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam beliau adalah teladan dalam segala hal.&lt;br /&gt;3. Kelola waktu secara cermat. Waktu adalah modal yang paling utama dan paling berharga. Kalau kita tidak mengelolanya, akan hilang begitu saja. Sadarilah! bahwa setiap detik waktu yang diamanahkan kepada kita, akan dipertanggungjawabkan dihadapan  Allah Subhaanahu wa ta’alaa.&lt;br /&gt;4. Selingi aktivitas dengan istirahat yang teratur. Hindari jebakan gila kerja (workaholic) yang akan membuat kita tidak ingat waktu dan tidak memperhatikan kondisi tubuh. Istirahat yang cukup proporsional akan membangkitkan semangat untuk kembali bekerja.&lt;br /&gt;5. Singkirkan hal-hal yang mengganggu dalam bekerja. Tidak jarang gangguan dari televisi, kebisingan, dan suara musik yang terlalu keras akan mengurangi konsentrasi dalam bekerja.&lt;br /&gt;6. Berusahalah untuk menemukan kebiasaan dan irama kerja. Setiap orang memiliki keunikan dan kebiasaan ketika bekerja. Untuk itu, sesuaikanlah dengan ritme kita sendiri.&lt;br /&gt;7. Selesaikanlah setiap pekerjaan dengan tuntas. Jangan berhenti di tengah jalan. Sekali melangkah pantang mundur ke belakang. Don’t Give Up!!!&lt;br /&gt;Sobat, manusia yang paling berhasil dengan visinya adalah Nabi Muhammad SAW. Visi beliau adalah melihat manusia di muka bumi ini mendapat kebaikan di dunia dan di akherat dengan cara mengabdikan diri kepada Allah SWT. Selaras dengan firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 : “Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” Beliau yakin, jika manusia berubah dan tunduk kepada Allah, dunia dan seisinya juga akan berubah menjadi tempat yang harmonis dan membawa kedamaian.&lt;br /&gt;Ingatlah sobat! Bukankah Allah subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan kita untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Itu artinya  kita diperintahkan untuk menjadi yang terbaik dari sesuatu yang bisa kita lakukan. &lt;br /&gt;“Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan”. (QS al-Baqarah: 148).&lt;br /&gt;Pengakuan jujur dari seorang orientalis barat Dr. Marcus Dods berkata, ” Muhammad mempunyai dua ciri kenabian yang hebat, pertama. Beliau dapat melihat dengan jelas kebanaran Tuhan yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.(memiliki visi yang jelas). Kedua, beliau memiliki semangat yang tinggi untuk menyebarkan kebenaran itu.&lt;br /&gt;Maka sudah sepantasnyalah kita meneladani Rasulullah Muhammad SAWdengan terus menerus mengemban risalah dengan visi yang jelas serta semangat yang membara. Dan sebagai seorang wirausahawan muslim, hendaklah selalu berambisi untuk berbuat yang terbaik. Kita terus bergairah dalam mencapai cita-cita tanpa melanggar hak-hak orang lain. Mempertahankan semangat agar tetap mantap dalam meraih cita-cita dan harapan. Tanpa semangat tidak akan  ada prestasi. &lt;br /&gt;Nabi tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi visi itu digabungkan dengan visi para sahabat beliau melalui cara hidup beliau serta proses pendidikan yang mantap sehingga para sahabat memahami, menjiwai dan mampu memperjuangkan risalah yang di bawa oleh Nabi.Inilah yang harus kita warisi dari beliau dan melanjutkan perjuangan beliau niscaya rahmatan lil’alamin benar-benar akan terwujud di muka bumi ini.&lt;br /&gt;“Be the best! not be asa” dalam bidang keahlian kita, berusahalah untuk menjadi solusi dalam setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. &lt;br /&gt;“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif, H,S.Sos.I,M.Si,Penulis buku:  Al-Quwwah Ar Ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas! www.fikrulmustanir.blogspot.com, www.mentorfmplus.com, email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7192768177992937035?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7192768177992937035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/bagaimana-agar-bisa-lebih-produktif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7192768177992937035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7192768177992937035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/bagaimana-agar-bisa-lebih-produktif.html' title='Bagaimana Agar Bisa Lebih Produktif'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-j7j39OD45Ac/TwUl45ywkXI/AAAAAAAAAL8/HHaP09H2jnU/s72-c/bayi-sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3833875953383517303</id><published>2012-01-04T20:21:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T20:22:07.434-08:00</updated><title type='text'>Teladan Ummu Syuhada Bagi Keluarga Muslim</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teladan Ummu Syuhada bagi keluarga muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam lega. Kemudian mereka mengumpulkan tentara Islam yang gugur. Ternyata yang mati syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7.000 orang. Dari 7.000 orang syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa. Seketika itu juga tentara Islam datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak goyah. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!".&lt;br /&gt;Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para prajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelar kehormatan 'Ummu Syuhada’ yang artinya ibu dari orang-orang yang mati syahid.&lt;br /&gt;Semoga setiap keluarga muslim dapat menjadi tim yang tangguh dan harmonis seperti halnya yang dicontohkan oleh Al-Khansa dan keluarganya, Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam dan para isterinya. Agar semangat berjuang dan berdakwah tetap terpelihara dalam suasana rumah tangga yang harmonis, diperlukan sikap dan langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menyatukan komitmen dalam berumahtangga di mana suami-isteri harus memiliki cita-cita untuk menerapkan ideology Islam.&lt;br /&gt;2. Mengenal secara rinci karakter pasangan, anak-anak kita dan keluarga kita. Hal ini penting untuk mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk saling member masukan dan mengingatkan.&lt;br /&gt;3. Mengetahui kegiatan harian satu sama lain, beserta target dakwah yang ingin dicapai. Keduanya bisa saling mendorong dan member semangat untuk mencapai target dakwah masing-masing.&lt;br /&gt;4. Jalin komunikasi yang lancar, melalui telephon atau sms yang berisi ayat-ayat atau hadis yang berisi motivasi untuk tetap konsisten dan bersemangat dalam berdakwah.&lt;br /&gt;5. Sempatkan untuk berdiskusi sama-sama dalam mengikuti perkembangan berita lewat TV, Radio atau Koran. Bahas dengan sudut pandang Islam.&lt;br /&gt;6. Guna memperkuat nafsiyah islamiyah, suami-isteri dan anak dapat melaksanakan sholat berjamaah, qiyamul lail, puasa sunnah dan tadarus al-Quran bersama-sama agar suasana ruhiyah anggota keluarga tetap terpelihara di dalam rumah.&lt;br /&gt;7. Seminggu sekali melakukan kajian tentang shirah Rasul dan sahabat diantara anggota keluarga, untuk menggugah semangat juang dan kerelaan berkurban di jalan Allah dengan menjadikan rasul dan sahabat sebagai teladan.&lt;br /&gt;8. Melakukan shillah ukhuwah terhadap teman-teman seperjuangan yang memiliki semangat dan komitmen tinggi terhadap dakwah, untuk mendapatkan semangat dan energy baru.&lt;br /&gt;9. Mengajak seluruh keluarga untuk hadir dalam acara-acara dakwah tertentu seperti  tablig akbar, masirah, agar tersuasana semangat juang yang tinggi dan keyakinan yang kuat akan dekatnya pertolongan Allah Subhaanahu wa ta’alaa kepada umat Islam.&lt;br /&gt;10. Membuat perencanaan dakwah bersama untuk mewarnai lingkungan sekitar rumah.&lt;br /&gt;Silahkan anda Baca Buku Akhi Ishany DI JALAN DAKWAH KAMI MENIKAH : Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah Semoga kita semua dapat mewujudkan keluarga-keluarga muslim yang kuat, harmonis dan berideologi Islam..Maka  Insyallah pertolongan Allah akan semakin dekat dan kemenangan tinggal menunggu waktu. Amin ya rabbal’alamin. Wallahu a’lam bi ash-shawab.&lt;br /&gt;(N.Faqih Syarif H. S.Sos.I, M.Si –Spiritual motivator Penulis best seller buku Alquwwah arruhiyah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3833875953383517303?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3833875953383517303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/teladan-ummu-syuhada-bagi-keluarga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3833875953383517303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3833875953383517303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2012/01/teladan-ummu-syuhada-bagi-keluarga.html' title='Teladan Ummu Syuhada Bagi Keluarga Muslim'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-8864846128849976538</id><published>2011-12-28T15:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-28T15:53:12.170-08:00</updated><title type='text'>Buatlah Rencana ! lalu bertindak dan berkaryalah Sobat!</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah Rencana! lalu Bertindak dan Berkarya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat! Kesuksesan itu bukan kebetulan tapi bertemunya persiapan dan perencanaan dengan kesempatan dan peluang. Mari kita simak Amru Muhammad Khalid yang bercerita tentang bagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam, membuat rencana ketika akan  hijrah dari Mekkah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam keluar rumah dini hari sehingga orang kafir tidak menyadarinya. Beliau pergi ke rumah Abu Bakar radhiyallahu’anhu tengah hari sehingga Abu Bakar radhiyallahu’anhu pun berkata: “Beliau datang pada saat  yang tak kami kira. Siasat ini membuat orang kafir terkecoh”. Beliau kemudian memberi perintah hijrah kepada Abu Bakar radhiyallahu’anhu. Keduanya meninggalkan rumah dari pintu belakang, lalu bergerak menuju ke arah selatan, padahal Madinah ada di utara. &lt;br /&gt;Dengan demikian, orang-orang kafir takkan menemukan jejaknya ketika mereka menyisir jalan utara menuju ke Madinah. Setelah itu keduanya bersembunyi di gua Tsur dengan tetap bersiaga dan waspada. Abdullah bin Abu Bakar radhiyallahu’anhu datang mengabarkan perkembangan orang-orang Quraisy, sementara Asma’ binti Abu bakar radhiyallahu’anha datang dengan membawa ransum makanan. &lt;br /&gt;Tak seorang pun orang  Quraisy  yang akan mengira ada wanita yang mengirimkan makanan, apalagi Asma’ radhiyallahu’anha saat itu tengah hamil tujuh bulan. Lalu, untuk menghilangkan jejak langkah –karena di padang pasir– Abu bakar radhiyallahu’anha menyuruh penggembala kambingnya, Abdullah bin Fahirah untuk menghapusnya. Setiap hari, ia menggiring kambingnya di jalan yang dilalui Asma’ radhiyallahu’anha seakan menggembala seperti biasa, sehingga tak seorang pun akan curiga”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah begitu hebat dan jitu rencana dan tindakan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam! Oleh karena itu sobat! Marilah kita meniru dan mengambil beliau sebagai teladan dalam setiap aspek hidup dan perikehidupan kita.&lt;br /&gt;Sobat, kita perlu membuat rencana kerja mewujudkan ide atau gagasan cemerlang menjadi sebuah karya yang menginspirasi banyak orang untuk bangkit dan bergerak maju. Kalau kita perhatikan sebenarnya inti rencana ada dua hal pokok yang harus ada dalam suatu perncanaan, yaitu tujuan dan bagaimana cara mencapainya?  Mengapa  rencana itu begitu’sederhana’? Ini agar kita tidak terjebak pada aktivitas yang hanya berkutat pada pembuatan rencana. Jangan sampai sobat, mental pandai, tapi emosi dan fisik lumpuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal Apa saja yang perlu direncanakan untuk menghasilkan sebuah karya yang inspiratif?&lt;br /&gt;1. Merumuskan tujuan, yakni merumuskan ide karya yang akan diwujudkan. Adapun ide karya yang segera kita wujudkan ini adalah ide karya prioritas  prioritas pertama Anda.&lt;br /&gt;2. Merumuskan target waktu penyelesaian ide karya. Kapan ide karya itu selesai?&lt;br /&gt;3. Merumuskan langkah apa saja yang dilakukan agar ide karya terselesaikan. Sebaiknya dalam menulis langkah-langkah ini tidak terlalu rinci, tetapi juga tidak terlalu global. Kalau terlalu rinci, kita kesulitan sendiri baik pada saat membuat rencana maupun pelaksanaannya. Sebaliknya, bila terlalu global, langkah-langkah itu tidak dapat memandu kita di dalam pelaksanaannya.&lt;br /&gt;4. Menemukan tokoh panutan dan pembimbing. Tentang arti penting tokoh panutan dan pembimbing,  Allah berfirman: “Sungguh pada diri Rasulullah tedapat teladan yang baik bagi kalian”. (QS Al-Ahzab: 21) dalam ayat yang lain Allah berfirman: “Katakanlah (Wahai Muhammad), jika kalian benar-benar mencintai Allah, Ikutilah aku! niscaya Allah mencintai dan mengampui dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS Ali-Imran: 31). Sobat, Orang-orang yang berkarya monumental memiliki tokoh idola, pembimbing, pemberi inspirasi atau guru. Tokoh Anutan Ar-Razi, ahli kedokteran adalah Hunayn ibn Ishaq, tokoh anutan Ibnu Khaldun adalah Imam Ghazali. Tokoh yang mengilhami Ary Ginanjar adalah gurunya KH Habib Adnan, dan masih banyak lagi contoh-contoh orang-orang yang telah berkarya yang relative monumental memiliki tokoh idola dan panutan.  &lt;br /&gt;5. Menentukan tempat berkarya, dan menuliskan apa saja kira-kira alat atau fasilitas yang dibutuhkan. Kita perlu memiliki tempat khusus untuk berkarya. Agar dalam berkarya kita bisa focus,tenang, dan jernih. Kita juga perlu menulis apa saja kira-kira alat atau fasilitas yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, rencana sebagus apa pun tanpa disertai dengan tindakan tidak ada artinya. Tidak ada pilihan lain, just do it! Lakukan saja! Learning by doing! Edison pernah mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;“Genius adalah 1 % inspirasi ( idea tau rencana) dan 99 % keringat”. &lt;br /&gt;Ibnu Jauzi berkata: &lt;br /&gt;“Hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Jadikanlah hari-harimu sarat dengan amalan yang terbaik. Kesempatan itu akan segera lenyap secepat perjalanan awan, dan menunda-nunda pekerjaan tanda orang yang merugi. Dan barangsiapa yang bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya”.&lt;br /&gt;Sobat, di akhir tulisan ini mari kita bersama-sama menyisihkan dua jam sehari untuk berkarya, apa pun karya itu, sekecil apa pun asal bermanfaat bagi sesama dan kemajuan umat serta agama kita. Kita coba sisihkan waktu barang 2 jam setiap hari untuk berkarya, lalu, Kita jadikan kebiasaan!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pesan  Abdullah bin Mas’ud ra berkata:&lt;br /&gt;“Seorang muslim tidak akan mencapai hakikat iman, hingga waktunya lebih berharga dari hartanya, dan jangan lupa selalu ingat Allah. Setiap pekerjaan bermanfaat yang tidak dimulai dengan bismillaahirrohmaanirrohim akan terputus (barokahnya)”. ( Al-Hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif, H,S.Sos.I,M.Si,Penulis buku:  Al-Quwwah Ar Ruhiyah, Kekuatan Spirit Tanpa Batas! www.fikrulmustanir.blogspot.com, www.mentorfmplus.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-8864846128849976538?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/8864846128849976538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/buatlah-rencana-lalu-bertindak-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8864846128849976538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8864846128849976538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/buatlah-rencana-lalu-bertindak-dan.html' title='Buatlah Rencana ! lalu bertindak dan berkaryalah Sobat!'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-2871936794712944514</id><published>2011-12-27T15:02:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T15:03:52.113-08:00</updated><title type='text'>Teladan Ummu Syuhada bagi keluarga muslim</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teladan Ummu Syuhada bagi keluarga muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam lega. Kemudian mereka mengumpulkan tentara Islam yang gugur. Ternyata yang mati syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7.000 orang. Dari 7.000 orang syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa. Seketika itu juga tentara Islam datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak goyah. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!".&lt;br /&gt;Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para prajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelar kehormatan 'Ummu Syuhada’ yang artinya ibu dari orang-orang yang mati syahid.&lt;br /&gt;Semoga setiap keluarga muslim dapat menjadi tim yang tangguh dan harmonis seperti halnya yang dicontohkan oleh Al-Khansa dan keluarganya, Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam dan para isterinya. Agar semangat berjuang dan berdakwah tetap terpelihara dalam suasana rumah tangga yang harmonis, diperlukan sikap dan langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menyatukan komitmen dalam berumahtangga di mana suami-isteri harus memiliki cita-cita untuk menerapkan ideology Islam.&lt;br /&gt;2. Mengenal secara rinci karakter pasangan, anak-anak kita dan keluarga kita. Hal ini penting untuk mengetahui cara pendekatan yang tepat untuk saling member masukan dan mengingatkan.&lt;br /&gt;3. Mengetahui kegiatan harian satu sama lain, beserta target dakwah yang ingin dicapai. Keduanya bisa saling mendorong dan member semangat untuk mencapai target dakwah masing-masing.&lt;br /&gt;4. Jalin komunikasi yang lancar, melalui telephon atau sms yang berisi ayat-ayat atau hadis yang berisi motivasi untuk tetap konsisten dan bersemangat dalam berdakwah.&lt;br /&gt;5. Sempatkan untuk berdiskusi sama-sama dalam mengikuti perkembangan berita lewat TV, Radio atau Koran. Bahas dengan sudut pandang Islam.&lt;br /&gt;6. Guna memperkuat nafsiyah islamiyah, suami-isteri dan anak dapat melaksanakan sholat berjamaah, qiyamul lail, puasa sunnah dan tadarus al-Quran bersama-sama agar suasana ruhiyah anggota keluarga tetap terpelihara di dalam rumah.&lt;br /&gt;7. Seminggu sekali melakukan kajian tentang shirah Rasul dan sahabat diantara anggota keluarga, untuk menggugah semangat juang dan kerelaan berkurban di jalan Allah dengan menjadikan rasul dan sahabat sebagai teladan.&lt;br /&gt;8. Melakukan shillah ukhuwah terhadap teman-teman seperjuangan yang memiliki semangat dan komitmen tinggi terhadap dakwah, untuk mendapatkan semangat dan energy baru.&lt;br /&gt;9. Mengajak seluruh keluarga untuk hadir dalam acara-acara dakwah tertentu seperti  tablig akbar, masirah, agar tersuasana semangat juang yang tinggi dan keyakinan yang kuat akan dekatnya pertolongan Allah Subhaanahu wa ta’alaa kepada umat Islam.&lt;br /&gt;10. Membuat perencanaan dakwah bersama untuk mewarnai lingkungan sekitar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda Baca Buku Akhi Ishany DI JALAN DAKWAH KAMI MENIKAH : Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah Semoga kita semua dapat mewujudkan keluarga-keluarga muslim yang kuat, harmonis dan berideologi Islam..Maka  Insyallah pertolongan Allah akan semakin dekat dan kemenangan tinggal menunggu waktu. Amin ya rabbal’alamin. Wallahu a’lam bi ash-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(N.Faqih Syarif H. S.Sos.I, M.Si –Spiritual motivator Penulis best seller buku Alquwwah arruhiyah. www.mentorfmplus.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-2871936794712944514?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/2871936794712944514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/teladan-ummu-syuhada-bagi-keluarga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2871936794712944514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2871936794712944514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/teladan-ummu-syuhada-bagi-keluarga.html' title='Teladan Ummu Syuhada bagi keluarga muslim'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7886535152342360330</id><published>2011-12-25T04:48:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T04:50:07.800-08:00</updated><title type='text'>Tantangan Dakwah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dia perbuat untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah.  Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan (TQS al-Hasyr [59]:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli tafsir ternama, Imam Ibnu Katsir memaknai ayat tersebut: “Wahai orang-orang yang beriman!  Bertakwalah kepada Allah!  Ini adalah perintah untuk bertakwa kepada-Nya, yang mencakup melakukan apapun yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apapun yang dilarang oleh Dia. Adapun perintah ‘Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dia perbuat untuk hari esok’ artinya adalah, ‘Hisablah diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab. Lihatlah amal-amal shalih apa yang telah kalian lakukan untuk menyongsong hari yang telah dijanjikan kepada kalian dan hari saat kalian kembali kepada Rabb kalian. Bertakwalah kepada Allah. Ini merupakan penegasan kedua untuk bertakwa.  ‘Sesungguhnya Allah Mahateliti atas apa yang kalian lakukan’ maknanya adalah, ‘Ketahuilah sesungguhnya Dia Mahatahu atas semua perbuatan kalian dan keadaan kalian.’  Tidak ada secuil pun yang tersembunyi bagi Allah.  Tidak ada urusan kalian yang tersembunyi dari Dia, baik perkara yang dilakukan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.” (Ibn Katsir, Tafsir al-Quran al-‘Azhim, hlm. 548).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pelajaran penting dari ayat itu adalah bahwa hidup di dunia ini mulai dari takwa, diselingi evaluasi (muhasabah) untuk semakin meneguhkan ketakwaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun 2011 suara yang menyeru untuk kembali ke pangkuan syariah makin nyaring terdengar.  Kawasan Timur Tengah sepanjang tahun ini terus menerus diguncang revolusi.  Tunisia, Maroko, Libya, Yaman, Suriah dan Mesir berguncang.  Gejolak revolusi umat terus menggelora. Islam politik di kawasan itu mulai naik bahkan mendominasi media massa.  Terlepas dari apa yang dimaksud, pernyataan Perdana Menteri Tunisia, Hamadi Jebali, menarik disimak.  Hamadi menyampaikan, “Masa kini adalah momentum Ilahi pada sebuah negara baru dan mudah-mudahan merupakan Masa Kekhalifahan ke-6.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan seperti ini dari seorang moderat menggambarkan betapa keinginan masyarakat di sana untuk menerapkan Islam demikian besar sehingga berpengaruh pada ucapan Hamadi. Memang, kecenderungan alami dari masyarakat Arab lebih tertarik pada sistem Khilafah. Inilah ajaran agama mereka dan bagian dari sejarah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Eropa sedang dilanda gunjang-ganjing.  Amerika masih berada dalam kubangan krisis.  Gejolak selama tahun 2011 ini mengisyaratkan dunia kemudian akan kembali pada model masa pra-1945-yang  merupakan dunia multipolar-yang didominasi oleh pusat-pusat pengaruh geopolitik yang berbeda, dengan Kekhalifahan di puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang sama berkumandang di Indonesia.  Dukungan para ulama tampak jelas.  Berbagai forum ulama selama kurun 2011 menyerukan syariah dan Khilafah.  Begitu juga dukungan dari kalangan tokoh, intelektual, mahasiswa dan pelajar.  Tidak kalah pentingnya, kembali pada syariah Islam dan menyatukan kaum Muslim ke dalam Khilafah juga diserukan oleh ibu-ibu rumah tangga.  Ini sebagian tanda makin dekatnya fajar kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya harapan yang terang, tantangan dakwah Islam di Indonesia pun tidak menyurut. Ketidakadilan terhadap umat Islam terus berlangsung selama tahun 2011, yang bahkan dilakukan oleh sesama Muslim.  Ketika terjadi bunuh diri di Cirebon dan Solo, langsung Presiden menyebut bahwa pelakunya adalah teroris hanya karena pelakunya beragama Islam.  Namun, saat di Papua meledak granat disertai penembakan, buru-buru Ansyaad Mbai, Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), menyatakan bahwa itu tindak kriminal biasa.  Pada saat umat Islam menyerukan syariah Islam untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan, segeralah mereka dituduh sebagai pihak yang membahayakan NKRI.  Sebaliknya, upaya separatisme dan disintegrasi yang secara terang-terangan dinyatakan oleh segelintir orang yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak disebut membahayakan NKRI.  Bahkan TNI dan Polisi yang berupaya menindak tegas mereka segera dituduh oleh LSM-LSM komprador sebagai melanggar HAM.  Intervensi Amerika Serikat (AS) dalam kasus ini tampak jelas.  Menteri Pertahanan AS Leon Panetta dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, Senin (24/10/2011) membicarakan Papua.  Berikutnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton angkat suara mengenai konflik di Papua. Hillary menyampaikan kekhawatiran akan kondisi HAM di Papua. Ia menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat di wilayah konflik tersebut (AFP, 11/11/11). Obama dalam pembicaraannya dengan Presiden SBY di Bali juga menyinggung masalah Papua.  Irama yang ditabuh asing ini diikuti oleh antek-anteknya di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan calon Gereja Yasmin di Bogor menambah rasa ketidakadilan itu.  Umat Islam di Bogor dituding tidak toleran.  Padahal umat Islam Bogor ditipu. Ada penipuan dalam proses pengajuan izin IMB calon gereja tersebut.  Hilary Clinton bicara tentang kasus ini. Vatikan turut campur. Pada 16 Desember 2011 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana mengadakan rapat dengan Pemerintah membahas hal ini.  Masalah ini diinternasionalisasi.  Memang, kalau untuk memojokkan umat Islam, suara jarum jatuh pun terdengar ke seantero dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu.  Untuk mengerem gerak perjuangan Islam digembar-gemborkan istilah deradikalisasi.  Selama tahun 2011 digelar berbagai acara di daerah-daerah.  Pimpinan dan ormas Islam dikumpulkan.  Temanya deradikalisasi.  Yang mengherankan, semua yang dimaksudkan dalam istilah deradikalisasi ditujukan kepada umat Islam!  Sasarannya adalah Islam.  Benar apa yang diingatkan oleh pengamat politik Herman Ibrahim bahwa hakikat dari deradikalisasi merupakan deIslamisasi. Dalam deradikalisasi pun terdapat politik belah-bambu di tubuh umat Islam.  Last but not least, deradikalisasi ini tidak dapat dilepaskan dari program war on terrorism yang merupakan agenda AS.  Yang rugi adalah umat Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan seperti ini sebenarnya merupakan sunnatullah.  Setiap upaya dakwah untuk membangkitkan umat Islam senantiasa menghadapi tantangan.  Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya telah menghadapi banyak tantangan.  Beliau dituduh tukang sihir, tukang syair, gila, pemecah-belah bangsa Arab, dsb.  Bahkan beliau diembargo selama dua tahun dan diancam pembunuhan.  Justru, berbagai tantangan berupa tuduhan dan ancaman fisik menegaskan kemenangan dakwah semakin dekat.  Sebab, tuduhan dan ancaman fisik dari pihak anti-Islam merupakan tanda kekalahan mereka secara intelektual.  Yang penting adalah kita tetap berada di atas aturan Allah SWT.  Rasulullah saw. bersabda, “Sekelompok dari umatku selalu berada di atas aturan Allah, orang-orang yang menentang dan menyalahi mereka tidak akan memadaratkan bagi mereka hingga datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan menang atas manusia.” (HR Muslim). [MR Kurnia]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7886535152342360330?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7886535152342360330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/tantangan-dakwah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7886535152342360330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7886535152342360330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/tantangan-dakwah.html' title='Tantangan Dakwah'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-977626430745558925</id><published>2011-12-21T15:08:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T15:11:06.617-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru Rezeki baru dan Keberkahan baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT DATANG 1433 H/ 2012 SEMOGA MEMBUKA REJEKI BARU,  KEBERKAHAN BARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat terus –terusan melihat hal-hal yang mengingatkan kita akan kesuksesan masa lalu, kita pun terprogram untuk melihat diri kita sebagai pemenang-seseorang yang memiliki kesuksesan konsisten dalam kehidupan! Hal itu tidak hanya membangun kepercayaan dirimu, tapi juga membuat orang lain menaruh kepercayaan padamu.”( The Succes Principles for Teens)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kita sekarang telah memasuki tahun baru hijriah dan sebentar lagi juga tahun baru masehi. Saatnya kita melakukan evaluasi diri akan apa yang sudah kita lakukan di tahun ini dan apa yang belum. Kegagalan di tahun ini jadikan sebagai sebuah pelajaran yang berharga dan janganlah terus diratapi sedangkan keberhasilan atau kesuksesan di tahun ini jadikanlah modal untuk membangun percaya diri dan membuat diri menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.&lt;br /&gt;Ada  4 hal penting dalam menyambut tahun baru  :&lt;br /&gt;  Introspeksi Diri “ Self Correction “: Niatkan diri kita untuk meminta dan memohon kepada Allah saat melakukan kontemplasi  atau berdoa. Duduklah pada posisi yang nyaman dan usahakan badan dalam kondisi rileks. Rasakan rasa syukur  yang mengalir dari hati kita ke seluruh tubuh. Alhamdulillah Ya Alllah…. Kita akan merasakan rasa syukur itu akan menjalari tubuh kita dari ujung rambut sampai ujung kaki. Silahkan rasakan sensasinya.&lt;br /&gt;  Perubahan “ Change “ : Di dunia ini yang pasti adalah ketidakpastian. Perubahan adalah suatu keniscayaan. Berubahlah 1 % tiap hari ke arah kebaikan maka setahun kemudian kita akan mengalami perubahan 365 % luar biasa bukan!&lt;br /&gt;  Perbaikan “ Improvement “: Yang belum baik di tahun ini lakukan perbaikan dan jangan berhenti menjadi manusia pembelajar. Tingkatkan terus valensi diri kita. Jadilah manusia yang climber yang terus melakukan “pendakian” yaitu perbaikan diri yang terus-menerus,berani menghadapi resiko dan tantangan, penuh optimis serta percaya diri.&lt;br /&gt;  Mempertahankan “ Maintenance “ : Apa yang sudah baik di tahun ini perlu dipertahankan atau dimaintenance lebih baik lagi. Jangan lupa diri dan terlena dengan zona  nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, setelah kita berhasil mengakses rasa syukur, mulailah kita memunculkan visualisasi tentang masa depan kita, yaitu apa yang kita cita-citakan,inginkan, dan impikan. Apa yang kita dapatkan dan menjadi apa hari ini adalah hasil dari pikiran dan keputusan serta tindakan kita di masa lalu.Maka apa yang kita dapatkan dan menjadi apa di masa depan adalah hasil dari pikiran dan keputusan dan tindakan kita saat ini. Tentu semuanya itu atas ijin dan kehendak  Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas ada hal-hal yang layak  sebagai bahan renungan bagi kita untuk melakukan kontemplasi. Inilah kutipannya : Sobat, Janganlah kita melupakan prioritas pertama dan utama dalam hidup kita untuk menjadikan Akherat sebagai impian dan Allah menjadi orientasi tujuan hidup yang sesungguhnya. “Barangsiapa menjadikan akherat sebagai impiannya. Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya, mengumpulkan yang tercerai-berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai impiannya. Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya, mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya, kecuali yang telah disempitkan kepadanya.” Demikianlah pesan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam. Al-qur’an dan hadits  mengajak kita membayangkan hari akherat bahwa kaki, telinga, tangan, mata, kulit kita akan berbicara; jadi saksi atas semua perbuatan kita di hadapan Allah subhaanahu wa ta’alaa. (Lihat dan baca QS. Yasin ayat 65 atau QS. Fushshilat ayat 20 – 21). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visualisasi berpusat kepada Allah ini lebih menyentuh hati dan menggerakkan jiwa untuk berbuat baik. Saat memvisualisasikan akherat, bertanyalah kepada diri Anda sendiri :&lt;br /&gt;• Apakah saya termasuk orang yang bisa menatap wajah Allah atau tidak?&lt;br /&gt;• Apakah aku ahli surga atau neraka?&lt;br /&gt;• Apakah aku selamat melintasi shirat al-mustaqim atau terjatuh?&lt;br /&gt;• Apakah buku amalanku hasil catatan raqib dan atid lebih banyak memuat kisah iman dan amal sholeh atau kekafiran dan kemaksiatan?&lt;br /&gt;• Apakah “rekaman perbuatanku” yang dilakukan oleh Allah, Rasul-Nya, orang beriman, manusia, diri-sendiri, dan benda-benda yang kita miliki banyak merekam kebaikkan atau keburukkan?&lt;br /&gt;• Apakah tatkala matahari beberapa sentimeter di atas kepalaku, aku termasuk orang yang mendapat naungan cahaya dari Allah atau bukan?&lt;br /&gt;• Apakah ketika air keringat meluap sebatas lutut; dada; hidung; bahkan sampai menenggelamkan kepala, aku termasuk mendapat pertolongan Allah atau bukan?&lt;br /&gt;• Ketika manusia berbondong-bondong meminta syafa’at kepada Nabi, apakah aku termasuk orang yang menerimanya atau justru ditolak Nabi karena kita tidak pernah mengikuti tutunan dan risalahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika kita mampu membayangkan semua kejadian di akherat nanti, lalu mengapa kita tidak mampu membayangkan impian hidup kita beberapa tahun yang akan datang? Ingat, salah satu ciri orang sukses adalah dapat memvisualisasikan sebelum segala sesuatu itu terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tahun baru Hijriah,semoga membawa kesuksesan dan keberkahan bagi hidup kita.Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dahsyat dan luar biasa! ( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi Dai Yang DiCinta. www.mentorfmplus.com . email mumtaz.oke@gmail.com .twitter @faqihsmart )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-977626430745558925?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/977626430745558925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/tahun-baru-rezeki-baru-dan-keberkahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/977626430745558925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/977626430745558925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/tahun-baru-rezeki-baru-dan-keberkahan.html' title='Tahun Baru Rezeki baru dan Keberkahan baru'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-127128573429249623</id><published>2011-12-19T02:41:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T02:42:41.103-08:00</updated><title type='text'>Rumah Inspirasi FM</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUMAH  INSPIRASI  FM (FIKRUL MUSTANIR)&lt;br /&gt;Basecamp : Jl. S. Parman IV A/8  Waru – Sidoarjo 61256. &lt;br /&gt;Telp. 031.78226261&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mentor  FM &lt;br /&gt;Mencetak Public Speaker dan Penulis yang Inspiratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tes  STIFin  ( Finger Print )&lt;br /&gt;Menemukan bakat dan potensi diri Anda lewat sidik jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bilik  Tafakur FM&lt;br /&gt;Bedah buku   dan  Kajian Keislaman&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Pustaka Mumtaz  FM&lt;br /&gt;Ruang baca dan peminjaman buku ( Gratis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ziyadah Collection &lt;br /&gt;Menyediakan buku-buku Islami, Souvenir, dan perlengkapan  muslimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email : mumtaz.oke@gmail.com&lt;br /&gt;www.mentorfmplus.com&lt;br /&gt;Twitter :@faqihsmart&lt;br /&gt;FB :Nasrul Syarif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritual Motivator&lt;br /&gt;N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-127128573429249623?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/127128573429249623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/rumah-inspirasi-fm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/127128573429249623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/127128573429249623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/rumah-inspirasi-fm.html' title='Rumah Inspirasi FM'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-4782994987480524129</id><published>2011-12-06T02:01:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T02:02:40.811-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Tahun baru Hijriah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Tahun Baru Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa, bulan demi bulan menjelang; tahun demi tahun pun berlalu. Kaum Muslim kembali memasuki bulan Muharram, menandai datangnya kembali tahun yang baru; kali ini memasuki Tahun Baru 1433 Hijrah. Tidak seperti ketika datang Tahun Baru Masehi yang disambut dengan penuh semarak oleh masyarakat, Tahun Baru Hijrah disikapi oleh kaum Muslim dengan ‘dingin-dingin’ saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, Tahun Baru Hijrah tidak perlu disambut dengan kemeriahan pesta. Namun demikian, sangat penting jika Tahun Baru Hijrah dijadikan sebagai momentum untuk merenungkan kembali kondisi masyarakat kita saat ini. Tidak lain karena peristiwa Hijrah Nabi saw. sebetulnya lebih menggambarkan momentum perubahan masyarakat ketimbang perubahan secara individual. Peristiwa Hijrah Nabi saw. tidak lain merupakan peristiwa yang menandai perubahan masyarakat Jahiliah saat itu menjadi masyarakat Islam. Inilah sebetulnya makna terpenting dari Peristiwa Hijrah Nabi saw. &lt;br /&gt;Ketidakmampuan kita memahami sekaligus mewujudkan makna terpenting Hijrah ini dalam realitas kehidupan saat ini hanya akan menjadikan datangnya Tahun Baru Hijrah tidak memberikan makna apa-apa bagi kita, selain rutinitas pergantian tahun. Ini tentu tidak kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Hijrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara bahasa, hijrah berarti berpindah tempat. Adapun secara syar‘i, para fukaha mendefinisikan hijrah sebagai: keluar dari darul kufur menuju Darul Islam. (An-Nabhani, Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah, II/276). Darul Islam dalam definisi ini adalah suatu wilayah (negara) yang menerapkan syariat Islam secara total dalam segala aspek kehidupan dan yang keamanannya berada di tangan kaum Muslim. &lt;br /&gt;Sebaliknya, darul kufur adalah wilayah (negara) yang tidak menerapkan syariat Islam dan keamanannya bukan di tangan kaum Muslim, sekalipun mayoritas penduduknya beragama Islam. Definisi hijrah semacam ini diambil dari fakta Hijrah Nabi saw. sendiri dari Makkah (yang saat itu merupakan darul kufur) ke Madinah (yang kemudian menjadi Darul Islam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Hijrah, paling tidak, memberikan makna sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: pemisah antara kebenaran dan kebatilan; antara Islam dan kekufuran; serta antara Darul Islam dan darul kufur. Paling tidak, demikianlah menurut Umar bin al-Khaththab ra. ketika beliau menyatakan: Hijrah itu memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. (HR Ibn Hajar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: tonggak berdirinya Daulah Islamiyah (Negara Islam) untuk pertama kalinya. Dalam hal ini, para ulama dan sejarahwan Islam telah sepakat bahwa Madinah setelah Hijrah Nabi saw. telah berubah dari sekadar sebuah kota menjadi sebuah negara Islam; bahkan dengan struktur yang—menurut cendekiawan Barat, Robert N. Bellah—terlalu modern untuk ukuran zamannya. Saat itu, Muhammad Rasulullah saw. sendiri yang menjabat sebagai kepala negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: awal kebangkitan Islam dan kaum Muslim yang pertama kalinya, setelah selama 13 tahun sejak kelahirannya, Islam dan kaum Muslim terus dikucilkan dan ditindas secara zalim oleh orang-orang kafir Makkah. Demikianlah sebagaimana pernah diisyarakatkan oleh Aisyah ra.:&lt;br /&gt;“Dulu ada orang Mukmin yang lari membawa agamanya kepada Allah dan Rasul-Nya karena takut difitnah. Adapun sekarang (setelah Hijrah, red.) Allah SWT benar-benar telah memenangkan Islam, dan seorang Mukmin dapat beribadah kepada Allah SWT sesuka dia.” (HR al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Hijrahlah ketertindasan dan kemalangan umat Islam berakhir. Setelah Hijrah pula Islam bangkit dan berkembang pesat hingga menyebar ke seluruh Jazirah Arab serta mampu menembus berbagai pelosok dunia. Setelah Rasulullah saw. wafat, yakni pada masa Khulafaur Rasyidin, kekuasan Islam semakin merambah ke luar Jazirah Arab. &lt;br /&gt;Bahkan setelah Khulafaur Rasyidin—yakni pada masa Kekhalifahan Umayah, Abbasiyah, dan terakhir Utsmaniyah—kekuasaan Islam hampir meliputi 2/3 dunia. Islam bukan hanya berkuasa di Jazirah Arab dan seluruh Timur Tengah, tetapi juga menyebar ke Afrika dan Asia Tengah; bahkan mampu menembus ke jantung Eropa. Kekuasaan Islam malah pernah berpusat di Andalusia (Spanyol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan Kembali Makna Hakiki Hijrah Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengacu pada tiga makna Hijrah di atas, dengan mengaitkannya dengan kondisi masyarakat saat ini, kita melihat:&lt;br /&gt;Pertama: Saat ini umat Islam hidup di dalam darul kufur, bukan Darul Islam. Keadaan ini menjadikan umat Islam membentuk masyarakat yang tidak islami alias masyarakat Jahiliah. Masyarakat Jahiliah tidak lain adalah masyarakat yang didominasi oleh pemikiran dan perasaan umum masyarakat yang tidak islami serta sistem yang juga tidak islami. &lt;br /&gt;Dalam konteks zaman Jahiliah modern saat ini, kita melihat, yang mendominasi masyarakat adalah pemikiran dan perasaan sekular serta sistem hukum sekular, yang bersumber dari akidah sekularisme; yakni akidah yang menyingkirkan peran agama dari kehidupan. Saat ini masyarakat didominasi oleh pemikiran demokrasi (yang menempatkan kedaulatan rakyat di atas kedaulatan Tuhan), HAM, nasionalisme (paham kebangsaan), liberalisme (kebebasan), permissivisme (paham serba boleh), hedonisme (paham yang menjadikan kesenangan duniwai/jasadiah sebagai orientasi hidup), feminisme (paham mengenai kesetaraan jender, pria-wanita), kapitalisme, privatisasi, pasar bebas, dll. &lt;br /&gt;Perasaan masyarakat pun didominasi oleh perasaan ridha dan benci atas dasar pandangan hidup sekular. Mereka meridhai semua yang bersumber dari akidah sekular dan sebaliknya membenci semua yang bertentangan dengan pandangan sekularisme; mereka meridhai demokrasi (yang menjunjung tinggi kedaulatan manusia) dan sebaliknya membenci kedaulatan Tuhan untuk mengatur manusia; mereka meridhai nasionalisme dan nation state (negara-bangsa) dan sebaliknya membenci ikatan ukhuwah islamiyah dan kesatuan kaum Muslim di bawah satu negara (Khilafah Islamiyah); mereka meridhai liberalisme (kebebasan), permissivisme (paham serba boleh), hedonisme (paham yang menjadikan kesenangan duniawi/jasadiah sebagai orientasi hidup), dan sebaliknya membenci keterikatan dengan syariah/hukum-hukum Allah dan menjadikan akhirat sebagai orientasi hidup mereka; mereka meridhai sistem ekonomi kapitalisme yang berasaskan manfaat, ekonomi ribawi, privatisasi, dan pasar bebas dan sebaliknya membenci sistem ekonomi Islam; mereka pun meridhai hukum-hukum kufur yang bobrok dan sebaliknya membenci hukum-hukum Islam—seperti hukum cambuk, hukum rajam, atau hukum potong tangan—yang mendatangkan keadilan dan rahmat bagi manusia. &lt;br /&gt;Lebih dari itu, sistem yang mengatur masyarakat saat ini tidak lain adalah sistem yang juga bersumber dari akidah sekularisme. Sebaliknya, sistem Islam—yakni sistem ekonomi, politik, pemerintahan, peradilan, hukum, sosial, budaya maupun pertahanan dan keamanan negara yang bersumber dari akidah Islam—mereka campakkan. Itulah realitas masyarakat Jahiliah pada zaman modern saat ini.&lt;br /&gt;Karena itu, upaya mengubah masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam, itulah di antara makna hakiki dari Peristiwa Hijrah Nabi saw. yang harus kita realisasikan kembali saat ini. Caranya tidak lain dengan menggusur dominasi pemikiran, perasaan, dan sistem sekular di tengah-tengah masyarakat saat ini; kemudian menggantinya dengan dominasi pemikiran, perasaan, dan sistem Islam. Tanpa berusaha mengubah ketiga unsur tersebut di tengah masyarakat Jahiliah saat ini, masyarakat Islam yang kita cita-citakan tentu tidak akan pernah dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;Kedua: Saat ini tidak ada satu pun negeri Islam yang layak disebut sebagai Daulah Islamiyah. Padahal kita tahu, di antara makna dari Peristiwa Hijrah Nabi saw. adalah pembentukan Daulah Islamiyah, yang saat itu ditegakkan di Madinah al-Munawwarah. &lt;br /&gt;Daulah Islamiyah yang dibentuk oleh Nabi saw.—yang dalam perjalanan selanjutnya setelah beliau wafat disebut sebagai Khilafah Islamiyah—tidak lain adalah sebuah negara yang memberlakukan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Karena itu, upaya membangun kembali Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah ini seharusnya menjadi cita-cita bersama umat Islam yang betul-betul ingin mewujudkan kembali makna Hijrah dalam kehidupan mereka saat ini.&lt;br /&gt;Ketiga: Saat ini keadaan umat Islam di seluruh Dunia Islam sangat memprihatinkan. Di negeri-negeri di mana kaum Muslim minoritas, mereka tertindas. Bahkan, kaum Muslim di Filipina (Moro), Thailand (Pattani), India (Kashmir), dan beberapa wilayah lain merupakan saksi nyata kesengsaraan dan ketertindasan umat Islam saat ini. &lt;br /&gt;Bahkan di negeri-negeri yang kaya akan kekayaan alam, namun mereka tak berdaya, dengan mudah negeri mereka diduduki dan dijajah, lihatlah Afghanistan dan Irak. Mereka ditindas hanya karena satu alasan, yakni karena mereka Muslim; persis seperti orang-orang kafir Qurays dulu memperlakukan Nabi saw. dan para Sahabatnya ketika di Makkah. Mereka sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memunculkan Islam, bahkan sekadar menampilkan identitas mereka sebagai Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kaum Muslim yang tinggal di negeri-negeri di mana mereka mayoritas pun, hukum-hukum Islam tidak bisa ditegakkan. Kaum Muslim yang berpegang teguh pada aturan-aturan Allah SWT disisihkan. Mereka yang konsisten dalam perjuangan menegakkan syariat Islam terus-menerus difitnah dengan berbagai cap yang menyudutkan seperti ekstremis, radikal, fundamentalis, bahkan teroris! Akibatnya, aspirasi Islam dibungkam dan para pejuangnya pun diburu, dijebloskan ke penjara, bahkan dibunuh. &lt;br /&gt;Kaum Muslim saat ini hidup tertekan dalam “penjara besar”, yakni negeri mereka sendiri, yang telah dikuasai oleh sistem kufur yang dikontrol oleh negara-negara kafir Barat imperialis. Posisi umat Islam yang pernah mengalami masa kejayaannya sejak zaman Nabi saw. sampai Kekhilafahan Ustmaniyah di Turki kini tinggal kenangan. &lt;br /&gt;Apalagi setelah Peristiwa 11 September 2001, Islam dan kaum Muslim betul-betul menjadi 'bulan-bulanan' AS dan sekutu-sekutunya. Padahal, kita tahu, di antara makna dari Peristiwa Hijrah Nabi saw. adalah bangkitnya kaum Muslim setelah mereka lama tertindas dan terzalimi (kurang-lebih 13 tahun) di negeri mereka sendiri, yakni Makkah, sebagaimana diisyaratkan oleh Aisyah ra. di atas. &lt;br /&gt;Karena itu, agar kaum Muslim dapat benar-benar mewujudkan kembali makna Hijrah yang sebenarnya, tidak lain, umat ini harus segera melepaskan diri dari segala bentuk kezaliman sistem kufur dan kekuasaan negara-negara imperialis Barat kafir, yang nyata-nyata telah menimbulkan ketertindasan dan kemalangan kaum Muslim dalam berbagai bidang kehidupan. Semua itu tidak lain hanya mungkin diwujudkan dengan kembali berhijrah menuju Daulah Islamiyah. &lt;br /&gt;Karena saat ini ditengah Islam tidak lagi diterapkan dalam kehidupan nyata dalam sebuah negara, maka tugas seluruh kaum Muslimlah untuk mewujudkannya kembali di tengah-tengah mereka. Caranya tidak lain dengan mengubah negeri-negeri Muslim saat ini yang berada dalam kungkungan sistem kufur, yakni sistem Kapitalisme-sekular, sekaligus menghimpunnya kembali dalam satu wadah negara, yakni Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hanya dengan mewujudkan kembali ketiga makna Hijrah di ataslah kekufuran akan lenyap digantikan oleh keimanan; kejahiliahan akan musnah tertutup cahaya Islam; darul kufur akan terkubur oleh Darul Islam; dan masyarakat Jahiliah pun akan berubah menjadi masyarakat Islam. Hanya dengan itu pula, insya Allah, umat Islam saat ini akan berubah dari umat yang terhina menjadi umat yang akan meraih kembali posisi terhormat sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah SWT:&lt;br /&gt;Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran [3]: 110).&lt;br /&gt;Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-4782994987480524129?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/4782994987480524129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/refleksi-tahun-baru-hijriah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/4782994987480524129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/4782994987480524129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/refleksi-tahun-baru-hijriah.html' title='Refleksi Tahun baru Hijriah'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-6561871065883411920</id><published>2011-12-06T01:42:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T01:43:05.861-08:00</updated><title type='text'>The Power of Focus</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Power of Fokus&lt;br /&gt;Bidang keahlian apa pun kalau kita tekuni dan fokus,pasti bisa dan akan menjadikan kita ahli.Begitu pula kalau kita memfokuskan perhatian pada tugas dan tanggung jawab, atau pekerjaan yang ada di hadapan kita serta berusaha melaksanakannya terus-menerus, suatu ketika kita pasti akan benar-benar sampai pada tingkatan terakhir ( Faqih Syarif, Al Quwwah ar ruhiyah 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, manusia memiliki kekuatan fokus, tinggal bagaimana kita menggunakan sebaik mungkin. Mulailah dari langkah kecil. Mulai dari potensi kecil yang diseriusi. Mulai dari prestasi kecil yang disyukuri. Mulai dari penghargaan diri terhadap hal-hal kecil yang Allah beri. Mentor kami sering mengingatkan segera temukan talenta anda dengan menggunakan  pertanyaan; Bidang keahlian apa yang kamu kuasai saat ini? Dan Anda melaksanakan dengan penuh enjoy serta happy seakan tidak dibayarpun anda melakukan dengan senang hati. Kalau itu sudah anda temukan tinggal fokus, fokus dan fokus meningkatkan valensi diri anda. Sisihkan waktu   3 jam tiap hari selama 10 tahun untuk melakukan hal tersebut sebab bidang keahlian apa pun kalau kita tekuni dan fokus,pasti bisa dan akan menjadikan kita ahli.&lt;br /&gt;Persoalan kita, mengapa tidak segera melangkah karena kita nggak focus, nggak konsen, nggak ada prioritas, nggak jelas, dan biasanya, nggak mau meski sekedar menuliskan apa yang jadi gagasan dan apa yang harus dilakukan. Padahal kuncinya sederhana : Tulis apa yang mau Anda  lakukan. Lakukan apa yang Anda tuliskan. Dokumentasikan.&lt;br /&gt;Sobat, ilmu meski sedikit, bila dimanfaatkan akan menjadi kekuatan, karena kita focus. Tapi kalau ilmunya banyak, kolektor kitab, diktator alias pengumpul diktat, kalau nggak fokus akan percum tak bergun.&lt;br /&gt;Kini konsentrasikan diri pada kemampuan kita. Fokuslah pada kelebihan yang kita punya maka jadinya kita akan menjadi orang yang di atas rata-rata. Intinya adalah bagaimana kita punya kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada tugas yang dihadapi, pada profesi yang dijalani, dalam jangka panjang, berkonsentrasi pada suatu karier, merupakan satu segi dari fokus.&lt;br /&gt;Sobat, air embun aja yang fokus mampu melubangi batu cadas yang kuat. Tali yang yang fokus bisa memotong kayu. Sholat yang fokus bisa meningkatkan mutu hidup kita. Hidup yang fokus pada jalan kebenaran (Shiraathal mustaqim), nggak kemana-mana akan membuat hidup lebih bermakna, berasa dan bahagia.&lt;br /&gt;Sobat, selain fokus kita mesti memperbanyak jam terbang. Penelitian kekinian juga menunjukkan bahwa orang yang ahli di bidang apa pun keahlian yang mereka tekuni ternyata mereka telah memiliki 10.000 jam terbang.&lt;br /&gt;Rasulullah adalah teladan dalam segala kebaikan. Dalam berbagai kesempatan di tengah kesibukan yang amat padat, beliau mengembangkan potensi para sahabat  sehingga berkembang dengan pesat. Bagaimana cara Nabi memfokuskan potensi sahabat? &lt;br /&gt;1. Mengubah nama sahabat yang buruk atau berkonotasi buruk menjadi nama yang baik. Sebab nama mengandung doa, visi, harapan dan cita-cita. Inspirasi yang kita dapatkan adalah : apabila selama ini anda mendefinisikan diri dengan nama atau sebutan negative, segera ubahlah menjadi sebutan yang positif. Ganti definisi “anak nakal” menjadi anak cerdas, anak usil dibimbing jadi kreatif, ganti rasa malas dengan istilah rehat sejenak.&lt;br /&gt;2. Membuka ruang ekspresi untuk unjuk gigi sehingga selalu termotivasi untuk berprestasi. Seperti Usamah bin Zaid yang baru berusia 17 tahun diangkat sebagai panglima.&lt;br /&gt;3. Memberikan gelar keberanian seperti saifullah al maslul ( pedang terhunus) untuk Khalid bin Walid, Al Faruq (Pembeda kebenaran dari kebatilan) untuk Umar, Ash-shidiq (Yang benar) untuk Abu Bakar, Ali Karamallahu wajhah dan masih banyak lagi julukan yang menggugah jiwa.&lt;br /&gt;4. Menghargai sekecil apapun prestasi untuk menumbuhkan percaya diri. Rasulullah memberi penghargaan para sahabat sesuai dengan prestasi masing-masing. Bilal diangkat sebagai muazin. Muadz bin jabal diutus ke yaman.&lt;br /&gt;5. Mensupport yang memiliki kekurangan di satu sisi untuk menemukan kedahsyatan di sisi lain. Amru bin jamuh yang pincang diberi semangat surga. Ibnu Mas’ud yang kurus kecil disupport keunggulannya lebih dahsyat dari bukit uhud. Ibnu Maktum yang buta disiplinkan sholat berjamaah.&lt;br /&gt;Sobat, para ulama dulu pun fokus di bidangnya.Imam Bukhari secara intensif menulis kitab Shahih selama enam belas tahun. Imam Nawawi konsentrasi ilmu sampai empat puluh tahun. Imam Abu Hanifah menunda nikah hingga usia empat puluh tahun karena fokus pada ilmu. Beda dengan remaja sekarang, nggak nikah-nikah tapi juga nggak punya karya, payah. Hidup lesu tanpa gairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ayo Bangkitlah! Fokuskan diri kita!  Miliki nilai tambah agar hidup ini penuh gairah.Perbanyak faktor kali agar kita semakin ahli. Ingatlah sobat, kita sukses dan bahagia kalau kita berorientasi pada kesuksesan dan kebahagiaan. Jangan kemana-mana. Tetaplah fokus di jalan mulia dan kebaikan yaitu jalannya para nabi,syuhada dan orang-orang mukmin dan orang-orang sholeh. Allahu Akbar!!!&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H,S.Sos.I, M.Si, penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan Spirit Tanpa Batas dan buku Menjadi Dai Yang Dicinta, www.mentorfmplus.com email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-6561871065883411920?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/6561871065883411920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/power-of-focus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6561871065883411920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6561871065883411920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/12/power-of-focus.html' title='The Power of Focus'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-2078917004298137742</id><published>2011-09-26T15:40:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T15:42:32.567-07:00</updated><title type='text'>Jadilah seperti Pemuda Kahfi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Seperti Pemuda Kahfi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemuda! Jadilah seperti pemuda kahfi.Berani menentang kedzaliman, meruntuhkan kesesatan, dan tidak takut terasing untuk menegakkan kebenaran. Wahai Pemuda! Peganglah prinsip, kebenaran pasti akan menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, pembicaraan tentang generasi muda sangat menarik, menyenangkan dan banyak manfaatnya. Karena hal ini akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi umat Islam.Terlebih lagi bila upaya dan usaha yang dikerahkan generasi muda berkesinambungan dan memadai.&lt;br /&gt;Generasi muda yang diharapkan dan diinginkan Islam adalah generasi muda yang diinginkan Allah SWT untuk mengemban kalimat “ Laa ilaha Illallah.” Sehingga mereka hidup karena dan untuk “ Laa ilaha Illallah.” Selain itu agar mereka meninggal dunia karena “ Laa ilaha Illallah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah kita tengok shirah Rasulullah SAW bukankah generasi mudalah yang mendominasi jumlah pasukan yang ikut berjuang dan berjihad bersama Rasulullah SAW. Sebagian besar penceramah dan singa podium di masa Rasulullah SAW juga generasi muda. Para utusan dan ajudan Rasulullah SAW juga generasi muda. Para generasi muda yang seperti ini menjadi orang-orang pilihan, menjadi pelita hidup dan menjadi panutan yang dapat dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara keadaan generasi kita sekarang sangat bertolak belakang dengan generasi pertama tadi. Mereka larut dengan arus syahwat yang mendera dan arus syubhat yang mengalir. Sehingga cahaya dan pelita hidup, yang dibawa oleh baginda Rasulullah SAW semakin redup dan hampir tak bersinar lagi. &lt;br /&gt;Al Qarni menjelaskan bahwa yang dimaksud syahwat adalah segala bentuk kemasiatan, syahwat adalah penyakit kemaksiatan dan dosa yang sering digandrungi generasi muda. Seperti kepada wanita yang auratnya tidak boleh dilihat, keinginan mendengarkan nyanyian-nyanyian glamour, keinginan melihat gambar dan majalah-majalah porno, bergaul dengan para penganggur dan gelandangan, banyak bermain, berdusta, mengadu domba, serta keinginan menipu dan berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas generasi muda terjerumus ke dalam lembah penyakit syahwat ini, bukan penyakit syubhat. Karena yang terjerumus ke dalam penyakit subhat ini adalah orang-orang yang bergelut pada hal-hal yang bersifat pemikiran, filsafat, syak-wsangka, kebimbangan, serta gangguan-gangguan. Sementara penyembuahan penyakit subhat ini adalah dengan keyakinan yang mantap serta ilmu pengetahuan yang memadai dan bermanfaat.&lt;br /&gt;Penyembuhan dari penyakit syahwat ini adalah dengan bersabar dan sholat.Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;“ Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” ( Terjemahan QS. As –Sajdah :24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya mereka sabar terhadap nafsu syahwat dan yakin dengan keimanan mereka. Meski gempuran syahwat dan syubhat datang menyerang mereka. Sehingga, Allah menolong dan menjadikan mereka sebagai panutan dan suri tauladan. Sebagaimana yang dilakukan oleh 7 orang pemuda kahfi yang kisahnya diabadikan oleh Allah di dalam QS al-kahfi. &lt;br /&gt;Wahai pemuda! Jadilah seperti pemuda kahfi.Berani menentang kedzaliman, meruntuhkan kesesatan, dan tidak takut terasing untuk menegakkan kebenaran. Wahai Pemuda! Peganglah prinsip, kebenaran pasti akan menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, barangsiapa tidak bersabar terhadap nafsu syahwatnya, maka dia tidak pantas menjadi seorang panutan, dan selamanya tidak akan menjadi panutan dan suri tauladan.Barangsiapa yang tidak yakin dengan keimanannya di tengah syubhat yang menerpanya, maka dia tidak pantas menjadi panutan dan suri tauladan. Bersabarlah terhadap larangan-larangan Allah, dan mintalah pertolongan dan bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;Sobat, perkara penting yang juga dapat menyembuhkan penyakit syahwat adalah sholat. Karenanya, seseorang yang suka menikmati gambar atau majalah porno dan yang terlarang, mendengarkan nyanyian-nyanyian gombal dan mengundang syahwat, pasti sholatnya kurang sempurna dan kurang khusyuk demikianlah penjelasan DR. A’idh Al-Qarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi kebangkitan yang kita dambakan adalah mereka yang memiliki keimanan yang kuat serta cita-cita mengembalikan umat menuju kejayaan dan keteladanan Islam di seluruh dunia. Membimbing  manusia ke jalan Allah SWT. Generasi yang istiqomah melakukan amar makruf nahi munkar. Rasulullah SAW besabda: “ Katakanlah yang benar, meskipun pahit(akibatnya).” ( terjemahan HR Ibnu Hibban). Memang kebenaran itu sangat pahit, sehingga memenggalkan kepala.Kebenaran itu pahit sehingga melenyapkan nyawa. Dan , kebenaran itu pahit, sehingga mengalirkan darah. Tetapi katakanlah yang benar, meskipun dia sangat pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, apa keistimewaan kita dihadapan bangsa-bangsa lain? Keistimewaan kaum muslimin dihadapan umat atau bangsa yang lainnya adalah bahwa kita beramar makruf, bernahi munkar, dan beriman kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Apabila berlepas dari keistimewaan ini, maka kita akan jatuh dari pandangan Allah, dan akhirnya kita juga jatuh dari pandangan bangsa-bangsa lain. Tidak ada kemuliaan tanpa Islam. Tidak ada Islam tanpa tegaknya syariah. Tidak akan sempurna tegaknya syariah tanpa Daulah Khilafah Islamiyyah. Allahu Akbar!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas, dan Menjadi dai Yang diCinta, www.mentorfmplus.com , mumtaz.oke@gmail.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-2078917004298137742?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/2078917004298137742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/09/jadilah-seperti-pemuda-kahfi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2078917004298137742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2078917004298137742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/09/jadilah-seperti-pemuda-kahfi.html' title='Jadilah seperti Pemuda Kahfi'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7931058381021855926</id><published>2011-09-26T15:33:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T15:40:01.863-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OZqkETOKenU/ToD_DuNFEPI/AAAAAAAAAKs/-RDyITYMbuo/s1600/TIKET%2Bsbc%2B29sept.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OZqkETOKenU/ToD_DuNFEPI/AAAAAAAAAKs/-RDyITYMbuo/s320/TIKET%2Bsbc%2B29sept.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656801571384922354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti Program Kami tiap Kamis jam 17.00 sd 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM. Launching Acara ini Besok tgl 29 Sept 2011 dgn tema " Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas" dgn Pembicara Spiritual Motivator N.Faqih Syarif H Live di Dseason Hotel Jam 16.00 sd 18.00. Jl. Tenggilis Utara 14 Sby. Semoga Program ini akan menjadi Spirit dan Motivasi Bagi Indonesia menjadi lebih baik.Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7931058381021855926?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7931058381021855926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/09/ikuti-program-kami-tiap-kamis-jam-17.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7931058381021855926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7931058381021855926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/09/ikuti-program-kami-tiap-kamis-jam-17.html' title=''/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OZqkETOKenU/ToD_DuNFEPI/AAAAAAAAAKs/-RDyITYMbuo/s72-c/TIKET%2Bsbc%2B29sept.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-6590445597135222157</id><published>2011-09-04T07:17:00.000-07:00</published><updated>2011-09-04T07:18:17.521-07:00</updated><title type='text'>Rajutan Spiritual Motivation</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rajutan Spiritual Motivation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, jika kita benar-benar mengetahui apa yang penting bagi kita, kita akan mampu mengatakan'tidak' pada hal-hal yang tidak penting. Jika kita fokus pada hal-hal yg tidak kita miliki,hal-hal tsb akan muncul lebih besar dari wujud yg sebenarnya.Hari ini fokuslah pada hal-hal yang kita miliki n hitunglah berkah kita setiap hari.Dalam situasi apa pun, kita tetap bisa bahagia sekarang dengan memilih untuk berbahagia. Salam dahsyat n luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat,Kesuksesan sejati bukanlah tidak pernah gagal.Tetapi kebangkitan dari setiap kegagalan.Jangan merasa terbelenggu oleh setiap rintangan atau kegagalan-Mereka hanyalah batu loncatan menuju sukses.Jika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, Janganlah putus asa.Cobalah suatu pendekatan berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Never Give Up! Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, jangan menyesali hari kemarin atau takut akan hari esok. Baik kemarin maupun hari esok tidak berada di sini atau di sana.Hal yang terpenting adalah saat ini. Lakukan yang terbaik! dan nikmatilah prosesnya!Nikmatilah setiap saat hari ini.Nikmati sepuas-puasnya dan perhatikan bagaimana penyesalan di masa lalu dan ketakutan pada masa depan pun akan mencair. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, menghabiskan waktu dengan merencanakan, berlatih, berdoa, dan membaca akan menciptakan energi tambahan. Jadwalkan waktu untuk merencanakan, berlatih, berdoa, dan membaca karya-karya inspiratif setiap hari.Kita akan mengalami sensasi yang luar biasa. Salam Dahsyat dan Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, materialisme hanyalah tipuan-sangat menggoda namun sering menyulitkan.Jadwalkan waktu hari ini untuk yang bersifat spiritual.Membantu seseorang, bersikap baik, pinjamkan telinga untuk mendengar, dan tunjukkan penghargaan.Marilah kita gunakan waktu produktif kita untuk melakukan pekerjaan terpenting.Jadwalkan pekerjaan terpenting Anda untuk dilakukan pada waktu produktif anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, Hidup itu berarti menjadi pelajar dalam sekolah kehidupan. Tuliskan apa yang telah kita pelajari hari ini tentang maksud dan intuisi kita! Berpikir besar dan perhatikan bagaimana hal-hal besar mendatangi kita. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pemimpin yang visioner dan efektif.Keluarkan yang terbaik dari semua orang. Buatlah perbedaan positif untuk orang lain.Lakukan setiap hal, satu inci lebih baik. Semoga kita mampu menjadikan ramadhan pada diri kita setiap hari. Berjuanglah meraih kesuksesan secara holistik.Berpeganglah teguh pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip Ilahi niscaya hidup kita akan mulia. Salam dahsyat dan luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, Kebanyakan dari kita hanya menggunakan sepuluh persen bakat yang kita miliki.Bukalah jalan untuk berbagai potensi yang belum pernah digunakan untuk berkarya dan berprestasi bagi kemaslahatan dan kebangkitan umat.Mengenali diri merupakan pencapaian yg luar biasa.Kenali diri dan Anda akan mengetahui segalanya. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, orang tua layaknya tukang kebun, dan anak-anak bagaikan mawar. Bagaimana bunga mawar berkembang tergantung pada pemeliharaan dan perhatian yang ia dapatkan dari tukang kebun.&lt;br /&gt;Jika kita adalah orang tua, jadilah teladan bagi anak-anak kita hari ini.Asupi mereka dengan contoh kehidupan kita- tidak hanya dengan kata-kata. Jika kita bukan orang tua, biarkan tindakan-tindakan kita menjadi contoh yang baik bagi anak-anak atau remaja yang berhubungan dengan kita. Salam dahsyat dan luar biasa!&lt;br /&gt;Sobat, saat kita mensyukuri apa yang dimiliki.Hari-hari kita menjadi positif.Mulailah hari kita dengan doa syukur.Berterimakasihlah atas apa yang telah dianugerahkan Alloh kepada kita.Pilihlah untuk berbahagia, apa pun situasinya. Salam dahsyat dan luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual motivator-N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan Menjadi dai yang dicinta, www.mentorfmplus.com , email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-6590445597135222157?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/6590445597135222157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/09/rajutan-spiritual-motivation.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6590445597135222157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6590445597135222157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/09/rajutan-spiritual-motivation.html' title='Rajutan Spiritual Motivation'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3332939169939974704</id><published>2011-05-19T15:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T15:28:19.046-07:00</updated><title type='text'>Penguasa Fasik</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa Fasik&lt;br /&gt;Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidhah itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “al-umara [pemerintah] fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”) (HR Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar menyatakan dalam kitab Fathul Bari bahwa riwayat hadis ini jayyid (bagus) dan Ibnu Majah menyatakan hadis ini sahih (Fathul Bari, XIII/84; Shahih Ibnu Majah, II/374).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut mengingatkan kita pada peristiwa yang kini tengah terjadi di negeri-negeri Muslim. Gejolak yang terjadi di Tunisia, Mesir, Bahrain, Yaman, Libya dan Saudi menggambarkan betapa para penguasa Muslim selama ini mengabaikan rakyat, mementingkan diri dan kroninya, serta bersikap diktator. Rakyat pun bergerak menggulingkan mereka. Gejolak tersebut memberikan beberapa ‘ibrah (pelajaran). Pertama: perubahan di suatu negeri akan memberi efek domino bagi perubahan di negeri lainnya. Artinya, bila suatu ketika Khilafah Islam berhasil ditegakkan di suatu negeri maka dengan cepat hal ini akan menjalar ke negeri lain. Kedua: rakyat makin mengetahui kebobrokan penguasanya. Ketiga: rakyat makin berani bersuara di hadapan penguasanya yang zalim. Keempat: rakyat makin sadar bahwa kekuasaan ada di tangannya. Kelima: rakyat semakin percaya bahwa mereka mampu melakukan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia hal ini tampak dalam wajah lain. Bulan Maret lalu Indonesia diguncang berita Wikileaks, bahwa Presiden SBY menyalahgunakan kekuasaan. Bagi orang-orang yang berkecimpung dengan berbagai persoalan politik berita tersebut tidak mengagetkan. Sebab, selama ini rumor itu sudah santer terdengar. Bahkan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dengan tegas menyatakan adanya kebohongan yang dilakukan Pemerintah. Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto, juga menyampaikan bahwa negara ini telah gagal dan salah satu cara untuk menutupi kegagalannya itu adalah berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai dalih yang diilmiah-ilmiahkan, Pemerintah akan segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) atau membatasinya. Rakyat kecil tentu akan menjadi pihak pertama yang terkena dampak kenaikan harga-harga. Di tengah situasi demikian, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru ngotot akan membangun gedung baru senilai senilai Rp 1,138 triliun. Padahal kalau dana ini digunakan untuk membangun rumah sederhana di desa seharga Rp 50 juta perrumah maka akan cukup untuk membangun rumah untuk 22.760 keluarga. DPR RI juga mengusulkan kenaikan anggaran dari Rp 3,025 triliun menjadi Rp 3,5 triliun untuk tahun anggaran 2012. Pemerintah dan DPR juga sedang menggodok rancangan undang-undang (RUU) Intelijen. Inti dari RUU ini adalah mengawasi gerak-gerik rakyatnya sendiri dan membangkitkan kembali rezim represif. Komisi I DPR-RI pun melakukan pelesiran dengan dalih studi banding tentang intelijen ke Amerika, Turki, Rusia dan Prancis. Berapa dana untuk pelesiran tersebut? Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebutkan anggaran yang digunakan untuk pelesiran tersebut sebesar Rp 4,5 miliar selama bulan April 2011. Dengan kata lain, biaya pelesiran Rp 150.000.000 sehari! Fantastik! Kalau dana ini dibelikan nasi bungkus seharga Rp 15.000 maka uang tersebut cukup untuk memberi makan 300.000 orang miskin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua menggambarkan sikap tidak amanah, alias khianat. Karena itu, tidak mengherankan, survei terbaru yang dilakukan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyatakan 96 persen responden mengaku merasa tidak terwakili oleh DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi demikian, umat memerlukan kepemimpinan baru yang amanah, yang berjuang penuh kesungguhan bagi perubahan hakiki sesuai ajaran Islam. Untuk itulah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terus menggalang langkah dengan berbagai komponen, termasuk ormas-ormas Islam. Sekadar contoh, pada akhir Maret 2011, beberapa pimpinan ormas (MUI, Al-Irsyad Al-Islamiyah, SP BUMN Strategis, Al-Ittihadiyah, PB PII, KAHMI, PBB dan HTI) membahas konspirasi di balik rencana pembatasan subsidi BBM di Kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Jakarta. Mereka memiliki pandangan yang sama bahwa pembatasan subsidi BBM ataupun kenaikan harga BBM merupakan jalan tol menuju liberalisasi BBM. Mereka pun melihat bahwa secara syar’i liberalisasi BBM hukumnya haram dan secara politik sama dengan menyerahkan leher kepada kafir penjajah untuk digorok. Karena itu, liberalisasi BBM harus ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyadaran pun terus dilakukan. Pada awal April 2011, enam belas ormas Islam berdiskusi tentang RUU Intelijen di Kantor DPP HTI. Setelah berdiskusi, dilanjutkan dengan Konferensi Pers. Para pimpinan ormas itu memiliki satu sikap: menolak RUU Intelijen! Setidaknya ada empat alasan utama. Pertama: banyak pasal karet yang tidak didefinisikan sehingga akan melahirkan penafsiran sewenang-wenang. Kedua: penyadapan tanpa lewat keputusan pengadilan yang akan melahirkan teror terhadap aktivis Islam. Ketiga: wewenang penangkapan yang akan menjamurkan penculikan. Keempat: RUU tersebut akan membangkitkan kembali rezim represif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi demikian, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan: berpegang pada kebenaran Islam dan menyampaikan kebenaran itu! Ingat, kata adalah senjata! Tanpa orang-orang yang berkarakter demikian maka pembohong akan tetap dianggap benar, pengkhianat akan terus diberi amanat, dan urusan publik dikelola oleh ruwaibidhah. Kita perlu menjadi bagian dari kelompok yang dinyatakan oleh Rasulullah saw., “Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang berpegang pada kebenaran, tidak akan membahayakan mereka siapapun yang menyalahi mereka hingga datang kemenangan dari Allah pada saat mereka dalam keadaan demikian itu.” (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3332939169939974704?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3332939169939974704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/penguasa-fasik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3332939169939974704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3332939169939974704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/penguasa-fasik.html' title='Penguasa Fasik'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-1519248933455896941</id><published>2011-05-19T15:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T15:09:03.604-07:00</updated><title type='text'>Moderat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderat&lt;br /&gt;Oleh: Fahmy Zarkasyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 Japan Institute of International Affair (JIIA) menggelar symposium di Tokyo.  Temanya “Islam and Asia: Revisiting the Socio-Political Dimension of Islam”, yakni tentang masa depan politik Islam. Pesertanya mayoritas dari negara-negara Islam seperti Mesir, Pakistan, Iran, Turkey, Tunis, Indonesia dan Malaysia, ditambah seorang dari Amerika dan beberapa dari Jepang sendiri. Nampaknya simposium ini bertujuan untuk mengukur masa depan kekuatan politik Islam pasca peristiwa 11 September, akan ditangan radikal atau moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu diantara isu yang dilontarkan disitu adalah tentang arti Muslim moderat. Istilah ini nampaknya berfungsi sebagai penjinak terorisme. Mirip dengan fungsi sekularisme tahun 70an sebagai penjinak fundamentalisme. Mulanya para peserta merespon dengan datar-datar saja. “Moderate” artinya tidak berlebihan ghuluww (ekstrim) dalam menjalankan agama. Bagi Professor Bedoui Abdelmajid, dari Tunis moderat dalam Islam tercermin dalam keimanan, peribadatan, hubugan sosial, tradisi dan dalam pemikiran maupun dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masalahnya menjadi krusial ketika Angel Rabasa, wakil dari Rand Coorporation Amerika Syerikat mendefinisikan. Muslim moderat adalah yang mau menerima pluralisme, feminisme dan kesetaraan gender, demokratisasi, humanisme dan civil society. Dr.Sohail Mahmud dari Pakistan menganggap definisi Rabasa itu sarat dengan kepentingan Barat. Azzam Tamimi, Direktur TV al-Hiwar London, menolak definisi itu dan menegaskan bahwa mayoritas Muslim menurut kriteria Islam adalah moderat meskipun tidak setuju dengan pluralisme, feminisme, humanisme dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun ikut merespon. “Pengertian anda itu sekarang di Indonesia disebut dengan “Islam Liberal”, mestinya anda tahu itu. Dan “Islam Liberal” di Indonesia itu tidak moderat tapi ekstrim. Jika anda katakan “Islam liberal” adalah moderat maka konsekuensinya mayoritas umat Islam yang tidak liberal, termasuk NU dan Muhammadiyah, adalah fundamentalis, ekstrimis dan tidak moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masataka Takeshita, Professor Studi Islam dari Universitas Tokyo segera bertanya, apa yang anda maksud “Islam liberal”? saya katakan “Islam Liberal” itu terlalu kontekstual, artinya cenderung menafsirkan Islam hanya untuk menjustifikasi konsep-konsep dalam konteks masyarakat Barat. Contohnya, di kalangan liberal ada yang menafikan hukum Tuhan (syariah), mempersoalkan otentisitas al-Qur’an, menyoal otoritas ulama agar kemudian dapat menghalalkan homoseks dan lesbi, nikah beda agama dsb. Rabasa tetap pada pendiriannya, tapi diluar forum terus terang dia terkejut dan tidak percaya jika ada orang liberal Indonesia yang setuju dengan homoseks dan lesbi. I will check it, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabasa tak bergeming karena pasca 9/11, Rand Coorporation giat menjual “Islam moderat”. Setelah American Journal of Islamic Social Sciences mengangkat tema ini secara serial lima tahun lalu, petanya semakin jelas. sedikitnya ada tiga kelompok: anti-Islam, Barat dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Islam moderat yang anti Islam dalam dilihat pada situs “muslimsagainstshariah”. Disitu ditulis begini diantaranya: tidak anti bangsa semit, menentang kekhalifahan, kritis terhadap Islam, menganggap Nabi bukan contoh yang perlu ditiru, menentang jihad, pro Israel atau netral, tidak berreaksi ketika Islam dan Nabi Muhammad dikritik, menentang pakaian Islam, syariah, dan terrorisme.  Andrew McCarthy dalam National Review Online, August 24, 2010 malah tegas-tegas menyatakan siapapun yang membela syariah tidak dapat dikatakan moderat. (no one who advocates shariah can be a moderate). Kedua pengertian ini sungguh-sungguh tidak moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam moderat dalam perspektif Barat hampir seragam. Rabasa, Graham E Fuller dan Ariel Cohen sudah seperti ijma. Muslim moderat, kata Fuller adalah yang menolak literalism dalam memahami kitab suci, tidak monopoli penafsiran Islam dan menekankan persamaan dengan agama lain dan bahkan tidak menolak kebenaran agama lain. Inilah yang ditirukan orang liberal di Indonesia. Fuller bahkan ngelantur moderat adalah yang mendukung kebijakan dan kepentingan Amerika dalam mengatur dunia. Senada tapi lebih ekstrim lagi, Ariel Cohen mengartikan moderat sebagai menghormati hak menafsirkan al-Qur’an, hak menyembah Allah dengan caranya sendiri, atau tidak menyembah atau bahkan tidak percaya. Lagi-lagi ini alam pikiran kelompok “Islam Liberal” yang kental bau orientalismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Rabasa, Graham maupun Cohen memang benar-benar liberal. Dan mungkin bagi orang liberal itu biasa dan “nothing wrong”. Tapi yang justru menemukan kesalahannya adalah John L Esposito. Dengan bijak dan adil dia kritik begini: pertama jika definisi Barat itu diterima maka Muslim konservatif dan tradisionalis menjadi tidak moderat. Selain itu jika seorang wanita Muslim memimpin Sholat Jumat menjadi kriteria moderat, maka banyak orang Kristen, Yahudi dan penganut agama lain termasuk Paus John Paul II yang patrialistik itu justru tidak masuk kriteria moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Louay Safi dan Ubid Ullah Jan tokoh Muslim di Canada, memiliki kesan yang sama. Pengertian moderat yang pro-Barat ataupun yang anti Islam sama saja. Seorang Muslim belum dianggap moderat jika belum menolak al-Qur’an secara publik. Tapi masalahnya, menurut Esposito jika untuk menjadi moderat orang harus mengingkari kitab sucinya, maka Yahudi moderat juga harus mengingkari kitab sucinya yang menjadi penyebab klaim negara Israel dan pendudukan tanah Palestina. Itu kesalahan yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan lain juga ditemukan Safi. Menurutnya pengertian “Muslim moderat” di Barat adalah “a person who is not comfortable with his/her Islamic roots and heritage, and openly hostile to Islam, and eager to transcend all Islamic norms”. Contoh yang nyata, katanya ada pada figur Irsyad Manji seorang feminis yang terkenal mengkritik Syariah (bukunya The Trouble with Islam: A Muslim’s Call for Reform in Her Faith), tapi pada saat yang sama mengaku sebagai pelaku lesbi. Anehnya figur seperti ini oleh Barat dianggap sebagai “the voice of moderation”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Muqtedar Khan, cendekiwan Muslim asal Canada moderat itu adalah yang berfikiran terbuka, kritis, menghormati semua orang, bermoral, beramar ma’ruf nahi munkar (QS 5:48; 3:110), tidak ada intimidasi dan kekerasan. Sahabatnya Ubid Ullah Jan, menambahi Muslim yang menolak ketidak adilan atau Muslim yang hidupnya hanya untuk ibadah masih dianggap moderat. Tentu semua itu tanpa kekerasan. Jadi, untuk mengalahkan radikalisme tidak perlu liberalisme dan agar menang melawan hegemoni kolonialisme Barat tidak perlu ekstremisme. Kebajikanlah yang akan mengalahkan kejahatan atau kekerasan, vincit vim virtus. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: insistnet.com (18/5/2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-1519248933455896941?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/1519248933455896941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/moderat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1519248933455896941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1519248933455896941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/moderat.html' title='Moderat'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-740608582823079500</id><published>2011-05-19T14:57:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T14:58:01.810-07:00</updated><title type='text'>Revolusi Prematur dunia Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Prematur Dunia Islam&lt;br /&gt;Tidak ada kawasan di dunia yang bergejolak sepanas dan semenarik Timur Tengah. Selama beberapa bulan belakangan dunia menatap dengan serius dan penuh kecemasan terhadap gelombang revolusi di kawasan tersebut. Ada keyakinan bahwa angin perubahan yang terjadi di negeri-negeri itu dapat mempengaruhi wajah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan dan kecemasan dunia, khususnya Barat, terhadap pergolakan di wilayah Timur Tengah jelas beralasan. Sebutlah faktor minyak. Gejolak politik di Libya sudah mengubah harga minyak dunia dari 80 dolar menjadi 110 dolar perbarel. Minyak mentah jenis Brent diperdagangkan di harga US$ 116,44 perbarel. Kenaikan ini mendekati level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Adapun minyak mentah sewwt crode berada di level US$ 104,88 perbarel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang paling menarik sekaligus mencemaskan pihak Barat adalah ketakutan seandainya angin perubahan di jantung Dunia Islam itu bergerak menuju kebangkitan umat Islam. Barat khawatir revolusi itu sanggup mentransformasikan Dunia Islam sekarang yang carut-marut dan berada dalam dominasi menjadi sebuah kekuatan baru: Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pergolakan di kawasan Timur Tengah itu memang tengah membalikkan pendulum politik ke arah kebangkitan Islam? Perlu telaah mendalam terhadap rentetan revolusi di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim-Rezim Korup dan Represif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang revolusi di negeri-negeri muslim, hipotesis Lord Acton seperti menemui kebenarannya; power attends to corrupt, absolute power corrupt absolutely. Para rezim negeri Muslim rata-rata sudah berkuasa puluhan tahun dan mencengkeram penuh semua lini kehidupan serta untouchable. Mereka membungkam lawan politik dan menguasai kekayaan negara nyaris tanpa batas. Kondisi inilah yang menjadi bahan bakar api revolusi di kawasan Timur Tengah; korupsi yang menggila dan tindakan represif tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim Mubarak yang sudah memimpin Mesir lebih dari 30 tahun telah menumpuk kekayaan luar biasa. Belakangan, setelah dihitung, aset Mubarak mencapai US$ 70 miliar atau setara dengan Rp 630 triliun. Sebagian besar di antaranya disimpan di sejumlah bank Swiss atau diinvestasikan untuk real estate di New York, Los Angeles, serta London. Kekayaan senilai 70 miliar dolar AS itu menempatkan Mubarak di posisi orang terkaya di dunia dengan menyisihkan pengusaha Meksiko, Carlos Slim Helu, dengan kekayaan senilai 53,5 miliar dollar AS serta pendiri Microsoft, Bill Gates, orang terkaya di AS dengan kekayaan mencapai 53 miliar dollar AS. Mubarak mengumpulkan kekayaan dengan mengatur kewajiban bagi pengusaha asing untuk menyerahkan 51 persen saham dari sebagian besar usaha ke kalangan bisnis lokal. Yang dimaksud pebisnis lokal sudah pasti Mubarak dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suzanne, istri Mubarak, memiliki rekening untuk penampungan dana yang diperoleh dari bantuan asing untuk perpustakaan Alexandria. Mubarak memberikan mandat sepenuhnya kepada Suzanne untuk mengurus perpustakaan itu. Dalam semua rekening atas nama Suzanne ada total uang sekitar 145 juta dollar AS. Suzanne masih punya beberapa rekening lain di bank lain di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak Mubarak juga mendapatkan bagian kekayaan dari perekonomian negerinya. Gamal memiliki beberapa rekening di Bank Al-Ahli, masing-masing bernilai 500.000 dollar AS dan 45,736 juta pound Mesir (sekitar 7,5 juta dolar AS), 41,856 juta pound Mesir (sekitar 7 juta dolar AS) dan 10,456 juta pound Mesir (sekitar 1,8 juta dolar AS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alaa memiliki beberapa rekening di Bank Al-Ahli, masing-masing berisi dana 70 juta pound Mesir (12 juta dolar AS), 10 juta pound Mesir (1,7 juta dolar AS) dan 10 juta pound Mesir. Alaa masih mempunyai beberapa rekening dalam bentuk dolar dan euro. Sebagian besar kekayaan Alaa dan Gamal didapat dari upeti sebagai broker untuk para investor asing yang berinvestasi di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manipulasi kekuasaan yang menciptakan korupsi juga terjadi di Libya. Rezim Qaddafi, yang sering tinggal di tenda untuk mencitrakan dirinya ‘merakyat’, sama tamaknya. Doug Saunders, jurnalis Kanada, dalam artikelnya di The Globe Mail yang bertajuk. “The Business of Doing Business in Gadhafi’s Oil Kingdom” menguak rahasia kekayaan keluarga rezim yang telah berkuasa selama 41 tahun itu. Dalam tulisannya, peraih tiga National Newspaper Award—penghargaan jurnalistik Kanada yang setara dengan Pulitzer di Amerika Serikat—itu coba membuka sejumlah fakta di balik sepak terjang Qaddafi sebagai pemimpin sekaligus pengusaha sukses. Selama memimpin Libya, konon Qadhafi mampu menimbun harta yang ditaksir mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 180 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka ini tentu tidak terlepas dari produksi minyak Libya yang mencapai kisaran 1,6 juta barel perhari. Bekal itu, kata Saunders, yang kemudian dimanfaatkan Qaddafi sebagai alat tawar-menawar dengan investor asing. ‘’Dan pada akhirnya, para investor dari luar Libya menjalin kerjasama dengan kerajaan aneh itu (keluarga Qaddafi). Mereka semua dapat hidup mewah dengan syarat menutup mulut,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya menguasai sektor hulu minyak atau produksi, keluarga Qaddafi juga memiliki usaha di hilir yang meliputi bidang distribusi, penjualan ritel dan penyimpanan minyak. Sejumlah pusat pengisian bahan bakar di Eropa menjadi kepanjangan tangannya. Pada tahun 1988 Qaddafi mendirikan Tamoil, perusahaan produksi dan penjualan minyak Eropa yang memiliki nama resmi Oilinvest (Netherlands) BV Group dan berkantor pusat di Ridderkerk, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamoil mempunyai kilang minyak di Cremona (Italia), Hamburg (Jerman) dan Collombey (Swiss) serta berbagai pusat distribusi di Italia, Jerman, Swiss, Belanda, Spanyol, Siprus dan Monako. Di Belanda saja, Tamoil mempunyai 160 stasiun pengisian bahan bakar. Di Eropa, Tamoil mengoperasikan 2.811 stasiun pengisian bahan bakar yang sebagian besar berada di Italia, menjadikan dia pemain minyak nomor satu di negeri Pizza itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Italia tercatat mengambil 38 persen ekspor minyak Libya dan tentu saja sebagian mengalir ke pengilangan Tamoil di Cremona. Dari distribusi minyak di benua biru, Tamoil mampu menghasilkan keuntungan sebesar 7,5 miliar dolar AS pertahun. Sebagian keuntungan itu tentu saja mengucur ke kas keluarga Qaddafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekayaan yang berlimpah itu, keluarga sang Kolonel gemar berfoya-foya. Qaddafi gemar mengoleksi mobil mewah. Salah satunya yang diklaim sebagai mobil teraman di dunia dinamakan The Saroukh el-Jamahiriya (Roket Libya). Dinamakan demikian, karena bodi mobil dibuat dengan desain menyerupai roket. Mobil ini berkapasitas lima penumpang dan menggunakan mesin V6/230 horse power. Interiornya dilengkapi jok kulit dan karpet khas Libya. Diperkirakan, mobil ini dijual sekitar 2 Juta Euro pada 1999 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak Qadhafi juga kerap mengadakan private party dengan mengundang selebritis Hollywood. Pada perayaan tahun baru 2010, Mutasim-Billah, putra Muammar Qaddafi, menghadirkan penyanyi seksi Beyonce Knowless dengan bayaran USD 1,2 juta (sekitar Rp 10,9 miliar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pesta yang dihadiri sejumlah selebriti Hollywood seperti Jon Bon Jovi, Usher, Lindsay Lohan, tuan rumah menyuguhkan minuman keras dan ikutan mabuk. Sang penyanyi, Beyonce tampil dengan pakaian seksi menghibur mereka. Selain untuk Beyonce, keluarga Qaddafi juga menghamburkan jutaan dolar untuk mendatangkan pesohor Hollywood lain seperti Nelly Furtado dan Mariah Carey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan glamor dan bergelimang kekayaan para rezim itu kontras dengan kehidupan rakyat mereka. Di Mesir jutaan rakyat Mesir hidup dalam kemiskinan dan menghuni wilayah kumuh yang tidak jauh dari Tahrir Square yang telah menjadi simbol revolusi rakyat Mesir. Masyarakat miskin di daerah kumuh perkotaan Mesir tinggal di komplek pekuburan. Ada lebih dari 50 kuburan di Kairo, baik kuburan Muslim maupun Kristen. Semua kuburan itu dihuni oleh beberapa juta rakyat miskin. Ada lima kuburan utama di Ibukota, termasuk Pemakaman Utara, pemakaman Bab el-Nasr, Pemakaman Selatan, Pemakaman Besar, dan pemakaman Bab el-Wazir menjadi tempat tinggal warga miskin Mesir. Kelima pemakaman utama di ibukota tersebut dikenal sebagai “Kota Mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan juga membelit kehidupan sebagian rakyat Libya meski negerinya bergelimang minyak dan tergolong sebagai negara dengan pendapatan perkapita tinggi. Bank Dunia mencatat, lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Libya diperoleh dari industri minyak dan gas. Pada 2009, PDB Libya sebesar US$ 62,36 miliar. Dengan penduduk yang hanya 6,4 juta, pendapatan perkapita negeri itu US$ 12.020. Sangat tinggi bila dibandingkan dengan Indonesia yang pada 2010 saja baru US$ 3.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sepertiga rakyat Libya berada di garis kemiskinan. Banyak warga Libya yang memiliki dua pekerjaan untuk menyambung hidup. Sekitar 50 persen dari total penduduk, atau sekitar hampir 6 juta jiwa, adalah di bawah usia 20 tahun. Mereka frustrasi melihat peluang kerja yang kian sempit karena seperlima lapangan kerja dipegang ekspatriat dari sejumlah negara. Hampir 10 persen penduduk Libya hidup di bawah garis kemiskinan, terutama di perkotaan yang mencapai 88 persen dari total penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang rezim Timur Tengah yang lain setali tiga uang. Di jalanan Riyadh mobil-mobil mewah seharga jutaan dolar milik keluarga Kerajaan mendesing di atas kemiskinan rakyat Saudi. Tidak aneh, mereka menumpuk kekayaan karena semua konsesi pertambangan di Arab Saudi otomatis milik keluarga Kerajaan melalui perusahaan pertambangan Aramco. Keluarga Kerajaan juga kerap menghabiskan uang dan liburan mereka di tempat-tempat maksiat di Eropa dan Amerika Serikat. Wikileaks pernah membocorkan pesta rahasia pangeran Saudi dari Keluarga ath-Thunayan. Minuman keras, narkoba dan pelacur beredar di tengah pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2002, seorang pangeran Saudi yang bernama Nayef bin Fawwaz al-Shalaan dilaporkan oleh Drug Enforcement Agency di Miami, membawa 2 ton kokain senilai US$ 15 juta dari Kolombia ke sebuah bandara di luar Paris, menggunakan status diplomatik dan sebuah jet 727 milik keluarga Kerajaan. Cucu pendiri Kerajaan Arab Saudi ini hingga kini menjadi buronan interpol, tetapi bisa tinggal dengan nyaman di Saudi karena perlindungan keluarga Kerajaan.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kemiskinan menjerat banyak rakyat Saudi. Secara resmi, pemerintah Saudi menyatakan angka pengangguran ‘hanya’ 8%. Akan tetapi, pengamat ekonomi menyatakan pengangguran di Saudi bisa mencapai 25%, dengan pertimbangan masih banyak anak muda yang tinggal dengan orang tua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hampir semua kawasan di Timur Tengah, kondisinya serupa. Dari Tunisia hingga Maroko, para rezim mabuk kekuasaan dan menumpuk kekayaan untuk dinasti mereka sendiri. Lalu mereka mengeluarkan kebijakan tangan besi untuk mengamankan kekuasaan dan kekayaan mereka. Rezim Saudi, misalnya, menindak tegas para ulama dan khatib yang mengkritik keluarga kerajaan, termasuk membungkam para ulama yang mengkritik kebijakan raja yang pro AS dan sekutunya. Pada tahun 2009, polisi Saudi menangkap seorang dosen di Universitas King Khaled yang bernama Syaikh Awad al-Qarni karena mengeluarkan fatwa mendukung Palestina dan anti-Israel. Hanya mereka yang berasal dari klan Wahabi dan mau menjilat keluarga Kerajaan yang diperbolehkan menjadi khatib dan imam mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim Qaddafi bahkan tidak segan mengeksekusi dengan kejam para penentangnya, termasuk para juru dakwah yang menyerukan penegakkan syariah dan Khilafah. Pada tahun 1983, Qaddfi memerintahkan militer untuk menghukum mati 14 syabab Hizbut Tahrir. Sebagian dari mereka dieksekusi di tempat mereka bekerja; di kampus dan di sekolah tempat mereka mengajar sambil disaksikan mahasiswa dan murid-murid mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prematur dan Miskin Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat realitas akar penyebab revolusi di Timur Tengah, sebenarnya gelombang yang terjadi jauh dari visi yang jelas. Tuntutan perubahan hanya bersifat emosional menuntut kesejahteraan dan keadilan, serta kebencian terhadap rezim lama. Akibatnya, arah perubahan yang dituntut menjadi tidak jelas. Meski ada dorongan ke arah Islam, revolusi tenggelam dalam hiruk-pikuk emosional. Bahkan yang mencuat ke permukaan serta menjadi headline banyak media massa adalah tuntutan menuju demokratisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap inilah kemudian terjadi pembajakan arah perubahan. Barat yang sebenarnya telah lama memainkan perannya dalam merawat rezim-rezim lama, kembali men-drive arah perubahan yang pastinya tetap menjaga kepentingan mereka. Mesir dan Tunisia adalah contoh nyata. Pasca tumbangnya Mubarak, kekuasaan justru dipegang Dewan Militer. Nama yang mengemuka ke permukaan sebagai pengganti Mubarak justru mereka yang dekat dengan Barat, khususnya AS, yakni Omar Suleiman dan El-Baradei. Nama pertama adalah tangan kanan Mubarak dalam intelijen serta pernah dilatih khusus oleh CIA. Adapun El-Baradei adalah kepala badan PBB dan bekerja di badan nuklir dunia IAEA—lembaga internasional yang notabene banyak dimanfaatkan oleh negara-negara Barat. Tragisnya, pasca revolusi, militer Mesir—meski tampak berusaha mengakomo-dasi kepentingan masyarakat—justru mengambil kebijakan untuk melarang demonstrasi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan baru Tunisia malah mengambil kebijakan lebih represif. Setelah tergulingnya presiden Ben Ali, semua partai berlandaskan Islam malah dilarang. Pemerintah Tunisia mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan status hukum kepada lima partai politik, tiga di antaranya dalam kelompok agama, termasuk Hizbut Tahrir. Selain Hizbut Tahrir (Partai Pembebasan), Partai As-Salam (Perdamaian), Partai Kebebasan Populer Demokrat, Partai Sunni Tunisia dan juga Partai Demokrat Liberal Tunisia tidak mendapat pengesahan. Alasannya, mereka telah melanggar ketentuan undang-undang tentang partai politik tahun 1988, kata pernyataan kementerian pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari serangkaian revolusi yang terjadi di Timur Tengah, terdapat pelajaran berharga bahwa sebuah perubahan nyata tidak akan terwujud hanya dengan mengandalkan kebencian pada rezim semata, atau karena ketidakadilan ekonomi. Perubahan yang kini harus dilakukan adalah perubahan yang mendasar, yakni mencabut akar persoalan umat dan melakukan perubahan sistemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu diperlukan konsep yang jelas perubahan menuju kehidupan Islam. Tidak ada kompromi dengan ideologi lain dan pihak lain yang ingin mengail di air keruh. Masuknya andil asing (Barat) ke dalam arus revolusi di Timur Tengah adalah akibat dari ketiadaan konsep perubahan yang jernih serta sikap berkompromi dengan berbagai pihak dan kepentingan. [Iwan Januar]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-740608582823079500?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/740608582823079500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/revolusi-prematur-dunia-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/740608582823079500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/740608582823079500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/revolusi-prematur-dunia-islam.html' title='Revolusi Prematur dunia Islam'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-5172450290312424969</id><published>2011-05-11T23:34:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T13:41:14.856-07:00</updated><title type='text'>Jadikan Hidup Lebih bermakna</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADIKAN HIDUP LEBIH BERMAKNA&lt;br /&gt;(Tulisan Rini A. Peserta Mentor FM Plus )&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Banyak orang yang berekspresi dan berujar "Hidup itu indah" bagi yang jatuh cinta, "Hidup itu bikin orang sengsara" bagi yang bermasalah, "Hidupku sudah gak ada artinya" bagi orang yang gagal. Pertanyaannya bagaimana caranya membuat semua orang itu hidupnya bermakna? Let's check this out sehingga semua orang mendapat efek positifnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Hal ironis didengar ketika masih ada seorang guru bertanya kepada muridnya tentang makhluk hidup yang kemudian dijawab luar biasa oleh muridnya dan guru itu seolah-olah meragukan anak itu, "kok bisa?", itu jawabnya. "Anak-anak coba sebutkan yang termasuk makhluk hidup?" Semua mengacungkan tangan seraya jawabannya pun kompak "hewan dan manusia". "Iya betul", jawab sang guru. Satu lagi anak menyahut "Saya Pak bisa, selain hewan dan manusia, tumbuhan juga makhluk hidup." "Loh kok bisa?", sanggah Sang guru. "Iya Pak, dia tumbuh dan berkembang. Berarti dia makhluk hidup", tukas si anak. "Kok pinter kamu diajari  siapa?", Tanya guru keheranan padahak dia baru saja duduk di kelas 1. "Tahu dari alam yang diciptakan Alloh, jawabnya". Pada akhirnya seorang guru itu pun diam dan mengakui kecerdasan anak itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Sobat apapun yang diindera oleh kita ketika dia tumbuh dan berkembang, baik itu tumbuhan, hewan, dan manusia semua adalah makhluk hidup, semua sama-sama mencari makan dan minum, butuh oksigen, butuh berekosistem, dan lain sebagainya. Secara biologis semua aktivitas manusia, hean dan tumbuhan tidak jauh beda. Adapun penampakan sesuatu yang hidup dengan sesuatu yang mati. Sobat coba perhatikan sebuah sungai yang di situ terdapat bermacam-maacam benda, ada ikan, batu, bahkan sampah sekali pun jadi satu. Aliran sungai tetap mengalir, tapi yang namanya ikan dia gak bakalan ngikut air sungai itu terus ketika dia hidup meski sesekali dia ikut, pasti kita akan jumpai ikan-ikan tersebut mempunyai gerakan khas untuk melawan arus-arus itu sederas apapun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Pertanyaan yang dapat kita simpulkan dari fenomena ini adalah bagaimanakah model atau cara khas yang bisa kita tonjolkan untuk mengalami kehidupan ini? Sudahkah kita menunjukkan seseorang yang hidup atau apakah sebaliknya. Kalau demikian kita gak jauh beda dengan benda mati. Untuk lebih jelasnya apakah selama ini kita mempunyai gerakan yang khas yang mempunyai arah, tujuan. Maka inilah yang dinamakan hidup secara biologis, makhluk berkembang biak, bergerak, dan tumbuh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Satu pelajaran lagi yang dapat kita ambil dari koloni-koloni semut. Mereka saling bekerja sama, berkelompok untuk mendapatkan makanan. Begitu juga manusia, mereka adalah makhluk social yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Pasti anda sering mendengar seseorang yang sedang marah berkata " Ah..Aku gak butuh kamu lihat saja nanti", atau orang yang berputus asa berkata " Alloh gak adil.. kenapa aku kok miskin terus" sepintas tanpa sadar kata-kata itu terucap tapi pembuktian itu tidak dapat mereka lakukan tanpa pertolongan Alloh. Sobat, sombonglah kita kalau ngejudge bahwa kita gak butuh bantuan kawan lebih-lebih Sang Maha Pembuat hidup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Sobat, satu lagi yang sering dilupakan, kata syukur itu sebenarnya gak berat terucapkan, tetapi realisasi setelah manusia itu enjoy dengan keberadaan di dunia beserta isinya maka jarang sekali kata syukur itu terlontar setidaknya untuk memaknai rasa terimakasih terhadap apa-apa yang Alloh berikan. Secara teori terkadang kita nyadar kalau manusia itu makhluk sempurna dibanding hewan, diberi akal untuk membedakan mana yang haram dan halal, mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan, diperintah untuk melaksanakan seluruh perintah Alloh termasuk didalamnya mencari tahu ilmu Alloh agar bisa melaksanakan seluruh perintahNya, dan memenuh seluruh potensinya sesuai dengan aturan-aturan Alloh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manusia diciptakan Alloh tidak hanya dilepas begitu saja seperti halnya kambing-kambing dipadang rumput yang bebas kemana saja, tetapi mereka dibekali aturan-aturan Alloh yang musti dilakukan agar terselamatkan selama dia hidup di dunia yang nantinya akan berlanjut ke akhirat. Kedaulatan ada di tangan syara' dan mutlak dilaksanakan sepenuhnya oleh seluruh manusia di dunia. Berbeda dengan hewan, dalam kehidupannya mereka tidak diatur secara formalitas, maka hukum rimba pun berlaku disini, yang kuat itulah yang menang dan berkuasa. Kalau pun masih ada segolongan orang-orang yang seperti ini, maka mereka tidak jauh beda dengan hewan Na'udzubillah... Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang selalu diberi petunjuk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Dalam hidupnya hewan semata memenuhi kebutuhan fisik dan naluirinya, sementara manusia dalam hidupnya disamping memenuhi kebutuhan fisiknya, juga berupaya untuk meraih 4 nilai dalam kehidupan, yaitu nilai ruhiyah  yaitu dengan menunaikan ibadah mahdah kepada Alloh (sholat, puasa, mengaji, haji, zakat, dll), nilai khuluqiyah ( berkasih sayang dengan saudara seakidah, menghormati orang tua, dll), nilai insaniyah (peduli kepada sesame manusia tanpa pandang bulu siapa pun mereka, saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan, dll), nilai materi/madiah dengan mendapatkan rizki sesuai dengan hukum-hukum Alloh. Semua nilai itu bisa tercapai hanya dengan melakukan seluruh hukum islam tanpa perlu tahu tentang teori nilai-nilai tersebut. Satu-satunya cara dengan menerapkan dan melaksanakan seluruh aturan islam  serta menjadikan hidup ini untuk beribadah. Sebagaimana firman Alloh :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya". (ath-Thur [52]: 21)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidaklah Alloh memerintah dan mengatur manusia tanpa balasan, barangsiapa yang mentaatinya maka jannah menunggu di akhirat sana. Alloh berfirman&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang menta'ati Alloh dan RosulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang soleh.Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (TQS. An Nisa [4]:69)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Balasan bagi orang-orang yang berbuat baik (al-Abrar) dan sesuai dengan aturan syariat. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (TQS. Yunus [10]: 26)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di ndalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya 9demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (TQS. Ar Ra'd [13]: 35)&lt;br /&gt;Itu adalah beberapa janji-janji Alloh bagi orang-orang yang lurus senantiasa melaksanakan aturan-aturanNya, termasuk di dalamnya adalah menolong agamaNya/berdakwa. Sebaliknya, bila hidup manusia tidak sesuai dengan aturan-aturan Alloh nestapalah dia baik di dunia maupun akhirat. Alloh berfirman " Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik." QS. Al-Hadid [57]:16)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayat tersebut benar-benar peringatan bagi mereka yang tidak mau hidupnya terikat dengan dengan aturan-aturan Alloh, mereka yang suka berkehendak dan membuat aturan hidupnya sendiri. Kapan lagi ketaatan, kepatuhan dan ketundukan manusia itu dilakukan kalau bukan sekaranglah waktunya! Belum tentu esok pagi Alloh memberi kesempatan kita untuk bernapas lagi, bisa jadi nanti pun Alloh mengambil nyawa kita. Dia berhak atas segala-galanya, karena Dialah Sang Maha Pencipta. Sebelumnya kita semua juga diingatkan oleh Rasululloh SAW:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh hal: apakah yang kalian nantikan kecuali kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang dapat mengendorkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang dapat menyudahi segala-galanya, atau menunggu datangnya Dajjal padahal ia adalah sejele-jelek yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat padahal kiamat adalah sesuatu yang sangat berat dan sangat menakutkan." (HR. At turmudzi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sobat, maka tanpa harus berpikir panjang, ketika kita terlahir islam maka saat itu jugalah Alloh membeli jiwa dan harta kaum muslimin. Semua yang kita punya pasti akan kembali, karena hidup ini bak musafir yang mampir sebentar untuk minum dan nantinya akan berpulang dengan segala amal yang kita lakukan di dunia  fana ini. Jangan khawatir, tidak ada ruginya ketika kita berbisnis di jalan Alloh. Maka kepalkan tangan hapus semua tinta hitam, buka lagi lembaran baru, anda tuliskan, yakinkan diri, bahkan jalankan bahwa mulai detik ini hidupku, ibadahku, matiku hanya untuk Alloh semata. Maka hidup akan bermakna bila kita hidup dibawah perintah dan semua hukum-hukum Alloh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-5172450290312424969?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/5172450290312424969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/jadikan-hidup-lebih-bermakna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5172450290312424969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5172450290312424969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/jadikan-hidup-lebih-bermakna.html' title='Jadikan Hidup Lebih bermakna'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3133165282809328798</id><published>2011-05-09T02:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T02:42:54.788-07:00</updated><title type='text'>Negara Islam Bukan Ancaman dan Bukan Ide Kampungan</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Islam Bukan Ancaman dan Bukan Ide Kampungan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Islam yang menerapkan syariah Islam yang rahmatan lil ‘alamin bukanlah ancaman, justru kapitalisme lah ancaman nyata bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu Negara Islam kembali ramai dibicarakan. Beberapa teror bom disebut-sebut dilakukan kelompok yang mengatasnamakan NII (Negara Islam Indonesia). Meskipun belum bisa dipastikan kebenarannya , kelompok ini diduga terlibat cuci otak beberapa mahasiswa yang tiba-tiba menghilang. Termasuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan dana .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa media pun dengan gencar mengopinikan bahaya mendirikan negara Islam yang dikatakan menj adi tujuan kelompok ini. Perjuangan mendirikan negara Islam dianggap membahayakan Indonesia dan menjadi ideologi kelompok teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya , salah seorang petinggi partai yang dulu mengklaim partai Islam dan sekarang sudah menjadi partai terbuka (sekuler) , menyatakan ide negara Islam adalah kampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah penting bagi kita untuk memahami , perjuangan mendirikan negara Islam sesungguhnya adalah perjuangan yang mulia. Sebab negara Islam, dalam pengertian negara yang menerapkan syariah Islam secara kaffah adalah kewajiban syar’i. Sebab , tanpa ada negara yang didasarkan kepada Islam, kewajiban menerapkan seluruh syariah Islam, yang menjadi konsekuensi keimanan seorang muslim, mustahil bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, banyak hukum syariah Islam yang membutuhkan institusi politik yang sekarang disebut negara. Hukum syariah Islam yang berkaitan dengan hudud seperti potong tangan bagi pencuri,rajam bagi pezina, tentu membutuhkan institusi politik atau otoritas yang legal atau negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga menerapkan kebijakan mata uang yang didasarkan pada dinar dan dirham (berbasis emas dan perak), pendidikan dan kesehatan gratis, pengaturan pemilikan umum (milkiyah ‘amah) seperti barang tambang yang melimpah (emas, minyak, batu bara) harus dikelola negara , tidak boleh diberikan kepada swasta asing, dan hasilnya harus digunakan untuk kepentingan rakyat, tentu membutuhkan otoritas negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abul Qasim Al-hasan bin Muhammad bin Habib bin Ayyub Asy-syafi’I An-naisaburi, menjelaskan “…umat telah sepakat bahwa yang menjadi obyek khitab (”maka jilidlah”) adalah imam. Dengan demikian mereka berhujjah atas wajibnya mengangkat imam. Sebab, apabila suatu kewajiban itu tidak sempurna tanpa adanya sesuatu tersebut maka ada sesuatu tersebut menjadi wajib pula”(Tafsir An-naisaburi, juz 5 hal 465)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban membangun otoritas politik seperti inilah yang oleh para ulama disebut imamah atau khilafah, amirul mukminan yang makna sama. Syeikh Muhammad Abu Zahrah menjelaskan Khilafah adalah imamah al-kubra (imamah yang agung). Disebut khilafah karena yang memegang dan yang menjadi penguasa yang agung atas kaum Muslim menggantikan Nabi SAW dalam mengatur urusan mereka. Disebut imamah karena khalifah itu disebut Imam. Karena ta’at padanya adalah wajib. Karena manusia berjalan di belakang imam tersebut layaknya mereka shalat dibelakang yang menjadi imam shalat mereka” (Tarikh Al-madzahib Al-islamiyyah, juz I hal 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban imamah atau khilafah ini berdasarkan kepada al Qur’an , As Sunnah dan ijma’ush shohabah, dimana kewajiban ini disepakati oleh para ulama. …”. Imam Mansur bin Yunus bin Idris Al-bahuti Al-hanafi menjelaskan : “…(mengangkat Imam yang agung itu) atas kaum Muslimin (adalah fardhu kifayah). Karena manusia membutuhkan hal tersebut untuk menjaga kemurnian (agama), menjaga konsistensi (agama), penegakan had, penunaian hak serta amar ma’ruf dan nahi munkar (Kasyful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 21 hal. 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah Islam yang diterapkan dalam Daulah Islam (negara Islam) yang disebut Khilafah , bukanlah merupakan ancaman bagi masyarakat. Bagaimana mungkin syariah Islam yang berasal dari Allah SWT yang memiliki sifat ar rahman dan ar rahim disebut sebagai ancaman. Syariah Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah justru merupakan rahmatan lil ‘alamin, memberikan kebaikan kepada manusia baik muslim ataupun non muslim .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin syariah Islam yang mengatur bahwa pendidikan dan kesehatan harus gratis bagi seluruh rakyat, negara wajib menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat (sandang, pangan, dan papan), hukuman yang tegas (hukuman mati) bagi pembunuh, larangan bughot (memisahkan diri) dari negara, barang tambang harus dikelola negara dengan baik dan hasilnya untuk kepentingan rakyat disebut mengancam masyarakat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sistem kapitalisme yang dipraktikkan oleh elit sekuler Indonesia sekarang inilah yang menjadi ancaman negara, musuh negara, karena membahayakan rakyat dan negara. Puluhan juta rakyat miskin, tingginya angka pengangguran, meluasnya kemaksiatan, perampokan atas nama privatisasi BUMN , investasi, dan pasar bebas, termasuk maraknya korupsi dan manipulasi merupakan dampak nyata dari penerapan sistem kapitalisme di negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mendirikan negara Islam tentu bukan dengan cara-cara yang bertentang dengan syariah Islam seperti teror bom, mengkafirkan orang tua atau pihak lain , menganggap militer dan kepolisian sebagai ancaman atau kafir , cuci otak, penipuan atau perampokan. Semua itu jelas-jelas bertentangan dengan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara seperti itu justru kontroproduktif dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan stigma negatif terhadap Islam , negara Islam atau syariah Islam. Kalau cara-cara seperti itu dibiarkan atau dipelihara, kita tentu wajar curiga kalau semua itu memang sengaja dan direkaya , untuk menyudutkan Islam. Tujuannya, agar umat jauh dari Syariah Islam, sehingga penjajah kapitalisme tetap kokoh di negeri ini. (Farid Wajdi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3133165282809328798?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3133165282809328798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/negara-islam-bukan-ancaman-dan-bukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3133165282809328798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3133165282809328798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/negara-islam-bukan-ancaman-dan-bukan.html' title='Negara Islam Bukan Ancaman dan Bukan Ide Kampungan'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-585292570434021891</id><published>2011-05-05T19:18:00.001-07:00</published><updated>2011-05-05T19:19:26.302-07:00</updated><title type='text'>Kunci Perubahan - Thalabun Nushrah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun-Nushrah: Kunci Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran penting yang dapat dipetik dari perubahan politik Timur Tengah belakangan ini. Dua pelajaran terpenting adalah: Pertama, pembentukan opini umum berlandaskan kesadaran umum ternyata kurang optimal. Perubahan yang ada tak konsepsional, tetapi cenderung emosional. Dengan kata lain, perubahan lebih banyak didorong oleh opini sesaat yang berlandaskan sentimen, bukan didorong oleh kesadaran akan pentingnya syariah atau Khilafah. Maka dari itu, agenda mendesak ke depan ialah bagaimana menggencarkan penyadaran di tengah-tengah umat sebagai landasan opini umum yang mendukung Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: proses peralihan kekuasaan tidak menghasilkan kekuasaan baru sesuai tuntutan Islam. Negara Khilafah tak kunjung lahir, sementara demokrasi yang kufur tetap bercokol. Yang terjadi bukan pergantian sistem, melainkan sebatas pergantian rezim melalui mekanisme pemerintahan sementara untuk mempersiapkan Pemilu yang dipercepat di bawah kontrol Barat sepenuhnya. Dengan kata lain, proses peralihan kekuasaan dalam Islam melalui metode thalabun-nushrah tidak berjalan hingga kini. Ahlun Nushrah (pihak yang mampu memberikan kekuasaan) dari kalangan militer pun belum muncul, padahal eksistensi dan peran mereka mutlak untuk thalabun-nushrah, karena tanpa Ahlun Nushrah tak akan terjadi thalabun-nushrah. Maka dari itu, agenda mendesak ke depan ialah bagaimana melaksanakan thalabun-nushrah dari Ahlun Nushrah yang mampu mengambil alih kekuasaan untuk menegakkan Khilafah. Tulisan ini bertujuan menerangkan beberapa aspek terpenting yang terkait dengan thalabun-nushrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun-nushrah adalah aktivitas mencari perlindungan dan kekuasaan yang dilakukan partai politik Islam pada penghujung tahapan kedua dakwah, yaitu tahapan berinteraksi dengan umat (at-tafa’ul ma’a al-ummah). Thalabun-nushrah bukanlah suatu tahapan (marhalah) dakwah, melainkan suatu amal (aktivitas) dakwah dalam suatu tahapan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun-nushrah dilakukan pada saat masyarakat, khususnya para pemimpinnya, menolak penerapan Islam dalam kehidupan bernegara dan terjadi tindakan represif seperti penganiayaan terhadap para aktivis partai politik yang berjuang menegakkan Khilafah (M. Husain Abdullah, Ath-Thariqah asy-Syar’iyah li Isti’naf al-Hayah al-Islamiyah, hlm. 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun-nushrah mempunyai dua tujuan: Pertama, mendapatkan perlindungan (himayah) bagi para individu pengemban dakwah dan kegiatan dakwahnya. Misal, Rasulullah saw. mendapat perlindungan dari pamannya (Abu Thalib), atau Rasulullah saw. mendapat jaminan keamanan dari Muth’im bin Adi sepulangnya dari Thaif. Kedua, untuk mendapatkan kekuasaan (al-hukm) guna menegakkan hukum Allah dalam negara Khilafah. Misal, dulu Rasulullah saw. menerima kekuasaan dari kaum Anshar sehingga beliau kemudian dapat menegakkan Daulah Islamiyah di Madinah (Manhaj Hizbut Tahrir, 2009, hal. 49; M. Khair Haikal, Al-Jihad wa al-Qital, I/409).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Mendirikan Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun-nushrah adalah thariqah (metode) yang tetap dan wajib dilaksanakan untuk menegakkan Khilafah. Jadi, thalabun-nushrah bukan uslub (cara) yang hukumnya mubah yang dapat berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi. (Ahmad Al-Mahmud, Ad-Da’wah ila al-Islam, hlm. 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban thalabun-nushrah didasarkan pada teladan Rasulullah saw. dalam perjuangan beliau mencari perlindungan dan kekuasaan dari para kepala kabilah (suku) saat itu. Rasulullah saw. mulai melakukannya pada tahun ke-8 kenabian, khususnya setelah wafatnya paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Khadijah, dan semakin meningkatnya gangguan fisik dari kaum Quraisy kepada beliau. Rasulullah saw. melakukan thalabun-nushrah kepada banyak kabilah, baik di kampung mereka maupun di tempat-tempat mereka saat musim haji di Makkah. Ibnu Saad dalam kitabnya At-Thabaqat menyebutkan 15 kabilah yang didatangi Rasulullah saw. dalam rangka thalabun-nushrah, di antaranya kabilah Kindah, Hanifah, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, Kalb, Bakar bin Wail, Hamdan, dan lain-lain. Kepada setiap kabilah Rasulullah saw. mengajak mereka untuk beriman dan memberi nushrah kepada beliau untuk memberikan kekuasaan demi tegaknya agama Allah. (M. Abdullah Al-Mas’ari, Al-Mana’ah wa Thalab an-Nushrah, hlm. 3-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, upaya ini memang tidak mudah. Penolakan demi penolakan datang beruntun silih berganti. Namun, Rasulullah saw. tidak mengubah cara ini dengan cara lain dan terus memegang teguh cara ini dengan gigih walaupun sering menghadapi kegagalan dan penolakan. Ini merupakan qarinah (indikasi) yang jazim (tegas) bahwa thalabun-nushrah yang dilakukan Rasulullah saw. adalah suatu kewajiban dan perintah syar’i, yakni perintah dari Allah SWT, bukan inisiatif Rasulullah saw. sendiri atau sekadar tuntutan keadaan. Alhamdulillah, akhirnya Rasulullah saw. berhasil mendapatkan nushrah dari kaum Anshar pada tahun ke-12 kenabian yang menyerahkan kekuasaan mereka di Madinah kepada beliau (‘Atha bin Khalil, Taysir al-Wushul ila al-Ushul, hlm. 21; Ahmad al-Mahmud, Ad-Da’wah ila al-Islam, hlm. 35; M. Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu, hlm. 311).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, satu-satunya metode yang sahih untuk mendapatkan kekuasaan dan mendirikan Khilafah adalah thalabun-nushrah; bukan dengan cara-cara lain semisal mendirikan masjid, rumah sakit, sekolah; atau menolong kaum fakir-miskin dan mengajak pada akhlaqul karimah. Ini semua amal salih, tetapi bukan metode menegakkan Khilafah. Metodenya bukan pula dengan mengangkat senjata memerangi penguasa, atau dengan terjun ke politik praktis dengan masuk parlemen atau pemerintahan sekular, atau dengan pengerahan massa (people power) untuk menggulingkan kekuasaan. Semua cara ini adalah penyimpangan (mukhalafah) dari teladan thalabun-nushrah yang dicontohkan Rasulullah saw. untuk menegakkan Daulah Islamiyah (Ahmad al-Mahmud, Ad-Da’wah ila al-Islam, hlm. 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun nushrah-tidaklah identik dengan kudeta militer (al-inqilab al-‘askari). Thalabun-nushrah adalah aktivitas politik, bukan aktivitas militer. Jadi keliru kalau ada yang berpendapat thalabun-nushrah sama saja dengan kudeta militer. Yang benar, kudeta militer hanyalah salah satu cara (uslub)—bukan satu-satunya cara—yang dapat dilaksanakan oleh Ahlun Nushrah. Sebagai metode, thalabun-nushrah adalah langkah prinsipil yang tunggal dan tetap yang dilakukan oleh jamaah/harakah dakwah kepada Ahlun Nushrah demi peralihan kekuasaan. Adapun teknis peralihan kekuasaannya bergantung sepenuhnya kepada Ahlun Nushrah; boleh jadi dengan kudeta militer atau dengan cara lain yang damai, tergantung situasi yang ada. Bahkan dulu kaum Anshar memberikan kekuasaan kepada Rasulullah saw. dengan cara damai, karena memang saat itu kaum Anshar sendirilah yang sedang memegang kekuasaan (Hazim ‘Ied Badar, Thariqah Hizb at-Tahrir fi at-Taghyir, hlm.18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seputar Ahlun Nushrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlun Nushrah atau disebut juga Ahlul Quwwah artinya adalah al-qadirun ‘ala i’tha’ al-hukm, yaitu orang-orang yang berkemampuan untuk memberikan kekuasaan. Mereka bisa jadi adalah orang-orang yang sedang memegang kekuasaan, misalnya presiden atau panglima militer, atau bisa jadi tidak sedang memegang kekuasaan, namun memiliki pengaruh yang kuat kepada masyarakat, misalnya kepala kabilah, pimpinan partai politik, dsb (Abu Al-Harits, Thalab an-Nushrah, hlm. 1; M. Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu, hlm. 312).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Sirah Nabi saw., dapat disimpulkan beberapa poin penting terkait Ahlun Nushrah. Pertama: Ahlun Nushrah haruslah sebuah kelompok (jama’ah), bukan individu. Sebab, Rasulullah saw. hanya meminta nushrah dari kelompok, bukan dari individu-individu, kecuali individu itu adalah representasi dari sebuah kelompok. Dulu Rasulullah saw. mendatangi kabilah Tsaqif di Thaif, yang kedudukan kabilah itu setara dengan negara. Beliau juga mendatangi kabilah Kalb sebagai kelompok yang kuat dalam sebuah negara. Beliau juga mendatangi Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah sebagai individu-individu yang merepresentasikan sebuah negara (M. Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu, hlm. 311-313).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Ahlun Nushrah haruslah kelompok yang kuat, yakni berkemampuan menyerahkan kekuasaan, termasuk mampu mempertahan-kan Khilafah kalau sudah berdiri. Jadi thalabun-nushrah tak boleh berasal dari kelompok yang lemah. Dulu Rasulullah saw. pernah meminta nushrah dari kabilah Bakar bin Wail. Namun, Rasulullah saw. kemudian membatalkannya setelah tahu kabilah itu tidak berkemampuan. Rasulullah saw. bertanya kepada kabilah Bakar bin Wail, “Berapa jumlah kalian?” Mereka menjawab, “Banyak, seperti butiran tanah.” Rasulullah saw. bertanya lagi, “Bagaimana kekuatan kalian?” Mereka menjawab, “Tak ada kekuatan (laa mana’ah). Kami bertetangga dengan Persia, tetapi kami tak mampu melindungi kami dari mereka…” Akhirnya Rasulullah saw. hanya mengajak mereka ingat kepada Allah dan mengabarkan kerasulan beliau (M. Abdullah Al-Mas’ari, Al-Mana’ah wa Thalab an-Nushrah, hlm. 4; M. Khair Haikal, Al-Jihad wa al-Qital, I/411).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Ahlun Nushrah wajib orang-orang Muslim, tak boleh non-Muslim. Hal ini tampak jelas dari aktivitas Rasulullah saw. dalam thalabun-nushrah kepada berbagai kabilah. Beliau meminta mereka beriman lebih dulu, setelah itu baru meminta mereka memberikan perlindungan kepada Rasulullah saw. Ini jika nushrah yang diminta berupa dukungan untuk memperoleh kekuasaan. Adapun jika untuk kepentingan perlindungan pribadi (himayah syakhshiyah), boleh berasal dari non-Muslim, seperti halnya Rasulullah saw. yang mendapat perlindungan dari paman beliau Abu Thalib yang non-Muslim (M. Khair Haikal, Al-Jihad wa al-Qital, I/408).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Ahlun Nushrah haruslah orang-orang yang mendukung syariah dan Khilafah, bukan orang yang memusuhi Islam seperti kaum sekular, liberal, dsb. Dulu Rasulullah saw. mendapatkan nushrah dari kabilah Aus dan Khazraj setelah kedua kabilah itu mendapatkan pengajaran agama Islam dari Mushab bin Umair ra. di Madinah. Jadi, Ahlun Nushrah wajib mengikuti pembinaan lebih dulu sebagai pelajar (daris) dalam halqah untuk mempelajari Islam dalam partai politik yang melakukan thalabun-nushrah, meski tidak disyaratkan harus menjadi anggota partai politik itu (M. Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu, hlm. 315).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Ahlun Nushrah harus berada sepenuhnya di bawah kendali partai politik yang mereka dukung, bukan menjadi kekuatan terpisah di luar kontrol. Ini dapat dilihat dari bagaimana Rasulullah saw. mengendalikan sepenuhnya kabilah Aus dan Khazraj yang memberikan nushrah. Misalnya, Rasulullah saw. meminta kabilah Aus dan Khazraj untuk memilih 12 orang dari mereka sebagai wakil mereka untuk bermusyawarah dengan Rasulullah saw. Rasulullah saw. juga melarang kabilah Aus dan Khazraj untuk memerangi penduduk Mina. Ini menunjukkan semua urusan Ahlun Nushrah berada sepenuhnya di bawah kendali Rasulullah saw. (M. Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu, hlm. 315).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Ahlun Nushrah tidak dibenarkan meminta kompensasi atau konsesi tertentu sebagai imbalan melakukan thalabun-nushrah, misalnya meminta jabatan tertentu setelah Khilafah berdiri. Ini tampak jelas dari penolakan Rasulullah saw. terhadap permintaan kabilah Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah yang mensyaratkan agar setelah Rasululah saw. meninggal kekuasaan diserahkan kepada mereka (M. Khair Haikal, Al-Jihad wa al-Qital, I/411).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Ahlun Nushrah disyaratkan tidak terikat dengan perjanjian internasional yang bertentangan dengan dakwah, sementara mereka pun tak mampu melepaskan diri dari perjanjian internasional itu. Jadi, tak diterima, misalnya, Ahlun Nushrah yang masih terikat dengan perjanjian Camp David dengan AS untuk melindungi Israel. Hal ini karena Rasulullah saw. dulu tidak jadi meminta nushrah dari kabilah Bani Syaiban, karena mereka masih terikat perjanjian dengan Kerajaan Persia untuk tidak saling menyerang, sedang mereka pun tidak mampu melepaskan diri dari perjanjian itu (M. Khair Haikal, Al-Jihad wa al-Qital, I/414)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Praktis Thalabun Nushrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalabun-nushrah adalah aktivitas yang berat sekaligus berisiko. Tidak setiap anggota partai politik mampu memikul tugas mulia ini. Maka dari itu, thalabun-nushrah tak menjadi kewajiban umum untuk setiap anggota partai politik, namun hanya menjadi kewajiban sebagian anggotanya saja. Bisa jadi hanya diperlukan satu delegasi, atau bahkan satu orang, untuk melakukan thalabun-nushrah kepada seorang presiden, atau seorang jenderal pimpinan militer, atau seorang ketua partai politik, atau seorang pimpinan kelompok besar yang berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, thalabun-nushrah adalah aktivitas yang khusus dan rahasia. Sebab, tabiat thalabun-nushrah memang hanya menghendaki keterlibatan sejumlah kecil orang saja, bukan banyak orang (M. Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu, hlm. 312).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas itu tentu berbeda dengan aktivitas umum yang menjadi kewajiban umum yang mampu dijalankan oleh setiap aktivis partai politik, seperti pembinaan dan pengkaderan dalam halqah murakkazah (intensif), atau aktivitas pembinaan umum seperti seminar, tablig akbar, masirah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas umum dan thalabun-nushrah ini akan saling melengkapi dan membutuhkan. Sebab, thalabun-nushrah yang berhasil membutuhkan suasana yang kondusif, yaitu terwujudnya opini umum berlandaskan kesadaran umum yang mendukung Syariah dan Khilafah (M. Husain Abdullah, Ath-Thariqah asy-Syar’iyah li Isti’naf al-Hayah al-Islamiyah, hlm. 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Bacaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah, Muhammad Husain, Ath-Thariqah asy-Syar’iyah li Isti’naf al-Hayah al-Islamiyah (Beirut: Dar Al-Bayariq), t.t.&lt;br /&gt;Al-Mas’ari, Muhammad Abdullah, Al-Mana’ah wa Thalab an-Nushrah (London: Lajnah al-Difa’ ‘an al-Huquq sy-Syar’iyah), 2002.&lt;br /&gt;Al-Syuwaiki, Muhammad, Ath-Thariq ila Dawlah Al-Khilafah (Baitul Maqdis: t.p.), 1411 H.&lt;br /&gt;Badar, Hazim ‘Ied, Thariqah Hizb at-Tahrir fi at-Taghyir Thariqah Hashriyah La Yujad Ghayruha La Syar’an wa La Waqi’an, www.shamela.ws.&lt;br /&gt;Haikal, Muhammad Khair, Al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah asy-Syar’iyah (Beirut: Dar Al-Bayariq), 1992.&lt;br /&gt;Hasan, Mahmud Abdul Karim, At-Taghyir Hatmiyah ad-Dawlah al-Islamiyah (t.tp.: t.p.), Cet. II, 2004.&lt;br /&gt;Radhi, Muhammad Muhsin, Hizb at-Tahrir Tsaqafatuhu wa Manhajuhu fi Iqamah Dawlah al-Khilafah al-Islamiyah (Baghdad: t.p.), 2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-585292570434021891?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/585292570434021891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/kunci-perubahan-thalabun-nushrah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/585292570434021891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/585292570434021891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/kunci-perubahan-thalabun-nushrah.html' title='Kunci Perubahan - Thalabun Nushrah'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-1720498154706987970</id><published>2011-05-03T06:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T06:31:16.168-07:00</updated><title type='text'>Musuh Negara yang Sejati</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh Negara yang Sejati&lt;br /&gt;“Musuh negara itu bukan Islam, tetapi imperialisme, kapitalisme, individualisme, komunisme!” tegas Jenderal (purn) Tyasno Sudarto. Mantan Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) mengkritik frasa “musuh negara” dalam Rancangan Undang-Undang Intelijen yang tengah digodog Dewan Perwakilan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Tyasno yang disampaikan dalam Halaqoh Islam Perabadaban (HIP) ke-29 ini penting kita kutip , mengingat selama ini ada upaya sistematis dari kelompok-kelompok liberal untuk menempatkan Islam sebagai musuh. Apalagi kalau tidak dengan tudingan ekstrim kanan, radikal, teroris dan sebagainya. Menjadikan Islam sebagai musuh negara, disamping keliru juga sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keliru , karena sesungguhnya Islam yang tidak bisa dipisahkan dari aqidah dan syariahnya, sesungguhnya adalah rahmatan lil ‘alamin. Sehingga kalau syariah Islam diterapkan justru akan memberikan kebaikan pada seluruh umat manusia baik muslim maupun non muslim. Tentu tidak masuk akal, aqidah Islam dan syariah Islam yang berasal dari Allah SWT yang arrahman dan arrahim membahayakan manusia, masyarakat atau bangsa ini. Adapun negara yang didasarkan kepada Islam (ad daulah Khilafah) adalah konsekuensi logis dari kewajiban menerapkan syariah Islam secara kaffah. Karena tanpa otoritas politik dalam hal ini negara , syariah Islam yang rahmatan lil ‘alamin tentu tidak bisa diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah juga menjadi institusi pemersatu umat Islam seluruh dunia, karena persatuan pastilah membutuhkan kesatuan politik dan kepemimpinan. Dan persatuan yang didasarkan aqidah Islam ini tentu akan sangat kokoh daya eratnya dan luas daya jangkaunya. Sementara kita sering menyatakan bersatu kita teguh , bercerai kita rubuh. Khilafah sekaligus akan menjadi pelindung umat (al junnah), yang melindungi umat dari cengkraman penjajahan, intervensi asing, dan pembunuhan negara-negara musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan ajaran Islam berupa aqidah dan syariahnya sebagai ancaman sama saja dengan menjauhkan Islam dari kehidupan masyarakat. Padahal tidak diterapkannya Islam-lah yangmenjadi biang kerok dari berbagai persoalan masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan Islam sebagai musuh juga berbahaya. Karena berarti negara akan menganggap perjuangan syariah Islam sebagai tindakan makar dan rakyat yang memperjuangkannya sebagai pelaku subversi. Tindakan represif pun akan dilakukan atas nama keamanan negara. Seperti menangkap , menculik, menyiksa, memenjarakan, dan membunuh aktifis-aktifis Islam yang sesungguhnya ingin menyelamatkan bangsa dan negara dengan menerapkan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika negara menjadikan Islam sebagai ancaman, negara secara langsung telah menjadi kaki tangan atau boneka penjajah imperialis. Karena sesungguhnya dalam pandangan negara-negara imperialis Islam adalah ancaman bagi eksistensi penjajahan mereka. Tony Blair pernah secara terbuka menuding cita-cita umat Islam untuk menegakkan syariah Islam, khilafah, dan sikap penolakan umat Islam terhadap keberadaan negara zionis sebagai cerminan ideologi iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan kalau penguasa-penguasa diktator bengis seperti Suharto, Husni Mubarak, Zainal Abidin bin Ali, Muamar Qadzafi bersikap represif terhadap gerakan Islam ideologis yang ingin memperjuangkan syariah Islam. Mereka menjadi kaki tangan negara penjajah yang tidak ingin rakyatnya bangkit dan maju dengan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan aktifis Islam di tangkap , dipenjara, dan disiksa dengan keji . Hal yang sama dilakukan oleh rezim Fatah di Palestina dan rezim tirani Saudi Arabia. Penguasa diktator dan bengis ini lebih memilih menjalankan titah sang tuan meskipun harus membunuh rakyatnya sendiri. Penguasa telah menjadi musuh bagi rakyatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah menghamba sedemikian rupa kepada , tetap saja nasib akhir mereka sangat menyedihkan. Suharto, Zainal Abidin bin Ali, Husni Mubarak akhirnya ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri yang melaknat mereka. Dicampakkan oleh tuannya sendiri yang tidak lagi menganggap penting mereka. Termasuk tentu mereka akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan mereka kepada Allah SWT karena telah mendzolimi ulama dan wali Allah SWT yang ingin menegakkan dinul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, adalah penting dalam RUU intelijen yang sedang digodok dengan tegas mengatakan bahwa Islam bukanlah ancaman. Dan dengan tegas juga mengatakan sistem kapitalisme yang diusung oleh negara-negara imperialis itulah yang menjadi ancaman negara, musuh negara, karena membahayakan rakyat dan negara.Perlu kita tegaskan ancaman kapitalisme ini bukan lagi potensi nyata, tapi terbukti di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan juta rakyat miskin, tingginya angka pengangguran, meluasnya kemaksiatan, merupakan dampak nyata dari penerapan sistem kapitalisme di negara kita. Lahirnya uu neo liberal seperti uu migas, uu kelistrikan, uu investasi telah menjadi sarana legal memuluskan perampokan terhadap kekayaan alam kita oleh negara-negara asing. Kekayaan yang sebenarnya milik rakyat dan seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan rahasia lagi pembuatan uu neo liberal ini merupakan bentuk intervensi langsung dari negara-negara imperialis. Bayangkan di gedung parlemen Indonesia terdapat kantor non-govermental organization atau LSM asing . Logo UNDP ada di sebuah ruangan di lantai tiga gedung DPD RI dan lantai 7 gedung Sekretariat Jenderal DPR RI. Padahal gedung negara menyimpan dokumen yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amendemen UUD 2002 tidak lepas dari dana asing. NDI (National Democration Institute) dan CETRO dengan program Constitutional Reform mendapat dana USD 4,4 milyar dan mendapat fasilitas di Badan Pekerja . Demikian juga, ADB dan USAID seperti yang dirilis di situs (www.usaid.gov) telah bekerja sama untuk membuat draf ruu migas pada tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide demokrasi dan HAM yang menjadi pilar sistem kepitalisme juga telah memperlemah negara dan menjadi alat memecah belah negara kita. Bukankah atas dasar hak menentukan nasib sendiri Timor Timur lepas ? Ancaman disintegrasi wilayah lain menyusul, tampak dari pengkondisian yang sama di lakukan di Papua dan Aceh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk kepada syariah Islam, siapa yang sesungguhnya menjadi musuh negara adalah sangat jelas. Yaitu negara-negara yang masuk dalam katagori muhariban fi’lan , negara-negara imperialis yang secara langsung telah melakukan peperangan terhadap negeri-negeri Islam. Yaitu negara-negara imperialis seperti Amerika, Inggris, Prancis dan sekutunya yang secara nyata telah melakukan pembunuhan terhadap umat Islam di Irak, Afghanistan, Pakistan dan negeri-negeri lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang harus diambil oleh negara adalah memutus hubungan dalam bentuk apapun dengan negara-negara penjajah ini. Tidak membiarkan keberadaan kedubes negara-negara penjajah ini yang menjadi markas spionase asing untuk menghancurkan negeri ini . Sehingga negara tidak memberikan jalan sedikitpun kepada mereka untuk mempengaruhi,mendominasi ,apalagi menguasai negeri Islam. Setiap aktifitas intelijen negara seharusnya difokuskan untuk mengamati berbagai gerakan negara-negara imperialis ini terutama orang-orang atau LSM yang yang diduga keras menjadi kaki tangan mereka. Sebab merekalah musuh negara yang sejati ! (Farid Wadjdi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-1720498154706987970?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/1720498154706987970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/musuh-negara-yang-sejati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1720498154706987970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1720498154706987970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/05/musuh-negara-yang-sejati.html' title='Musuh Negara yang Sejati'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-8734899594458632624</id><published>2011-04-30T06:09:00.000-07:00</published><updated>2011-04-30T06:10:42.071-07:00</updated><title type='text'>Haramkah Demonstrasi ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haramkah Demonstrasi?&lt;br /&gt;Soal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah maraknya gelombang unjuk rasa di negeri-negeri Arab, Hai’ah Kibar ‘Ulama’ Saudi mengeluarkan fatwa yang mengharamkan aksi tersebut. Bagaimana sebenarnya kedudukan aksi yang menuntut perubahan tersebut, boleh atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk ditelaah alasan yang dijadikan dasar fatwa Hai’ah Kibar ‘Ulama’ Saudi. Dalam fatwanya dinyatakan bahwa: “Kerajaan Saudi Arabia berdiri berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul, baiat, berpegang teguh pada jamaah dan ketaatan. Karena itu, perbaikan dan nasihat terhadapnya hendaknya tidak dilakukan dengan unjuk rasa serta berbagai cara dan sarana yang bisa menimbulkan fitnah dan perpecahan jamaah. Inilah yang diharamkan oleh ulama’ negeri ini, baik dulu maupun sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai’ah menegaskan keharamnya unjuk rasa di negeri ini. Sebab, cara yang syar’i untuk mewujudkan kemaslahatan, dan tidak menimbulkan kerusakan, adalah saling memberi nasihat (munshahah). Itulah cara yang diajarkan Nabi saw. dan diikuti dengan baik oleh para Sahabat serta para pengikut mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alasan di atas, banyak dinyatakan dalil-dalil yang terkait dengan menjaga persatuan (QS Ali ‘Imran [3]: 103), larangan berpecah-belah (QS Ali ‘Imran [3]: 105 dan al-An’am [6]: 109), baiat dan ketaatan (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, bahwa fatwa seperti ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, ketika terjadi aksi untuk menumbangkan rezim diktator di Mesir, Husni Mubarak, mufti Arab Saudi, ‘Abd al-‘Aziz Ali as-Syaikh juga mengeluarkan fatwa tentang keharaman aksi tersebut. Fatwa ini juga ditentang oleh sejumlah ulama’ lain dari berbagai negara. Fatwa ini pun bukan untuk kepentingan Islam dan kaum Muslim, tetapi untuk kepentingan rezim Saud, yang mengabdi untuk Inggris dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Hai’ah ini juga dipenuhi berbagai klaim. Pertama: Kerajaan Saudi Arabia (KSA) mengklaim konstitusinya berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah, serta menjalankan hukum syariah yang bersumber dari keduanya. Ini jelas klaim bohong karena kenyataannya jelas berbeda. Sistem kerajaan itu sendiri bukanlah sistem Islam karena sistem pemerintahan Islam adalah Khilafah. Sistem kerajaan (monarki) bertentangan dengan sistem pemerintahan Islam yang tidak mengenal putra mahkota (wilayah al-‘ahd). Ini ditegaskan oleh ‘Abdurrahman bin ‘Abu Bakar saat menolak cara Muawiyah mengangkat Yazid menjadi penggantinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ المَدَنِي قَالَ: كُنْتُ فِي المَسْجِدِ حِيْنَ خَطَبَ مَرْوَانُ فَقَالَ: إنَّ اللهَ قَدْ أَرَى أَمِيْرَ المُؤْمِنِيْنَ رَأْياً حَسَناً فِيْ يَزِيْدٍ، وَإِنْ يَسْتَخْلِفْهُ فَقَدْ اِسْتَخْلَفَ أبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ، فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ: هِرَقْلِيَّة، إنَّ أباَ بَكْرٍ وَاللهِ مَا جَعَلَهَا فِي أَحَدٍ مِنْ وَلَدِهِ وَلاَ فِي أهْلِ بَيْتِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah al-Madani memberitahuku. Dia berkata, “Aku pernah berada di masjid, ketika Marwan menyampaikan pidato. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah menunjukkan kepada Amirul Mukminin pandangan yang baik pada Yazid. Sekiranya beliau menunjuknya sebagai penggantinya, sesungguhnya Abu Bakar dan Umar juga telah melakukannya.’ ‘Abdurrahman (bin Abu Bakar) berkata, “(Itu tuntunan) Heraklius. Demi Allah, sesungguhnya Abu Bakar tidak pernah menjadikan baiat untuk salah seorang anaknya, maupun anggota keluarganya.” 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: kerajaan ini juga bukan negara kaum Muslim, tetapi entitas keluarga Saud. Ini bertentangan dengan negara yang disyariatkan dalam al-Quran, as-Sunnah dan Ijmak Sahabat, yaitu Khilafah.2 Khilafah adalah negara kaum Muslim di seluruh dunia, bukan hanya entitas keluarga. Bahkan kerajaan ini awalnya justru didirikan oleh Inggris sebagai hadiah atas pengkhianatan Sharif Husein terhadap Khilafah ‘Utsmaniyah.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: selain bentuk kerajaan yang bertentangan dengan syariah Islam, cara pembaiatan yang dilakukan kepada raja-raja Kerajaan Saudi Arabia juga bertentangan dengan syariah Islam. Sebab, baiat diberikan kepada mereka bukan untuk menjalankan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dengan menerapkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebagian hukum syariah diterapkan di wilayah itu, tetapi di bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan serta politik luar negeri jelas-jelas tidak menerapkan Islam. Di bidang ekonomi, seluruh kekayaan milik umat, seperti minyak, gas dan tambang yang terkandung di perut bumi wilayahnya dimonopoli oleh keluarga kerajaan. Akibatnya, mereka bergelimang harta dan foya-foya, sementara 50% lebih rakyatnya tidak mempunyai rumah. Di bidang sosial, kehidupan di Riyadh, Jeddah atau kota metropolitannya tidak jauh berbeda dengan Paris maupun London. Kaum perempuan dan lelakinya banyak yang bergaul bebas, berzina, pesta seks bahkan menjadi konsumen film porno terbesar. Di bidang pendidikan, Kerajaan Saudi telah menghilangkan materi penting dalam kurikulum mereka, yaitu al-Wala’ wa al-Barra’ (loyalitas dan disloyalitas) untuk menjalankan proyek deradikalisasi AS. Dalam politik luar negerinya, kerajaan ini juga telah berkhianat kepada kaum Muslim di Palestina dan Irak. Bahkan memberikan wilayahnya kepada AS untuk membuka pangkalan militernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, baiat untuk mereka justru menyalahi Kitab Allah dan Sunnah Rasul. Dengan begitu, dalil baiat dan ketaatan, sebagaimana riwayat Muslim di atas, tidak relevan untuk diberlakukan. Sebab, baiat dalam hadits tersebut hanya berlaku untuk Khalifah kaum Muslim.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, apa yang dinyatakan dalam konstitusi Kerajaan Saudi itu hanya klaim penuh dusta dan penyesatan untuk menutupi pengkhianatan kerajaan ini kepada Allah, Rasul-Nya dan seluruh kaum Muslim. Inilah yang membuat kaum Muslim di sana marah dan menuntut adanya perubahan. Karena itu, tuntutan untuk melakukan perubahan yang diwujudkan dengan unjuk rasa adalah tuntutan yang sah karena justru Rasul saw. telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَيّدُ الشّهُداءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمطّلِبِ وَرَجُلٌ قامَ إِلَى إِمَامِ جَائِزٍ فَأَمَرَهُ وَنَهاهُ فَقَتَلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin ‘Abd al-Muthallib serta seseorang yang mendatangi seorang imam yang zalim, kemudian memerintah imam itu (pada kemakrufan) dan mencegah dirinya (dari kemungkaran), lalu imam itu pun membunuh dia.” 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: puja-puji untuk KSA sebagai khadim al-Haramain (pelayan dua Tanah Suci, Makkah-Madinah), khususnya Masjid al-Haram, karena merupakan kiblat kaum Muslim yang merupakan kemuliaan bagi KSA, sebenarnya justru bertentangan dengan fakta. Di Masjid al-Haram tidak boleh ada imam/khatib menyampaikan khutbah, hatta doa yang berisi nasihat, apalagi kritik untuk KSA. Di masjid yang mulia ini tidak boleh ada ulama dari mazhab lain mengajarkan ilmunya, kecuali mazhab Wahabi. Ini berbeda dengan zaman Khilafah dulu saat Imam Syafii, Hanafi, Malik dan Ahmad maupun imam mazhab lain bisa dengan leluasa mengajarkan ilmunya di masjid mulia ini. KSA juga tidak becus mengurus jamaah haji yang merupakan tamu-tamu Allah. Bahkan KSA menjadikan haji sebagai bisnis tahunan keluarga istana. Semuanya ini bukti, bahwa dalil tentang kemuliaan Tanah Haram dan masjid al-Haram itu tidak layak diberikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: fatwa yang mengutip nas-nas tentang mitsaq yang diambil oleh Allah dari para ulama untuk menyampaikan isi al-Quran (QS Ali ‘Imran [3]: 187) dan tidak menyembunyikannya (QS al-Baqarah [2]: 159) seharusnya membuat para mufti itu malu. Sebab, ayat ini menjadi hujjah yang akan memberatkan mereka di hadapan Allah, karena mereka tidak pernah menyampaikan muhasabah dan kritik kepada raja/penguasa mereka, bahkan menutupi ayat-ayat tentang kewajiban menegakkan Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah. Namun sayangnya, mereka tidak pernah mempunyai rasa malu baik kepada Allah, Rasul-Nya maupun umat Islam. Justru mereka terus-menerus menjadi stempel kekuasaan despot, yang menjadi kaki tangan negara-negara penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, tentang alasan fitnah dan mafsadat, sebenarnya ini bukan dalil syariah. Karena itu, alasan fitnah maupun mafsadat untuk mengharamkan unjuk rasa tidak ada nilainya di dalam syariah.6 Sebaliknya, justru adanya KSA dengan segala atributnya, termasuk khadim al-Haramain, telah menjadi fitnah bagi kaum Muslim, yang menyesatkan umat dari kewajibannya untuk menegakkan Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah. KSA sering diklaim sebagai negara Islam yang berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah sehingga baik rakyat Saudi maupun yang lain dininabobokkan seolah sudah ada negara Islam, yaitu KSA. Selain itu, ini juga menjadi mafsadat bagi Islam dan kaum Muslim, karena citra Islam justru diperburuk dengan prilaku KSA dan rakyatnya, termasuk Islam yang mereka praktikkan, yang tidak mencerminkan kemuliaan Islam. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Dar al-Fikr, Beirut, cet, 1993, IX/547.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, Kitab al-Janaiz, Dar al-Fikr, Beirut, 1995, VII/ 32; Ibn Sa’ad, Atht-Thabaqat al-Kubra, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, 1997, III/135.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Lihat: Perjanjian Sykes Picot, pasal 10. Dr. Maufaq Bani Marjeh, Shahwah ar-Rajul al-Maridh, Dar al-Bayariq, Beirut, cet. VIII, 1996, hlm. 368 dan 434.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Mahmud al-Khalidi, Al-Bai’ah fi al-Fikr as-Siyasi al-Islami, Muassasah ar-Risalah, ‘Amman-Yordania, cet I, 1985, hlm. 32-33.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 HR al-Hakim, Al-Mustadrak ‘ala as-Shahihain, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, cet, 1990, III/214.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, Dar al-Ummah, Beirut, cet III, 2005, III/372; Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, An-Nidzam al-Ijma’i, Dar al-Ummah, Beirut, cet IV, 2003, hlm. 69-70.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-8734899594458632624?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/8734899594458632624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/haramkah-demonstrasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8734899594458632624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8734899594458632624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/haramkah-demonstrasi.html' title='Haramkah Demonstrasi ?'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7590618404686439058</id><published>2011-04-28T01:24:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T01:25:32.105-07:00</updated><title type='text'>Pornografi Mengahncurkan Umat dan Mengundang Bencana</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornografi: Menghancurkan Umat, Mengundang Bencana&lt;br /&gt;[Al Islam 554] Pornografi di negeri ini makin hari makin marak. Hal itu diantaranya ditandai dengan maraknya bintang film porno asing yang didatangkan untuk membintangi film nasional. Meski film yang dibuat bukan ber-genre pornografi, tapi tetap saja para aktris itu diminta melakukan beberapa adegan yang menjual erotisme. Makin maraknya pornograf juga bisa dilihat dari banyaknya kasus pornografi hingga adegan seks yang dilakukan oleh orang dewasa hingga anak-anak dan pelajar yang beredar di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi Perlindungan Anak (KPAI) mencemaskan kasus pornografi yang kian marak di masyarakat sehingga menyerukan darurat pornografi (Republika, 25/4). Berbagai pihak pun menyerukan agar pornografi diperangi dan para pelakunya ditindak. Sayangnya kesadaran untuk memerangi pornografi masih dinilai rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornografi Menghancurkan Umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornografi menyimpan daya rusak luar biasa terhadap masyarakat, diantaranya:&lt;br /&gt;Pertama, pornografi ternyata merusak para penikmatnya terutama anak baik secara fisik maupun psikis. Diantara daftar bahaya itu terihat dalam box&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak fisik dan psikis pornografi terhadap anak:&lt;br /&gt;• Cara menganalisis, menilai, pemahaman, pengambilan keputusan, makna hubungan dan hati nurani anak akan rusak.&lt;br /&gt;• Anak mudah depresi, mudah tersinggung, menarik diri, lebih mengarah pada seks dalam berbahasa dan mengisolasi diri.&lt;br /&gt;Menurut Mark B Kastleman, psikolog khusus penanganan bagi korban pornografi:&lt;br /&gt;• Anak dan remaja memiliki mental model porno atau perpustakaan porno yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja&lt;br /&gt;• Menyebakan kerusakan otak permanen: Visual Crack Cocain/Erototoksin)&lt;br /&gt;• Anak yang belum baligh bisa menjadi pecandu pornografi seumur hidup sehingga iman akan rusak dan terkikis.&lt;br /&gt;• 5 bagian otak bisa rusak : Orbito frontal midfrontal, Insula hippocampus temporal, Nucleus accumbers patumen, Cingalute dan Cerebellum.&lt;br /&gt;Sumber: KPAI (Republika, 25/4)&lt;br /&gt;Kedua, memicu terjadinya perzinaan dan perkosaan. Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), selama tahun 2010, telah terjadi 40 kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual yang dialami oleh anak setelah pelaku menonton video porno Ariel. Para pelaku mengaku sebelum memperkosa, mereka terangsang seteah menonton video itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret lalu, di Palembang, Sumatera Selatan, sejumlah anak laki-laki berusia 12 tahun beberapa kali berpesta seks dengan pasangan mereka. Di kejadian kedua, beberapa anak memaksa dua bocah perempuan berusia 5 tahun melayani mereka, disaksikan bocah laki-laki lain. Yang ketiga kalinya, terjadi di sebuah lokasi pesta. Anak laki-laki memaksa perempuan di bawah umur mereka melakukan perbuatan seksual. Akibat perbuatan mereka, para orang tua pelaku dipanggil kepolisian (sumutpos.com, 21/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pornografi akan menyuburkan seks bebas alias perzinaan. Perzinaan pastinya mendatangkan resiko kehamilan di luar nikah. Karena kehamilan itu tidak dikehendaki, maka jalan pintasnya adalah diaborsi. Akibatnya asus aborsi akan makin banyak. Menurut data yang dikeluarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di tahun 2010, diperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta. Parahnya, 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja (tribunnews.com, 1/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pornografi menyebabkan maraknya penyakit kelamin. Porografi memicu makin maraknya pelacuran dan seks bebas.        Akibatnya penyakit kelamin pun merebak, sebab penularannya mayoritas melalui pelacuran dan seks bebas itu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendapatkan temuan bahwa ribuan remaja di Jakarta menderita penyakit kelamin. Angka penderita penyakit kelamin di Jakarta berjumlah 9.060 orang, dengan rincian 5.051 orang berjenis kelamin perempuan dan sisanya laki-laki. Dari total jumlah penderita tersebut, 3.007 di antaranya masih berusia antara 14 dan 24 tahun (vivanews.com, 26/4). Sementara jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia mencapai 130 ribu orang pada tahun 2010 (antaranews.com, 15/11/2010). Angka sebenarnya diperkirakan lebih besar lagi sebab angka itu diyakini hanya sebagai puncak gunung es belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, pornografi menyuburkan perilaku seks bebas yang bisa menyebabkan makin banyaknya kelahiran anak di luar nikah. Sementara perilaku sek bebas khususnya di kalangan mereka yang sudah menikah bisa mengancam keharmonisan suami-istri, kekacauan nasab, makin banyak keluarga yang hancur dengan segala akibatnya, merusak tatanan kehidupan keluarga dan menghancurkan institusi keluarga yang pada akhirnya akan makin memperbesar masalah sosial di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Pornografi dan seks bebas menyebabkan bencana kemanusiaan. Karena selain mendatangkan bahaya penyakit fisik, keduanya merusak kehormatan dan nasab manusia. Karena seks bebas, lahirlah ribuan anak-anak yang tak jelas nasabnya. Dalam pandangan Islam ini adalah dosa yang sangat besar. Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ بِاللهِ أَعْظَمُ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِيْ رَحِمٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada dosa sesudah syirik kepada Allah yang lebih besar dari dosa orang yang menumpahkan spermanya pada rahim yang tidak halal baginya. (HR. Ibn Abiy Dunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Pornografi jika dibiarkan akan mengundang datangnya bencana. Rasul saw mengingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« … لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيْهِمْ الطَّاعُوْنُ وَاْلأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمْ الَّذِيْنَ مَضَوْا …»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Tidaklah fahisyah -perbuatan keji termasuk pornografi, pornoaksi dan zina- nampak di suatu kaum hingga mereka melakukannya terang-terangan kecuali akan menyebar di tengah mereka penyakit Tha’un dan berbagai penyakit yang belum terjadi di generasi-generasi yang sudah berlalu sebelum mereka. (HR. Ibn Majah, al-Bazar, al-Hakim, al-Bayhaqi, dan Abu Nu’aim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biangnya: Kapitalisme, Sekluerisme-Demokrasi &amp; Liberalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun tidak ada yang ingin dirinya atau keluarganya menjadi korban pornografi, apalagi kejahatan seksual. Akan tetapi, selama sekulerisme-demokrasi dan kapitalisme menjadi pilar kehidupan bangsa, maka sepanjang itu pula masyarakat tidak akan bisa terlepas dari cengkraman pornografi dan kejahatan seksual. Sekularisme menolak peran agama dalam kehidupan umum. Nilai-nilai dan aturan agama (Islam) tidak boleh diikutkan dalam masalah publik. Liberalisme mengajarkan bahwa setiap manusia bebas berperilaku dan mengekspresikan diri selama tidak merugikan orang lain. Selama ini para pelau pornografi sealu berlindung dibalik ide kebebasan itu. Sementara demokrasi menyerahkan pembuatan aturan dan hukum kepada rakyat melalui wakil mereka. Hukum akhirnya dibelenggu oleh ide kebebasan, kepentingan dan dorongan hawa nafsu termasuk kepentingan para kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kapitalisme mengajarkan untuk mencari keuntungan sebesar-sebarnya tanpa mempedulikan caranya benar atau salah, baik atau buruk bahkan meski mengancam masyarakat sekalipun. Pornografi dan eksploitasi erotisme menjadi jalan mudah menangguk kentungan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pornografi telah menjadi bisnis miliaran dolar. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring belanja akses situs porno dari Indonesia ternyata mencapai US$ 3.673 per detik atau setara dengan Rp 33 juta lebih setiap detiknya (vivanews.com, 15/7/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah Memberantas Pornografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat betapa besarnya dampak buruk, bahaya dan bencana yang bisa timbul dari pornografi, sudah sepatutnya umat menendang jauh budaya pornografi ini. Tidak ada kata lain kecuali pornografi harus dibabat habis. Namun hal itu tidak mungkin bisa dilakukan dalam bngkai sistem yang ada sekarang. Sebab ideologi dan sistem sekarang yaitu sekulerisme-demokrasi dan kapitalisme justru menjadi biang penyebabnya. Alih-alih memberantasnya, di bawah payung kebebasan, sekulerisme dan demokrasi itu kebejatan pornografi justru dimungkinkan kian menjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya syariah islam sajalah yang bisa membabat pornografi dan menyelamatkan masyarakat dari bahayanya. Islam dengan tegs memandang pornografi sebagai kemungkaran yang harus dilenyapkan; bukan diatur, apalagi dilegalisasi. Untuk itu, syariah islam memiliki serangkaian aturan dan hukum yang bisa membabat pornografi itu. Islam mengatur tetang aurat, yaitu bagian tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh ditampakkan. Islam juga melarang penyebaran segala bentuk pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. Siapapun yang melanggarnya akan dikenai sanksi yang berat. Islam juga melarang beberapa perilaku yang berkaitan dengan tata pergaulan pria dan wanita. Islam melarang tabarruj wanita (berhias berlebihan di ruang publik), ber-kh­alwat (berdua-duaan) dengan wanita bukan mahram (apalagi berpelukan dan berciuman), ber-ikhtilât (bercampur-baur antara pria-wanita), dan segala perbuatan yang dapat mengantarkan pada perzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan penerapan syariat Islam secara total di bawah payung khilafah, umat dapat merasakan keamanan dan kehormatan sebagai manusia yang sebenarnya. Wanita dimuliakan dan pergaulan dibangun dengan landasan saling tolong menolong. Karena itu sudah saatnya umat membuang sekulerisme-demokrasi dan kapitalisme dan menggantinya dengan syariah Islam dalam bingkai Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لاَ مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللهِ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَأٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patuhilah seruan Tuhan kalian sebelum datang suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kalian tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak pula dapat mengingkari (dosa-dosa kalian) (QS asy-Syura [42]: 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâh a’lam bi ash-shawâb.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7590618404686439058?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7590618404686439058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/pornografi-mengahncurkan-umat-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7590618404686439058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7590618404686439058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/pornografi-mengahncurkan-umat-dan.html' title='Pornografi Mengahncurkan Umat dan Mengundang Bencana'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3830676791533093597</id><published>2011-04-26T08:20:00.001-07:00</published><updated>2011-04-26T08:23:07.841-07:00</updated><title type='text'>Membentuk Idealisme Anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk Idealisme Pada Anak&lt;br /&gt;Masa anak-anak adalah masa yang paling tepat untuk menanamkan suatu pemahaman. Bila anak-anak mendapat pemahaman yang benar sejak dini, maka pemahaman tersebut akan mengarahkan perilakunya pada masa yang akan datang. Sebaliknya jika sejak dini anak diberi pemahaman yang salah, maka hal itu juga berpengaruh pada pola pikir dan pola sikap yang akan terbentuk. Di sinilah tanggung jawab dan peran orangtua sangat dibutuhkan dalam proses penanaman pemahaman yang benar pada diri anak agar terbentuk idealisme Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk Idealisme Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsekuensi dari keyakinan pada akidah Islam, orangtua harus membentuk bangunan keluarganya atas dasar ketaatan kepada Allah SWT. Artinya, orangtua harus membangun pemahaman seluruh anggota keluarganya dalam rangka meraih keridhaan Allah SWT melalui pelaksanaan hukum-hukum syariah. Mengenalkan hukum-hukum Islam kepada anak adalah tugas pertama dan utama orangtua. Orangtualah yang akan memberikan pengaruh terhadap tumbuh dan berkembangnya pemahaman Islam yang utuh terhadap diri anak. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani dan Majusi (HR al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang penting dan mendasar untuk ditanamkan dalam kehidupan seorang Muslim sejak awal adalah penanaman akidah. Bahkan proses ini harus dimulai sejak anak berada dalam kandungan ibunya melalui lantunan ayat-ayat al-Quran serta doa yang terus dipanjatkan selama masa kehamilan. Selanjutnya, sejak dilahirkan ke dunia, anak harus dibimbing dan diarahkan agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Rabb-nya. Anak dibimbing untukmengenal Penciptanya agar kelak ia hanya mengabdi kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Demikian pula dengan pengajaran perilaku dan budi pekerti anak yang didapatkan dari sikap keseharian orangtua ketika bergaul dengan mereka. Bagaimana ia diajari untuk memilih kalimat-kalimat yang baik, sikap sopan-santun, kasih-sayang terhadap saudara dan orang lain. Mereka diajari untuk memilih cara yang benar ketika memenuhi kebutuhan hidup dan memilih barang halal yang akan mereka gunakan. Kesimpulannya, potensi dasar untuk membentuk sosok yang idealis sebagai bagian dari pembentukan generasi berkualitas dipersiapkan oleh orangtua terutama oleh ibu. Ibu memiliki peran yang sangat vital dalam proses pendidikan anak sejak dini. Ibulah sosok yang pertama kali berinteraksi dengan anak, sosok pertama yang memberi rasa aman, dan sosok pertama yang dipercaya dan didengar omongannya. Karena itu, ibu menjadi sekolah pertama bagi anak anaknya untuk menjadi sosok yang memiliki idealisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengarahkan Idealisme Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi yang memiliki idealisme adalah pribadi tangguh, yang memiliki kepribadian Islam; berpikir islami dan berperilaku dengan standar hukum-hukum Allah SWT. Dengan itu ia mampu mengarungi hidup ini dengan benar dan membawa kemaslahatan. Beberapa hal yang harus ditanamkan orangtua khususnya ibu kepada anaknya dalam rangka membentuk idealisme pada anak di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahamkan anak bahwa satu-satunya agama yang diridhai Allah dan akan membawa kebahagiaan di dunia dan di akhirat adalah Islam (Lihat: QS Ali Imran [3]: 19). Penanaman pemahaman ini sangat penting agar sejak dini anak hanya menjadikan Islam sebagai satu-satunya agama yang harus diyakini dan diperjuangkan. Dengan begitu anak tidak akan ragu sedikit pun akan kebenaran agama yang dianutnya. Orangtua yang memiliki idealisme tentu tidak akan membiarkan anaknya mencari hakikat kehidupan seorang diri. Ia akan mengarahkan anaknya agar memahami hakikat kehidupan ini sesuai dengan tujuan penciptaan manusia, yakni hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Orangtua juga tidak akan membiarkan anaknya memiliki pemahaman bahwa semua agama itu benar hanya karena sama-sama mengajarkan penyembahan Tuhan meski berbeda caranya. Pendapat seperti ini akan menjadi racun bagi anak dan tidak akan mengokohkan akidah yang kuat pada diri anak, selain bertentangan dengan pemahaman QS Ali Imran ayat 19 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menanamkan pada anak bahwa konsekuensi mengimani al-Quran adalah membenarkan semua isinya yang mengandung petunjuk dari Allah SWT untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat. Ditanamkan pula kesadaran bahwa bukti mengakui Nabi Muhammad saw. sebagai rasul adalah percaya kepada hadis-hadis beliau. Orangtua bisa mencari contoh syariah yang mudah dicerna oleh mereka, seperti perintah untuk berbakti kepada orangtua, berinfak kepada fakir miskin, larangan mengadu domba sesama Muslim, menipu, dll. Jelaskanlah bahwa di dalam perintah Allah SWT ada yang bersifat wajib atau sunnah, serta dalam larangan Allah SWT ada yang bersifat haram atau makruh berikut konsekuensinya. Tujuannya agar anak memiliki gambaran tentang syariah Islam dan merasa terikat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memahamkan hakikat baik dan buruk, serta terpuji dan tercela; bahwa kebaikan adalah apa saja yang Allah ridhai, sedangkan keburukan adalah apa saja yang Allah murkai. Yang terpuji adalah apa saja yang dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan yang tercela adalah apa saja dicela oleh Allah dan Rasul-Nya. Anak-anak harus selalu dipahamkan bahwa baik-buruk sesuatu itu harus sesuai dengan aturan Allah SWT, dan terpuji tercela sesuatu haruslah apa yang dipuji dan dicela oleh Allah SWT. Perlu disampaikan kepada anak, bahwa sungguh Allah itu Maha Penyayang atas makhluk-Nya, kita tidak perlu bersusah-payah menentukan baik dan buruk sesuatu karena telah ditetapkan oleh Dia. Allah menetapkan, manusia yang berbuat menurut akal pikiran dan hawa nafsunya serta tidak mengikuti aturan-Nya adalah kufur dan ingkar, dan kita harus menjauhi sikap demikian. Dengan pemahaman seperti ini, anak akan terbiasa mengukur dan menimbang setiap perilaku dan pilihan hidupnya sesuai dengan aturan Allah SWT, bukan dengan pertimbangan perasaan apalagi mengikuti perkembangan zaman sekarang yang sudah tidak karuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dengan sering melatih proses berpikir Islamnya, pemikiran anak akan semakin meluas. Kemudian seiring perkembangan usianya, orangtua juga bisa mengarahkan pemahaman anak tentang persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat saat ini, yaitu tidak adanya penerapan syariah Islam di tengah kehidupan. Selanjutnya orangtua mendorong anak untuk terbiasa melakukan amar makruf nahi mungkar dan bersama-sama berjuang demi tegaknya syariah Islam yang akan menyelesaikan semua persoalan yang ada di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme Islam versus Intoleransi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orangtua berhasil mencetak anak-anaknya menjadi sosok yang idealis, yang selalu terikat dengan hukum-hukum Allah SWT, berarti orangtua telah berhasil mendidik anaknya sesuai dengan arahan Islam. Betapa bahagianya orangtua yang sukses mengantarkan anaknya menjadi sosok idealis, pejuang Islam yang salih dan konsisten membela kebenaran. Bahkan kebahagiaan orangtua tersebut akan terus mengalir walaupun Allah telah memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan membentuk idealisme Islam pada diri anak haruslah menjadi cita-cita bagi setiap orangtua. Untuk itu diperlukan upaya yang sungguh-sungguh pada setiap keluarga Muslim untuk senantiasa mewarnai kehidupan keluarganya dengan warna Islam yang jelas. Dengan begitu, karakter anak yang terbentuk adalah karakter Islam yang jelas, tidak abu-abu, apalagi warna-warni. Sikap orangtua yang seperti ini bukan berarti orangtua mengajarkan anak untuk tidak memiliki sikap toleransi terhadap agama lain atau bahkan dianggap menanamkan kebencian dan kekerasan pada anak. Tuduhan seperti ini tentu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Para orangtua Muslim tidak boleh terjebak dengan tuduhan dari kalangan yang antara lain dilontarkan kalangan liberal ini. Orangtua harus tetap istiqamah mengarahkan pendidikan dan pembinaan anak-anaknya agar memiliki idealisme Islam sehingga terbentuk generasi Islam yang berkualitas pada masa yang akan datang. WalLahu a’lam bi ash-shawab. [majalah Al waie ed. april 2011]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3830676791533093597?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3830676791533093597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/membentuk-idealisme-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3830676791533093597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3830676791533093597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/membentuk-idealisme-anak.html' title='Membentuk Idealisme Anak'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-1596264516856044035</id><published>2011-04-22T01:12:00.001-07:00</published><updated>2011-04-22T01:12:45.005-07:00</updated><title type='text'>Merenungkan Kembali Khittah Kartini</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungkan Kembali Khittah Kartini&lt;br /&gt;Oleh Kholda Naajiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai Kartini masih hidup, mungkin air matanya akan jatuh. Perjuangannya membela perempuan, ditafsirkan sangat melenceng dari khittah. Profil perempuan masa kini sungguh jauh dari gambaran ideal yang dikehendaki Kartini. Yakni, perempuan yang menyadari kodratnya, cerdas, terampil dan menikmati peran sebagai istri, ibu, pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penuturan Kartini dalam suratnya: “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama” (Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret generasi Kartini masa kini justru sebaliknya. Yakni perempuan yang mulai meremehkan kodratnya dan bahkan mengabaikan keterampilan terkait kewajibannya. Memang perempuan makin terdidik, namun bukan malah menjadikannya  pintar menjalankan kewajibannya, melainkan disibukkan menuntut hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karena keberhasilan perjuangan kesetaraan perempuan dan laki-laki dimaknai kesamaan peran kedua jenis kelamin itu dalam berbagai lapangan kehidupan. Emansipasi diklaim sukses jika makin banyak perempuan berkiprah menyamai laki-laki, baik di bidang politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran keberhasilan emansipasi di bidang politik diterjemahkan sebagai: berapa banyak banyak perempuan menjadi lurah, camat, bupati, gubernur, anggota dewan, menteri dan bahkan presiden. Makin banyak, dianggap makin sukses. Padahal, fakta berbicara, tidak banyak perempuan yang suka dengan dunia politik praktis yang selama ini didominasi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan semata-mata kurang terbukanya peluang, lebih karena kurangnya minat. Bahkan ketika kuota partisipasi perempuan di poliyik dipatok 30 persen pun, tidak lantas membuat perempuan bersuka cita berbondong-bondong memenuhinya. Ini karena citra politik yang kotor, penuh intrik dan kolutif, yang bertentangan dengan fitrah perempuan yang lemah-lembut dan penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang ekonomi, perempuan dianggap setara dengan ukuran: punya penghasilan sendiri, tidak tergantung pada suami dalam hal keuangan. Jadi, makin banyak perempuan bekerja, menjadi sekretaris, direksi, pengusaha wanita, dll, dianggap parameter keberhasilan emansipasi. Bahkan, makin banyak perempuan jadi artis, meski dengan membuka aurat, menanggalkan rasa malu, mengeksploitasi bagian tubuhnya yang paling tabu, demi terkenal dan kaya materi, dianggap keberhasilan emansipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sosok perempuan sukses yang dijadikan ikon keberhasilan perjuangan emansipasi digambarkan sebagai perempuan mandiri, bebas menentukan nasib sendiri, bebas mengaktualisasikan diri, mendapatkan hak-haknya meski dengan meninggalkan kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, kaum hawa kini begitu menuhankan kebebasan. Bahkan ekspoitasi tubuh perempuan pun dianggap kemajuan zaman. Dengan kesadaran penuh, para perempuan menjadikan kemolekan tubuhnya sebagai aset, komoditi dan selling point yang harus disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan masa kini lebih bangga mendapat sebutan wanita karier dibanding ibu rumah tangga. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, dengan bos atau relasinya, dibanding bercengkerama di rumah dengan suami atau anak-anaknya. Jika suami, ayah atau kerabat melarangnya, akan dikenai pasal kekerasan dalam rumah tangga. Penjara taruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan pun bersaing dengan laki-laki dalam berbagai peran, yang berujung pada banyak kaum laki-laki yang tersingkir dari percaturan publik. Ya, banyak suami yang menganggur atau di-PHK, karena perusahaan lebih suka mempekerjakan perempuan. Selain lebih telaten, teliti dan rajin, perempuan (cantik) lebih menguntungkan perusahaan karena bisa menjadi ujung tombak dalam mendatangkan pundi-pundi. Maka, profesi perempuan pelobi, sales girl, customer service, front liner, public relation dan juga personal banker, selalu mensyaratkan penampilan menarik dalam rekrutmennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanyalah satu dampak sosial yang ditimbulkan. Dampak lain, meningkatnya problem-problem sosial dari tahun ke tahun, seperti perselingkuhan, perzinaan, perceraian dan single parent. Juga meningkatnya kejahatan seksual, perkosaan, dan perdagangan perempuan. Belum lagi merangseknya para perempuan di lembah kriminal, seperti kasus Zarima Mirafsur, Lidya Pratiwi, Sally Yustikawati dan Malinda Dee. Penjahat masa kini bukan lagi lelaki berwajah sangar dan bertampang seram, tapi juga wanita seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, semua itu bukan kehendak Kartini. Memang, Kartini terlanjur dilekatkan sebagai peletak dasar emansipasi perempuan di Tanah Air. Padahal, sebagaimana kutipan salah satu isi surat Kartini di atas, jelas-jelas Kartini tak menghendaki kaumnya diekspolitasi. Kartini sejatinya memperjuangkan agar perempuan mendapatkan haknya menikmati pendidikan, agar ia cakap menjalankan tugas kodratinya. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, meski bergaul dengan perempuan bangsawan Eropa (Belanda), Kartini tidak lantas silau untuk mengadopsi gaya hidup mereka. Lihatlah petikan salah satu suratnya: “…sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradapan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik Kartini terhadap perempuan Barat yang terlalu terbuka, bebas dan liberal, pantas dialamatkan pada generasi Kartini masa kini. Karena itu, kita hendaknya merenungkan kembali khittah perjuangan Kartini. Saatnya menghentikan emansipasi perempuan yang kebablasan. Terlebih jika itu hanya membuahkan eksploitasi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan adalah makhluk mulia. Alangkah nistanya jika hanya dihargai sebatas penampilan fisiknya. Eksploitasi fisik dan pikirannya, tidak sejalan dengan fitrah dan nurani perempuan. Saatnya untuk menghentikan itu semua dan mengembalikan kemuliaan perempuan pada kodratnya.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kholda Naajiyah, S.Si,&lt;br /&gt;Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-1596264516856044035?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/1596264516856044035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/merenungkan-kembali-khittah-kartini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1596264516856044035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1596264516856044035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/merenungkan-kembali-khittah-kartini.html' title='Merenungkan Kembali Khittah Kartini'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-5367448170384459118</id><published>2011-04-18T18:14:00.001-07:00</published><updated>2011-04-18T18:14:46.403-07:00</updated><title type='text'>Peradaban Emas Khilafah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Emas Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah Khilafah tidak semuanya lurus. Khalifah adalah manusia yang juga bisa menyimpang dari Islam. Namun, penyimpangan perilaku khalifah dari hukum syariah bukan karena kesalahan sistem Khilafahnya. Karena itu, kalau ada khalifah yang terbunuh, yang salah bukanlah sistem Khilafahnya, tetapi tindakan pembunuhan itulah yang menyimpang dari hukum syariah. Karena itu, menyerang sistem Khilafah berdasarkan praktiknya yang menyimpang dari syariah Islam tentu adalah kesalahan fatal.&lt;br /&gt;Dalam sejarah sistem demokrasi Amerika Serikat, empat presidennya (Abraham Lincoln, James Abram Garfield, William McKinley, dan John F Kennedy) semuanya tewas terbunuh. Sejarah demokrasi AS juga mengalami perang saudara antara pihak Utara (Union) dengan Selatan (konfederasi). Lebih dari 500 ribu orang terbunuh dalam perang ini. Meskipun demikian, pengusung demokrasi tidak pernah menyalahkan sistem demokrasi karena adanya pembunuhan terhadap presidennya atau perang saudara tersebut.&lt;br /&gt;Karena Khalifah bisa menyimpang, di dalam Islam mengoreksi Khalifah bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban. Hal ini karena Khalifah bukanlah sumber kedaulatan hukum seperti dalam sistem monarki. Khalifah adalah manusia biasa yang mungkin saja keliru. Dalam hadisnya Rasulullah saw. menyebut aktivitas mengoreksi penguasa lalim sebagai afdhal al-jihad (jihad paling utama) dan siapa pun yang meninggal karena mengoreksi pemimpin zalim sebagai sayyid asy-syuhada’.&lt;br /&gt;Sekali lagi, kita harus membedakan sistem Khilafah dengan pelaksanannya dalam sejarah. Adanya penyimpangan dalam pelaksanaan sistem Khilafah tidaklah menggugurkan kewajiban menegakkan Khilafah. Sama seperti adanya orang yang keliru melaksanakan shalat bukan berarti menggugurkan kewajiban shalat. Kewajiban menegakkan Khilafah dan mengangkat kholifah tetaplah wajib adalah berdasarkan al-Quran, as-Sunnah dan Ijmak Sahabat.&lt;br /&gt;Namun, dari sejarah kita bisa mengambil pelajaran bahwa setiap pelanggaran atau penyimpangan dari hukum syariah, meskipun di era Khilafah, akan membawa masalah. Apalagi kalau kita tidak melaksanakannya sama sekali seperti sekarang ini. Kita menegaskan pula, Khilafah yang akan kita tegakkan adalah Khilafah yang berdasarkanmanhaj Kenabian (‘ala minhaj an-Nubuwwah), bukan yang menyimpang. Kita tentu saja bertekad, tidak mengulangi penyimpangan-penyimpangan yang pernah dilakukan oleh Khalifah dalam sejarah Kekhilafahan masa lalu.&lt;br /&gt;Mengangkat sebagian sejarah Khilafah yang gelap, tetapi menutup-nutupi sejarah panjang kejayaan Khilafah adalah cara pandang yang tidak obyektif dan juga ahistoris. Apalagi menyatakan sistem Khilafah membelenggu pemikiran umat tanpa disertai bukti-bukti. Bukankah justru dalam sistem Khilafah banyak bermunculan para ulama dan cendekiawan Muslim terkemuka dengan karyanya yang gemilang—seperti para Imam Madzhab terkemuka, al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan banyak lagi lainnya?&lt;br /&gt;Imam Syafii, misalnya, menurut al-Marwazi, karyanya mencapai 113 kitab tentang tafsir, fikih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam Al-Fahrasat. Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah Al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah dan Ar-Risalah al-Jadidah.&lt;br /&gt;Adapun Imam Ahmad bin Hanbal menyusun kitabnya yang terkenal, Al-Musnad. Beliau juga menyusun kitab tentang tafsir, an-nasikh wa al-mansukh, tarikh, dll. Imam Ahmad juga menyusun kitab Al-Manasik ash-Shagir dan al-Kabir, kitab Ash-Shalah, kitab As-Sunnah, kitab Al-Wara‘ wa al-Iman, kitab al-‘Ilal wa ar-Rijal, kitab Al-Asyribah, satu juz tentang Ushul as-Sittah, Fadha’il ash-Shahabah, dll.&lt;br /&gt;Cendekiawan Muslim lainnya di era Khilafah bukan hanya fakih di bidang agama, tetapi juga menghasilkan kaya ilmu sains yang diakui dunia. Karya mereka diakui memberikan sumbangan pada era renaisaince Eropa. Menurut Sir Thomas Arnold, tanpa peran Arab (Muslim)—tentu di era Kekhilafahan Islam, ed.—peradaban modern Eropa bisa jadi tidak bangkit sama sekali. “It is highly probable that, but for the Arabs (Muslims), modern European civilization would never have arisen at all.” (Sir Thomas Arnold and Alfred Guillaume, The Legacy of Islam, 1997).&lt;br /&gt;Di bidang kedokteran terdapat Ibnu Sina. Dalam Encylopedia Britannica ditulis tentang karya Ibnu Sina ini: The Canon of Medicine (Al-Qanun fi ath-Thibb) adalah buku yang paling terkenal dalam sejarah kedokteran baik di Timur dan Barat. Buku ini digunakan Sekolah Medis di Timur dan Barat selama 500 tahun. Menurut Toby E Huff, The Canon of Medicine adalah buku pertama yang mengurai obat-obatan berdasarkan pengujian, uji coba obat eksperimental klinis, uji coba terkontrol secara acak, tes efikasi, analisis faktor risiko, dan gagasan tentang sindrom dalam diagnosis penyakit tertentu (Huff, Toby, The Rise of Early Modern Science: Islam, China, and the West, Cambridge University Press, 2003).&lt;br /&gt;Di bidang fisika terdapat Al-Kindi (abad IX M). Karya pakar fisika ini tentang fenomena optik diterjemahkan ke Bahasa Latin yang memberikan pengaruh besar Roger Bacon. Pakar fisika yang lain adalah Ibnu Haytam (965-1039 M). Di Barat dikenal dengan Alhazen. Ia adalah pakar di bidang optik dan pencahayaan. Sebanyak 200 judul buku tentang optic dan pencahayaan dinisbatkan kepada beliau. Teorinya lebih dulu 5 abad sebelum teori yang sama dikeluarkan Torricelli. George Sarton (1927) dalam bukunya, Introduction To The History of Science, Volume I: From Homer To Omar Khayyam, memberi gelar Ibnu Haytam dengan Fisikawan Terbesar Abad Pertengahan.&lt;br /&gt;Selain itu, perpustakaan zaman Kehilafah amatlah mengagumkan. Perpustakaan Khalifah al-Hakim di Kairo, misalnya, menyediakan 1,6 juta volume buku. Mengenai hal ini, Bloom and Blair menyatakan, “Rata-rata tingkat kemampuan literasi (kemampuan melek huruf, membaca, dan menulis) Dunia Islam di abad pertengahan lebih tinggi daripada Byzantium dan Eropa. Karya tulis ditemukan di setiap tempat dalam peradaban ini.” (Islam: A Thousand Years of Faith and Power).&lt;br /&gt;Keemasan Khilafah ditulis secara jujur oleh sejarahwan dunia seperti Will Durant dalamStory of Civilization. “Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka.”&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana mungkin karya-karya cemerlang ini lahir dari sistem Khilafah yang dituduhkan jumud atau terbelakang? Namun yang paling penting, kewajiban menegakkan Khilafah bukan didasarkan pada kemaslahatan yang bisa kita raih itu. Kewajiban menegakkan Khilafah adalah kewajiban syariah yang berdasarkan akidah Islam. Kewajiban Khilafah merupakan perkara ma’lum[un] min ad-din bi asdh-dharurah. Demikianlah sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, “Mereka (para imam mazhab) telah bersepakat mengenai kewajiban mengangkat khalifah (menegakkan Khilafah).” [Farid Wadjdi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-5367448170384459118?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/5367448170384459118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/peradaban-emas-khilafah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5367448170384459118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5367448170384459118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/peradaban-emas-khilafah.html' title='Peradaban Emas Khilafah'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3236905134731184722</id><published>2011-04-12T00:18:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T00:19:00.440-07:00</updated><title type='text'>Revolusi Timur tengah Prolog Menuju Perubahan yang Hakiki</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Timur Tengah Prolog Menuju Perubahan yang Hakiki&lt;br /&gt;Oleh: Lajnah Siyasiyah DPP HTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang revolusi melanda dunia arab, berawal dari Tunisia dan dengan cepat menyebar ke Mesir, Libya, Yaman, Bahrain, Oman, Suriah, Yordania, dan mulai merembet ke Arab Saudi serta berjalan ke seluruh negeri Islam lainnya. Masyarakat  marah dan turun ke jalan-jalan untuk menuntut perubahan dengan mengganti rezim yang berkuasa, mereka menginginkan perubahan yang lebih baik. Meskipun mereka berhadapan dengan moncong senjata para pendukung penguasa, mereka tetap bergerak menuntut diturunkannya rezim Mubarak, Ben Ali, Qaddafi, Ali Abdullah Saleh dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diamati jalannya revolusi di dunia arab yang hingga kini masih terus berlangsung dan berproses maka banyak sekali analisis dari berbagai sudut pandang yang bisa ditelurkan, selain juga terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil.  Diantara pelajaran yang bisa diambil -tentu ini belum mencakup semuanya- antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam Belum Mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan masyarakat di negeri-negeri kaum muslim di dunia arab secara massif dan spontan menunjukkan bahwa umat Islam belum mati.  Umat masih memiliki vitalitas, meski selama ini daya vitalitas itu masih terpendam.  Juga tampak jelas bahwa umat Islam bisa bergerak dan bisa digerakkan secara massif. Umat masih menyimpan kekuatan besar untuk menyuarakan aspirasi mereka.  Dan umat masih memiliki mimpi dan harapan yang bisa menggerakkan mereka yang dalam kasus revolusi arab ini adalah mimpi perubahan, pergantian rezim, harapan akan hidup yang lebih baik dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan massif kaum muslim di dunia arab sekaligus juga menunjukkan bahwa segala upaya yang dilakukan oleh rezim para penguasa boneka dengan arahan tuan-tuan mereka kafir penjajah untuk membuat umat ini lumpuh dan mati rasa ternyata tidak berhasil. Segala bentuk tindakan represif dan bengis yang dilakukan para penguasa bersama para begundalnya tidak mampu memadamkan semangat umat dan membuat mereka mati kutu dihantui rasa takut untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut hak mereka. Pada awalnya upaya rezim itu terlihat berhasil pada sebagian dari umat sehingga menciutkan nyali mereka. Namun revolusi yang kita saksikan mengatakan bahwa umat telah berhasil menghancurkan penghalang berupa rasa takut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi yang telah dan sedang berjalan juga mengatakan bahwa kemiskinan tidak bisa mengkooptasi kehendak umat sehingga tidak bergerak karena sibuk hanya memikirkan masalah perut dan pemenuhan keseharian hidup dan dibelenggu oleh kemiskinan mereka.  Kondisi kaum muslim di Yaman, Tunisia dan Mesir yang banyak dihiasi kemiskinan tidak membuat mereka tidak bisa bergerak.  Justru merekalah yang lebih dahulu bergerak menuntut perubahan.  Justru kemiskinan bisa menjadi pemantik terjadinya gerakan massif.  Itulah yang terlihat di Tunisia.  Pergerakan massa di sana dipicu oleh seorang pemuda, Boazizi, seorang sarjana yang terpaksa berjualan sayuran di lapak gerobak kecil karena kemiskinannya, yang diperlakukan oleh aparat Tunisia secara buruk dengan merampas lapaknya, lalu ia melakukan protes dengan membakar diri hingga mati, dan berikutnya hal itu memacu pergerakan massif dan berakhir dengan tumbangnya Ben Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kemakmuran ternyata juga tidak bisa mematikan vitalitas umat.  Kemakmuran penduduk Libya tidak membuat mereka tidak bisa bergerak.  Perlu diketahui bahwa GNP Libya sekitar US $ 13.500 sampai US $ 15.000 per kapita.  Setiap orang penduduk Libya mendapat santuan dari negara sekitar 300 dinar atau US $ 400 (sekitar Rp. 3,6 juta ) per bulan.  Kemakmuran juga terlihat dari foto-foto suasana revolusi dimana dalam latar belakang terlihat berbagai jenis mobil mahal terlihat dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kenyataan itu makin membesarkan optimisme bahwa perubahan hakiki itu adalah mungkin, bukan mimpi.  Umat yang selama ini oleh sebagian orang dikatakan telah mati, ternyata tidak.  Umat belum mati.  Umat masih memiliki vitalitas. Umat hanya perlu dibangunkan dan disadarkan se-sadar-sadarnya dan dituntun untuk bergerak ke arah yang benar untuk mewujudkan perubahan yang hakiki.  Dan untuk itu terlihat jelas bahwa umat masih memiliki kesiapan untuk berkorban dengan apa saja termasuk nyawa mereka.  Itulah yang terlihat jelas dalam revolusi di Tunisia, Mesir, Yaman, Libya dan negeri lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Barat dan Yang Bersandar Pada Barat Hanyalah Semu dan Rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan turunnya rezim penguasa barat, seperti Ben Ali (antek Prancis) dan Mubarak (antek Amerika), dan segera Qaddafi (antek Inggris), menyusul berikutnya Ali Abdullah Saleh (Antek Inggris) dan akan diikuti oleh yang lain, memperlihatkan bahwa negara-negara barat tidak mampu untuk menghalangi keinginan rakyat untuk menggantikan para penguasa boneka itu.  Kekuatan Barat tidak berani untuk terus mempertahankan penguasa bonekanya betapapun besarnya pengabdian mereka selama ini.  Semua itu juga memperlihatkan bahwa kekuatan rezim-rezim yang disandarkan pada Barat  ternyata begitu rapuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi yang terjadi menegaskan kembali bahwa kekuasaan itu ada di tangan umat.  Juga menegaskan bahwa kekuatan yang sebenarnya adalah dengan bersandar pada kekuatan umat.  Jika umat sudah bergerak, meski hanya bergerak secara emosional dan spontan, tidak ada kekuatan baik Barat, rezim ataupun militer yang loyal kepada barat dan rezim, akan  bisa menghadangnya. Bisa dibayangkan jika rakyat bergerak bukan hanya emosional dan spontan, tetapi bergerak atas dorongan dan dipandu oleh kesadaran yang benar?  Jadi yang diperlukan dan ditunggu oleh umat tidak lain adalah kelomok yang bisa menanamkan kesadaran yang benar kepada mereka dan menuntun serta memimpin mereka ke arah perubahan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Tanpa Visi Rawan Dibajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu sisi, peristiwa revolusi dunia arab itu memiliki realita positif yaitu telah lenyapnya rasa takut dalam diri masyarakat terhadap penguasanya yang represif dan antek barat. Peristiwa-peristiwa itu juga meneriakkan perasaan-perasaan Islami. Masyarakat bergerak dengan teriakan takbir tanpa takut terhadap tindakan represif penguasa. Dari sisi lain, pergerakan itu mula-mula bersifat emosional dengan teriakan-teriakan umum. Pergerakan semacam ini akan mudah bagi kekuatan internasional yang berpengaruh dan antek-anteknya di negeri tersebut untuk mengendalikannya. Justru, di sinilah titik rawan dari pergolakan di Timur Tengah. Perubahan tanpa visi yang jelas tentang sistem masa depan, bisa dibajak oleh siapa saja, termasuk rezim lama yang berganti wajah menjadi pendukung rakyat dan terkesan reformis. Termasuk, rawan dibajak kepentingan asing. Perubahan sebatas personel rezim menjadi cara untuk revitalisasi dominasi negara besar dengan mengangkat rezim baru yang tetap dalam kontrol mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara itu dipahami oleh setiap orang yang penuh perhatian dan mukhlish. Yaitu bahwa pergerakan-pergerakan itu bersifat emosional, maka mudah bagi kekuatan barat dan antek-anteknya untuk mengendalikannya. Karena itu kekuatan mukhlis itu memfokuskan kontak mereka dengan orang-orang yang melakukan perlawanan untuk menyadarkan mereka dan membuat mereka bisa melihat apa yang terjadi. Juga untuk mendorong mereka agar tidak meremehkan darah yang telah ditumpahkan dan agar mereka menjadikan tuntutan perlawanannya sesuai dengan hukum-hukum agama mereka, di mana mereka meneriakkan takbir dan tahlil… Karena itu dengan memahami hakikat perubahan  sesuai dengan tuntutan agama mereka yaitu dengan perubahan sistem yang diperintahkan Allah kepada mereka yaitu sistem yang berlandaskan sistem Islam maka mereka akan memperoleh perubahan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski perubahan yang telah dan sedang berlangsung di dunia islam saat ini, baru sebatas perubahan personel rezim, belum perubahan rezim secara total, apalagi perubahan hakiki, tetapi meski perubahan baru sebatas itu tetaplah sangat berarti dan dari satu sisi penuh berkah.  Dan semoga perubahan itu akan menjadi prolog bagi terwujudnya perubahan hakiki.  Setidaknya, perubahan itu akan bisa membuka ruang lebih lebar dan lebih leluasa bagi upaya edukasi umat untuk membentuk opini umum berlandaskan kesadaran.  Dan tentu saja perubahan yang telah dan sedang terjadi akan makin menambah optimisme bagi terwujudnya perubahan hakiki ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Perubahan Hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sekecil apapun tidaklah datang dengan sendirinya turun dari langit.  Jika terjadi perubahan di masyarakat apapun bentuk dan skala perubahan itu maka sesungguhnya pasti ada pihak-pihak di masyarakat yang berupaya mewujudkan perubahan itu.  Sebab Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;} إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ {&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS ar-Ra’d [13]: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga terjadi perubahan dari mereka dimana bisa jadi dari mereka atau orang yang mengatur dan mengurus urusan mereka atau dari orang yang menjadi bagian dari mereka menurut satu sebab (Al-Qurthubi, Jâmi’ al-Bayân li Ahkâm al-Qur`ân (Tafsîr al-Qurthubî), tafsir surat ar-Ra’d : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Perubahan Hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan hakiki yang dimaksud adalah revolusi yang hakiki. Yaitu perubahan yang bersifat mendasar dan menyeluruh dalam segala aspek kehidupan.  Revolusi -yang sebenarnya bukan hanya sekedar sebutan- di seluruh dunia di manapun adalah perubahan menyeluruh atas kondisi politik, ekonomi dan semua aspek kehidupan. Itu merupakan peralihan dari kondisi yang buruk ke kondisi yang lebih baik. Revolusi itu merupakan pemulihan hak-hak umat dan kehebatan umat serta penarikan kembali kekayaan umat yang dicuri oleh para koruptor.  Juga merupakan pemulihan kepribadian umat dan kehebatannya yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang hakiki itu bukan hanya perubahan orang dan personel sementara sistem yang berlaku tetap eksis.  Perubahan yang hakiki itu adalah perubahan sistem yang digunakan untuk mengatur kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi di seluruh dunia termasuk yang telah dan sedang terjadi di dunia Islam memberikan pelajaran penting.  Yaitu bahwa perubahan hakiki itu memerlukan dua perkara: pertama, Opini umum yang terpancar dari kesadaran umum, bukan hanya opini umum saja. Dan kedua, Nushrah (pertolongan) dari ahlul quwah, dan bukan sembarang nushrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan hakiki yang dimaksud itu terepresentasi dengan tegaknya Daulah Khilafah Rasyidah.  Dalam hal ini Mahmud Abdul Karim Hasan menjelaskan bahwa mewujudkan Daulah Islamiyah itu berarti mewujudkan dua perkara: pertama, mewujudkan opini umum yang dipimpin oleh keimanan terhadap Islam dan memiliki kesadaran umum atas wajibnya terikat dengan Islam, wajibnya penerapan Islam dan wajibnya mewujudkan negaranya dan melindunginya.  Kedua, mewujudkan kekuatan atau kekuasaan yang merealiasasi penerapan Islam, melindunginya dan memungkinkannya untuk menyebarkan dan mendakwahkan Islam di seluruh dunia (Mahmud Abdul Karim Hasan, at-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyah, hal. 64-65, cet. ii. 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwujudnya opini umum yang berdasarkan kesadaran itu pada hakikatnya adalah mewujudkan umat yang terdidik (al-ummah al-mutatsaqqafah) hingga mempunyai kesadaran umum tentang Islam, dan kesadaran politik.  Kesadaran umum tentang Islam (al-wa’yu al-’am ‘an al-Islam) dalam diri umat artinya umat paham sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi hukum, politik luar negeri, dsb, meski tidak sampai detil-detilnya. Sementara kesadaran politik (al-wa’yu as-siyasi) dalam diri umat artinya umat paham kondisi, konstelasi dan peta dunia dari perspektif Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharusan dan urgensi adanya umat yang terdidik itu juga bisa kita lihat dengan jelas dari perubahan dan revolusi yang telah dan sedang terjadi di dunia Islam bahkan di seluruh dunia, termasuk yang terjadi di negeri ini.  Bergeraknya masyarakat menuntut perubahan di Tunisia, Mesir, Yaman, termasuk dahulu di negeri ini, terjadi karena adanya kelompok terdidik yang secara terus menerus menyuarakan perubahan dan menggerakkannya, meski sayang baru sebatas perubahan rezim bahkan hanya personel rezim saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat yang terdidik di atas tentu saja tidak bisa ada dengan sendirinya dan tidak mungkin terbentuk begitu saja dari tubuh umat.  Untuk mewujudkannya wajib ada pihak yang mendidik/mentatsqîf umat.  Edukasi untuk mewujudkan umat yang terdidik itu hanya akan bisa dilakukan oleh partai politik ideologis (hizbun siyasiyun mabda’iyun), sebab yang ingin diwujudkan adalah umat yang terdidik secara ideologi dan politik.  Partai tersebut tentu saja bukan sembarang partai politik.  Partai itu haruslah partai yang mempunyai master plan (rancangan induk) perubahan, atau at-tsaqafah al-mutabannat (konsep yang diadopsi dan diperjuangkan) yang menjadi fikrah-nya baik sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi, politik luar negeri, dsb.  Disamping itu, partai itu juga haruslah partai yang mempunyai road map (peta jalan), atau thariqah. Thariqah-nya juga harus shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai ideologis itu dan para aktivisnya haruslah sadar betul posisi dan tanggungjawab besarnya dalam rangka merealisasi perubahan hakiki di tengah masyarakat.  Di atas pundak merekalah ditumpukan harapan umat saat ini akan terwujudnya perubahan hakiki itu.  Itu artinya nasib umat ke depan bertumpu di atas pundak mereka.  Hal itu menjelaskan betapa besarnya tanggungjawab sekaligus amanah yang harus dipikul oleh partai ideologis dan para aktivisnya itu.  Sekaligus juga menunjukkan betapa besar dosa yang harus dipikul jika tanggungjawab dan amanah itu ditelantarkan atau tidak ditunaikan dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun juga harus diingat bahwa perubahan selain dipengaruhi oleh adanya opini umum maka juga sangat ditentukan oleh dukungan ahlul quwah termasuk militer.  Revolusi yang telah dan sedang berjalan menunjukkan dengan jelas bahwa peranan militer sangat menentukan dalam perubahan.  Maka dalam mewujudkan perubahan, selain pembentukan opini umum berlandaskan kesadaran, maka juga sangat penting upaya-upaya mendapatkan dukungan dari ahlul quwah khususnya militer dan inilah yang disebut aktifitas thalab an-nushrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalab an-nushrah itu secara faktual menjadi kunci bagi terwujudnya perubahan.  Lebih dari itu thalab an-nushrah sesunguhnya merupakan hukum syara’ yang harus dipegangi.  Thalab an-nushrah itu merupakan bagian dari thariqah Nabi saw, yang wajib diambil dan diteladani.  Hal itu terlihat dari kekonsistenan Rasul saw melakukan thalab an-nushrah bagaimanapun kesulitan yang menghadang dan penyiksaan yang menimpa.  Kabilah yang pernah didatangi oleh Rasulullah antara lain: 1. banu ‘Aamir bin Sha’sha’ah, 2. Bani Muharif bin Khashfah, 3. Bani Fazarah, 4. bani Ghassan, 5. bani Murah, 6. Bani Hanifah, 7. Bani Sulaim, 8. Bani ‘Abbas, 9. Bani Nadlar, 10. Bani Baka’, 11. Bani Kindah, 12. Bani Kalb, 13. Bani Harits bin Ka’ab, 14. Bani  ‘Adzrah, 15. Bani Hadlaramah, 16. Bani Bakar bin Wail. (Nama-nama itu merujuk kepada Thabaqat Ibnu Sa’ad; Sirah Ibn Hisyam), 17. Bani Syaiban (Al-Bukhari, Raudlul Anif; Ibn Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam) dan 18. Bani Hamdan (Al Mustadrak, Al Hakim, dari Jabir, shahih dengan syarat Shahihain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat aktifitas thalab an-nushrah begitu penting dan strategis, terlebih karena wajib, Hizbut Tahrir menambahkan aktifitas thalab an-nushrah sebagai salah satu amal thariqah dalam menegakkan Khilafah Rasyidah atau mewujudkan perubahan yang hakiki.  Hizb telah dan terus berupaya melakukan thalab an-nushrah dengan dua tujuan: pertama, meminta perlindungan sehingga bisa mengemban dakwah dengan aman (li himâyah ad-da’wah); dan kedua, untuk sampai pada kekuasaan guna menegakkan Khilafah dan mengembalikan berhukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah di dalam kehidupan, negara dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizb menegaskan bahwa nushrah itu tidak boleh diminta dari individu, sebab Rasul tidak memintanya dari individu, kecuali individu itu menjadi representasi kelompok sehingga secara riil sebenarnya meminta nushrah dari jamaah.  Hizb juga menegaskan, nushrah tidak boleh diminta dari jamaah yang lemah.  Tetapi nushrah hanya diminta dari jamaah yang diduga kuat mampu menolong dakwah dan membelanya.  Jamaah itu juga tidak bleh terikat dengan institusi asing atau terikat dengan perjanjian internasional.  Nushrah yang diberikan juga tidak boleh dikaitkan dengans syarat apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun thalab an-nushrah merupakan kunci, namun thalab an-nushrah tidak menjadi aktifitas Hizb, tetapi hanya salah satu dari aktifitas Hizb.  Thalab an-nushrah bukan aktifitas anggota-anggota Hizb secara keseluruhan.  Akan tetapi yang bekerja melakukan thalab an-nushrah di satu wilayah hanyalah sejumlah kecil anggota yang jumlahnya tidak melebihi jumlah jari di satu tangan.  Tabiat aktifitas thalab an-nushrah tidak memungkinkan untuk menjadikan semua anggota melakukannya.  Tabiat akfifitas thalab an-nushrah justru  harus dilakukan oleh sejumlah anggota yang sangat terbatas.  Disamping itu, dari sirah Nabi saw, thalab an-Nushrah kebanyakan dilakukan oleh Beliau sendiri.  Sahabat yang pernah ditunjuk Rasul untuk melakukan aktifitas ini hanyalah Abu Bakar kepada Bani Bakr bin Wail dan Bani Syaiban, Ali bin AbinThalib ke Mina, dan Mush’ab bin Umair bersama As’ad bin Zurarah di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan thalab an-nushrah sangat dipengaruhi oleh sejauh mana keberhasilan proses edukasi umat.  Mahmud Abdul Karim Hasan menyatakan, “harus diisyaratkan di sini bahwa tidak mungkin beraktifitas untuk mewujudkan kekuatan untuk menerapkan Islam sebelum mewujudkan kesadaran umum di masyarakat dan suasana untuk itu serta kesiapan untuk menerapkannya.  Demikian juga tidak mungkin mengumumkan Daulah Islamiyah sebelum adanya opini umum Islami yang menginginkan eksistensi Daulah Islamiyah dan mendukungnya, serta melihatnya sebagai hak yang wajib dan solusi yang sahih bagi kondisi dan permasalahan umat.  Ia juga menambahkan, “jika terdapat kesadaran umum yang sahih tentang penegakan Daulah Islamiyah, dan melanjutkan kehidupan Islami serta eksistensi Daulah Islamiyah telah menjadi tuntutan kaum muslim, maka pada kondisi itu wajib mewujudkan kekuatan yang dengannya entitas Daulah Islam ditegakkan, sandaran dan kekuatan kufur dihilangkan dan Islam diterapkan.  Dan ini bersandar pada sejauh mana penyebaran ide Islami dan ide eksistensi daulah yang menerapkannya” (Mahmud Abdul Karim Hasan, at-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyah, hal. 65-66, cet. Ii. 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan itu pula yang tergambar dalam sirah Rasul saw.  Jabir bin Abdillah ra menuturkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَكَثَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ ، يَتْبَعُ النَّاسَ فِي مَنَازِلِهِمْ بعُكَاظٍ وَمَجَنَّةَ ، وَفِي الْمَوَاسِمِ بِمِنًى ، يَقُولُ : مَنْ يُؤْوِينِي ؟ مَنْ يَنْصُرُنِي حَتَّى أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي ، وَلَهُ الْجَنَّةُ ؟ … حَتَّى بَعَثَنَا اللَّهُ لَهُ مِنْ يَثْرِبَ ، فَآوَيْنَاهُ ، وَصَدَّقْنَاهُ ، فَيَخْرُجُ الرَّجُلُ مِنَّا فَيُؤْمِنُ بِهِ ، وَيُقْرِئُهُ الْقُرْآنَ ، فَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ فَيُسْلِمُونَ بِإِسْلاَمِهِ ، حَتَّى لَمْ يَبْقَ دَارٌ مِنْ دُورِ الأَنْصَارِ إِلاَّ وَفِيهَا رَهْطٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ، يُظْهِرُونَ الإِِسْلاَمَ ، ثُمَّ ائْتَمَرُوا جَمِيعًا ، فَقُلْنَا : حَتَّى مَتَى نَتْرُكُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُطْرَدُ فِي جِبَالِ مَكَّةَ وَيَخَافُ ؟ فَرَحَلَ إِلَيْهِ مِنَّا سَبْعُونَ رَجُلاً حَتَّى قَدِمُوا عَلَيْهِ فِي الْمَوْسِمِ ، فَوَاعَدْنَاهُ شِعْبَ الْعَقَبَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul saw tinggal di Mekah sepuluh tahun, Beliau mendatangi orang-orang di tempat-tempat tinggal mereka di Ukazh dan Majannah dan di musim-musim haji di Mina.  Beliau berkata: siapa yang mendukungku? siapa yang menolongku hingga aku bisa menyampaikan risalah Rabbku, dan baginya surga?  … Hingga Allah mengutus kami dari Yatsrib, maka kami mendukung beliau dan membenarkan beliau.  Seorang laki-laki dari kami beriman kepada beliau, dan beliau membacakan al-Quran kepadanya, kemudian dia pulang ke keluarganya sehingga mereka masuk Islam dengan keIslaman dia.  Hingga tidak tersisa satu rumah pun dari rumah-rumah Anshar kecuali di dalamnya ada sekelompok orang muslim, mereka menampakkan agama mereka, kemudian mereka semua berkumpul (tsumma I’tamarû jamî’an).  Maka kami katakan : sampai kapan kita biarkan Rasulullah saw terusir di bukit Mekah dan dicekam ketakutan?  Maka 70 orang dari kami pergi hingga mereka datang di musim haji dan beliau berjanji bertemu dengan kami di celah bukit ‘Aqabah … (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad, al-Hakim dan al-Baihaqi juga mengeluarkan riwayat tersebut dengan lafazh sedikit berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… فَائْتَمَرْنَا وَاجْتَمَعْنَا وَقُلْنَا حَتَّى مَتَى رَسُوْلُ اللهِ r يُطَرَّدُ فِي جِبَالِ مَكَّةَ وَيَخَافُ ، فَرَحَلْنَا حَتَّى قَدِمْنَا عَلَيْهِ فِي الْمَوْسِمِ فَوَاعَدْنَا بَيْعَةَ الْعَقَبَةِ …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… maka kami bermuktamar dan berkumpul, dan kami katakan “sampai kapan Rasululalh saw terusir di bukit Mekah dan dicekam ketakutan, maka kami pergi hingga kami datang kepada beliau di musim-musim haji lalu kami saling berjanji dalam Baiat al-’Aqabah II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Abdul Karim Hasan mengomentari riwayat ini, “maka mereka menyelenggarakan muktamar di Madinah dan mereka memutuskan untuk pergi kepada Nabi saw dan membaiat beliau atas apa saja yang beliau minta dan syaratkan” (Mahmud Abdul Karim Hasan, at-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyah, hal. 84, cet. Ii. 2004).  Aktivitas thalab an-nushrah di Madinah itu ditugaskan oleh Rasul kepada Mush’ab bin Umair, ditemani oleh As’ad bin Zurarah.  Keduanya meminta nushrah kepada para pemimpin suku Aws dan Khazraj -dua suku terbesar dan terkuat di Madinah- seperti Sa’ad bin Mu’adz, Amru bin al-Jamuh, Sa’ad bin Ubadah, dsb.  Disamping aktifitas thalab an-nushrah itu mereka juga melakukan dakwah bersama kaum muslim di Madinah untuk membentuk opini umum yang terpancar dari kesadaran.  Ketika opini umum berlandaskan kesadaran itu terwujud di tengah masyarakat Madinah, maka ahlul quwah terdorong memberikan nushrah kepada Rasul saw dan dengan itu tegaklah Daulah Islamiyah di Madinah dan terwujudlah perubahan hakiki di tengah masyarakat Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak jelas bahwa dalam terwujudnya keberhasilan aktifitas thalab an-nushrah ini peran umat sangatlah penting.  Hizb menegaskan, “kita tidak lupa di sini bahwa umat memiliki peran penting dalam menggerakkan ahlul quwah. Hal itu bahwa ahul quwah wa al-man’ah jika merasakan keterpengaruhan umat dengan Islam secara hakiki, dan bahwa umat siap secara penuh untuk berkorban demi Islam, maka ini akan menjadi faktor pentng dalam terdorongnya ahlul quwah untuk menolong Islam dan menegakkan daulahnya” (Wujûb al-‘Amal li Iqâmah ad-Dawlah al-Islâmiyyah Dhimna Jamâ’ah wa bi Tharîqah Rasûl, Silsilah Afkâr Yajibu an Tushahhah II, hal. 22, Lajnah Tsaqafiyah Hizbut Tahrir Wilayah Irak. 1426 H/2005 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian aktifitas edukasi dan pembentukan opini umum berdasarkan pada kesadaran umum memegang peranan penting bahkan bisa dikatakan sangat menentukan bagi keberhasilan akfititas thalab an-nushrah.  Dan aktifitas edukasi umat itulah yang menjadi aktifitas seluruh organ, anggota dan kekuatan partai ideologis itu.  Maka makin cepat dan makin besar terwujud opini umum yang berlandaskan kesadaran akan Islam dan kesadaran politik, makin cepat dan makin besar pula kemungkinan berhasilnya aktifitas thalab an-nushrah.  Di sinilah kegigihan setiap orang dengan posisi, peran dan potensi masing-masing, untuk terlibat dalam proses edukasi itu, selain bernilai tinggi dan sangat mulia di hadapan Allah, juga memiliki peran strategis dan bernilai tinggi bagi terwujudnya perubahan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas edukasi dalam rangka menanamkan kesadaran akan Islam dan kesadaran politik itu terangkum dalam aktivitas-aktivitas yang menjadi aktivitas pada tahapan tafâ`ul ma’a al-ummah. Aktivitas pembinaan intensif dilakukan untuk mendarah dagingkan ideologi Islam dalam diri mereka yang menjadi mutsaqqif al-ummah (pendidik umat). Pembinaan umum untuk menyampaikan ideologi Islam kepada khalayak secara massal. Pergolakan pemikiran (ash-shirâ`u al-fikriy) yang difokuskan pada ide-ide dan kepentingan ghayr âniyah (bukan kekinian) termasuk grand strategi musuh yang bersifat jangka panjang. Sementara untuk edukasi terkait masalah kemaslahatan kekinian dilakukan melalui tabanni mashâlih al-ummah.  Ditambah aktivitas perjuangan politis (al-kifâh as-siyâsî) yang menyasar ide-ide dan kepentingan yang bersifat âniyah (kekinian) yang secara rinci dilakukan melalui dua bentuk aktifitas, pertama, kasyf al-khuthath membongkar strategi dan taktik musuh untuk menyerang dan menghancurkan umat; dan kedua, memerangi penguasa (muqâra’ah al-hukâm) dengan cara menelanjangi jati diri dan kebobrokan penguasa yang merupakan antek barat dan pengabaian mereka terhadap kepentingan umat.  Semua aktivitas itu pada dasarnya adalah aktivitas edukasi untuk menanamkan kesadaran akan Islam dan kesadaran politik dalam diri umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Muhsin Radhi dalam tesisnya tentang Hizbut Tahrir di Universitas Islam Baghdad (2006/2007) mengatakan bahwa dalam tahapan ini maka seluruh struktur, anggota bahkan semua pribadi yang ada di dalam Hizb harus menjalin kontak dengan masyarakat, harus mengatakan kepada masyarakat ide-ide, pandangan-pandangan, dan hukum-hukum yang diturunkan pada fakta-fakta yang terjadi di masyarakat.  Oleh karena itu ia harus mengetahui kejadian-kejadian kasuistik dan harus memberikan pandangan tentangnya.  Jika tidak maka ia akan kehilangan topik kontak dan berikutnya kehilangan kontak (ittishal). Oleh karena itu ia harus memonitor aktifitas-aktifitas parsial yang terjadi di masyarakat.  Ia juga harus menelaah kembali (muraja’ah) buku-buku Hizb untuk menegaskan pendapat-pendapat yang diterapkan pada aktifitas-aktifitas parsial atau penderivasian ide-ide mutabanat yang termaktub di buku-buku. Bagaimanapun penguasaannya akan tsaqafah Hizb maka dengan alasan apapun ia tetap perlu melakukan muraja’ah.  Dan bagaimanapun kemampuannya maka ia perlu mengetahui kejadian-kejadian parsial artinya ia harus memonitor kejadian-kejadian kasuistik secara detil (Muhammad Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrîr Tsaqâfatuhu wa Manhajuhu fî Iqâmah al-Khilâfah al-Islâmiyyah, hal. 308, Universitas Islam Baghdad, 2006/2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana dan sekualitas apa seseorang terlibat dalam melakukan semua itu mengindikasikan sejauh mana pula ia memikul tanggungjawab dan menunaikan amanah yang ada di pundaknya sebagai bagian dari kelompok yang menjadi tumpuan harapan umat saat ini.  Hal ini hendaknya menjadi salah satu introspeksi wajib kita setiap hari, terutama ketika bermunajat kepada Allah dan dikala berkhalwat dengan Allah di keheningan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan edukasi diatas maka diperlukan fokus.  Yang harus dilakukan adalah fokus pada tujuan perubahan dan fokus pada pelaksanaan aktifitas pokok marhalah tafaul yang sejatinya merupakan aktifitas dan proses edukasi yang dimaksudkan diatas.  Aktifitas lain seperti yang disebut “aktifitas riil”, aktifitas sosial, pendidikan, apalagi pernak-pernik politik praktis, tidak boleh memalingkan dari aktifitas pokok itu.  Para aktivis perubahan hakiki juga harus menjadikan hidupnya berporos pada tujuan itu dan pada proses edukasi tersebut.  Waktunya hendaknya tidak habis sebagian besarnya untuk kepentingan dunianya, terkuras oleh pekerjaannya, dan tersedot untuk mencari kekayaan, atau bahkan lebih buruk lagi jika itu justru untuk kepentingan dunia orang lain.  Setiap diri aktivis hendaknya menghindarkan diri dan aktivitasnya agar tidak merecoki proses edukasi, mengacaukan proses itu, apalagi yang lebih buruk menghambatnya, na’ûdzu billâh min dzâlika.  Setiap aktivis juga harus selalu berpikir bagaimana aktivitasnya berkontribusi dalam proses edukasi umat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar proses edukasi itu berjalan secara efektif menghasilkan pengaruh maksimal maka pembentukan opini dan kesadaran itu harus digelindingkan secara kontinu dan terorganisir dimana semua aktifitas dengan berbagai ragamnya mengerucut pada agenda opini yang telah disusun.  Dalam hal itu saling kepercayaan apalagi kepercayaan kepada kepemimpinan jamaah mutlak diperlukan. Karena tanpa itu maka proses edukasi yang telah dirancang dan disusun tidak akan bisa berjalan dan menggelinding dengan baik.  Disini juga mutlak ada kepatuhan, bukan kepatuhan buta dan mati tanpa ruh melainkan kepatuhan yang dinamis dan kritis konstruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka secara keseluruhan yang harus ada adalah kematangan dan kedewasaan sikap berjamaah.  Dengan begitu maka gerbong upaya mewujudkan perubahan hakiki itu akan bisa terus berjalan, dan bahkan dengan akselerasi yang terus terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa upaya mewujudkan perubahan hakiki itu pasti memerlukan pengorbanan.  Pengorbanan dalam upaya mewujudkan sesuatu merupakan sesuatu yang pasti dan thabi’i.  Juga harus dipahami bahwa makin besar dan tinggi sesuatu yang ingin diwujudkan, makin besar dan tinggi pula pengorbanan yang harus diberikan.  Revolusi di arab yang sudah dan terus terjadi memberikan pelajaran berharga.  Jika untuk mewujdukan perubahan yang masih semu saja dibutuhkan pengorbanan dalam segala bentuknya hingga pengorbanan nyawa (di Mesir setidaknya ada 400 orang meninggal, Tunisia sekitar 200 orang, di Libya perkiraan sudah lebih dari 2000 orang).  Maka pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri adalah sejauh mana pengorbanan yang sudah kita berikan dan sejauh mana kesiapan kita untuk memberikan pengorbanan?  Maka hendaknya kita memupuk jiwa pengorbanan semaksimal mungkin hingga puncaknya kita siap mengorbankan segalanya sampai sampai tidak tersisa lagi yang bisa dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua itu faktor keikhlasan menjadi kunci.  Sebab hanya hamba yang ikhlas saja yang tidak akan bisa digoda oleh setan (QS al-Hijr [15]: 40 dan Shad [38]: 82).  Keikhlasan paripurn artinya hanya Allah dan kepentingan akhirat sajalah yang menjadi satu-satunya motiv perbuatan.  Keikhlasan paripurna berarti segala hal yang bersifat duniawi, baik harta, posisi, penghargaan, kebanggaan, pujian, celaan, cacian dan berbagai kepentingan dan hal duniawi tidak lagi berpengaruh.  Keikhlasan juga berarti menjadikan dunia berada di genggaman tangan, bukan berada di hati, sementara hati dipenuhi oleh Allah dan kepentingan akhirat.  Keikhlasan itu berarti menjadikan keridhaan dan kehidupan mulia di akhirat terus membayang di pelupuk mata, bukannya dunia, jabatan, prestise, kekayaan, dan hal-hal duniawi lainnya.  Keikhlasan seperti itu akan melahirkan keistiqamahan. Keikhlasan akan menjadikan seseorang bisa memberikan kontribusi maksimal dalam posisi apapun, baik menjadi prajurit ataupun jenderal, dipimpin maupun memimpin.  Keikhlasan juga akan membuahkan dan melanggengkan pengorbanan dan memaksimalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian pelajaran yang bisa diambil dari perubahan dan revolusi yang telah dan sedang berlangsung di dunia Islam.  Tentu masih banyak pelajaran lain yang bisa diambil.  Itu pulalah sebagian hal-hal penting yang harus dilakukan, harus diwujudkan.  Semua itu lebih untuk menjadi bahan instronspeksi dan kontemplasi dalam rangka memberikan yang terbaik dan maksimal di jalan perubahan hakiki ini, dan tentu saja dengan itu semoga pertolongan dengan terwujudnya perubahan hakiki akan segera diturunkan oleh Allah SWT.  Dan semoga hal itu terealisir melalui tangan kita.  Allâhumma anjiz lanâ mâ wa’adtaka ‘alâ rasûlika bi ‘awdat[i] al-Khilâfah ar-Râsyidah ‘alâ minhâj an-nabiyyika, Allâhumma ij’alnâ min man aqâmahâ bi aydînâ, Allâhumma tsabbit aqdâmanâ wa unshurnâ fî thâ’atika, âmîn. [ YA]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3236905134731184722?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3236905134731184722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/revolusi-timur-tengah-prolog-menuju_12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3236905134731184722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3236905134731184722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/revolusi-timur-tengah-prolog-menuju_12.html' title='Revolusi Timur tengah Prolog Menuju Perubahan yang Hakiki'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7511735579782246080</id><published>2011-04-11T17:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T17:08:10.526-07:00</updated><title type='text'>Revolusi Timur tengah Prolog Menuju Perubahan yang Hakiki</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Timur Tengah Prolog Menuju Perubahan yang Hakiki&lt;br /&gt;Oleh: Lajnah Siyasiyah DPP HTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang revolusi melanda dunia arab, berawal dari Tunisia dan dengan cepat menyebar ke Mesir, Libya, Yaman, Bahrain, Oman, Suriah, Yordania, dan mulai merembet ke Arab Saudi serta berjalan ke seluruh negeri Islam lainnya. Masyarakat  marah dan turun ke jalan-jalan untuk menuntut perubahan dengan mengganti rezim yang berkuasa, mereka menginginkan perubahan yang lebih baik. Meskipun mereka berhadapan dengan moncong senjata para pendukung penguasa, mereka tetap bergerak menuntut diturunkannya rezim Mubarak, Ben Ali, Qaddafi, Ali Abdullah Saleh dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diamati jalannya revolusi di dunia arab yang hingga kini masih terus berlangsung dan berproses maka banyak sekali analisis dari berbagai sudut pandang yang bisa ditelurkan, selain juga terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil.  Diantara pelajaran yang bisa diambil -tentu ini belum mencakup semuanya- antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam Belum Mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan masyarakat di negeri-negeri kaum muslim di dunia arab secara massif dan spontan menunjukkan bahwa umat Islam belum mati.  Umat masih memiliki vitalitas, meski selama ini daya vitalitas itu masih terpendam.  Juga tampak jelas bahwa umat Islam bisa bergerak dan bisa digerakkan secara massif. Umat masih menyimpan kekuatan besar untuk menyuarakan aspirasi mereka.  Dan umat masih memiliki mimpi dan harapan yang bisa menggerakkan mereka yang dalam kasus revolusi arab ini adalah mimpi perubahan, pergantian rezim, harapan akan hidup yang lebih baik dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan massif kaum muslim di dunia arab sekaligus juga menunjukkan bahwa segala upaya yang dilakukan oleh rezim para penguasa boneka dengan arahan tuan-tuan mereka kafir penjajah untuk membuat umat ini lumpuh dan mati rasa ternyata tidak berhasil. Segala bentuk tindakan represif dan bengis yang dilakukan para penguasa bersama para begundalnya tidak mampu memadamkan semangat umat dan membuat mereka mati kutu dihantui rasa takut untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut hak mereka. Pada awalnya upaya rezim itu terlihat berhasil pada sebagian dari umat sehingga menciutkan nyali mereka. Namun revolusi yang kita saksikan mengatakan bahwa umat telah berhasil menghancurkan penghalang berupa rasa takut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi yang telah dan sedang berjalan juga mengatakan bahwa kemiskinan tidak bisa mengkooptasi kehendak umat sehingga tidak bergerak karena sibuk hanya memikirkan masalah perut dan pemenuhan keseharian hidup dan dibelenggu oleh kemiskinan mereka.  Kondisi kaum muslim di Yaman, Tunisia dan Mesir yang banyak dihiasi kemiskinan tidak membuat mereka tidak bisa bergerak.  Justru merekalah yang lebih dahulu bergerak menuntut perubahan.  Justru kemiskinan bisa menjadi pemantik terjadinya gerakan massif.  Itulah yang terlihat di Tunisia.  Pergerakan massa di sana dipicu oleh seorang pemuda, Boazizi, seorang sarjana yang terpaksa berjualan sayuran di lapak gerobak kecil karena kemiskinannya, yang diperlakukan oleh aparat Tunisia secara buruk dengan merampas lapaknya, lalu ia melakukan protes dengan membakar diri hingga mati, dan berikutnya hal itu memacu pergerakan massif dan berakhir dengan tumbangnya Ben Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kemakmuran ternyata juga tidak bisa mematikan vitalitas umat.  Kemakmuran penduduk Libya tidak membuat mereka tidak bisa bergerak.  Perlu diketahui bahwa GNP Libya sekitar US $ 13.500 sampai US $ 15.000 per kapita.  Setiap orang penduduk Libya mendapat santuan dari negara sekitar 300 dinar atau US $ 400 (sekitar Rp. 3,6 juta ) per bulan.  Kemakmuran juga terlihat dari foto-foto suasana revolusi dimana dalam latar belakang terlihat berbagai jenis mobil mahal terlihat dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kenyataan itu makin membesarkan optimisme bahwa perubahan hakiki itu adalah mungkin, bukan mimpi.  Umat yang selama ini oleh sebagian orang dikatakan telah mati, ternyata tidak.  Umat belum mati.  Umat masih memiliki vitalitas. Umat hanya perlu dibangunkan dan disadarkan se-sadar-sadarnya dan dituntun untuk bergerak ke arah yang benar untuk mewujudkan perubahan yang hakiki.  Dan untuk itu terlihat jelas bahwa umat masih memiliki kesiapan untuk berkorban dengan apa saja termasuk nyawa mereka.  Itulah yang terlihat jelas dalam revolusi di Tunisia, Mesir, Yaman, Libya dan negeri lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Barat dan Yang Bersandar Pada Barat Hanyalah Semu dan Rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan turunnya rezim penguasa barat, seperti Ben Ali (antek Prancis) dan Mubarak (antek Amerika), dan segera Qaddafi (antek Inggris), menyusul berikutnya Ali Abdullah Saleh (Antek Inggris) dan akan diikuti oleh yang lain, memperlihatkan bahwa negara-negara barat tidak mampu untuk menghalangi keinginan rakyat untuk menggantikan para penguasa boneka itu.  Kekuatan Barat tidak berani untuk terus mempertahankan penguasa bonekanya betapapun besarnya pengabdian mereka selama ini.  Semua itu juga memperlihatkan bahwa kekuatan rezim-rezim yang disandarkan pada Barat  ternyata begitu rapuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi yang terjadi menegaskan kembali bahwa kekuasaan itu ada di tangan umat.  Juga menegaskan bahwa kekuatan yang sebenarnya adalah dengan bersandar pada kekuatan umat.  Jika umat sudah bergerak, meski hanya bergerak secara emosional dan spontan, tidak ada kekuatan baik Barat, rezim ataupun militer yang loyal kepada barat dan rezim, akan  bisa menghadangnya. Bisa dibayangkan jika rakyat bergerak bukan hanya emosional dan spontan, tetapi bergerak atas dorongan dan dipandu oleh kesadaran yang benar?  Jadi yang diperlukan dan ditunggu oleh umat tidak lain adalah kelomok yang bisa menanamkan kesadaran yang benar kepada mereka dan menuntun serta memimpin mereka ke arah perubahan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Tanpa Visi Rawan Dibajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu sisi, peristiwa revolusi dunia arab itu memiliki realita positif yaitu telah lenyapnya rasa takut dalam diri masyarakat terhadap penguasanya yang represif dan antek barat. Peristiwa-peristiwa itu juga meneriakkan perasaan-perasaan Islami. Masyarakat bergerak dengan teriakan takbir tanpa takut terhadap tindakan represif penguasa. Dari sisi lain, pergerakan itu mula-mula bersifat emosional dengan teriakan-teriakan umum. Pergerakan semacam ini akan mudah bagi kekuatan internasional yang berpengaruh dan antek-anteknya di negeri tersebut untuk mengendalikannya. Justru, di sinilah titik rawan dari pergolakan di Timur Tengah. Perubahan tanpa visi yang jelas tentang sistem masa depan, bisa dibajak oleh siapa saja, termasuk rezim lama yang berganti wajah menjadi pendukung rakyat dan terkesan reformis. Termasuk, rawan dibajak kepentingan asing. Perubahan sebatas personel rezim menjadi cara untuk revitalisasi dominasi negara besar dengan mengangkat rezim baru yang tetap dalam kontrol mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara itu dipahami oleh setiap orang yang penuh perhatian dan mukhlish. Yaitu bahwa pergerakan-pergerakan itu bersifat emosional, maka mudah bagi kekuatan barat dan antek-anteknya untuk mengendalikannya. Karena itu kekuatan mukhlis itu memfokuskan kontak mereka dengan orang-orang yang melakukan perlawanan untuk menyadarkan mereka dan membuat mereka bisa melihat apa yang terjadi. Juga untuk mendorong mereka agar tidak meremehkan darah yang telah ditumpahkan dan agar mereka menjadikan tuntutan perlawanannya sesuai dengan hukum-hukum agama mereka, di mana mereka meneriakkan takbir dan tahlil… Karena itu dengan memahami hakikat perubahan  sesuai dengan tuntutan agama mereka yaitu dengan perubahan sistem yang diperintahkan Allah kepada mereka yaitu sistem yang berlandaskan sistem Islam maka mereka akan memperoleh perubahan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski perubahan yang telah dan sedang berlangsung di dunia islam saat ini, baru sebatas perubahan personel rezim, belum perubahan rezim secara total, apalagi perubahan hakiki, tetapi meski perubahan baru sebatas itu tetaplah sangat berarti dan dari satu sisi penuh berkah.  Dan semoga perubahan itu akan menjadi prolog bagi terwujudnya perubahan hakiki.  Setidaknya, perubahan itu akan bisa membuka ruang lebih lebar dan lebih leluasa bagi upaya edukasi umat untuk membentuk opini umum berlandaskan kesadaran.  Dan tentu saja perubahan yang telah dan sedang terjadi akan makin menambah optimisme bagi terwujudnya perubahan hakiki ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Perubahan Hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sekecil apapun tidaklah datang dengan sendirinya turun dari langit.  Jika terjadi perubahan di masyarakat apapun bentuk dan skala perubahan itu maka sesungguhnya pasti ada pihak-pihak di masyarakat yang berupaya mewujudkan perubahan itu.  Sebab Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;} إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ {&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS ar-Ra’d [13]: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga terjadi perubahan dari mereka dimana bisa jadi dari mereka atau orang yang mengatur dan mengurus urusan mereka atau dari orang yang menjadi bagian dari mereka menurut satu sebab (Al-Qurthubi, Jâmi’ al-Bayân li Ahkâm al-Qur`ân (Tafsîr al-Qurthubî), tafsir surat ar-Ra’d : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Perubahan Hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan hakiki yang dimaksud adalah revolusi yang hakiki. Yaitu perubahan yang bersifat mendasar dan menyeluruh dalam segala aspek kehidupan.  Revolusi -yang sebenarnya bukan hanya sekedar sebutan- di seluruh dunia di manapun adalah perubahan menyeluruh atas kondisi politik, ekonomi dan semua aspek kehidupan. Itu merupakan peralihan dari kondisi yang buruk ke kondisi yang lebih baik. Revolusi itu merupakan pemulihan hak-hak umat dan kehebatan umat serta penarikan kembali kekayaan umat yang dicuri oleh para koruptor.  Juga merupakan pemulihan kepribadian umat dan kehebatannya yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang hakiki itu bukan hanya perubahan orang dan personel sementara sistem yang berlaku tetap eksis.  Perubahan yang hakiki itu adalah perubahan sistem yang digunakan untuk mengatur kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi di seluruh dunia termasuk yang telah dan sedang terjadi di dunia Islam memberikan pelajaran penting.  Yaitu bahwa perubahan hakiki itu memerlukan dua perkara: pertama, Opini umum yang terpancar dari kesadaran umum, bukan hanya opini umum saja. Dan kedua, Nushrah (pertolongan) dari ahlul quwah, dan bukan sembarang nushrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan hakiki yang dimaksud itu terepresentasi dengan tegaknya Daulah Khilafah Rasyidah.  Dalam hal ini Mahmud Abdul Karim Hasan menjelaskan bahwa mewujudkan Daulah Islamiyah itu berarti mewujudkan dua perkara: pertama, mewujudkan opini umum yang dipimpin oleh keimanan terhadap Islam dan memiliki kesadaran umum atas wajibnya terikat dengan Islam, wajibnya penerapan Islam dan wajibnya mewujudkan negaranya dan melindunginya.  Kedua, mewujudkan kekuatan atau kekuasaan yang merealiasasi penerapan Islam, melindunginya dan memungkinkannya untuk menyebarkan dan mendakwahkan Islam di seluruh dunia (Mahmud Abdul Karim Hasan, at-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyah, hal. 64-65, cet. ii. 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwujudnya opini umum yang berdasarkan kesadaran itu pada hakikatnya adalah mewujudkan umat yang terdidik (al-ummah al-mutatsaqqafah) hingga mempunyai kesadaran umum tentang Islam, dan kesadaran politik.  Kesadaran umum tentang Islam (al-wa’yu al-’am ‘an al-Islam) dalam diri umat artinya umat paham sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi hukum, politik luar negeri, dsb, meski tidak sampai detil-detilnya. Sementara kesadaran politik (al-wa’yu as-siyasi) dalam diri umat artinya umat paham kondisi, konstelasi dan peta dunia dari perspektif Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharusan dan urgensi adanya umat yang terdidik itu juga bisa kita lihat dengan jelas dari perubahan dan revolusi yang telah dan sedang terjadi di dunia Islam bahkan di seluruh dunia, termasuk yang terjadi di negeri ini.  Bergeraknya masyarakat menuntut perubahan di Tunisia, Mesir, Yaman, termasuk dahulu di negeri ini, terjadi karena adanya kelompok terdidik yang secara terus menerus menyuarakan perubahan dan menggerakkannya, meski sayang baru sebatas perubahan rezim bahkan hanya personel rezim saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat yang terdidik di atas tentu saja tidak bisa ada dengan sendirinya dan tidak mungkin terbentuk begitu saja dari tubuh umat.  Untuk mewujudkannya wajib ada pihak yang mendidik/mentatsqîf umat.  Edukasi untuk mewujudkan umat yang terdidik itu hanya akan bisa dilakukan oleh partai politik ideologis (hizbun siyasiyun mabda’iyun), sebab yang ingin diwujudkan adalah umat yang terdidik secara ideologi dan politik.  Partai tersebut tentu saja bukan sembarang partai politik.  Partai itu haruslah partai yang mempunyai master plan (rancangan induk) perubahan, atau at-tsaqafah al-mutabannat (konsep yang diadopsi dan diperjuangkan) yang menjadi fikrah-nya baik sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi, politik luar negeri, dsb.  Disamping itu, partai itu juga haruslah partai yang mempunyai road map (peta jalan), atau thariqah. Thariqah-nya juga harus shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai ideologis itu dan para aktivisnya haruslah sadar betul posisi dan tanggungjawab besarnya dalam rangka merealisasi perubahan hakiki di tengah masyarakat.  Di atas pundak merekalah ditumpukan harapan umat saat ini akan terwujudnya perubahan hakiki itu.  Itu artinya nasib umat ke depan bertumpu di atas pundak mereka.  Hal itu menjelaskan betapa besarnya tanggungjawab sekaligus amanah yang harus dipikul oleh partai ideologis dan para aktivisnya itu.  Sekaligus juga menunjukkan betapa besar dosa yang harus dipikul jika tanggungjawab dan amanah itu ditelantarkan atau tidak ditunaikan dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun juga harus diingat bahwa perubahan selain dipengaruhi oleh adanya opini umum maka juga sangat ditentukan oleh dukungan ahlul quwah termasuk militer.  Revolusi yang telah dan sedang berjalan menunjukkan dengan jelas bahwa peranan militer sangat menentukan dalam perubahan.  Maka dalam mewujudkan perubahan, selain pembentukan opini umum berlandaskan kesadaran, maka juga sangat penting upaya-upaya mendapatkan dukungan dari ahlul quwah khususnya militer dan inilah yang disebut aktifitas thalab an-nushrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalab an-nushrah itu secara faktual menjadi kunci bagi terwujudnya perubahan.  Lebih dari itu thalab an-nushrah sesunguhnya merupakan hukum syara’ yang harus dipegangi.  Thalab an-nushrah itu merupakan bagian dari thariqah Nabi saw, yang wajib diambil dan diteladani.  Hal itu terlihat dari kekonsistenan Rasul saw melakukan thalab an-nushrah bagaimanapun kesulitan yang menghadang dan penyiksaan yang menimpa.  Kabilah yang pernah didatangi oleh Rasulullah antara lain: 1. banu ‘Aamir bin Sha’sha’ah, 2. Bani Muharif bin Khashfah, 3. Bani Fazarah, 4. bani Ghassan, 5. bani Murah, 6. Bani Hanifah, 7. Bani Sulaim, 8. Bani ‘Abbas, 9. Bani Nadlar, 10. Bani Baka’, 11. Bani Kindah, 12. Bani Kalb, 13. Bani Harits bin Ka’ab, 14. Bani  ‘Adzrah, 15. Bani Hadlaramah, 16. Bani Bakar bin Wail. (Nama-nama itu merujuk kepada Thabaqat Ibnu Sa’ad; Sirah Ibn Hisyam), 17. Bani Syaiban (Al-Bukhari, Raudlul Anif; Ibn Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam) dan 18. Bani Hamdan (Al Mustadrak, Al Hakim, dari Jabir, shahih dengan syarat Shahihain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat aktifitas thalab an-nushrah begitu penting dan strategis, terlebih karena wajib, Hizbut Tahrir menambahkan aktifitas thalab an-nushrah sebagai salah satu amal thariqah dalam menegakkan Khilafah Rasyidah atau mewujudkan perubahan yang hakiki.  Hizb telah dan terus berupaya melakukan thalab an-nushrah dengan dua tujuan: pertama, meminta perlindungan sehingga bisa mengemban dakwah dengan aman (li himâyah ad-da’wah); dan kedua, untuk sampai pada kekuasaan guna menegakkan Khilafah dan mengembalikan berhukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah di dalam kehidupan, negara dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizb menegaskan bahwa nushrah itu tidak boleh diminta dari individu, sebab Rasul tidak memintanya dari individu, kecuali individu itu menjadi representasi kelompok sehingga secara riil sebenarnya meminta nushrah dari jamaah.  Hizb juga menegaskan, nushrah tidak boleh diminta dari jamaah yang lemah.  Tetapi nushrah hanya diminta dari jamaah yang diduga kuat mampu menolong dakwah dan membelanya.  Jamaah itu juga tidak bleh terikat dengan institusi asing atau terikat dengan perjanjian internasional.  Nushrah yang diberikan juga tidak boleh dikaitkan dengans syarat apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun thalab an-nushrah merupakan kunci, namun thalab an-nushrah tidak menjadi aktifitas Hizb, tetapi hanya salah satu dari aktifitas Hizb.  Thalab an-nushrah bukan aktifitas anggota-anggota Hizb secara keseluruhan.  Akan tetapi yang bekerja melakukan thalab an-nushrah di satu wilayah hanyalah sejumlah kecil anggota yang jumlahnya tidak melebihi jumlah jari di satu tangan.  Tabiat aktifitas thalab an-nushrah tidak memungkinkan untuk menjadikan semua anggota melakukannya.  Tabiat akfifitas thalab an-nushrah justru  harus dilakukan oleh sejumlah anggota yang sangat terbatas.  Disamping itu, dari sirah Nabi saw, thalab an-Nushrah kebanyakan dilakukan oleh Beliau sendiri.  Sahabat yang pernah ditunjuk Rasul untuk melakukan aktifitas ini hanyalah Abu Bakar kepada Bani Bakr bin Wail dan Bani Syaiban, Ali bin AbinThalib ke Mina, dan Mush’ab bin Umair bersama As’ad bin Zurarah di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan thalab an-nushrah sangat dipengaruhi oleh sejauh mana keberhasilan proses edukasi umat.  Mahmud Abdul Karim Hasan menyatakan, “harus diisyaratkan di sini bahwa tidak mungkin beraktifitas untuk mewujudkan kekuatan untuk menerapkan Islam sebelum mewujudkan kesadaran umum di masyarakat dan suasana untuk itu serta kesiapan untuk menerapkannya.  Demikian juga tidak mungkin mengumumkan Daulah Islamiyah sebelum adanya opini umum Islami yang menginginkan eksistensi Daulah Islamiyah dan mendukungnya, serta melihatnya sebagai hak yang wajib dan solusi yang sahih bagi kondisi dan permasalahan umat.  Ia juga menambahkan, “jika terdapat kesadaran umum yang sahih tentang penegakan Daulah Islamiyah, dan melanjutkan kehidupan Islami serta eksistensi Daulah Islamiyah telah menjadi tuntutan kaum muslim, maka pada kondisi itu wajib mewujudkan kekuatan yang dengannya entitas Daulah Islam ditegakkan, sandaran dan kekuatan kufur dihilangkan dan Islam diterapkan.  Dan ini bersandar pada sejauh mana penyebaran ide Islami dan ide eksistensi daulah yang menerapkannya” (Mahmud Abdul Karim Hasan, at-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyah, hal. 65-66, cet. Ii. 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan itu pula yang tergambar dalam sirah Rasul saw.  Jabir bin Abdillah ra menuturkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَكَثَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ ، يَتْبَعُ النَّاسَ فِي مَنَازِلِهِمْ بعُكَاظٍ وَمَجَنَّةَ ، وَفِي الْمَوَاسِمِ بِمِنًى ، يَقُولُ : مَنْ يُؤْوِينِي ؟ مَنْ يَنْصُرُنِي حَتَّى أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي ، وَلَهُ الْجَنَّةُ ؟ … حَتَّى بَعَثَنَا اللَّهُ لَهُ مِنْ يَثْرِبَ ، فَآوَيْنَاهُ ، وَصَدَّقْنَاهُ ، فَيَخْرُجُ الرَّجُلُ مِنَّا فَيُؤْمِنُ بِهِ ، وَيُقْرِئُهُ الْقُرْآنَ ، فَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ فَيُسْلِمُونَ بِإِسْلاَمِهِ ، حَتَّى لَمْ يَبْقَ دَارٌ مِنْ دُورِ الأَنْصَارِ إِلاَّ وَفِيهَا رَهْطٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ، يُظْهِرُونَ الإِِسْلاَمَ ، ثُمَّ ائْتَمَرُوا جَمِيعًا ، فَقُلْنَا : حَتَّى مَتَى نَتْرُكُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُطْرَدُ فِي جِبَالِ مَكَّةَ وَيَخَافُ ؟ فَرَحَلَ إِلَيْهِ مِنَّا سَبْعُونَ رَجُلاً حَتَّى قَدِمُوا عَلَيْهِ فِي الْمَوْسِمِ ، فَوَاعَدْنَاهُ شِعْبَ الْعَقَبَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul saw tinggal di Mekah sepuluh tahun, Beliau mendatangi orang-orang di tempat-tempat tinggal mereka di Ukazh dan Majannah dan di musim-musim haji di Mina.  Beliau berkata: siapa yang mendukungku? siapa yang menolongku hingga aku bisa menyampaikan risalah Rabbku, dan baginya surga?  … Hingga Allah mengutus kami dari Yatsrib, maka kami mendukung beliau dan membenarkan beliau.  Seorang laki-laki dari kami beriman kepada beliau, dan beliau membacakan al-Quran kepadanya, kemudian dia pulang ke keluarganya sehingga mereka masuk Islam dengan keIslaman dia.  Hingga tidak tersisa satu rumah pun dari rumah-rumah Anshar kecuali di dalamnya ada sekelompok orang muslim, mereka menampakkan agama mereka, kemudian mereka semua berkumpul (tsumma I’tamarû jamî’an).  Maka kami katakan : sampai kapan kita biarkan Rasulullah saw terusir di bukit Mekah dan dicekam ketakutan?  Maka 70 orang dari kami pergi hingga mereka datang di musim haji dan beliau berjanji bertemu dengan kami di celah bukit ‘Aqabah … (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad, al-Hakim dan al-Baihaqi juga mengeluarkan riwayat tersebut dengan lafazh sedikit berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… فَائْتَمَرْنَا وَاجْتَمَعْنَا وَقُلْنَا حَتَّى مَتَى رَسُوْلُ اللهِ r يُطَرَّدُ فِي جِبَالِ مَكَّةَ وَيَخَافُ ، فَرَحَلْنَا حَتَّى قَدِمْنَا عَلَيْهِ فِي الْمَوْسِمِ فَوَاعَدْنَا بَيْعَةَ الْعَقَبَةِ …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… maka kami bermuktamar dan berkumpul, dan kami katakan “sampai kapan Rasululalh saw terusir di bukit Mekah dan dicekam ketakutan, maka kami pergi hingga kami datang kepada beliau di musim-musim haji lalu kami saling berjanji dalam Baiat al-’Aqabah II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Abdul Karim Hasan mengomentari riwayat ini, “maka mereka menyelenggarakan muktamar di Madinah dan mereka memutuskan untuk pergi kepada Nabi saw dan membaiat beliau atas apa saja yang beliau minta dan syaratkan” (Mahmud Abdul Karim Hasan, at-Taghyîr Hatmiyah ad-Dawlah al-Islâmiyah, hal. 84, cet. Ii. 2004).  Aktivitas thalab an-nushrah di Madinah itu ditugaskan oleh Rasul kepada Mush’ab bin Umair, ditemani oleh As’ad bin Zurarah.  Keduanya meminta nushrah kepada para pemimpin suku Aws dan Khazraj -dua suku terbesar dan terkuat di Madinah- seperti Sa’ad bin Mu’adz, Amru bin al-Jamuh, Sa’ad bin Ubadah, dsb.  Disamping aktifitas thalab an-nushrah itu mereka juga melakukan dakwah bersama kaum muslim di Madinah untuk membentuk opini umum yang terpancar dari kesadaran.  Ketika opini umum berlandaskan kesadaran itu terwujud di tengah masyarakat Madinah, maka ahlul quwah terdorong memberikan nushrah kepada Rasul saw dan dengan itu tegaklah Daulah Islamiyah di Madinah dan terwujudlah perubahan hakiki di tengah masyarakat Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak jelas bahwa dalam terwujudnya keberhasilan aktifitas thalab an-nushrah ini peran umat sangatlah penting.  Hizb menegaskan, “kita tidak lupa di sini bahwa umat memiliki peran penting dalam menggerakkan ahlul quwah. Hal itu bahwa ahul quwah wa al-man’ah jika merasakan keterpengaruhan umat dengan Islam secara hakiki, dan bahwa umat siap secara penuh untuk berkorban demi Islam, maka ini akan menjadi faktor pentng dalam terdorongnya ahlul quwah untuk menolong Islam dan menegakkan daulahnya” (Wujûb al-‘Amal li Iqâmah ad-Dawlah al-Islâmiyyah Dhimna Jamâ’ah wa bi Tharîqah Rasûl, Silsilah Afkâr Yajibu an Tushahhah II, hal. 22, Lajnah Tsaqafiyah Hizbut Tahrir Wilayah Irak. 1426 H/2005 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian aktifitas edukasi dan pembentukan opini umum berdasarkan pada kesadaran umum memegang peranan penting bahkan bisa dikatakan sangat menentukan bagi keberhasilan akfititas thalab an-nushrah.  Dan aktifitas edukasi umat itulah yang menjadi aktifitas seluruh organ, anggota dan kekuatan partai ideologis itu.  Maka makin cepat dan makin besar terwujud opini umum yang berlandaskan kesadaran akan Islam dan kesadaran politik, makin cepat dan makin besar pula kemungkinan berhasilnya aktifitas thalab an-nushrah.  Di sinilah kegigihan setiap orang dengan posisi, peran dan potensi masing-masing, untuk terlibat dalam proses edukasi itu, selain bernilai tinggi dan sangat mulia di hadapan Allah, juga memiliki peran strategis dan bernilai tinggi bagi terwujudnya perubahan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas edukasi dalam rangka menanamkan kesadaran akan Islam dan kesadaran politik itu terangkum dalam aktivitas-aktivitas yang menjadi aktivitas pada tahapan tafâ`ul ma’a al-ummah. Aktivitas pembinaan intensif dilakukan untuk mendarah dagingkan ideologi Islam dalam diri mereka yang menjadi mutsaqqif al-ummah (pendidik umat). Pembinaan umum untuk menyampaikan ideologi Islam kepada khalayak secara massal. Pergolakan pemikiran (ash-shirâ`u al-fikriy) yang difokuskan pada ide-ide dan kepentingan ghayr âniyah (bukan kekinian) termasuk grand strategi musuh yang bersifat jangka panjang. Sementara untuk edukasi terkait masalah kemaslahatan kekinian dilakukan melalui tabanni mashâlih al-ummah.  Ditambah aktivitas perjuangan politis (al-kifâh as-siyâsî) yang menyasar ide-ide dan kepentingan yang bersifat âniyah (kekinian) yang secara rinci dilakukan melalui dua bentuk aktifitas, pertama, kasyf al-khuthath membongkar strategi dan taktik musuh untuk menyerang dan menghancurkan umat; dan kedua, memerangi penguasa (muqâra’ah al-hukâm) dengan cara menelanjangi jati diri dan kebobrokan penguasa yang merupakan antek barat dan pengabaian mereka terhadap kepentingan umat.  Semua aktivitas itu pada dasarnya adalah aktivitas edukasi untuk menanamkan kesadaran akan Islam dan kesadaran politik dalam diri umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Muhsin Radhi dalam tesisnya tentang Hizbut Tahrir di Universitas Islam Baghdad (2006/2007) mengatakan bahwa dalam tahapan ini maka seluruh struktur, anggota bahkan semua pribadi yang ada di dalam Hizb harus menjalin kontak dengan masyarakat, harus mengatakan kepada masyarakat ide-ide, pandangan-pandangan, dan hukum-hukum yang diturunkan pada fakta-fakta yang terjadi di masyarakat.  Oleh karena itu ia harus mengetahui kejadian-kejadian kasuistik dan harus memberikan pandangan tentangnya.  Jika tidak maka ia akan kehilangan topik kontak dan berikutnya kehilangan kontak (ittishal). Oleh karena itu ia harus memonitor aktifitas-aktifitas parsial yang terjadi di masyarakat.  Ia juga harus menelaah kembali (muraja’ah) buku-buku Hizb untuk menegaskan pendapat-pendapat yang diterapkan pada aktifitas-aktifitas parsial atau penderivasian ide-ide mutabanat yang termaktub di buku-buku. Bagaimanapun penguasaannya akan tsaqafah Hizb maka dengan alasan apapun ia tetap perlu melakukan muraja’ah.  Dan bagaimanapun kemampuannya maka ia perlu mengetahui kejadian-kejadian parsial artinya ia harus memonitor kejadian-kejadian kasuistik secara detil (Muhammad Muhsin Radhi, Hizb at-Tahrîr Tsaqâfatuhu wa Manhajuhu fî Iqâmah al-Khilâfah al-Islâmiyyah, hal. 308, Universitas Islam Baghdad, 2006/2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana dan sekualitas apa seseorang terlibat dalam melakukan semua itu mengindikasikan sejauh mana pula ia memikul tanggungjawab dan menunaikan amanah yang ada di pundaknya sebagai bagian dari kelompok yang menjadi tumpuan harapan umat saat ini.  Hal ini hendaknya menjadi salah satu introspeksi wajib kita setiap hari, terutama ketika bermunajat kepada Allah dan dikala berkhalwat dengan Allah di keheningan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan edukasi diatas maka diperlukan fokus.  Yang harus dilakukan adalah fokus pada tujuan perubahan dan fokus pada pelaksanaan aktifitas pokok marhalah tafaul yang sejatinya merupakan aktifitas dan proses edukasi yang dimaksudkan diatas.  Aktifitas lain seperti yang disebut “aktifitas riil”, aktifitas sosial, pendidikan, apalagi pernak-pernik politik praktis, tidak boleh memalingkan dari aktifitas pokok itu.  Para aktivis perubahan hakiki juga harus menjadikan hidupnya berporos pada tujuan itu dan pada proses edukasi tersebut.  Waktunya hendaknya tidak habis sebagian besarnya untuk kepentingan dunianya, terkuras oleh pekerjaannya, dan tersedot untuk mencari kekayaan, atau bahkan lebih buruk lagi jika itu justru untuk kepentingan dunia orang lain.  Setiap diri aktivis hendaknya menghindarkan diri dan aktivitasnya agar tidak merecoki proses edukasi, mengacaukan proses itu, apalagi yang lebih buruk menghambatnya, na’ûdzu billâh min dzâlika.  Setiap aktivis juga harus selalu berpikir bagaimana aktivitasnya berkontribusi dalam proses edukasi umat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar proses edukasi itu berjalan secara efektif menghasilkan pengaruh maksimal maka pembentukan opini dan kesadaran itu harus digelindingkan secara kontinu dan terorganisir dimana semua aktifitas dengan berbagai ragamnya mengerucut pada agenda opini yang telah disusun.  Dalam hal itu saling kepercayaan apalagi kepercayaan kepada kepemimpinan jamaah mutlak diperlukan. Karena tanpa itu maka proses edukasi yang telah dirancang dan disusun tidak akan bisa berjalan dan menggelinding dengan baik.  Disini juga mutlak ada kepatuhan, bukan kepatuhan buta dan mati tanpa ruh melainkan kepatuhan yang dinamis dan kritis konstruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka secara keseluruhan yang harus ada adalah kematangan dan kedewasaan sikap berjamaah.  Dengan begitu maka gerbong upaya mewujudkan perubahan hakiki itu akan bisa terus berjalan, dan bahkan dengan akselerasi yang terus terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa upaya mewujudkan perubahan hakiki itu pasti memerlukan pengorbanan.  Pengorbanan dalam upaya mewujudkan sesuatu merupakan sesuatu yang pasti dan thabi’i.  Juga harus dipahami bahwa makin besar dan tinggi sesuatu yang ingin diwujudkan, makin besar dan tinggi pula pengorbanan yang harus diberikan.  Revolusi di arab yang sudah dan terus terjadi memberikan pelajaran berharga.  Jika untuk mewujdukan perubahan yang masih semu saja dibutuhkan pengorbanan dalam segala bentuknya hingga pengorbanan nyawa (di Mesir setidaknya ada 400 orang meninggal, Tunisia sekitar 200 orang, di Libya perkiraan sudah lebih dari 2000 orang).  Maka pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri adalah sejauh mana pengorbanan yang sudah kita berikan dan sejauh mana kesiapan kita untuk memberikan pengorbanan?  Maka hendaknya kita memupuk jiwa pengorbanan semaksimal mungkin hingga puncaknya kita siap mengorbankan segalanya sampai sampai tidak tersisa lagi yang bisa dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua itu faktor keikhlasan menjadi kunci.  Sebab hanya hamba yang ikhlas saja yang tidak akan bisa digoda oleh setan (QS al-Hijr [15]: 40 dan Shad [38]: 82).  Keikhlasan paripurn artinya hanya Allah dan kepentingan akhirat sajalah yang menjadi satu-satunya motiv perbuatan.  Keikhlasan paripurna berarti segala hal yang bersifat duniawi, baik harta, posisi, penghargaan, kebanggaan, pujian, celaan, cacian dan berbagai kepentingan dan hal duniawi tidak lagi berpengaruh.  Keikhlasan juga berarti menjadikan dunia berada di genggaman tangan, bukan berada di hati, sementara hati dipenuhi oleh Allah dan kepentingan akhirat.  Keikhlasan itu berarti menjadikan keridhaan dan kehidupan mulia di akhirat terus membayang di pelupuk mata, bukannya dunia, jabatan, prestise, kekayaan, dan hal-hal duniawi lainnya.  Keikhlasan seperti itu akan melahirkan keistiqamahan. Keikhlasan akan menjadikan seseorang bisa memberikan kontribusi maksimal dalam posisi apapun, baik menjadi prajurit ataupun jenderal, dipimpin maupun memimpin.  Keikhlasan juga akan membuahkan dan melanggengkan pengorbanan dan memaksimalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian pelajaran yang bisa diambil dari perubahan dan revolusi yang telah dan sedang berlangsung di dunia Islam.  Tentu masih banyak pelajaran lain yang bisa diambil.  Itu pulalah sebagian hal-hal penting yang harus dilakukan, harus diwujudkan.  Semua itu lebih untuk menjadi bahan instronspeksi dan kontemplasi dalam rangka memberikan yang terbaik dan maksimal di jalan perubahan hakiki ini, dan tentu saja dengan itu semoga pertolongan dengan terwujudnya perubahan hakiki akan segera diturunkan oleh Allah SWT.  Dan semoga hal itu terealisir melalui tangan kita.  Allâhumma anjiz lanâ mâ wa’adtaka ‘alâ rasûlika bi ‘awdat[i] al-Khilâfah ar-Râsyidah ‘alâ minhâj an-nabiyyika, Allâhumma ij’alnâ min man aqâmahâ bi aydînâ, Allâhumma tsabbit aqdâmanâ wa unshurnâ fî thâ’atika, âmîn. [ YA]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7511735579782246080?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7511735579782246080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/revolusi-timur-tengah-prolog-menuju.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7511735579782246080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7511735579782246080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/revolusi-timur-tengah-prolog-menuju.html' title='Revolusi Timur tengah Prolog Menuju Perubahan yang Hakiki'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-5243228848294758495</id><published>2011-04-03T04:48:00.000-07:00</published><updated>2011-04-03T04:49:14.529-07:00</updated><title type='text'>Memaafkan adalah salah satu rahasia hidup berkelimpahan</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan adalah salah satu rahasia hidup berkelimpahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci kekuatan cinta adalah Memaafkan.Memohon Ampunan kepada Allah,Memaafkan diri anda,orang tua Anda,anak-anak Anda dan memaafkan siapa saja.Ya. Maafkan diri Anda! atas semua yg pernah anda lakukan masa lalu, dan berjanjilah kepada diri sendiri bahwa mulai sekarang Anda akan menjauhi dosa dan akan menjadi diri Anda yg terbaik yang Anda Bisa.Ingatlah, masa lalu sudah berlalu,jadi belajarlah darinya dan maafkan diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, permaafan merupakan tindakan Tuhan semesta alam.Kalau kita melakukannya maka pastilah kita akan meraih ampunan dan kasih-Nya. Ia adalah bentuk tertinggi dari cinta; ia membebaskan kesenangan, membawa kedamaian, melemahkan emosi-emosi negatif dan mengurangi penderitaan-penderitaan dan kesengsaraan yang tak perlu. Permaafan mengizinkan cinta kembali masuk ke dalam kesadaran Anda. Permaafan adalah rahasia kebahagiaan. Salah satu rahasia hidup panjang umur dan berlimpah adalah memaafkan siapa saja dan apa saja, setiap malam sebelum kita tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika Rasul duduk-duduk bersama dengan para sahabat untuk menunggu waktu sholat di masjid. Terlontar kalimat yang membuat sahabat penasaran, ” Sebentar lagi akan datang salah seorang penghuni surga.” dan sebagian sahabat mengarahkan matanya ke arah pintu masjid. Siapa gerangan yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ? Maka dari pintu masjid datanglah seorang arab baduwi menuju ruang utama masjid dan ikut berjamaah dengan para sahabat. Keesokan harinya Rasul juga mengatakan hal yang sama, ” Sebentar lagi akan datang salah seorang penghuni surga.” Maka para sahabat semakin penasaran siapa yang dimaksud oleh Rasul. Setelah itu datanglah orang arab baduwi seperti kemarin. Keesokan harinya Rasul pula mengatakan hal yang sama seperti kemarin, ”Sebentar lagi akan datang salah seorang penghuni surga.” Semakin membuat para sahabat penasaran dan siapa orang yang dimaksud oleh Rasul itu. Kemudian tidak sebeberapa lama datanglah orang yang sama  yaitu seorang  arab baduwi seperti kemarin. Setelah sholat berjamaah selesai, ada salah satu sahabat yang ingin belajar dan bermalam di rumah si baduwi itu. Ingin mengetahui secara langsung dan jelas. Amalan apa yang dilakukannya sehingga  menjadikan Rasul mengabarkan sampai tiga kali dia termasuk salah satu penghuni surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai  fulan ! bolehkah saya menginap barang semalam di rumah engkau karena saya lagi ada masalah dengan keluarga saya.” tanya seorang sahabat yang telah menemui si Baduwi. ” Oh, Silahkan! tapi rumah saya sederhana sekali.Mari ke rumah saya.” jawab si Baduwi. ” Terima kasih. Saya ingin berkenalan dan silaturrahim dengan Anda.” Selama semalam sahabat tadi disambut dengan ramah tamah dan penuh kekeluargaan oleh keluarga Si Baduwi tadi. Dia bertanya dan mengamati seharian amalan apa saja yang dilakukan oleh Si Baduwi kok sampai-sampai Rasul mengabarkan kepada para sahabat, dia adalah salah satu penghuni surga. Menurut pengamatan dan kesimpulan sahabat tadi selama sehari semalam tidak ada yang istemewa seperti kebanyakan kaum muslimin lainnya tidak lebih dan tidak kurang dengan kebanyakan orang. Kemudian sahabat tadi berpamitan, ”Mohon Maaf  fulan, sebelum saya berpamitan. Sebenarnya kami tidak ada masalah dengan keluarga. Tapi karena saya kepingin sekali belajar sama Anda tentang sesuatu hal yang menjadikan selama tiga kali Rasul mengabarkan secara langsung bahwa Anda termasuk salah satu ahli surga.” kata si sahabat. Dengan terkejut dan wajahnya menjadi agak pucat si Baduwi mengatakan,” Amalan apa ya? Seperti yang tuan lihat dan perhatikan selama sehari semalam  tidak lebih dan tidak kurang sebagaimana adanya yang tuan lihat. Apa benar Rasul mengabarkan demikian ya tuan? Alhamdulillah Ya Allah.” jawab Si Baduwi sambil bergetar tubuhnya.  ” Oke. Terima kasih ya Fulan, Anda telah memberi kesempatan saya untuk menginap dan belajar sama Anda. Sekarang saya mohon diri. Terima kasih ya.”&lt;br /&gt;Belum jauh melangkahkan kaki dari rumah Si Baduwi, sahabat tadi dipanggil dan kemudian disusul oleh Si Baduwi dan berkata, ” Wahai tuan! Saya punya kebiasaan  setiap malam sebelum tidur, saya berdo’a : Ya Allah siapa saja orang yang pernah menyakiti atau mendzalimi saya, Ampunilah dia Ya Allah! Saya ikhlas Ya Allah bukankah Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. Sedikitpun saya tidak punya rasa sakit hati,dendam atau hasud kepada siapapun.” Mendengar ini, sahabat tadi langsung berkata, ” Subhaanallah ! Subhaanallah! Subhaanallah! Inilah amalan yang sulit tapi luar biasa!  Maka layak wahai saudaraku! Engkau dikabarkan langsung oleh baginda Rasul termasuk salah satu ahli surga. Terima kasih wahai fulan atas ilmunya”, sahabat tadi menjabat tangan si baduwi dan mencium kedua pipinya serta minta didoakan. &lt;br /&gt;Inilah sobat rahasia yang dipaparkan oleh Rasul kepada kita melalui kisah sahabat di atas.Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang amat berharga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana langkah-langkah kita untuk memulai proses memaafkan? &lt;br /&gt;Langkah yang pertama adalah, Kita mulai dengan memohon ampunan kepada Allah, berjanji kepada-Nya kita akan memaafkan siapa saja dan apa saja, tak peduli apa yang sudah mereka lakukan kepada kita. Kita berjanji kepada Allah dengan hati yang terbuka bahwa kita akan menghindari penilaian dan kecaman. Berdoalah kepada-Nya dengan perasaan mendalam dan penghormatan penuh. Mintalah pengampunan dari-Nya dengan kepercayaan dan pengharapan bahwa Dia akan menjawab doa-doa kita dan mengampuni dosa-dosa kita, tak peduli berapapun banyaknya, karena Allah Maha Pemurah dan Maha Pemberi. Ingatlah bahwa Allah mencintai kita melebihi siapapun di dunia ini dan akan selalu ada untuk kita.&lt;br /&gt;Langkah kedua, Ya! Maafkan diri kita! atas semua yg pernah kita lakukan masa lalu, dan berjanjilah kepada diri sendiri bahwa mulai sekarang kita akan menjauhi dosa dan akan menjadi diri kita yang terbaik yang Anda Bisa.Ingatlah, masa lalu sudah berlalu,jadi belajarlah darinya dan maafkan diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;Langkah ketiga, maafkan orang tua kita. Maafkan saja mereka atas semua yang menurut kita salah dilakukan pada satu atau lain waktu. Ingatlah bahwa orang tua kita melakukan yang terbaik yang mereka bisa dengan pengetahuan yang mereka miliki, dan mereka mencintai kita melebihi siapa pun di dunia ini.&lt;br /&gt;Langkah keempat, maafkan anak-anak kita. Jika kita mempunyai anak, maafkan mereka sekarang tanpa syarat apa pun. Maafkan mereka sekarang untuk semua kesalahannya.&lt;br /&gt;Langkah kelima, maafkan setiap orang. Maafkan teman-teman  kita atas apa pun yang mungkin pernah mereka lakukan kepada kita. Maafkan bos kita, maafkan rekan-rekan kerja kita, maafkan semua orang yang telah menyebabkan kita sakit hati dan menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sobat, apa pun yang terjadi pada kita, selalu ada alasan dan hikmah dibaliknya. Pengalaman-pengalaman masa lalu memberi kita banyak sekali kebijaksanaan selama bertahun-tahun, kebijaksanaan yang bisa kita gunakan untuk menjadi diri kita yang terbaik,untuk diri kita dan orang-orang yang kita cintai.&lt;br /&gt;Sekarang kembali ke permulaan lagi untuk memohon ampunan kepada Allah dan bertekadlah untuk membuat-Nya ridho dan menjadi diri kita yang terbaik.&lt;br /&gt;Mulai hari ini menjadikan tindakan memaafkan teman terbaik kita. Undanglah Allah ke dalam hidup kita. Bersyukurlah dan berikan pujian kepada-Nya, setiap hari sebelum tidur dan setelah bangun pada pagi hari. Bersyukurlah kepada-Nya sebelum makan untuk makanan yang telah Dia berikan. Ketika kita membeli baju baru, bersyukurlah kepada-Nya atas berkah yang telah diberikan-Nya kepada kita. Seringlah berdoa.Jadilah benar-benar spiritual. Kenalilah Allah, dan kita akan menemukan bahwa segala sesuatu tidak lain hanyalah pancaran-pancaran-Nya.Insya Allah hidup kita akan berkelimpahan dan berkah. Amin&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas, kiat dahsyat menjadi dai hebat dan Menjadi dai yang dicinta, www.fikrulmustanir.blogspot.com , email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-5243228848294758495?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/5243228848294758495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/memaafkan-adalah-salah-satu-rahasia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5243228848294758495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5243228848294758495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/04/memaafkan-adalah-salah-satu-rahasia.html' title='Memaafkan adalah salah satu rahasia hidup berkelimpahan'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-8065523896161810432</id><published>2011-03-29T03:01:00.000-07:00</published><updated>2011-03-29T03:03:03.614-07:00</updated><title type='text'>Cendekiawan Asing Berbicara Jujur Tentang Hizbut Tahrir</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cendekiawan Asing Berbicara Jujur Tentang Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs “New Eurasia” mempublikasikan sebuah artikel yang ditulis oleh seorang cendekiawan bernama Bruno De Cordier dari the University of Ghent di Belgia pada tanggal 16/3/2011 dengan judul: “Explaining the Persistence of Hizb Ut-Tahrir, Menjelaskan Kegigihan Hizbut Tahrir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno memulai artikelnya dengan sebuah catatan hasil pengamatannya terhadap Hizbut Tahrir, di mana ia mengatakan bahwa Hizbut Tahrir sebagai kelompok fundamentalis yang mungkin paling banyak dilarang secara resmi di kawasan Asia Tengah dan di tempat-tempat lain. Namun, meskipun Hizbut Tahrir mendapatkan tekanan dan bahkan tindakan repsesif di setiap tempat, Hizbut Tahrir masih aktif melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Bruno sangat yakin bahwa rahasia kegigihan Hizbut Tahrir dalam beraktivitas ada pada akidah (ideologi) yang diyakininya. Hizbut Tahrir berusaha menciptakan kemarahan yang sesungguhnya, serta kemauan yang tinggi pada diri umat. Jelasnya, Hizbut Tahrir mencerminkan sebuah lembaga dan sistem alternatif untuk sistem globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menggambarkan tentang Hizbut Tahrir, Bruno mengatakan bahwa Hizbut Tahrir merupakan gerakan yang sudah sering dibicarakan. Namun untuk memberitakan serta membicarakan tentang Hizbut Tahrir dan Khilafah yang akan didirikannya masih banyak pihak yang malu dan kurang terbuka. Ia menambahkan bahwa ada kesulitan dalam menentukan jumlah yang tepat dan akurat terkait anggota Hizbut Tahrir di dunia, atau sejauh mana penyebarannya di negeri-negeri Islam, khususnya di negara-negara seperti Uzbekistan, hingga saat ini di Libya. Hanya saja ia mengakui bahwa ada penerimaan yang luar biasa terhadap ide-ide Hizbut Tahrir. Bahkan Hizbut Tahrir mampu dan tetap teguh meskipun berulang kali menghadapi berbagai tekanan dan penindasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno kembali mengatakan tentang alasan hingga sikap Hizbut Tahrir yang berusaha menciptakan kemarahan yang sesungguhnya, serta kemauan yang tinggi pada diri umat, bahwa apa yang dilakukan Hizbut Tahrir ini tidak lain adalah jawaban-jawaban yang sesungguhnya atas berbagai masalah ekonomi, politik dan sosial yang ada di dunia. Bahkan ia menilai solusi yang ditawarkan Hizbut Tahrir ini sebagai solusi terbaik dari solusi terbaik yang ditawarkan oleh organisasi hak asasi manusia sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Bruno mengapresiasi buku “The Emerging World Order and The Islamic Khilafah State, Munculnya Tatanan Dunia dan Negara Khilafah Islam” yang ditulis oleh salah seorang aktivis Hizbut Tahrir di situs “khilafah.com”. Di mana, ia mengatakan bahwa buku tersebut dalam setiap bahasannya selalu diperkuat dengan kutipan ayat-ayat dari al-Qur’an dan al-Hadits, serta ucapan para filsuf Barat, di samping berbagai data statistik. Penulis buku itu fokus pada pembentukan geostrategis untuk daerah geografis kaum Muslim dan pembagiannya; bahwa sumber daya alam, berbagai potensi ekonomi, industri, kekuatan militer, faktor penduduk (demografis) dan ideologi akan membentuk kekuatan besar dalam “new world order, tatanan dunia baru”. Di mana sesuai pemahaman Hizbut Tahrir bahwa kekuatan besar itulah yang akan menghentikan dan mengakhiri hegemoni Barat yang sudah lama merusak negeri-negeri kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kendala utama yang mencegah penggunaan potensi-potensi tersebut, sebagaimana yang terdapat dalam buku tersebut adalah terpecahnya kaum Muslim hingga menjadi 56 negara kecil. Dan kondisi inilah yang menyebabkan keberadaan penjajahan, pendudukan, perpecahan, dan impor ide-ide sekuler seperti nasionalisme, sosialisme dan kebebasan. Sedangkan para penguasa di negara-negara ini adalah para penjahat, karena mereka hanya melaksanakan kebijakan untuk melayani kepentingan Barat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bruno mengatakan bahwa Khalifah dalam pandangan Hizbut Tahrir harus dipilih rakyat; Khalifah adalah pemimpin di dunia yang akan menerapkan Islam; Khalifah adalah manusia biasa yang bisa saja berbuat salah; dan Khalifah dalam pemahaman Hizbut Tahrir yang berbeda dengan pemahaman banyak orang adalah bahwa Khalifah itu bukan Imam Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Bruno mengakui bahwa berdirinya institusi besar yang membentang dari Rabat hingga Mindanao-kota terbesar di Filipina-ini merupakan sesuatu yang realistis. Justru ia mempertanyakan dan menolak klaim sebagian orang yang mengatakan bahwa “ideologi Hizbut Tahrir ini terpisah dari realitas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diagnosisnya terkait apa yang terjadi di negara-negara Arab, ia mengatakan tentang adanya kegagalan yang mendalam dari rezim-rezim yang berpengaruh besar dalam dunia Islam, di mana hal ini berbeda dengan kehendak Hizbut Tahrir. Ia menambahkan bahwa revolusi Arab yang terus berlanjut ini didorong oleh kegagalan dan ketidakadilan sosial, melebihi dorongan ideologis. Sehingga tidak banyak yang mengatakan bahwa revolusi ini akan membantu penyebaran agenda Islam. Sementara Hizbut Tahrir melihat dalam revolusi ini dan menganggapnya sebagai perkembangan yang menjanjikan dalam upaya melawan para rezim yang didukung Barat seperti Presiden Mubarak; dan melawan para anti-Islam seperti Gaddafi yang telah menzalimi kaum Muslim dalam waktu yang lama. Bahkan Hizbut Tahrir merasa bahwa runtuhnya rezim-rezim ini sama dengan terbukanya berbagai peluang baru baginya untuk mendiskusikan ide Khilafah dengan cara yang lebih terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hal ini sangat jelas dan dapat dimengerti dengan terori yang sederhana, karena ketidakpuasan yang menyulut revolusi ini disebabkan oleh kebijakan neo-liberal. Sehingga konsekwensinya bahwa konsep “westernisasi” dan “modernisasi” dipandangnya sebagai bagian dari masalah, bukan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno mengatakan bahwa konsep Negara Khilafah Islam yang terkait erat dengan perjuangan Hizbut Tahrir, tidak tampak bahwa Negara Khilafah Islam menolak pencapaian teknologi modern, melainkan ingin menempatkan pencapaian teknologi modern ini dalam pelayanan, yang oleh Hizbut Tahrir dilihatnya sebagai pembebasan dari Barat, dan kemajuan di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Hizbut Tahrir berusaha untuk mengkristalkan kerangka ideologis global dan menciptakan kesadaran melalui penggunaan media modern dan teknologi komunikasi, di samping jaringan imigrasi, serta filsafat politik kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno menambahkan bahwa ketika memperhatikan pemahaman Hizbut Tahrir terhadap Islam dan penjelasan atas pandangannya terhadap sistem sosial alternatif, maka Anda akan menemukan bahwa Hizbut Tahrir melakukannya melalui analisis praktis terhadap berbagai peristiwa yang terjadi. Ia melontarkan sebuah catatan, bahwa ada seorang penulis karena tidak membedakan antara peradaban (hadhârah) dan budaya (madaniyah), maka ia mengatakan bahwa Hizbut Tahrir itu anti dan melawan modernisasi. Padahal faktanya Hizbut Tahrir itu modern sekali, Hizbut Tahrir menggunakan internet dan berbagai jaringan media komunikasi sosial, sehingga ini bukti bahwa Hizbut Tahrir itu anti dan melawan modernisasi sangat jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno mengatakan bahwa konsep Khilafah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir berbeda dari apa yang saya pikir. Hizbut Tahrir memiliki pemahaman yang istimewa tentang perlunya integrasi ekonomi yang riil dalam dunia Islam. Sementara keberadaan Liga Arab, Dewan Kerjasama Negara Teluk (GCC), dan Organisasi Kerjasama Ekonomi tidak mampu menghasilkan perubahan nyata, karena mereka semua korup, dikendalikan oleh pemerintah dan rezim yang memusuhi Islam, serta rezim-rezim ini tunduk pada agenda negara-negara besar. Sehingga adanya semua ini dinilai sebagai problem dan masalah utama di dunia Islam. Bahkan Hizbut Tahrir menyerukan untuk menghapus perbatasan antara negara-negara dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Bruno menegaskan bahwa perjuangan Hizbut Tahrir bukan sesuatu yang naif,  karena kebutuhan pada rasa persatuan dan adanya tujuan bersama di dunia Islam merupakan perkara yang diperlukan. Dan sebagai gerakan, Hizbut Tahrir tidak memiliki wilayah tertentu. Hizbut Tahrir mempromosikan dirinya dengan berbagai kegiatan. Hizbut Tahrir beraktivitas untuk menyatukan identitas, sentralitas tujuan dan integrasi antar daerah dalam aktivitas. Ia menambahkan, namun dari sisi lain dan dari sudut pandang saya bahwa Hizbut Tahrir tidak tampak melakukan aktivitas gerakan massa, dan tidak tampak berusaha untuk mendirikan Khilafah dari nol, atau tidak ada sama sekali. Hizbut Tahrir sebagai sebuah gerakan ingin memobilisasi dan menyebarkan ide-idenya di antara kelompok-kelompok sosial masyarakat dan lembaga. Bahkan Hizbut Tahrir dengan tegas menargetkan elemen-elemen masyarakat yang mempunyai pengaruh nyata, dan kekuatan yang berpengaruh serta diperlukan untuk menciptakan perubahan, seperti angkatan bersenjata, badan-badan intelijen dan para profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bruno menutup artikelnya dengan mengatakan bahwa Hizbut Tahrir telah menyoroti tidak adanya Negara Khilafah menjadi referensi dan sesuatu yang memiliki kredibel. Negara Khilafah sebagaimana sebelumnya akan berdiri untuk melindungi dunia Islam. Sementara Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang dalam pandangan banyak orang di dunia Islam memiliki kemampuan untuk melindungi dunia Islam, ternyata tidak memainkan peran apapun. Begitu juga ketika seorang pemimpin seperti Saddam Hussein dan Gaddafi mencoba memainkan “nada musik” Islam melalui rezim sekulernya untuk memobolisasi massa, maka lihat mereka sekarang bahwa mereka hanyalah orang-orang oportunis. Oleh karena itu, apa yang kita lihat dalam Hizbut Tahrir dan konsep Negara Khilafah Islam yang diperjuangkannya, maka saya yakin bahwa Hizbut Tahrir mencerminkan sebuah lembaga dan sistem alternatif untuk sistem globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: pal-tahrir.info, 27/3/2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-8065523896161810432?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/8065523896161810432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/cendekiawan-asing-berbicara-jujur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8065523896161810432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8065523896161810432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/cendekiawan-asing-berbicara-jujur.html' title='Cendekiawan Asing Berbicara Jujur Tentang Hizbut Tahrir'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-2504164833471098297</id><published>2011-03-21T08:06:00.001-07:00</published><updated>2011-03-21T08:06:48.782-07:00</updated><title type='text'>Hak anak adalah kewajiban orang tua</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak Anak adalah kewajiban orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ngisi pengajian tentang Spiritual Motivation for Parenting di sby, kami di tanya oleh salah seorang ibu peserta pengajian. Bagaimana dan apa yg harus kita lakukan ketika membesarkan anak? Ada tiga hak anak itu artinya kewajiban org tua: Memberikan nama yg baik, mendidiknya dgn agama utk mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta menikahkannya.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, dalam tulisan singkat ini,kami akan memberikan tips.Ada 10 hal yg perlu kita lakukan ketika membesarkan anak-anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tunjukkan bahwa kita mencintai mereka dgn tulus tanpa syarat, apapun yg terjadi biarkan mereka tahu bahwa cinta kita tidak akan pernah berubah karena keadaan atau peristiwa tertentu.&lt;br /&gt;2. Terimalah mereka sbg individu yg unik, khas dan luar biasa anugerah Allah dan menjadi tanggung jawab kita.&lt;br /&gt;3. Hormati mereka;Perlakukan mereka dgn rasa hormat yg sama seperti yg kita berikan kpd org paling penting dalam hidup kita.&lt;br /&gt;4. Percayalah kpd mereka dan ajarkan mereka utk menjadi org yg bisa dipercaya.&lt;br /&gt;5. Dengarkanlah mereka dengan baik utk memahami mereka dan menunjukkan bahwa kita benar-banar tertarik.&lt;br /&gt;6. Semangati mereka; Manfaatkan setiap kesempatan utk memberi mereka motivasi atau kata-kata yg menyemangati.&lt;br /&gt;7. Beri mereka pujian yg tulus. Ketika kita memberikan pujian dan menghargai anak-anak kita, mereka merasa percaya diri dan berharga, dan itu akan membantu mereka menjadi yg terbaik yg mereka bisa.&lt;br /&gt;8. Ikut berperanlah dalam kehidupan mereka tanpa memaksakan keinginan dan kehendak kita tapi mengarahkan dgn bijak.&lt;br /&gt;9. Beri mereka pengertian, dengarkan n usahakan selalu utk memahami alasan-alasan mereka di balik perilaku anak-anak,kemudian bekerjasamalah utk menyelesaikan masalahnya.&lt;br /&gt;10. Bersikaplah konsisten dan terus melakukan yg kami uraikan sebelumnya dengan penuh kesabaran dan cinta yang mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikian sobat, semoga kita semua menjadi orang tua yang mampu menjadikan anak -anak kita sholeh-sholeha dan tentunya kita jg harus menjadi anak yg sholeh-sholehah pula. Salam Dahsyat dan Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Menjadi Dai Yang  Dicinta Panggilan setiap muslim, www.fikrulmustanir.blogspot.com dan email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-2504164833471098297?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/2504164833471098297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/hak-anak-adalah-kewajiban-orang-tua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2504164833471098297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2504164833471098297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/hak-anak-adalah-kewajiban-orang-tua.html' title='Hak anak adalah kewajiban orang tua'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-1522711159143866728</id><published>2011-03-21T03:20:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T03:21:02.827-07:00</updated><title type='text'>Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HT Amerika: Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslim keluar secara massal dalam jumlah ribuan bahkan jutaan di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Libya, menuntut perubahan penguasa dan rezim mereka yang telah mendatangkan kerusakan dan kehancuran bagi kaum Muslim selama beberapa dekade. Keluarnya kaum Muslim itu merupakan penegasan atas hak mereka bahwa kekuasaan adalah milik umat; di mana merekalah yang memilih penguasa. Hak ini telah dirampas para penguasa jahat, dan raja-raja despot. Kami ingin menjelaskan beberapa hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Rasa takut yang ditanam para penguasa di hati kaum Muslim lebih dari enam puluh tahun melalui kezaliman, penindasan, penangkapan, penyempitan untuk mencari rezki hingga membuat masyarakat tidak berpikir kecuali masalah makan dan minum mereka; semua itu telah hilang dan pengaruhnya tidak akan kembali lagi di hati masyarakat. Warga Libya memberikan contoh paling berani dalam menentang penguasa diktator dengan dada-dada telanjang mereka. Mereka lebih mengutamakan kematian daripada tetap berada di bawah rezim rusak lagi sombong. Itu merupakan ketentuan pokok: tidak takut, tidak pengecut, dan berpegang pada apa yang diperintahkan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Para penguasa itu telah melayani barat dengan tulus dalam jangka waktu panjang. Mereka telah memerangi umatnya dan membunuhi kaum Muslim untuk mendekatkan diri kepada tuan-tuan mereka. Tetapi pada saat barat melihat kejatuhan para penguasa itu telah makin dekat, barat mencampakkan dan melemparkan mereka di sini dan di sana, seperti kondisi Ben Ali dan Mubarak. Di sini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pandangan. Bagi barat yang penting adalah kemaslahatannya saja, tanpa memandang siapa yang bisa memberikannya kepada mereka. Di sinilah kaum Muslim harus memahami hakikat ini dan tidak terpedaya dengan janji-janji palsu, mimpi-mimpi bohong dan berbagai kemaslahatan ilusif yang disiapkan pemerintahan-pemerintahan yang silih berganti. Kaum Muslim harus memahami bahwa kebaikan ada dalam keikhlasan kepada Allah, agama-Nya, dan kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Setiap hari terungkap sejauh mana kehipokritan barat dan ketidakpeduliannya terhadap kaum Muslim. Barat telah membantu para penguasa itu selama bertahun-tahun tanpa peduli dengan kezaliman, perampokan dan pembunuhan yang dilakukan para penguasa itu terhadap kaum Muslim. Amerika misalnya, dahulu mendukung dan menopang rezim Mubarak lebih dari tiga puluh tahun. Satu haripun Amerika tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan rezim Mubarak terhadap kaum Muslim. Bahkan Amerika tidak menganggap Mubarak seorang diktator seperti yang dengan gemblang diungkapkan oleh wapres Biden beberapa hari sebelum jatuhnya Mubarak. Begitulah, Amerika mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer di Libya dan sebaliknya tidak bergerak serta tetap diam di kawasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Barat dan rezim-rezim berkuasa berupaya memalingkan kaum Muslim dari berpikir tentang tatacara dan metode perubahan yang benar. Maka Anda melihat media massa memfokuskan terhadap ide-ide demokrasi dan slogan-slogan nasionalisme. Sebaliknya media-media massa itu tidak menyebut ide atau slogan Islami ke arah kebangkitan yang benar, atau berita-berita yang menuntut Islam. Barat menggunakan cara pergantian wajah penguasa untuk mengelabui kaum Muslim dan untuk menjaga rezim-rezim yang tunduk kepadanya. Telah tampak jelas solusi mendasar bagi permasalahan-permasalahan kaum Muslim bahkan permasalahan seluruh dunia, dan bahwa perubahan yang benar bagi kondisi kaum Muslim, adalah dengan mewujudkan daulah Khilafah yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Khilafah adalah satu-satunya sistem yang mampu mendatangkan kebahagiaan, keadilan dan rahmat bagi umat manusia seluruhnya. Bagaimana tidak, Khilafah adalah sistem yang diturunkan oleh Allah SWT. Maka bergegaslah wahai kaum Muslim untuk berjuang sungguh-sungguh mewujudkan negara baru ini yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kaum Muslim. Khilafah telah tiba waktunya. Tanda-tanda dan kabar gembiranya juga sudah tampak. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« … ثمًّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُبُوَّةِ »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akan ada Khilafah yang berjalan menurut manhaj kenabian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Rabiul Awal 1432 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02 Maret 2011 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Amerika&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-1522711159143866728?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/1522711159143866728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/khilafah-satu-satunya-jalan-perubahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1522711159143866728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1522711159143866728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/khilafah-satu-satunya-jalan-perubahan.html' title='Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7956078960583685782</id><published>2011-03-20T03:47:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T03:48:16.232-07:00</updated><title type='text'>Bom Eksentrik dan Motifnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom Eksentrik dan Motifnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksentrik, negeri ini seringkali mengalami kejadian-kejadian aneh. Keanehan yang juga lucu karena terkesan seperti drama ludruk. Ada pemain utama, pemain pengganti, dan sutradara yang berkuasa memainkan drama. Khalayak pun bertanya-tanya, ada apa gerangan? padahal ini nyata, meski terindikasi rekayasa dan penuh misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali 20 Oktober 2002, Duarrr! “petasan raksasa” meledak di Paddy’s Bar dan Sari Club, efeknya terdengar sampai radius puluhan kilometer, jaring-jaring bangunan berterbangan ke udara hingga lima puluhan meter tingginya. Amrozi Cs terpilih menjadi pemain utama dalam lakon ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang aneh, unik bin ajib, ternyata bom itu memiliki daya ledak bak nuklir, mustahil dibuat oleh Amrozi Cs. Seorang ahli Eksplosif asal Inggris, Mark Ribband menyebut jika bom itu seperti berjenis C-4 yang berdaya powerfull. Ia bertutur “Bom C-4 diproduksi oleh beberapa negara, sedangkan produsen utamanya adalah AS dan Israel”. Jenderal Ryamizard Riyacudu (mantan KSAD) pernah mengatakan: “Saya yakin bahwa bom yang meledak di Bali adalah buatan luar negeri, dan bukan buatan orang Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusul Bom Bali 2, Tahun 2005. Ini pun juga banyak kejanggalan, diantaranya ialah adanya peringatan dini sebelum pengemboman, beberapa orang turis Australia mengaku diberi informasi untuk menjauhi dari pusat kawasan Kuta karena akan nada ledakan. Kejanggalan lain, adanya rekaman video yang cukup detail menggambarkan peristiwa tersebut, pihak pelaku terekam dari pertama ia duduk sampai bom meledak, arah kamera terus mengikuti gerak pelaku. Video inipun datangnya dari Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan kejadian-kejadian bom lainnya di berbagai tempat di Indonesia. Hingga yang terakhir, peristiwa menghebohkan saat ini berupa  bom buku. Bom yang diletakkan di dalam buku, dengan skala ledak kecil. Menyibak keanehan-keanehan tersebut, maka sangat wajar bilamana banyak pengamat menyimpulkan bahwa kejadian-kejadian teror tersebut hanyalah rekayasa belaka. Sebuah konspirasi tingkat tinggi dengan berbagai motifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi bisa pula bermakna persekongkolan. Di Oxford Advanced Learner’s Dictionary pada 1995, konspirasi memiliki arti “sebuah rencana rahasia oleh sekelompok orang untuk melakukan sesuatu yang ilegal atau merugikan”. Bisa ditambahkan ” untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu”. Pertanyaannya, apa saja motif tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alasan memerangi teroris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye perang melawan teroris digalakkan oleh AS sejak tagedi WTC yang menewaskan ribuan orang. Inilih alasan utama AS gencar memerangi pihak yang menurutnya teroris, alias teroris dalam definisi AS itu sendiri. Seiring waktu berjalan, berhembus bahwa G Bush (Mantan Presiden AS) berada dibalik pengeboman WTC tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika lurusnya, jika hendak memerangi teroris, maka sudah barang tentu harus ada tindakan teror ditempat tersebut. Jika tidak ada tindakan teror, berarti tidak ada alasan untuk melawan teroris. Maka harus ada atau diadakan. Minimal harus ada pihak yang diimagekan teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu Indonesia juga merupakan salah satu Negara yang mendapat kucuran dana dari asing untuk memerangi teroris.Dibuat pula sebuah detasemen khusus yang menangani terorisme yakni Densus 88. Lembaga ini menurut mantan ketua YLBHI, Munarman, berdasarkan dokumen Human Right Watch tentang Counter Terorism yang dilakukan AS, pembentukan Den 88 di Indonesia pada tahun 2002 tersebut didanai AS sebesar 16 juta dollar, dan sebelumnya pada tahun 2001 Polri telah menerima dana untuk penanganan terorisme sebesar 10 juta dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, data ini konkrit, diambil dari dokumen sekunder, dokumen primer, dan juga dokumen dari Departemen Pertahanan AS tentang counter terorism budget (eramuslim.com06/06/07). Artinya jika ingin dana terus mengucur, maka dia harus tetap bekerja, “tak bekerja tak mendapat gaji”. Jika tidak ada peristiwa teror atau penangkapan diduga teroris, berartii seperti tak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengalihan isu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acapkali muncul isu terorisme adalah saat dimana opini yang berkembang sedang dalam posisi mengancam kekuasaan dan juga sekitar kekuasaan. Selanjutnya opini tersebut hilang seperti ditelan bumi dikarenakan tertutup oleh isu terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kasus krusial tertutup oleh isu terorisme ini, sebagai contoh: protes atas kasus kebijakan kenaikan BBM, Rekening gendut, skandal Century, penjualan aset nagara semacam Krakatau steel. Terbaru adalah heboh pemberitaan Koran The Age dan Sidney Morning tentang presiden RI, serta kasus-kasus yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bilamana ketua PP Muhammadiyah kepada republika (17/3) menyatakan bahwa fenomena bom buku memiliki indikasi kuat merupakan bentuk pengalihan isu dan perhatian masyarakat dari masalah-masalah strategis yang hingga kini tak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyerang Ideologi Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa terorisme seringkali selalu dikait-kaitkan dengan ideologi Islam. Presiden SBY menegaskan tujuan dari para teroris adalah mendirikan negara Islam. Menurut SBY, pendirian negara Islam sudah rampung dalam sejarah Indonesia. Hal ini disampaikan pada keterangan persnya di Bandara Halim Perdanakusumah sebelum berkunjung ke Singapura dan Malaysia, bulan Mei tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri ketika mengomentari kasus “terorisme Aceh” beberapa waktu yang lalu mengatakan “Itu sudah direncanakan ada percepatan negara demokrasi menjadi negara syariat Islam”. Dalam kasus ini masyarakat juga tahu, banyak kejanggalan pada kasus Aceh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dikembangkan pula opini bahwasannya ideologi Islam mengancam eksistensi bangsa dan berbahaya bagi pluralitas bangsa. Padahal selama ini yang telah mengancam kedaulatan bangsa adalah sistem Kapitalisme. Terbukti Indonesia menjadi terjajah secara politik, ekonomi, sosial dan budaya karena sistem ini. Timor Timur lepas juga akibat sistem ini karena tidak meratanya kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kampanye Islam moderat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Terorisme juga menjadi jalan tol kampanye Islam moderat. Muslim yang menginginkan menerapkan Islam secara kaffah diberi stigma Islam garis keras, fundamentalis dan ekstrimis, bahkan ada yang di tuduh teroris (pemberian stigma teroris). Kemudian muncul istilah deradikalisasi, bahasa halus mensekulerkan Muslim di Indonesia. Maka umat Islam perlu waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Islam bukanlah teroris, Islam juga tidak sependapat dengan tindakan teror. Zionis Israel dan Amerika beserta sekutunya lah yang teroris sebenarnya, sebab nyata-nyata telah melakukan pembantaian terhadap rakyat sipil di Negara-negara Timur Tengah dan lainnya.  Ideologi Islam juga bukan ancaman, justru Ideologi Islamlah yang bisa menjamin Indonesia menuju negara maju dan sejahtera. Ingatlah, rakyat sudah cukup cerdas. Wallahu A’lam.[] Ali Mustofa Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7956078960583685782?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7956078960583685782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/bom-eksentrik-dan-motifnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7956078960583685782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7956078960583685782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/bom-eksentrik-dan-motifnya.html' title='Bom Eksentrik dan Motifnya'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7840979884208610584</id><published>2011-03-19T05:20:00.000-07:00</published><updated>2011-03-19T05:21:18.379-07:00</updated><title type='text'>Obat Dakwah Yang paling mujarab</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat Dakwah Yang paling mujarab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, ilmu merupakan santapan rohani.Penuntut ilmu berhak memperoleh permohonan ampunan dari semua makhluk setiap kali ia pergi atau pulang dari menuntut ilmu karena merasa ridho dengan apa yang telah diperbuatnya.Para malaikat menaungkan sayap mereka kepadanya dan memang ilmu berhak menjadi objek yang difardhukan oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Memberi keputusan.&lt;br /&gt;Maka sudah sepatutnya menjadi kebiasaan bagi para da’i untuk senantiasa menuntut ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya kepada umat. Pesan Al-Ghazali kepada para penuntut ilmu diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1.      Orang yang menuntut ilmu harus menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan menjauhi perangai yang buruk, seperti mudah emosi, memperturutkan nafsu birahi, dengki, iri hati, sombong dan besar hati. Semua itu kata beliau merupakan kegelapan yang akan menghalangi cahaya ilmu. Parameter menguasai ilmu bukan banyaknya periwayatan dan muatan hafalan yang banyak, melainkan cahaya mata hati yang melaluinya dapat dibedakan antara perkara yang hak dan bathil, antara hal yang berbahaya dan hal yang bermanfaat, antara kebaikkan dan keburukan serta antara petunjuk dan kesesatan.&lt;br /&gt;2.      Penuntut ilmu harus mengurangi kesibukannya dari hal-hal yang dapat memalingkannya dari meraih ilmu dan mengonsentrasikan waktu untuknya, karena Allah tidak akan menjadikan dua hati dalam rongga seseorang.&lt;br /&gt;3.      Seorang yang sedang belajar tidak boleh bersikap sombong dengan ilmunya dan tidak boleh menjerumuskan pengajarnya. Ia harus patuh kepada nasehatnya sebagaimana pasien yang mematuhi dokter yang merawatnya dengan penuh kasih sayang dan sangat mengharapka kesembuhan dalam waktu singkat.Dianjurkan pula hendaknya ia bersikap rendah diri kepada pengajar atau guru dan senang melayaninya  karena mengharapkan pahala dari Allah. Ilmu itu hanya dapat diraih dengan sikap rendah hati, penuh perhatian, dan mau mendengar dengan khusyuk.&lt;br /&gt;4.      Perhatikan dengan baik maksud, tujuan, dan kesimpulan akhir dari suatu bidang ilmu yang terpuji.Janganlah seorang penuntut ilmu membiarkannya begitu saja.&lt;br /&gt;5.      Janganlah seorang yang sedang menuntut suatu bidang ilmu pengetahuan mempelajari dengan sekaligus. Tapi harus tertib dan memulainya dari bagian yang paling penting.&lt;br /&gt;6.      Janganlah seorang penuntut ilmu beralih ke bidang lain sebeluim menguasai bidang yang sebelumnya, karena ilmu pengetahuan itu ada tertib urutannya yang harus diperhatikan, sebagiannya merupakan penghantar bagi sebagian yang lain. Orang yang memperoleh kesuksesan pasti akan memperhatikan urutan dan tahapan ini.&lt;br /&gt;7.      Ilmu yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya, serta ilmu-ilmu lain yang ada kaitannya dengan ilmu-ilmu tersebut.&lt;br /&gt;8.      Hendaknya niat sang penuntut ilmu adalah untuk menghiasi bathin dan memperindahnya dengan keutamaan. Sedangkan pada masa mendatang akan menjadi sarana baginya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jangan sampai ia menuntut ilmu untuk meraih jabatan, harta, kedudukan, mendebat orang-orang yang kurang akalnya, menyombongkan diri, karena Allah telah menjamin akan meninggikan derajat orang-orang yang dianugerahi iman dan ilmu pengetahuan melalui firmanNya :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;” Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” ( TQS. Al-Mujadilah : 11)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sobat, semoga kita bisa ambil pelajaran yang sangat berharga dari Imam Al-Ghazali di atas dan itu merupakan salah satu kunci dan obat yang mujarab untuk menunjang keberhasilan dakwah kita. Nabi Ibrahim as menjadi orang yang sangat sukses dalam kehidupannya bahkan beliau mendapat gelar Abul Anbiya’ ( Bapaknya Para Nabi)   dan kisahnya telah diabadikan Allah  dalam kitab suci Al-Qur’an agar menjadi pelajaran dan teladan generasi setelahnya. Kalau kita kaji lebih dalam ternyata keberhasilan beliau dalam berdakwah dan mendidik anak keturunannya ada dua kunci utama yaitu :&lt;br /&gt;1.      Keteladanan ( Uswah ) : Beliau tidak sekedar memberikan taushiah dan ceramah tapi beliau memberikan contoh dan keteladan kepada anak cucunya dalam segala hal. Demikian juga baginda Rasulullah SAW  adalah teladan yang baik dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak ada manusia yang demikian sempurna dapat diteladani karena di dalam dirinya terdapat berbagai sifat mulia. Nilai-nilai dan teladan kepemimpinan dan manajemen beliau wariskan masih dapat ditiru oleh para pemimpin dari tingkatan paling kecil dan sederhana yakni dirinya sendiri, kepemimpinan keluarga, bisnis, sosial, politik, pendidikan, hukum dan militer. Kita bisa baca paparan yang cukup bagus  tentang keteladanan Rasulullah Saw dalam beberapa aspek kehidupan melalui karya Dr Syafi’i Antonio Muhammad SAW The Super Leader Super Manager. Hal inilah yang sekarang hilang atau hampir-hampir tidak ada pada diri para pemimpin kaum muslimin padahal inilah salah satu kunci utama keberhasilan hidup dan kelangsungan dakwah Islam.&lt;br /&gt;2.      Doa yang Mustajabah. Beliau Nabi Ibrahim as dan Rasulullah Saw  senantiasa mendoakan anak keturunannya dan umatnya dengan ketulusan hati kepada Allah SWT. Hampir sebagian besar do’a-do’a yang ada di dalam Al qur’an adalah do’a-do’a yang dicontohkan oleh para nabi termasuk Nabi Ibrahim As. Ada do’a beliau yang singkat tapi cukup padat  Rabbii Hablii Minashshoolihiin. Kalau saya teringat do’a ini saya teringat almarhum ibu saya Bunda Saudah.Ketika saya masih anak-anak dan saat bangun malam ternyata bunda sudah bangun dan sholat tahajud. Saya mendengar dan melihat dengan mata kepala saya sendiri, beliau sebut satu-persatu nama putra-putrinya, beliau sebut nama kakak saya, nama saya, nama adik-adik saya dalam setiap do’a beliau dengan membacakan surat al-fatihah dan do’a Rabbii Hablii Minashshoolihiin.Pesan dan teladan beliau sampai hari masih tertancap di sanubari penulis. Terima kasih Bunda, semoga Allah memudahkan jalan beliau dan mengampuni segala dosa dan kekhilafan beliau serta segala amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT. Beliau pernah berpesan kalau kamu ingin hidupmu mulia serta barokah dan bermanfaat ilmumu, jangan lupa setiap selesai sholat, kamu do’akan kedua orang tuamu, anak-anakmu, guru-gurumu, dan murid-muridmu. Kalau kamu kelak ingin anak-anakmu sholeh sholehah maka kamu harus menjadi anak yang sholeh dan sholehah itulah nasehat yang sering disampaikan kepada putra-putrinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang berharga dari teladan yang dicontohkan Nabi Ibrahim As dan baginda Rasulullah Saw di atas. Kalau di atas kita pesan dan nasehat bagi para penuntut ilmu. Sekarang di akhir bab ini kita akan bahas kewajiban guru (Da’i) kepada murid-muridnya. Hal ini sobat juga obat mujarab bagi keberhasilan dan keberlangsungan dakwah.&lt;br /&gt;1.      Sayang kepada murid-murid atau obyek dakwah dan memperlakukan mereka layaknya anak-anaknya sendiri. Nabi Saw telah bersabda, ” Sesungguhnya aku bagi kalian tiada lain hanyalah orang tua kepada anaknya. Aku mengajar kalian......” ( HR Ibnu Majah )&lt;br /&gt;2.      Tidak mengajar karena ingin mendapatkan imbalan dan ucapan terima kasih. Namun, dengan niat hanya karena Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;3.      Tidak segan-segan untuk memberi nasehat kepada murid, bahkan setiap saat diambilnya sebagai kesempatan untuk memberikan nasehat dan bimbingan kepada muridnya.&lt;br /&gt;4.      Memperingatkan murid akan akhlak yang buruk sebisa mungkin dengan ungkapan sindiran, tidak secara terang-terangan. Dan dengan ungkapan yang lembut, penuh kasih sayang, serta bukan dengan ungkapan celaan.&lt;br /&gt;5.      Dalam memberikan pelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan daya tangkap para murid dan berbicara kepada mereka sesuai dengan kecerdasannya. Seorang guru tidak sepantasnya menjejali mereka dengan pengetahuan yang sulit dicerna oleh jangkauan pemikiran mereka agar tidak membosankan hingga membuat mereka terpaksa harus mempelajari hal-hal yang tidak dimengerti oleh mereka.&lt;br /&gt;6.      Jangan menjelek-jelekkan pengetahuan orang lain di hadapan para murid. Kembangkan metode pembelajaran yang dapat menjangkau disiplin ilmu yang ada di luar mata pelajaran yang diberikan.&lt;br /&gt;7.      Dianjurkan saat memberikan pelajaran kepada murid atau obyek dakwah yang lemah daya tangkapnya memakai penjelasan yang sangat gamblang sesuai dengan kondisinya dan tidak menyebutkan kepadanya bahwa dibalik itu ada keterangan detail yang tidak diterangkan kepadanya, agar tidak membuatnya khawatir dan terguncang akalnya.&lt;br /&gt;8.      Guru ( Da’i ) hendaknya mengamalkan ilmunya, jangan sampai ucapannya mendustakan perbuatannya. Allah berfirman :&lt;br /&gt;” Mengapa kamu menyuruh orang lain.( mengerjakan) kebaikan, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri.” ( TQS. Al-baqarah : 44)&lt;br /&gt;” Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (TQS. Ash-Shaff : 3 )&lt;br /&gt;Teman, di atas sebagian kecil tulisan yang ada di buku Menjadi dai yang dicinta karya N.Faqih Syarif H dan masih banyak lagi bekal dan tips bagaimana menjadi seorang Dai yang dicinta tidak hanya bagi audience tapi juga didoakan oleh seluruh penghuni langit dan Bumi sebagaimana dijanjikan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya. Buku ini layak dibaca bagi setiap muslim. Bukankah masing-masing kita adalah Da'i  atau Da'iyah. Sampaikanlah walaupun satu ayat itulah pesan Rasulullah SAW.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7840979884208610584?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7840979884208610584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/obat-dakwah-yang-paling-mujarab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7840979884208610584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7840979884208610584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/obat-dakwah-yang-paling-mujarab.html' title='Obat Dakwah Yang paling mujarab'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-4606328550272426013</id><published>2011-03-15T03:13:00.001-07:00</published><updated>2011-03-15T03:13:47.474-07:00</updated><title type='text'>Untaian Spiritual Motivation</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untaian Spiritual Motivation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, semakin tua manusia,semakin mereka terjebak pada rutinitas dan keadaan serta menganggap apa yg dijalani saat ini sudah merupakan gambaran masa depannya.Padahal impian itu,jika kita percaya n yakin,masih bisa kita raih.Selama masih ada waktu, masih bisa kita kejar.Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, bagaimana rasanya kalau kita dikasihi,diperlakukan dgn lembut dan penuh perhatian? Apabila kita merasa nyaman dengan perlakuan ini,tentu saja manusia dan juga isi alam semesta akan merasakan hal yang sama.Mulailah saat ini membersihkan hati dan pikiran utk mulai mengasihi sesama dan isi alam semesta agar kita mendapatkan yg sama dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, ubahlah cara berpikir kita maka kita dapat mengubah kehidupan kita. Kekuatan pikiran yang Allah anugerahkan mampu mengarahkan kita pada sebuah kehidupan yang luar biasa. Hati-hati dengan pikiran kita karena hal itu berpotensi untuk terwujud dalam kehidupan kita. Salam Dahsyat dan Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah mikrokosmos dari makrokosmos alam semesta. Manusia adalah medan magnet dan energi yg bisa digunakan untuk menarik dan mempengaruhi seluruh potensi alam semesta.Potensi besar ini belum digunakan secara efektif karena masih memancarkan fibrasi yg kecil. Bagaimana cara meningkatkan fibrasi energi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; lakukan afirmasi diri;masukkan emosi yg kuat dlm setiap afirmasi,lakukan afirmasi dgn jelas dan detail shg semakin mudah dibayangkan oleh otak dan pikiran kita shg semakin mudah utk diwujudkan,time line harus punya jangka waktu dan ruang yg jelas, dan never give up! lakukan terus-menerus utk memberi energi yg kuat utk pencapaian. Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, melatih pikiran kita untuk tenang membantu kita melepaskan semua ketegangan dari tubuh kita,mengendalikan stress, meningkatkan fokus, dan mengendalikan proses mental kita. Jangan lupa sobat tulis proposal hidup kita setelah sholat malam atau sholat tahajjud saat pikiran kita tenang bermunajah kepada-Nya.Barokallah. Salam Dahsyat dan Luar biasa! Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, Allah yang mengajarkan dan menganjurkan untuk sehat melalui bersyukur, sedekah,sholat dhuha, dan sholat tahajjud.Yakinlah akan cara-cara yang diajarkan dan dianjurkan Allah.Yakin akan kekuasaan dan janji-janji Allah serta yakin bahwa segala sesuatu dari Allah adalah yang terbaik inilah hakekat Al quwwah ar ruhiyah yg akan memunculkan kekuatan spirit tanpa batas.Allahu Akbar!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Al quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Menjadi Dai yang Dicinta. www.fikrulmustanir.blogspot.com . email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-4606328550272426013?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/4606328550272426013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/untaian-spiritual-motivation.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/4606328550272426013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/4606328550272426013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/untaian-spiritual-motivation.html' title='Untaian Spiritual Motivation'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-8212572324268887384</id><published>2011-03-13T20:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T20:08:44.646-07:00</updated><title type='text'>Seruan Khilafah Bermunculan di Tengah Revolusi Arab Menerobos Berbagai Penghalang Media</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan Khilafah Bermunculan di Tengah Revolusi Arab Menerobos Berbagai Penghalang Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berbagai media berupaya menyembunyikan agar umat tidak mengerti tentang perubahan yang sesungguhnya, yang tidak mungkin terjadi kecuali dengan Islam; meskipun berbagai media berupaya untuk memalsukan revolusi negara-negara Arab yang diberkati, dan hanya memperlihatkan karakter sekulerisme, yang semuanya menuntut sebuah negara sipil atau demokrasi; serta upaya berbagai media untuk memadamkan sisi terang dari revolusi ini, yang tercermin dalam langkah praktis untuk mengakhiri kekuasaan tiran dan keinginan untuk mendirikan Khilafah, namun demikian suara Khilafah dan seruannya terus menerobos ke dalam kaum Muslim, para pengamat dan para politisi Barat, sehingga Khilafah menjadi buah bibir masyarakat umum dan para politisi, sekalipun itu tidak dilakukan secara terbuka, sebab semangat pemadaman dan penyembunyian terhadap cahaya terang Khilafah ini merupakan sikap utama bagi berbagai media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak percikap api pemberontakan menyala di Tunisia al-Hadra’, yang kemudian diikuti oleh revolusi di Mesir, Libya dan Yaman, kami melihat berbagai media senantiasa menyembunyikan pemandangan besar dan berbagai gerakan massa yang menyerukan pada perubahan yang sesuai dengan Islam, dan pendirian Khilafah, serta menyerukan untuk membuang jauh ketergantungan dan hubungan dengan kekuatan penjajahan Barat. Buruknya lagi, penyembunyian yang dilakukan oleh media ini disusul dengan upaya memalsukan fakta dan berbagai pencapaian revolusi. Tentu semua ini dilakukan dalam rangka mendukung agenda asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait fakta yang mengungkapkan adanya seruan untuk membuang ketergantungan dan beralih pada Islam dalam revolusi ini, tampak dalam berbagai pernyataan yang berulang kali disampaikan oleh para pemimpin Barat, Amerika, Eropa dan Yahudi, di mana mereka sangat ketakutan akan kemungkinan berdirinya negara Islam yang akan mengganggu keseimbangan kekuasaan dan mengubah arah sejarah. Pernyataan tentang ketakutan ini telah disampaikan oleh Clinton, Cameron, Ashkenazi, Netanyahu dan Berlusconi. Bahkan media-media besar Barat seperti Fox News dan The Independent, semuanya telah membicarakan tentang ketakutan para politisi Barat terhadap revolusi ini dan pendirian Khilafah, serta implikasinya bagi Barat dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kuantitas ketakutan yang luar biasa, maka hal ini memaksa Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa untuk mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan kecemasan Barat dan meredakan badai ketakutan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, sekalipun media telah berusaha keras untuk menyembunyikannya, namun suara-suara dukungan terhadap Hizbut Tahrir di tengah-tengah kaum Muslim meningkat pesat terkait seruannya untuk menegakkan Khilafah, dan telah banyak pihak yang berusaha mewujudkannya, serta mereka yang telah mendedikasikan semua tenaganya selama puluhan tahun untuk menegakkan kembali Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tunisia, masîrah (long match) berlangsung di jalan-jalan “lâ syarqiyyah wa lâ gharbiyyah … lâ dimoqrâthiyyah wa wathaniyyah … bal khilâfah Islâmiyyah, bukan Timur dan bukan pula Barat … bukan demokrasi dan bukan pula nasionalisme … melainkan Khilafah Islamiyah”. Namun peristiwa-peristiwa ini diabaikan oleh media, meskipun gambar-gambar masîrah (long match) tersebut telah mewarnai halamam jaringan internet, dan melalui Facebook khususnya. Akan tetapi, semua peristiwa yang mencerminkan denyut nadi umat ini tetap disembunyikan oleh media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir ada suara-suara lantang yang diabaikan media, khotbah-khotbah Jum’at, channel-channel TV keagamaan, dan kelompok massa yang menyerukan penerapan Islam di Lapangan Tahrir, di berbagai pusat diskusi di kota Alexandria, dan wilayah-wilayah Mesir lainnya. Dalam hal ini, sekali lagi media menutup diri, baik dengan alasan maupun tanpa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Libya, berlangsung seruan-seruan untuk penerapan Islam, meskipun Gaddafi melancarkan kampanye untuk merusak citra Negara Islam, dan selalu mengaitkan dengan berbagai aksi kekerasan. Bahkan para pemimpin entitas Yahudi mengatakan bahwa karakter revolusi di Libya adalah karakter Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yaman, berlangsung seruan-seruan para ulama, dan kabar gembira akan kembalinya Khilafah. Bahkan ada beberapa kota yang telah diwarnai dengan kibaran bendera al-Uqab, yaitu al-Liwa’ dan ar-Rayah. Dan inilah yang mendorong media-media lokal dan Arab untuk membuat judul: “Yaman berada di pinggiran “Khilafah Islam”, dan “ar-Rayah” telah berkibar di atas sekolah-sekolah di Aden”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun media-media berusaha keras untuk menyembunyikan dan menutupinya, namun seruan perubahan atas dasar Islam tetap merupakan aspirasi umat yang sesunguhnya, yang mendorongnya untuk bergerak, dan meraih harapan masa depan yang cerah. Sekalipun jalan untuk mengetahui semua berita itu masih merupakan ruang sempit, melalui jaringan internet, serta kontak-kontak yang dinamis dan terencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya usaha pemboikitan dan penyembunyian yang dilakukan oleh berbagai media ini adalah dalam rangka untuk melayani agenda asing, yaitu membajak dan memaksa media untuk mencuri kerja keras umat dan pengorbanannya. Hanya saja umat telah melakukan perlawanan atas siapa saja yang menekannya dan merampas kekuasaannya. Sehingga tidak diragukan bahwa umat tidak akan pernah tertipu lagi oleh siapa saja yang berusaha menyesatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut  mereka, tetapi Allah  menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membencinya.” (TQS. Ash-Shaff [61] : 8-9).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-8212572324268887384?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/8212572324268887384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/seruan-khilafah-bermunculan-di-tengah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8212572324268887384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8212572324268887384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/seruan-khilafah-bermunculan-di-tengah.html' title='Seruan Khilafah Bermunculan di Tengah Revolusi Arab Menerobos Berbagai Penghalang Media'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-6562972822833262652</id><published>2011-03-13T19:40:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T19:41:28.473-07:00</updated><title type='text'>Kepada Uang Hukum Bersujud</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Uang Hukum Bersujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editorial sebuah media masa nasional memberikan julukan baru untuk Indonesia: negeri lelucon! Julukan ini melengkapi gelar-gelar sebelumnya mulai dari negara gagal, negara para koruptor sampai yang sangat keras: negara biadab! Betapa tidak, di negeri lelucon ini seorang tersangka penggelap pajak biasa berkeliaran bebas bertamasya; bukan hanya Bali, tetapi sampai ke Kuala Lumpur dan Makau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayus membuktikan prinsip penting Kapitalisme: uang bisa membeli segalanya. Prinsip ini melahirkan realita: kepada uang hukum bersujud, yang melumpuhkan pilar-pilar hukum mulai dari polisi, jaksa hingga hakim. Dengan kekuatan uang pula, seorang terpidana di di Bojonegoro, Jawa Timur, dengan mudahnya membayar seluruh otoritas penegakan hukum untuk menggantikannya masuk bui. Ini melengkapi lelucon sebelumnya saat Ayin membawa pembantu dan perawat kecantikannya ke penjara yang ia sulap menjadi kamar mewah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri lelucon ini pula, terdakwa korupsi yang tengah mendekam di Penjara Cipinang, Jefferson Rumajar dilantik sebagai walikota Tomohon, Sulawesi Utara. Sang walikota pun dengan gagah tanpa malu melantik pejabat bawahannya. Semua itu difasilitasi oleh negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi berbeda dialami oleh terdakwa rakyat biasa; babak belur dihajar di penjara, terpaksa tinggal di kamar penjara kelas murah karena tak punya uang, tentu dengan fasilitas serba buruk. Demikian pula yang dialami terdakwa ‘teroris’ yang penuh rekayasa. Seperti yang dikatakan Mahendradata (Dewan Pembina Tim Pembela Muslim), jangankan bisa keluar-masuk sampai 68 kali seperti Gayus, hanya untuk menerima jengukkan sama sekali tak mudah. Contoh kasus, sekadar untuk bertemu dengan perempuan lemah yang tertembak kakinya, Putri Munawarroh, harus melalui sekian banyak izin sampai ke tingkatan jenderal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulang-ulang kita menyatakan, semua ini berpangkal pada sistem Kapitalisme yang menjadikan uang sebagai tuhan baru. Semuanya bersujud kepada uang. Hukum bisa dibuat, diatur dan direkayasa dengan kekuatan uang. Aparat pun tunduk kepada uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi pula politik transaksional dengan prinsip ‘politic to money, money to politic’. Demikian terus berputar, bagaikan lingkaran setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah Islam menuntaskan semua persoalan ini? Jelas bisa! Sebab, Islam adalah petunjuk dari Allah SWT bagi manusia untuk menyelesaikan persoalan hidup mereka. Islam telah menetapkan tiga pilar penting untuk membangun sistem yang bersih dan adil. Pertama: ketakwaan kepada Allah SWT. Seperti yang diungkapkan oleh Imam Hasan al-Bashri, takwa adalah takut dan menghindari apa saja yang Allah haramkan serta menunaikan apa saja yang Dia wajibkan. Dengan ketakwaan, seorang akan takut berbuat maksiat dan kejahatan. Sebab, dia tahu ada Allah SWT yang mengawasi dirinya dan ada hari pertanggung jawaban saat dia akan menerima konsekuensi atas segala tindakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, ketakwaan inilah yang dikikis habis dalam sistem Kapitalisme. Dengan prinsip sekularisme, agama dijadikan hanya untuk urusan pribadi. Sebaliknya, masalah hukum, politik dan ekonomi tidak tersentuh aturan Allah SWT. Munculah pribadi-pribadi yang (kelihatan) hanya takut kepada Tuhan saat dia shalat atau di masjid, namun mencampakkan hokum-hukum-Nya saat di luar masjid, ketika berekonomi atau berpolitik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: penegakkan hokum oleh negara. Hukum dibutuhkan untuk mengatur manusia, mencegah penyimpangan, memberikan efek jera dan memberikan keadilan. Namun, tegaknya hukum sangat bergantung pada substansi hukumnya, apakah benar atau tidak, dan bagaimana hukum itu diterapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, dalam sistem Kapitalisme, selain dalam tataran pelaksanaannya, substansi hukumnya sendiri bermasalah. Sumber hukum tertinggi dalam demokrasi merujuk pada hawa nafsu dan akal terbatas manusia. Hukum kemudian tunduk pada segala kepentingan pribadi keluarga, kelompok, atau partai. Karena dalam Kapitalisme uang atau kapital adalah segalanya, jadilah mencari uang sebanyak-banyuk menjadi tujuan dari hukum. Senjata untuk mewujudkan semua itu lagi-lagi adalah kekuatan uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, dalam Islam sumber hukum sejati adalah Allah SWT. Segala sesuatu dinilai berdasarkan halal dan haram sesuai al-Quran dan as-Sunnah. Segala bentuk interest, hawa nafsu manusia, harus tunduk pada hukum Alah SWT; bukan sebaliknya. Hal ini dipastikan akan memberikan kebaikan kepada manusia. Sebab hukum tersebut bersumber dari Allah yang Mahaadil dan Mahasempurna. Kebaikan hukum Allah SWT bukan hanya untuk segelintir orang, tetapi untuk seluruh manusia, Muslim atau non-Muslim (rahmatan lil ‘alamin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: amar makruf nahi mungkar. Manusia mungkin saja keliru. Manusia mungkin saja menyimpang dari aturan Allah SWT. Karena itulah, amar makruf nahi mungkar sangat penting dalam sebuah masyarakat. Tanpa ada pemimpin yang mengkoreksi, rakyat mungkin saja terjerumus dalam kesalahan. Demikian juga sebaliknya; tanpa ada koreksi dari rakyat, pemimpin akan selalu merasa benar sendiri, akhirnya bersikap otoriter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban mengoreksi penguasa bahkan disebut oleh Rosululah SAW sebagai afdhal al-jihad (jihad terbaik) dan siapapun yang terbunuh karenanya diberi gelar sayyid asy-syhada’ (pemimpin para syuhada). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah lil hukkam (mengoreksi penguasa) menjadi sangat penting. Sebab, kekeliruan kebijakan penguasa akan memberikan dampak yang sistematis dan berpengaruh luas di tengah-tengah masyarakat, seperti kebijakan kenaikan BBM yang berdampak luar biasa menambah beban derita rakyat. Karena itu, dalam Islam ruang bagi keberadaan kelompok atau partai yang bertugas mengoreksi penguasa diberikan seluas-luasnya. Mengoreksi penguasa dalam Islam didasarkan pada keimanan dan kecintaan; agar penguasa itu tetap on the track dalam kebijakannya. Dasarnya adalah al-Quran (QS Ali Imran: 104), yakni dakwah Islam dan amar makruf nahi mungkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pilar inilah yang akan mengubah Indonesia dari negara lelucon, menjadi negara sejati. Rakyat pun akan mendapat keadilan hukum, politik yang menjadi pelayan rakyat dan ekonomi yang mensejahterakan. Namun, tiga pilar ini hanya akan terwujud secara sempurna dalam sistem Khilafah sebagai institusi politiknya. [Farid Wadjdi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-6562972822833262652?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/6562972822833262652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/kepada-uang-hukum-bersujud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6562972822833262652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6562972822833262652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/kepada-uang-hukum-bersujud.html' title='Kepada Uang Hukum Bersujud'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-1144665817598778087</id><published>2011-03-04T21:42:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T21:43:33.317-08:00</updated><title type='text'>The Power of love</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Power of Love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sungguh obat mujarab,cinta adalah jawaban atas semua tantangan dalam hidup.Setiap kali kita memberikan atau mengirim cinta, kita tidak saja akan menerimanya kembali, tapi juga mengurangi emosi-emosi negatif dan mengatasi rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, seberapa pentingkah cinta bagi kita? Cinta sama pentingnya dengan udara  yang kita hirup, makanan yang kita santap, air yang kita minum.Cinta adalah syarat bagi kehidupan yang seimbang. Dr. Murray Bannks (1950) seorang psikolog ternama dengan teorinya tentang kehidupan seimbang mengatakan bahwa untuk memiliki kehidupan, kita perlu empat hal utama :&lt;br /&gt;1. Menjalani hidup&lt;br /&gt;2. Mencintai dan dicintai&lt;br /&gt;3. Merasa penting&lt;br /&gt;4. Mengalami keberagaman.&lt;br /&gt;Pernakah kita mendengar tentang orang-orang yang menempatkan hidup mereka di dalam bahaya demi seseorang yang mereka cintai? Atau mungkin tentang orang-orang yang mempertaruhkan hidup di dalam bahaya demi menyelamatkan seseorang yang mereka bahkan tidak dikenal, hanya atas alasan cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, mari kita bahas  pilar-pilar mencintai, dan pilar pertama dan utama adalah Mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Allah telah menciptakan kita dan mencintai kita tanpa syarat. Dialah yang pertama dan terakhir, tidak ada yang sebelum Dia dan tidak ada yang setelah Dia. Dialah kekuatan tertinggi, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Memberi dan  tak peduli apa pun yang pernah kita lakukan, tak peduli berapa banyak dosa yang kita kerjakan, jika kita memohon ampunan-Nya dengan hati yang tulus, Dia akan mengampuni kita. Nabi Muhammad Saw bersabda, ” Wahai anak Adam, jika dosamu setinggi langit dan engkau memohon ampunan kepada Allah, Dia akan mengampunimu” Subhaanallah, bisakah kita bayangkan betapa Allah sangat mencintai kita?&lt;br /&gt;Seorang sahabat Nabi  Saad bin Abi Waqas ketika dia memeluk Islam dan berjuang bersama Rasulullah Saw, ibundanya marah, mengembargonya, bahkan mengancamnya dengan melakukan demo untuk mogok makan agar Saad meninggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw. Apa yang dikatakan Saad kepada bundanya, ”Wahai Bunda, andaikata bunda punya seratus nyawa dan setiap nyawa ke luar satu persatu, sungguh aku tidak akan tinggalkan Dien (agama) ini.”  kemudian peristiwa ini disampaikan kepada Rasulullah Saw dan beliau mengatakan, ” Tidak ada ketaatan kepada makhluk apabila diajak dalam kemaksiatan kepada Allah.”  kemudian Saad minta kepada Rasulullah Saw untuk didoakan agar ibunya masuk Islam, kemudian Rasul pun mendoakannya. Dan  ibunyapun akhirnya masuk Islam serta mendukung perjuangan Nabi dan Saad bin Abi waqas salah seorang sahabat yang menjadi Panglima Rasul yang luar biasa dan salah satu sahabat yang do’anya mustajabah serta dijamin oleh Rasul masuk surga. Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kalau kita mau gunakan akal pikiran kita dengan sehat dan jernih maka sungguh tidak pantas kita sombong kepada Allah dan tidak taat kepada-Nya. Pernahkah kita berpikir berapa kekayaan setiap orang jika dihargai dengan uang? Berapakah harga tubuh manusia jika diuangkan? Berapa harga mata, hidung, telinga, mulut, otak, kepala, lidah, tangan kaki dan apa saja yang menjadi bagian dari tubuh manusia jika dirupiahkan?&lt;br /&gt;Saat mata kita sehat, kita tak pernah berpikir betapa berharganya mata kita. Coba saja jika suatu ketika mata Anda, karena satu sebab kecelakaan tertentu, menjadi buta. Kebetulan Anda memiliki tabungan milyaran rupiah. Apa yang Anda lakukan? Anda pasti akan membayar berapa milyar pun untuk mengembalikan penglihatan Anda. Tak peduli jika untuk itu tabungan Anda terkuras nyaris habis. Saat tangan atau kaki kita sehat dan normal, kita pun mungkin jarang berpikir betapa bernilainya kedua anggota tubuh kita itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan andai suatu saat, karena satu sebab musibah tertentu, tangan atau kaki Anda itu harus diamputasi? Pasti, jika kebetulan Anda orang kaya, Anda akan sanggup mengeluarkan ratusan juta atau bahkan milyar rupiah asal tangan atau kaki Anda tidak diamputasi dan kembali sehat serta  normal seperti sedia kala. Bagaimana pula jika satu sebab bencana tertentu wajah Anda yang ganteng/cantik tiba-tiba harus menerima kenyataan rusak parah tak berbentuk akibat terbakar hebat atau terkena air keras? Pasti, Anda pun dengan ikhlas dan rela akan melepaskan harta apa saja yang Anda miliki asal wajah Anda bisa kembali ganteng/cantik seperti sedia kala.&lt;br /&gt;Sudah banyak bukti, orang-orang yang berpunya sanggup mengorbankan hartanya sebanyak apapun demi mengembalikan kesehatannya; demi sembuh dari penyakit jantung, kanker, kelumpuhan, kecacatan dll. Bahkan demi mengembalikan agar kulitnya menjadi kencang, atau agar keriput di wajahnya bisa hilang, banyak orang rela merogoh sakunya dalam-dalam.&lt;br /&gt;Jika sudah demikian, semestinya kita sadar, betapa kayanya setiap diri kita; hatta jika secara materi kita bukan orang berpunya. Bukankah kita akan tetap mempertahankan mata atau hidung kita meski ada orang mau menawar dan membelinya seharga ratusan juta rupiah? Bukankah kita tak akan rela melepas jantung atau paru-paru kita walau ada orang berani menawarnya seharga semilyar rupiah? Bukankah kita tak akan sudi kehilangan tangan atau kaki kita meski untuk itu kita mendapatkan kompensasi harta yang melimpah-ruah? Bukankah kita pun tak akan pernah rela menyewakan nafas kita barang lima atau 10 menit meski harga sewanya jutaan rupiah? Sebab, kita amat paham, tidak bernafas lima atau 10 menit berisiko menjadikan kita mati lemas.&lt;br /&gt;Belum lagi jika kita berusaha meneliti udara yang kita hirup saat bernafas. Pikirkan pula air yang kita minum; yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak; dll. Renungkan pula bumi yang kita pijak, sinar matahari yang menyinari setiap hari, air hujan yang turun ke bumi, sinar bulan yang menghiasai malam, jalanan yang kita lalui, pemandangan alam yang kita nikmati, dll. Bagaimana jika semua itu harus kita beli? Berapa ratus juta bahkan berapa puluh milyar rupiah uang yang harus kita keluarkan?&lt;br /&gt;Namun, alhamdulillah, semua kekayaan dan kemewahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Amat pantaslah jika Allah SWT dalam Alquran surat ar-Rahman berkali-kali mengajukan pertanyaan retoris kepada manusia: Fa bi ayyi âlâ’i Rabbikumâ tukadzibân (Nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan)? Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun. Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?”(TQS al-Anbiya’ [21]: 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, ada beberapa tips untuk membantu kita lebih dekat kepada Allah SWT :&lt;br /&gt;1. Berdo’a: Berdo’alah setiap hari dengan penuh keyakinan, berdo’alah dengan penuh takdzim dan berdo’alah dengan penuh cinta.&lt;br /&gt;2. Bersyukurlah dan panjatkan pujian kepada-Nya atas semua anugerah yang Dia berikan kepada kita.&lt;br /&gt;3. Berdakwahlah di jalan-Nya, lakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan penuh kasih sayang kepada sesama.&lt;br /&gt;4. Memberilah dan jadilah orang yang senang memberi. Berlaku baik dan ramahlah kepada semua orang yang kita kenal dan kepada siapa pun yang kita temui.&lt;br /&gt;5. Kunjungilah Rumah Allah dan ramaikan dengan syiar dan pembinaan umat untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;6. Berlaku jujurlah dalam berurusan dengan orang lain.&lt;br /&gt;7. Santunilah orang miskin dan anak yatim-piatu.&lt;br /&gt;8. Buanglah kebiasaan negatif dan merusak.&lt;br /&gt;9. Silahkan anda tambahkan terus poin berikutnya, jadi tambahkan apa saja yang muncul di pikiran kita, yang akan membuat kita lebih dekat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sobat, Sudahkah atas semua hal di atas kita bersyukur? Ataukah kita malah sering berlaku sombong dan takabur?  Sudah berapa milyar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Ataukah kita malah gemar berkhianat kepada-Nya? Na’udzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang senantiasa mencintai Allah dan Rasul-Nya dan yang selalu bersyukur setiap waktu atas segala karunia-Nya yang luar biasa itu, bukan hamba yang takabur apalagi kufur kepada-Nya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan keseriusan dan ketekunan kita dalam beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya; dalam menaati segala perintah-Nya; dalam mengorbankan apa saja untuk agama-Nya; serta dalam berjuang menegakkan akidah dan syariah-Nya demi kemuliaan Islam dan umatnya. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H  Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah dan Menjadi Dai yang Dicinta, www.fikrulmustanir.blogspot.com , www.penasaran.net/?ref=emmxaq, email mumtaz.oke@gmail.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-1144665817598778087?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/1144665817598778087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/power-of-love.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1144665817598778087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1144665817598778087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/power-of-love.html' title='The Power of love'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-6600215708742518073</id><published>2011-03-04T18:30:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T18:33:54.716-08:00</updated><title type='text'>Liberalisasi Migas Makin Beringas</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.penasaran.net/?ref=emmxag"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Liberalisasi Migas Makin Beringas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engan Menggunakan BBM Non-Subsidi, Kita Telah Menghemat APBN sebesar Rp 88,9 Triliun…,” “Malu Dong, Mobilnya Mewah, Bensinnya Subsidi.” Tulisan tersebut kini bisa dengan mudah dibaca masyarakat di beberapa jembatan penyeberangan jalan protokol dan beberapa SPBU (Stasiun Pengisian BBM Umum) wilayah DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang penerapan pembatasan BBM Subsidi April mendatang, Pemerintah memang kian genjar berkampanye tentang penggunaan BBM Non-Subsidi. Salah satu alasan paling kerap dilontarkan Pemerintah untuk ‘menghipnotis’ rakyat adalah penghematan APBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada APBN 2011, subsidi untuk BBM mencapai Rp 97,26 triliun, naik dari APBN 2010 sebanyak Rp 88,9 triliun. Anggaran itu untuk mensubsidi 38,591 juta kiloliter. Rinciannya, 23,191 juta kiloliter premium, 13,085 juta kiloliter solar, dan sisanya minyak tanah. Asumsinya, harga minyak 80 dolar AS/barel dan kurs Rp 9.200 perdolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalkulasinya, jika konsumsi BBM bersubsidi, khususnya premium mencapai 53% atau sebanyak 23 juta kiloliter, maka dengan adanya pembatasan, Pemerintah bakal menghemat 10 juta kiloliter. Untuk memperkuat argumen itu, Pemerintah mengajukan data konsumsi BBM bersubsidi pada tahun ini yang dipastikan melebihi kuota. Besarnya kuota adalah 36,5 juta kiloliter. Pemerintah berdalih, pembatasan BBM bersubsidi itu dilakukan agar kuota yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 tidak terlampaui. Jika kuota itu terlampaui, subsidi yang dikeluarkan Pemerintah akan melebihi anggaran yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Pemerintah membatasi konsumsi BBM subsidi sebenarnya sudah sejak lama. Ketua BPH (Badan Pengelola Hilir) Migas, Tubagus Haryono, mengatakan, pihaknya sudah merancang pembatasan tiga tahun lalu. Namun, saat itu Pemerintah mengurungkan niatnya karena harga minyak dunia tengah terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun lalu, hasrat itu kembali mencuat. Bahkan keputusan Pemerintah sudah harga mati alias sudah final dan tidak bisa ditawar lagi. Pada tahap awal, penerapan pembatasan BBM Subsidi akan berlaku April mendatang untuk wilayah Jabodetabek. BPH Migas memperkirakan kebijakan itu akan berlaku penuh di seluruh wilayah Indonesia pada Juli 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa opsi yang Pemerintah siapkan untuk memangkas konsumsi BBM subsidi. Opsi pertama melarang semua kendaraan beroda empat berplat hitam mengonsumsi BBM Subsidi. Artinya, hanya kendaraan umum, kendaraan roda dua dan tiga, serta nelayan yang masih berhak membeli BBM Subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opsi kedua melarang kendaraan roda empat berplat hitam keluaran di atas 2005 mendapatkan BBM Subsidi. Selain kedua opsi tersebut, BPH Migas juga sudah menyiapkan alternatif lain, yakni penggunaan kartu fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Pemerintah membentuk Tim Pengawas Khusus Pembatasan BBM Subsidi yang dinahkodai Anggito Abimanyu. Tim tersebut yang akan mengkaji kebijakan Pemerintah. Saat ini tim tersebut juga telah menyiapkan beberapa opsi, yakni: menaikkan harga BBM, kuota konsumsi alias sistem penjatahan, subsidi pertamax (untuk sementara), hingga menggunakan Liquied Gas Vehicle (LGV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Asing Bermain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pembatasan BBM Subsidi disinyalir bukan semata-mata murni menghemat kocek negara. Ada maksud lain. Setidaknya untuk kepentingan asing. Dengan kata lain, pihak asing bermain di balik pembatasan BBM Subsidi. Kebijakan Pemerintah ini justru membawa ‘berkah’ bagi perusahaan minyak asing seperti Shell, Total dan Petronas. Sebab, harga BBM Non-Subsidi di SPBU Pertamina tidak akan berbeda jauh dengan SPBU milik perusahaan asing. Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, baik pelayanan dan kualitas, konsumen bakal berbondong-bondong menyerbu SPBU asing. Country Chairman and President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi mengakui, kampanye pembatasan konsumsi BBM Subsidi dalam beberapa bulan terakhir membuat penjualan BBM Non-Subsidi meningkat. Bahkan diprediksi, penjualannya bakal meningkat lebih tinggi jika Pemerintah resmi menerapkan pembatasan konsumsi BBM Subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Erie Purnomo Hadi menuding Pemerintah, dalam hal ini BPH Migas sebagai regulator, lebih condong memihak SPBU non-Pertamina. Jika kebijakan pembatasan BBM Subsidi ini dilakukan, sama saja BPH Migas sebagai regulator secara tidak langsung membantu SPBU non-Pertamina atau SPBu-SPBU asing. Menurut Erie, dengan kebijakan ini SPBU non-Pertamina justru yang menuai keuntungan sebanyak-banyaknya. Apalagi SPBU non-Pertamina tidak dikenai beban sosial untuk buka SPBU Subsidi. “BPH Migas bertindak tidak fair, BPH Migas justru membantu SPBU non-Pertamina berkembang lebih jauh lagi,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan bahwa kebijakan Pemerintah itu untuk kepentingan asing datang dari pengamat perminyakan, Kurtubi. Dia menduga, kebijakan pembatasan konsumsi BBM Subsidi bermaksud menolong SPBU asing agar tetap hidup. Ini karena SPBU asing tidak mempunyai pelanggan. “Pom-pom bensin asing sekarang ini kekurangan pelanggan. Mau nggak mau rakyat akan mencurigai tujuannya sebenarnya melarang rakyat membeli premium,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan BBM Subsidi sudah pasti bakal menambah beban rakyat karena harus mengeluarkan ongkos lebih mahal untuk membeli BBM. Dengan melepas BBM Non-Subsidi sesuai harga minyak di pasar dunia membuat harganya akan sangat tinggi. Akhir-akhir ini gejalanya mulai terlihat. Naiknya harga minyak dunia membuat harga pertamax mulai mendekati BBM sejenis di SPBU asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari Liberalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian perusahaan asing menanamkan modal di sektor migas tidak lepas dari rekayasa melepas harga BBM pada mekanisme pasar. Pada akhirnya adalah kapitalisasi industri migas di Indonesia. Strateginya, melalui perusahaan migas asing seperti Exxonmobil, Chevron, Total dan Shell yang mendapat dukungan lembaga asing IMF (International Monetery of Fund), Bank Dunia dan USAID mendorong Pemerintah Indonesia segera merevisi UU Minyak dan Gas (Migas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah akhirnya meneken LoI (Lettern of Intent) dengan IMF pada 1998. Sejak itu semua kebijakan Pemerintah akhirnya harus tunduk ‘apa kata’ IMF. Sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan LoI IMF, di sektor Migas pada 1999 Pemerintah membuat draft UU Migas yang baru. Dalam Memorandum of Economic and Finansial Policies (LoI IMF, Januari 2000) mengenai sektor migas disebutkan, “Pemerintah berkomitmen mengganti UU yang ada dengan kerangka yang lebih modern, melakukan restrukturisasi dan reformasi di tubuh Pertamina, menjamin kebijakan fiskal dan berbagai regulasi untuk eksplorasi dan produksi tetap kompetitif secara internasional, membiarkan harga domestik mencerminkan harga internasional.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen Pemerintah tersebut dipertegas lagi dalam LoI IMF Juli 2001. “Pemerintah (Indonesia) berkomitmen penuh untuk mereformasi sektor energi yang dicantumkan pada MEFP 2000. Secara khusus pada September, UU Listrik dan Migas yang baru akan diajukan ke DPR. Menteri Pertambangan dan Energi telah menyiapkan rencana jangka menengah untuk menghapus secara bertahap subsidi BBM.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada tahun 2000, Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID memberikan pinjaman untuk memulai proses liberalisasi sektor migas itu. Salah satu yang USAID garap dalam rangka liberalisasi adalah menyiapkan draft UU yang baru. Bersama ADB (Asian Development Bank) dan World Bank menyiapkan reformasi sektor energi secara keseluruhan. Dokumen USAID menyebutkan, bahwa lembaga itu telah membantu pembuatan draft UU Migas yang diajukan ke DPR pada Oktober 2000. Dalihnya, UU ini akan meningkatkan kompetensi dan efisiensi dengan mengurangi peran BUMN dalam melakukan eksplorasi dan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen lain menyatakan, pada 2001 USAID memberikan bantuan senilai 4 juta dolar AS (Rp 40 miliar) untuk memperkuat pengelolaan sektor energi dan membantu menciptakan sektor energi yang lebih efisien dan transparan. Para penasihat USAID memainkan peran penting dalam membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan dan menerapkan kebijakan kunci, yakni perubahan UU dan peraturan. Guna memuluskan langkah meliberalisasi migas Indonesia, USAID tak segan-segan menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membayar lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perguruan tinggi. Dokumen USAID menyebutkan, pada 2001 lembaga itu merencanakan menyediakan 850 ribu dolar AS atau sekitar Rp 8,5 miliar untuk mendukung LSM dan universitas. Dana itu untuk mengembangkan program yang dapat meningkatkan kesadaran pada isu-isu sektor energi, termasuk menghilangkan subsidi energi dan menghapus secara bertahap bensin bertimbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, UU No.22/2001 tentang Migas keluar. Dengan UU yang baru tersebut, Pemerintah lalu membuka izin perusahaan-perusahaan asing masuk ke berbagai tahap dalam proses migas di Tanah Air. Setelah menguasai industri hulu, perusahaan migas asing kemudian melanjutkan misinya menguasai sektor hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor hulu, beberapa perusahaan asing sudah menguasai ladang minyak dan gas di Indonesia. Tercatat dari 60 kontraktor, lima di antaranya dalam kategori super major, yakni Exxon Mobil, Shell Penzoil, Total Fina EIf, BP Amoco Arco, dan Chevron Texaco, yang menguasai cadangan minyak 70% dan gas 80%. Selebihnya masuk kategori Major, seperti Conoco, Repsol, Unocal, Santa Fe, Gulf, Premier, Lasmo, Inpex, Japex yang menguasai cadangan minyak 18% dan gas 15%. Perusahaan independen hanya menguasi cadangan minyak 12% dan gas 5%. Diperkirakan hasil dari mengeruk kekayaan alam Indonesia mencapai 1.655 miliar dolar AS atau 17 ribu triliun/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor hilir, kini beberapa perusahaan asing seperti Shell, Total dan Petronas telah menancapkan kukunya dengan membangun SPBU di lokasi-lokasi strategis. Setidaknya ada 105 perusahaan migas asing yang memperoleh izin mendirikan SPBU. Bahkan Pemerintah memberikan kesempatan kepada masing-masing perusahaan untuk membuka sekitar 20 ribu SPBU di seluruh Indonesia. Sebagai regulatornya, IMF, Bank Dunia dan USAID berhasil merayu Pemerintah mendirikan BP Migas. Padahal pada masa Orde Baru, lembaga tersebut tidak pernah ada. BP Migas kemudian menjadi corong lembaga dunia untuk menyuarakan misi mereka, yakni orientasi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi harga, lembaga keuangan dunia mendorong agar Pemerintah melepas pemasaran ke mekanisme pasar. Salah satu caranya adalah dengan pencabutan subsidi BBM dan melepas harga BBM ke pasar. Dengan cara itu, perusahaan-perusahaan asing baru bisa bersaing dengan Pertamina. Target IMF sebenarnya harga BBM sudah bisa diserahkan ke pasar pada 2005. Namun, di tengah jalan UU Migas terganjal Mahmakah Konstitusi (MK), setelah ada penolakan UU Migas tersebut. MK kemudian membatalkan Pasal 28 ayat 2 tentang pelepasan harga BBM ke pasar. Meski kalah di MK, keinginanan meliberalisasi pasar BBM di Indonesia tidak pernah berhenti. Menurut Pengamat Ekonomi dari UGM, Revrisond Baswier, setelah dinyatakan UU itu bertentangan dengan konstitusi, mereka jalan terus dengan mengubah istilah harga pasar menjadi harga keekonomian. “Itu hanya untuk berkelit saja. Karena harga pasar dilarang MK, maka ganti yang lain, tetapi maksudnya sama,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin Beringas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkal kekisruhan pengelolaan migas di Indonesia adalah ketika Pemerintah menerbitkan UU No 22/2001 tentang Migas. Lahirnya UU yang pro Kapitalisme itu justru menjadi sejarah memburuknya sektor migas. Sebagai sektor andalan (penyumbang devisa), nasib sektor migas sekarang sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2001, sesudah terbitnya UU Migas, tak ada catatan prestasi seperti nilai investasi ataupun penemuan lapangan migas baru. Padahal potensi migas di Indonesia masih sangat besar. Diperkirakan cadangan minyak bumi sebesar 4,4 miliar barel dan cadangan gas lebih dari 300 triliun kaki kubik. Sayang, kekayaan alam tersebut tidak banyak memberikan manfaat kepada rakyat, karena sebagian besar dikuasai asing. Data  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2009, dari total produksi minyak di Indonesia,  Pertamina hanya memproduksi 13,8%. Sisanya dikuasai swasta asing  seperti Chevron (41%), Total E&amp;P Indonesie (10%), Chonoco Philips  (3,6%) dan CNOOC (4,6%). Ketika kontrak habis Pemerintah melalui BP Migas malah memperpanjang kontrak itu ketimbang menyerahkan ke Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi sumberdaya migas Indonesia, yang semestinya masih bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, seolah hilang begitu saja karena aturan-aturan dalam UU Migas tidak berpihak kepada rakyat. UU itu malah membuka pintu selebar-lebarnya liberalisasi atau masuknya pihak asing dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Apalagi pada 2007, Pemerintah dengan persetujuan DPR RI menerbitkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing. UUU ini makin memperkuat cengkeraman liberalisasi karena tidak lagi membedakan kedudukan investor dalam negeri dengan investor asing. Bahkan secara jelas memberikan keleluasaan korporasi untuk berkecimpung dalam segala sektor ekonomi, tidak terkecuali sektor-sektor strategis yang menentukan hajat hidup orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dalam UU Migas, Pertamina diperlakukan  sama dengan perusahaan swasta sehingga harus bersaing untuk mendapatkan  konsesi pengelolaan ladang migas. Padahal negara lain seperti Malaysia memberikan wewenang sangat besar  kepada Petronas sehingga mampu menggeser dominasi swasta. Di Cina dan  sejumlah negara Amerika Latin sektor energi sepenuhnya dikuasai negara sehingga produksi dan harga di pasar domestik bisa dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus Ditolak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menjadi sebuah ancaman, sudah selayaknya UU Migas, khususnya rencana pembatasan BBM subsidi harus ditolak. Menurut Pengamat Ekonomi, Dr. Arim Nasim, setidaknya ada beberapa alasan penolakan. Pertama: pembatasan BBM subsidi menjadi ‘jalan tol’ menuju liberlisasi migas. Kedua: alasan Pemerintah bahwa subsidi BBM memberatkan APBN juga tidak benar. Dalam APBN 2011, justru utanglah yang menjadi beban terberat APBN. Ketiga: anggapan bahwa konsumsi BBM rakyat Indonesia termasuk yang paling boros juga salah. Data Bank Dunia, konsumsi BBM Indonesia justru masih nomor 90 di dunia, yakni sebanyak 849 kg/kapita. Lebih rendah dari rata-rata konsumsi dunia sebanyak 1.891 kg/kapita, juga jauh di bawah negara Afrika Botswana yang mencapai 1.068 kg/kapita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain, ungkap Arim Nasim, adalah pengelolaan BBM di Indonesia tidak profesional dan efisien akibat adanya broker dan korupsi. Salah satu amanat lain dari UU Migas yang membuat pengelolaan migas di Indonesia makin tidak efisien adalah unbundling (pemecahan) dalam tubuh Pertamina. Dengan kebijakan itu, perusahaan plat merah itu harus membuat anak perusahaan dalam mengelola kegiatan dari sektor hulu hingga hilir. Akibat pola unbunduling biaya pokok BBM Pertamina menjadi lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan-alasan tersebut sangat wajar jika rakyat menolak seluruh kebijakan liberalisasi sektor migas di negeri ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-6600215708742518073?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/6600215708742518073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/liberalisasi-migas-makin-beringas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6600215708742518073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6600215708742518073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/liberalisasi-migas-makin-beringas.html' title='Liberalisasi Migas Makin Beringas'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-2368463613419847788</id><published>2011-03-04T18:27:00.001-08:00</published><updated>2011-03-04T18:29:36.321-08:00</updated><title type='text'>Adakah "Nabi bayangan"?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan uang yang banyak dari website Anda, 100% profit milik Anda sendiri&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penasaran.net/?ref=emmxag"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah ‘Nabi Bayangan’?&lt;br /&gt;Soal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuatnya kembali kasus Ahmadiyah disertai dengan pembelaan kaum Liberal soal kenabian Ghulam Ahmad, bahwa Ghulam Ahmad adalah ‘nabi bayangan’, sebagaimana yang dikatakan Zuhairi Misrawi (Kompas, 16/2/2011). Pertanyaannya, adakah dalam pandangan Islam ‘nabi bayangan’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah nabi dan rasul adalah istilah syar’i yang maknanya telah didefinisikan dalam nas-nas syariah.1 Menurut Ahlus Sunnah, seperti al-Baidhawi dan al-Baghdadi, nabi dan rasul adalah orang yang sama-sama diberi wahyu oleh Allah. Semua rasul adalah nabi, tetapi tidak semua nabi adalah rasul. Menurut mereka, rasul adalah orang yang membawa syariah baru atau menghapus hukum-hukum syariah sebelumnya.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, istilah nabi dan rasul adalah istilah khas dengan makna yang juga khas. Istilah ini tidak boleh digunakan, kecuali dengan makna dan konteks sebagaimana yang ditetapkan oleh syariah. Mengenai istilah yang digunakan oleh Zuhairi, bahwa ada nabi independen (mustaqil), dan nabi bayangan, maka harus ditegaskan bahwa istilah nabi independen ini sebenarnya adalah rasul, karena mereka mempunyai syariah sendiri. Istilah ini digunakan oleh Ismail al-Barwaswi dalam Tafsir Haqqi, Tafsir Tanwir al-Adzhan dan Ruh al-Bayan.3 Adapun istilah nabi bayangan hanyalah rekaan kaum Ahmadi untuk menyebut Ghulam Ahmad. Menurut mereka, nabi bayangan ini taat dan patuh kepada nabi independen, yaitu Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim bahwa Ghulam Ahmad taat dan patuh kepada Nabi Muhammad saw. adalah dusta. Kalau dia taat dan patuh kepada Nabi saw., pasti dia tidak akan mengklaim dirinya sebagai nabi, baik nabi bayangan atau nabi apapun. Sebab, Nabi saw. sendiri sudah menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الأَنْبِيَاءُ، كُلَّمَا مَاتَ نَبِيٌّ قَامَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِيْ، وَسَتَكُوْنُ خُلَفَاءَ فَيَكْثُرُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bani Israil telah dipimpin oleh para nabi. Ketika seorang nabi wafat, setelahnya akan ada nabi baru yang menggantikannya. Sungguh tidak ada seorang nabi pun setelahku, dan akan ada banyak khalifah (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Nabi saw. dengan tegas menafikan, bahwa tidak ada seorang nabi pun setelah Baginda. Konstruksi kalimat La an-nafiyah li al-jins (huruf La yang menafikan semua jenis), yaitu Innahu la nabiyya ba’di (sungguh tidak ada seorang nabi pun setelahku), disertai dengan ta’kid (penegasan) dengan inna, menunjukkan bahwa semua jenis kenabian—apakah nabi independen, nabi bayangan atau nabi apapun setelah Baginda tidak akan pernah ada. Itulah maksud konstruksi kalimat La an-nafiyah li al-jins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini sekaligus menjelaskan tafsir ayat al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi (QS al-Ahzab [33]: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menyebut Nabi Muhammad sebagai Khatama an-Nabiyyin, yang berarti Penutup Para Nabi, bukan konotasi yang lain. Dengan demikian, klaim bahwa Ghulam Ahmad taat dan patuh kepada Nabi Muhammad saw. jelas bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika ada orang yang mengklaim sebagai nabi, berarti dia juga telah mengklaim dirinya mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Padahal secara syar’i wahyu hanya diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi dan rasul-Nya. Ibn Hajar al-Asqalani menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَشَرْعًا الإعْلاَمُ بِالشَّرْعِ وَقَدْ يُطْلَقُ الْوَحْيُ وَيُرَادُ بِهِ اِسْمُ المفْعُوْلِ مِنْهُ أَيْ الْمُوْحَي وَهُوَ كَلاَمُ اللهِ المُنَزَّلُ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara syar’i, wahyu adalah pemberitahuan mengenai syariah. Kadang disebut dengan istilah wahyu, namun dengan konotasi isim maf’ul-nya, yaitu sesuatu yang diwahyukan, berupa kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. (HR al-Bukhari dan Muslim, dengan lafal al-Bukhari). 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Suyuthi menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلْوَحْيُ مَا يُوْحِيَ اللهُ إِلَى نَبِيٍّ مِنَ الأَنْبِيَاءِ فَيُثْبِتَهُ فِي قَلْبِهِ، فَيَتَكَلَّمَ بِهِ وَيَكْتُبَهُ وَهُوَ كَلاَمُ الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu adalah apa yang diwahyukan oleh Allah kepada salah seorang nabi untuk diteguhkan dalam hatinya sehingga dia menyampaikannya dan menulisnya. Itulah kalam Allah. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, klaim bahwa Ghulam Ahmad adalah nabi jelas dusta, karena dia tidak mendapatkan wahyu, sebagaimana pengertian wahyu secara syar’i. Tentang klaimnya, bahwa dia menerima wahyu sebagaimana yang dituangkan dalam kitabnya, Tadzkirah, juga merupakan kebohongan. Abu Bakar ash-Shiddiq menyatakan dengan tegas, wahyu tidak lagi turun pasca wafatnya Baginda Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَضَىٰ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَانْقَطَعَ الْوَحْيُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. telah pergi (wafat) dan wahyu pun terputus (berhenti). 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, Umar ra. menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلاَ وَإِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَدِ انْطَلَقَ وَانْقَطَعَ الْوَحْيُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, bahwa Nabi saw. telah berlalu (wafat), dan wahyu pun telah terputus (berhenti). 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dinyatakan di hadapan para Sahabat, di depan mata dan telinga mereka dan tidak seorang pun di antara mereka ada yang mengingkarinya. Dengan kata lain, telah menjadi Ijmak Sahabat, bahwa wahyu tidak akan turun lagi setelah Baginda Nabi saw. wafat. Karena itu, jika ada klaim bahwa ada orang yang menerima wahyu, setelah Nabi saw. wafat, berarti klaim tersebut bertentangan dengan Ijmak Sahabat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim Ghulam Ahmad sebagai nabi juga meniscayakan dirinya harus ma’shum (tidak berdosa), karena, nubuwwah (kenabian) memang meniscayakan ma’shum. Fakta membuktikan, bahwa Ghulam Ahmad tidak ma’shum, bahkan bukan saja berdosa besar, tetapi telah murtad. Pandangannya yang menyatakan dirinya nabi, haji ke Baitullah (Makkah) dan zakat tidak wajib adalah bukti yang tak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, semua klaim yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad adalah nabi bayangan adalah batil, sesat dan menyesatkan. Demikian juga klaim yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad sebagai nabi bayangan yang taat dan tunduk kepada Nabi Muhammad saw. dan tidak membawa syariah baru. Begitu juga klaim yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad menerima wahyu. WalLahu Rabb al-Musta’an wa ilayhi at-takilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Al-Qur’an telah menggunakan kata an-nabi sebanyak 31 kali, dengan makna orang yang diutus oleh Allah SWT. Adapun kata ar-rasul digunakan sebanyak 56 kali dan RasululLah sebanyak 17 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Al-Imam Abi Manshur ‘Abd al-Qahir bin Thahir at-Tamimi al-Baghdadi, Kitab Ushul ad-Din, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, Lebanon, cet. III, 1981, h. 154; al-Imam Nashiruddin al-Baidhawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil, Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon, IV/ 57.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Ismail al-Barwaswi, Tafsir Haqqi, Dar as-Salafiyyah, India, cet., t.t., IX/311; Ismail al-Barwaswi, Tafsir Tamwir al-Adzhan; Ismail al-Barwaswi, Tafsir Haqqi, Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Beirut, cet., 1985, VI/266.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, ed. Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi Muhibbuddin al-Khathib, Dar al-Ma’rifat, Beirut, 1379 H, I/9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Jalaluddin as-Suyuthi, al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, Dar al-Fikr, Beirut, t.t., I/45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Jalaluddin as-Suyuthi, Jami’ al-Masanid wa al-Marasil, Dar al-Fikr, Beirut, 1994, XIII/187.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Jalaluddin as-Suyuthi, Jami’ al-Masanid wa al-Marasil, Dar al-Fikr, Beirut, 1994, XV/76.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-2368463613419847788?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/2368463613419847788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/adakah-nabi-bayangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2368463613419847788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2368463613419847788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/adakah-nabi-bayangan.html' title='Adakah &quot;Nabi bayangan&quot;?'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-2517708709468170913</id><published>2011-03-04T18:21:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T18:24:52.663-08:00</updated><title type='text'>Kunci Surga</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci Surga&lt;br /&gt;Ada enam perkara,” kata Imam Ali kw., “yang menjadikan seseorang tidak akan pernah lelah mengejar surga dan lari agar terhindar dari azab neraka. Pertama: mengenal Allah SWT. Kedua: Mengenal setan. Ketiga: mengenal akhirat. Keempat: Mengenal dunia. Kelima: Mengenal kebenaran. Keenam: Mengenal kebatilan.” (An-Nawawi al-Jawi, Nasha’ih al-Ibad, 44-45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Imam an-Nawawi: Mengenal Allah maknanya adalah seseorang memahami bahwa Allah SWT adalah Penciptanya dan Pemberi rezeki kepadanya; Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dirinya. Karena itulah dia lalu menaati Allah SWT dengan cara menuruti segala perintah-Nya (dan menjauhi segala larangan-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal setan maknanya adalah seseorang memahami bahwa setan adalah musuhnya. Karena itu, dia selalu berusaha menentang perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal akhirat maknanya adalah sese-orang memahami bahwa akhirat adalah negeri yang kekal abadi. Karena itu, dia selalu berusaha merindukan akhirat dengan cara mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal dunia maknanya adalah seseorang memahami bahwa dunia adalah negeri yang fana (sementara). Karena itu, dia pun akan “menolak” dunia, tidak mengambil dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal di kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal kebenaran maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang benar yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian ia mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal kebatilan maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang salah yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian dia menjauhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam an-Nawawi, keenam perkara ini merupakan kunci pembuka pintu-pintu surga dan penutup pintu-pintu neraka. Pertanyaannya: Sudahkah keenam perkara itu benar-benar kita kenali atau kita pahami, khususnya dalam posisi kita sebagai pengemban dakwah? Jawaban atas pertanyaan ini tentu tidak cukup hanya klaim di lisan. Kita harus bisa menghadirkan bukti atas klaim itu dalam amal perbuatan. Lalu apa buktinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana terpapar di atas, bukti bahwa kita sudah mengenal dan memahami keenam perkara di atas juga ada enam: Pertama: Kita selalu menaati Allah SWT. Saat Allah mewajibkan kita berdakwah, misalnya, kita pun giat berdakwah, tanpa pernah mengenal rasa lelah. Jika kita baru berdakwah kalau ada taklif dakwah, dan kalau tidak ada taklif dakwah kita pun berpangku tangan, pada dasarnya kita belum sepenuhnya menaati Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Kita selalu berusaha untuk menentang setan, tidak menuruti perintahnya. Jika kita bermalas-malasan dan ogah-ogahan dalam menuntut ilmu atau berdakwah, misalnya, pada hakikatnya kita sedang memperturutkan perintah setan. Sebab, hanya setan yang mengajak kita untuk tidak menuntut ilmu dan mengabaikan atau meninggalkan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Kita selalu berorientasi ke akhirat dengan sungguh-sungguh mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu. Dakwah adalah salah satu bekal hidup kita di akhirat nanti. Sebab, dakwah adalah salah satu amal shalih yang paling utama, yang tentu pahalanya luar biasa, karena bisa mengantarkan kita masuk surga. Banyak nash al-Quran maupun hadis yang menjelaskan keutamaan dakwah ini. Bahkan dakwah inilah aktivitas utama para nabi dan rasul Allah. Karena itu, sudah sewajarnya kita giat berdakwah selain giat memperbanyak amal-amal shalih lainnya, baik yang wajib (misal: mencari nafkah yang halal, taat kepada suami, menuntut ilmu, berbakti kepada orangtua, mendidik anak, dll) ataupun yang sunnah (misal: shaum senin-kamis, shalat tahajud, bersedekah, menolong orang yang membutuhkan, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Kita tidak dilalaikan oleh kesibukkan mengejar dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal bagi kehidupan akhirat. Hal ini sesungguhnya tidak berkaitan dengan kaya atau miskinnya seseorang. Sebab, bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa menjadikan seseorang terlalaikan dari mempersiapkan bekal untuk akhirat. Banyak orang yang diperbudak oleh kekayaannya. Namun, tak sedikit pula yang diperbudak oleh kemiskinannya. Tidak jarang, baik yang kaya ataupun yang miskin, yang tersibukkan oleh kekayaan atau kemiskinannya sehingga melupakan ibadahnya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang pengemban dakwah, salah satu bukti bahwa dia tidak tersibukkan oleh dunia, pembicaraan utamanya bukanlah urusan harta. Pembicaraan utamanya tetaplah dakwah. Bagi dia, pembicaraan tentang bagaimana menyebarkan opini Islam, melakukan kontak-kontak dakwah, atau memperbanyak kader-kader dakwah adalah lebih menarik daripada membicarakan bagaimana mencari tambahan penghasilan pribadi atau meningkatkan kekayaan perusahaan. Pembicaraan utamanya tentang harta hanyalah dari sisi seberapa besar harta yang dia miliki itu—baik dia kaya ataupun tidak—yang diinfakkan untuk kepentingan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Kita selalu berusaha untuk mengamalkan kebenaran yang sudah kita pahami. Jika kita sudah paham bahwa menegakkan syariah dan Khilafah adalah kewajiban yang harus diperjuangkan, maka tak ada alasan bagi kita untuk berleha-leha dalam mengamalkan kewajiban ini. Artinya, perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah akan tetap kita lakukan secara istiqamah hingga akhir hayat, selama syariah dan Khilafah itu belum tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Kita selalu berusaha menjauhi hal-hal yang diharamkan; senantiasa berusaha meninggalkan berbagai macam kemaksiatan. Sering bolos halaqah tanpa uzur syar’i adalah maksiat. Melalaikan amanah/taklif dakwah adalah maksiat. Malas menuntut ilmu yang dibutuhkan untuk berdakwah adalah maksiat. Demikian pula melalaikan kewajiban mencari nafkah (bagi suami), melalaikan kewajiban mengurus anak dan rumah tangga (bagi istri), melihat aurat, berkhalwat dan berikhtilat, berbohong, bersikap sombong dan merendahkan orang lain, dll. Semua itu tidak selayaknya dilakukan oleh seorang pengemban dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa mewujudkan keenam perkara di atas, baik dalam kapasitas kita sebagai seorang Muslim maupun sebagai pengemban dakwah. Semoga dengan itu, kita bisa membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Bukankah apapun yang kita lakukan dalam hidup di dunia yang fana ini adalah semata-mata agar kita masuk surga dan agar terhindar dari azab neraka?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan uang yang banyak dari website Anda, 100% profit milik Anda sendirihttp://www.penasaran.net/?ref=emmxag&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-2517708709468170913?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/2517708709468170913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/kunci-surga_04.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2517708709468170913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/2517708709468170913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/kunci-surga_04.html' title='Kunci Surga'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-7253745751988160516</id><published>2011-03-03T18:40:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T18:41:16.281-08:00</updated><title type='text'>Kunci Surga</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada enam perkara,” kata Imam Ali kw., “yang menjadikan seseorang tidak akan pernah lelah mengejar surga dan lari agar terhindar dari azab neraka. Pertama: mengenal Allah SWT. Kedua: Mengenal setan. Ketiga: mengenal akhirat. Keempat: Mengenal dunia.Kelima: Mengenal kebenaran. Keenam: Mengenal kebatilan.” (An-Nawawi al-Jawi,Nasha’ih al-Ibad, 44-45).&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Imam an-Nawawi: Mengenal Allah maknanya adalah seseorang memahami bahwa Allah SWT adalah Penciptanya dan Pemberi rezeki kepadanya; Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dirinya. Karena itulah dia lalu menaati Allah SWT dengan cara menuruti segala perintah-Nya (dan menjauhi segala larangan-Nya).&lt;br /&gt;Mengenal setan maknanya adalah seseorang memahami bahwa setan adalah musuhnya. Karena itu, dia selalu berusaha menentang perintahnya.&lt;br /&gt;Mengenal akhirat maknanya adalah sese-orang memahami bahwa akhirat adalah negeri yang kekal abadi. Karena itu, dia selalu berusaha merindukan akhirat dengan cara mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu.&lt;br /&gt;Mengenal dunia maknanya adalah seseorang memahami bahwa dunia adalah negeri yang fana (sementara). Karena itu, dia pun akan “menolak” dunia, tidak mengambil dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal di kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;Mengenal kebenaran maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang benar yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian ia mengamalkannya.&lt;br /&gt;Mengenal kebatilan maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang salah yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian dia menjauhinya.&lt;br /&gt;Menurut Imam an-Nawawi, keenam perkara ini merupakan kunci pembuka pintu-pintu surga dan penutup pintu-pintu neraka. Pertanyaannya: Sudahkah keenam perkara itu benar-benar kita kenali atau kita pahami, khususnya dalam posisi kita sebagai pengemban dakwah? Jawaban atas pertanyaan ini tentu tidak cukup hanya klaim di lisan. Kita harus bisa menghadirkan bukti atas klaim itu dalam amal perbuatan. Lalu apa buktinya?&lt;br /&gt;Sebagaimana terpapar di atas, bukti bahwa kita sudah mengenal dan memahami keenam perkara di atas juga ada enam: Pertama: Kita selalu menaati Allah SWT. Saat Allah mewajibkan kita berdakwah, misalnya, kita pun giat berdakwah, tanpa pernah mengenal rasa lelah. Jika kita baru berdakwah kalau ada taklif dakwah, dan kalau tidak ada taklif dakwah kita pun berpangku tangan, pada dasarnya kita belum sepenuhnya menaati Allah SWT.&lt;br /&gt;Kedua: Kita selalu berusaha untuk menentang setan, tidak menuruti perintahnya. Jika kita bermalas-malasan dan ogah-ogahan dalam menuntut ilmu atau berdakwah, misalnya, pada hakikatnya kita sedang memperturutkan perintah setan. Sebab, hanya setan yang mengajak kita untuk tidak menuntut ilmu dan mengabaikan atau meninggalkan dakwah.&lt;br /&gt;Ketiga: Kita selalu berorientasi ke akhirat dengan sungguh-sungguh mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu. Dakwah adalah salah satu bekal hidup kita di akhirat nanti. Sebab, dakwah adalah salah satu amal shalih yang paling utama, yang tentu pahalanya luar biasa, karena bisa mengantarkan kita masuk surga. Banyak nash al-Quran maupun hadis yang menjelaskan keutamaan dakwah ini. Bahkan dakwah inilah aktivitas utama para nabi dan rasul Allah. Karena itu, sudah sewajarnya kita giat berdakwah selain giat memperbanyak amal-amal shalih lainnya, baik yang wajib (misal: mencari nafkah yang halal, taat kepada suami, menuntut ilmu, berbakti kepada orangtua, mendidik anak, dll) ataupun yang sunnah (misal: shaum senin-kamis, shalat tahajud, bersedekah, menolong orang yang membutuhkan, dll).&lt;br /&gt;Keempat: Kita tidak dilalaikan oleh kesibukkan mengejar dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal bagi kehidupan akhirat. Hal ini sesungguhnya tidak berkaitan dengan kaya atau miskinnya seseorang. Sebab, bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa menjadikan seseorang terlalaikan dari mempersiapkan bekal untuk akhirat. Banyak orang yang diperbudak oleh kekayaannya. Namun, tak sedikit pula yang diperbudak oleh kemiskinannya. Tidak jarang, baik yang kaya ataupun yang miskin, yang tersibukkan oleh kekayaan atau kemiskinannya sehingga melupakan ibadahnya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Bagi seorang pengemban dakwah, salah satu bukti bahwa dia tidak tersibukkan oleh dunia, pembicaraan utamanya bukanlah urusan harta. Pembicaraan utamanya tetaplah dakwah. Bagi dia, pembicaraan tentang bagaimana menyebarkan opini Islam, melakukan kontak-kontak dakwah, atau memperbanyak kader-kader dakwah adalah lebih menarik daripada membicarakan bagaimana mencari tambahan penghasilan pribadi atau meningkatkan kekayaan perusahaan. Pembicaraan utamanya tentang harta hanyalah dari sisi seberapa besar harta yang dia miliki itu—baik dia kaya ataupun tidak—yang diinfakkan untuk kepentingan dakwah.&lt;br /&gt;Kelima: Kita selalu berusaha untuk mengamalkan kebenaran yang sudah kita pahami. Jika kita sudah paham bahwa menegakkan syariah dan Khilafah adalah kewajiban yang harus diperjuangkan, maka tak ada alasan bagi kita untuk berleha-leha dalam mengamalkan kewajiban ini. Artinya, perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah akan tetap kita lakukan secara istiqamah hingga akhir hayat, selama syariah dan Khilafah itu belum tegak.&lt;br /&gt;Keenam: Kita selalu berusaha menjauhi hal-hal yang diharamkan; senantiasa berusaha meninggalkan berbagai macam kemaksiatan. Sering bolos halaqah tanpa uzur syar’iadalah maksiat. Melalaikan amanah/taklif dakwah adalah maksiat. Malas menuntut ilmu yang dibutuhkan untuk berdakwah adalah maksiat. Demikian pula melalaikan kewajiban mencari nafkah (bagi suami), melalaikan kewajiban mengurus anak dan rumah tangga (bagi istri), melihat aurat, berkhalwat dan berikhtilat, berbohong, bersikap sombong dan merendahkan orang lain, dll. Semua itu tidak selayaknya dilakukan oleh seorang pengemban dakwah.&lt;br /&gt;Semoga kita bisa mewujudkan keenam perkara di atas, baik dalam kapasitas kita sebagai seorang Muslim maupun sebagai pengemban dakwah. Semoga dengan itu, kita bisa membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Bukankah apapun yang kita lakukan dalam hidup di dunia yang fana ini adalah semata-mata agar kita masuk surga dan agar terhindar dari azab neraka?!&lt;br /&gt;Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-7253745751988160516?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/7253745751988160516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/kunci-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7253745751988160516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/7253745751988160516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/03/kunci-surga.html' title='Kunci Surga'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-4272959987492372025</id><published>2011-02-19T23:03:00.001-08:00</published><updated>2011-02-19T23:24:44.269-08:00</updated><title type='text'>Telah Terbit Buku Menjadi Dai yang Dicinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang menyebarkan cahaya hidayah, menerangi jiwa dan hati manusia. Dalam materi-materi panah yang jitu. Dalam ungkapan hikmahnya yang dalam, metaforanya yang cerdas, dan bahasanya yang khas. Dialah yang mampu membukakan belenggu jiwa, dan merubah paradigma. Hingga para pemuda menjadi nyaman dalam tarbiyah. Semangat dalam dakwah. Dan menikmati pesona Islam yang begitu indah. Dialah dai terbaik. Dalam kapasitasnya sebagai murobbi, maupun mutarobbi. Sebagai qiyadi maupun jundi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah lelaki dakwah. Dia telah berikan dirinya untuk dakwah. Dia isi hari-harinya dengan amal dakwah. Dan mengakhiri hidupnya dalam tugas dakwah. Dedikasinya tiada henti untuk dakwah. Akhlak dakwahnya luar biasa: taat, indibath, tahdhiyah, istiqomah, jidiyah, jihad, tawadhu, sederhana, bersahaja.... ah, entah apa lagi. Rasanya habis kosakata untuk menggambarkan kebaikan, teladan, dan hikmah hidupnya. Sungguh besar ambisinya untuk dakwah, sehingga tak ada yang mampu menghalangi jalannya. Tidak kesibukannya, tidak kesehatannya, tidak juga kelemahan atau interest duniawinya. Namun, ambisi besar itu akhirnya takluk di depan sang maut. Ya, hanya kematian yang mampu menghentikan langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dicuplik dari http: dwifahrial.info/?p=217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang disadur dari blog saudara Dwi Fahrial ini adalah sebuah kerinduan akan lahirnya dai-dai pewaris Nabi yang dicintai umatnya. Buku ini akan membidani kelahiran mereka. Anda akan terinspirasi. Maka sambutlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Dapatkan Buku Menjadi Dai yang Dicinta  di toko buku Gramedia terdekat di kota Anda atau FM Call Center 087751344484&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-4272959987492372025?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/4272959987492372025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/02/telah-terbit-buku-menjadi-dai-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/4272959987492372025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/4272959987492372025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/02/telah-terbit-buku-menjadi-dai-yang.html' title='Telah Terbit Buku Menjadi Dai yang Dicinta'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-815047802684114216</id><published>2011-02-03T16:09:00.001-08:00</published><updated>2011-02-03T16:09:58.896-08:00</updated><title type='text'>Gejolak Mesir dan Reformasi Gagal Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gejolak Mesir dan Reformasi Gagal Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti Tunisia , Mesir bergolak. Dengan keberanian yang luar biasa , rakyat Mesir turun ke jalan-jalan menuntut turunnya rezim diktator Mubarak. Menerjang barisan pasukan keamanan bertampang seram , tidak peduli desing peluru siap merobek tubuh mereka. Rakyat Mesir sudah muak terhadap kediktatoran Mubarak yang terus dibela dan dilindungi oleh negara asing Amerika Serikat. Krisis ekonomi , kemiskinan dan pengangguran menjadi api yang membakar kemarahan.&lt;br /&gt;Kondisi yang lebih kurang sama dialami Indonesia di masa reformasi tahun 1998. Rakyat bersama tokoh reformis menuntut Suharto yang puluhan tahun telah berkuasa turun tahta. Suhorto mirip dengan Mubarak menggunakan tangan besi membungkam lawan-lawan politiknya. Krisis ekonomi yang mengguncang Asia saat itu mempercepat kejatuhan Soeharto.&lt;br /&gt;Reformasi 1998 memang berhasil menumbangkan sang diktator, namun hingga kini persoalan Indonesia belum selesai. Apa yang di era Soeharto dikritik oleh demonstran seperti maraknya korupsi, kolusi,mafia peradilan, kemiskinan, justru kembali berulang saat ini. Dalam beberapa hal bahkan lebih parah. Berbagai julukan diberikan kepada Indonesia saat ini : negara gagal, republik koruptor, negara lelucon sampai negara biadab !&lt;br /&gt;Satu hal yang masih menyelamatkan SBY - yang berbeda dengan masa Suharto- adalah kebebasan politik. Harus diakui dimasa reformasi kran demokrasi masih terbuka lebar, kebebasan pers masih ada. Hanya saja, ketika rakyat gagal disejahterakan dan didepan mata mereka koruptor dilindungi, demokrasi bisa saja dicampakkan rakyat. Sederhananya sangat mungkin rakyat berpikir : untuk apa demokrasi kalau kami lapar, kami sulit berobat, pendidikan mahal , dan koruptor malah dibiarkan ?&lt;br /&gt;Pelajaran penting dari kegagalan Indonesia , reformasi rezim tidaklah cukup. Sementara pangkal persoalannya bukanlah hanya Suharto , tapi sistem kapitalisme yang diterapkan rezim Suharto. Kapitalisme inilah yang menciptakan budaya korupsi , suap menyuap, dan praktik mafia hukum. Ideologi sekuler inilah yang juga menjadi penyebab kemiskinan rakyat.&lt;br /&gt;Era reformasi justru melahirkan kebijakan ekonomi neo liberal anti rakyat seperti privatisasi, pengurangan subsidi, penbuatan BBM dan pasar bebas . Kenaikan BBM dengan segala tipu-tipunya termasuk istilah pembatasan BBM bersubsidi, tidak bisa dilepaskan dari liberalisi migas. Celakanya,semua kebijakan ini dilegalkan oleh UU yang merupakan produk demokrasi.&lt;br /&gt;Perubahan sebatas rezim tanpa disertai dengan perubahan sistem akhirnya kembali mendudukkan penumpang gelap,yang menjadi kaki tangan poros imperialis. Kembali bersujud kepada penjajah asing dalam segala kebijakannya.&lt;br /&gt;Hal inilah yang harus menjadi pelajaran bagi rakyat Mesir. Persoalan Mesir bukanlah hanya Mubarak, tapi sistem kapitalisme sekuler . Tanpa perubahan sistem , Mesir akan kembali dipimpin boneka-boneka Amerika dengan topeng demokrasi. Mereka seolah menjadi pembela rakyat Mesir dengan teriakan reformasi, demokrasi dan HAM.&lt;br /&gt;Amerika tentu saja tidak membiarkan perubahan apapun yang mengancam dominasinya. Tanpa malu negara ini sepertinya berpihak kepada rakyat. Padahal, kalau Amerika benar-benar menegakkan HAM dan Demokrasasi , kenapa selama berpuluh tahun mendukung rezim diktator yang mensengsarakan rakyat.&lt;br /&gt;Namun, mungkin memang beginilah takdir sejarah yang harus dijalani umat Islam. Rezim diktator jatuh, diganti oleh rezim baru yang masih pro Amerika.Menerapkan sistem yang sama. Persoalan yang samakan muncul.&lt;br /&gt;Hanya saja kita tidak boleh putus asa. Dengan pertolongan Allah SWT, kita yakin akan ada gelombang perubahan yang kedua yang lebih dahsyat. Dimana rakyat tidak hanya menuntut sekedar pergantian orang tapi juga sistem. Hal ini terjadi karena rakyat kemudian menyadari pergantian orang tidak banyak membawa perubahan berarti.&lt;br /&gt;Rakyat juga akan mencampakkan siapapun selama ini yang berkoalisi dengan sistem kufur kapitalisme, meskipun mengklaim partai Islam sekalipun. Ulama-ulama yang menjilat penguasa dzolim akan dihinakan Allah SWT , umatpun akan mencap mereka pengkhianat. Dengan dasar keimanan , rakyat tidak mau lagi dipimpin oleh mereka yang berhubungan dengan masa lalu, yang berkoalisi dengan penjajah, dan diam ketika rakyat dalam kesulitan.&lt;br /&gt;Seruan-seruan perubahan sistemik (al inqilabiyah) yang dilakukan oleh umat Islam saat ini pastilah akan membuahkan hasil. Seruan tanpa henti terhadap perubahan sistem kapitalism menjadi syariah Islam dan khilafah akan disambut oleh masyarakat yang muak dengan kebusukan dan kegagalan sistem demokrasi. Dengan pertolongan Allah SWT, masalah ini tinggal menunggu waktu saja.&lt;br /&gt;Namun kita tegaskan perubahan yang sejati ini haruslah didasarkan kepada keimanan kepada Allah SWT. Tuntutan syariah Islam, bukanlah sekedar muncul dari perasaan marah akibat perut lapar atau kemiskinan. Tapi muncul dari keimanan kepada Allah SWT. Tentu menyedihkan kalau kita bergerak karena sebatas perut lapar atau tidak punya pekerjaan. Tapi kita diam saja saat syariah Islam dilecehkan dan dicampakkan, kita wajib menolak hukum kufur mencengkram kita.[] faridwadjdi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-815047802684114216?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/815047802684114216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/02/gejolak-mesir-dan-reformasi-gagal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/815047802684114216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/815047802684114216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/02/gejolak-mesir-dan-reformasi-gagal.html' title='Gejolak Mesir dan Reformasi Gagal Indonesia'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-9034519190626366924</id><published>2011-01-27T15:56:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T15:59:29.470-08:00</updated><title type='text'>FM Call Centre 087751344484</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sobat, ini nomer FM Call centre 087751344484&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda ingin daftar Mentor FM Plus menjadi trainer dan penulis hebat,Mengundang seminar dan In house Training Spiritual Motivator N.Faqih Syarif H, Pesan Buku Al quwwah ar ruhiyah, kiat dahsyat menjadi dai hebat, the secret of happiness, dan Menjadi Dai yang di cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FM Call Centre 087751344484. &lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-9034519190626366924?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/9034519190626366924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/fm-call-centre-087751344484.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/9034519190626366924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/9034519190626366924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/fm-call-centre-087751344484.html' title='FM Call Centre 087751344484'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3197089086471716261</id><published>2011-01-11T16:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T16:35:22.569-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi Melahirkan Banyak Pejabat "Kriminal"</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi Melahirkan Banyak Pejabat ‘Kriminal’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Al Islam 539] “Demokrasi ternyata gagal menghasilkan kepala daerah yang jujur, bersih, dan tahu malu.” Demikian kutipan dari editorial sebuah media harian nasional (MI, 20/1/2011). Ini adalah sebuah ungkapan jujur tentang demokrasi. Sekalipun bukan hal baru, ungkapan tersebut mengingatkan kembali umat Islam tentang hakikat dan fakta dari sistem demokrasi yang diadopsi oleh negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai forum, Indonesia mendapat pujian sebagai negara demokratis. Namun, apakah dengan status demokratisnya negeri ini telah mampu melahirkan kepemimpinan yang amanah? Apakah demokrasi bisa mewujudkan kesejahteraan dan keadilan dalam seluruh aspek kehidupan warga negaranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kita merasa miris kalau melihat fakta aktual: sepanjang tahun 2010 tercatat 148 dari 244 kepala daerah menjadi tersangka. Kebanyakan tersangkut kasus korupsi. Bahkan sebagian dari pemenang Pilkada 2010 berstatus tersangka dan meringkuk di penjara. Contoh nyata, Jefferson Soleiman Montesqiu Rumajar terpilih menjadi Walikota Tomohon-Sulut periode 2010-2015 dan dilantik oleh Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, pada rapat paripurna istimewa DPRD Tomohon, di Jakarta, Jumat (7/1). Padahal Jefferson sedang duduk di kursi pesakitan; ia dijadikan tersangka oleh KPK karena tindak pidana Korupsi. Yang lebih menggelikan, Jeferson lalu dengan gagah perkasa melantik sejumlah pejabat Kota Tomohon di LP Cipinang. Baik yang melantik dan yang dilantik seolah sudah putus urat nadi rasa malunya. Jajaran pejabat yang akan mengurus rakyat dilantik oleh seorang terdakwa yang tersandung kasus ketika mengelola uang rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, rasanya omong-kosong kita berharap bahwa sistem demokrasi bisa melahirkan para pemimpin yang amanah. Begitu juga terkait kesejahteraan. Pasalnya, demokrasi hanya menjadi tempat bagi orang-orang dan kelompok oportunis untuk mentransaksikan kepentingan-kepentingan perut dan nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Mahal, Hasilnya Nol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun 2010, tercatat sebanyak 244 Pilkada dilangsungkan dengan menelan biaya lebih dari Rp 4,2 triliun. Perlu dicatat, beberapa Pilkada akhirnya juga mengalami pengulangan pada tahun 2011 seperti kasus di Tangerang Selatan, setelah MK menerima gugatan ihwal banyaknya kecurangan dalam pelaksanaannya. Biaya ini jauh lebih besar daripada Pilkada tahun sebelumnya. Pilkada Tahun 2007 yang berlangsung di 226 daerah saja, yakni di 11 provinsi dan 215 kabupaten/kota, menelan dana sekitar Rp 1,25 triliun. Penghamburan uang rakyat itu terjadi di tengah-tengah kondisi yang sangat memilukan; pada tahun 2010 tercatat lebih dari 31 juta (13,3%) dari 237 juta penduduk Indonesia dalam kondisi miskin luar biasa. Dalam hal ini, hasil Pilkada tak pernah mengubah nasib rakyat. Yang berubah nasibnya hanyalah para penguasa dan kroni-kroninya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada yang bertujuan menyertakan rakyat secara langsung untuk menentukan pemimpinnya sendiri di tingkat lokal/daerah pada faktanya juga telah melahirkan dampak negatif. Masyarakat, misalnya, menjadi terkotak-kotak bahkan saling berhadap-hadapan. Hubungan sosial menjadi renggang. Tak jarang proses Pilkada ini melahirkan bentrokan yang mengarah pada tindakan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu niscaya terjadi karena banyak faktor. Pertama: Banyak aturan Pilkada yang tumpang-tindih. Hal ini akibat terlalu besarnya dominasi partai politik dalam Pilkada. Kedua: Masih lemahnya pendidikan politik untuk masyarakat. Lemahnya pemahaman politik masyarakat ini ditunjukkan dengan masih banyaknya incumbent (pejabat lama) yang terpilih kembali. Padahal incumbent ini telah gagal dalam mensejaherakan rakyatnya. Ketiga: terjadi kecurangan dalam proses pemilihan tanpa penyelesaian hukum yang adil, misalnya, menggunakan politik uang. Hal ini jelas menimbulkan kecemburuan di kalangan calon yang “miskin”. Faktanya, banyak Pilkada berakhir di pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi: Akar Masalah&lt;br /&gt;Secara sederhana, politik saat ini diartikan sebagai proses interaksi pemerintah dengan masyarakat untuk menentukan kebijakan publik (public policy) demi kebaikan bersama. Sistem politik yang dianut Indonesia adalah demokrasi. Demokrasi kini telah menjelma menjadi sebuah paham, bahkan semacam ‘agama’ yang menglobal, yang nyaris tanpa koreksi. Gagasan dasar demokrasi adalah kedaulatan rakyat. Intinya, kewenangan membuat hukum ada di tangan manusia. Demokrasi selalu dianggap sebagai tatanan atau sistem politik yang paling ideal. Dalam sistem demokrasi, rakyat diasumsikan akan benar-benar berdaulat dan mendapatkan seluruh aspirasinya. Dari sana, melalui proses politik yang demokratis, lantas dibayangkan bakal tercipta sebuah kehidupan masyarakat yang ideal: adil, damai, tenteram dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua itu hanyalah bayangan, bahkan tipuan. Dalam tataran praktik gagasan ideal itu tak pernah terwujud. Dalam negara demokrasi,&lt;br /&gt;yang sering berlaku adalah hukum besi oligarki, yakni sekelompok penguasa (dan pengusaha) saling bekerjasama untuk menentukan kebijakan politik, sosial&lt;br /&gt;dan ekonomi negara tanpa harus menanyakan bagaimana aspirasi rakyat yang sebenarnya. Partai politik dan wakilnya di Parlemen bekerja lebih untuk memenuhi aspirasinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, tidak ada yang namanya masyarakat yang adil, damai, tenteram dan sejahtera dalam sistem demokrasi. Yang ada justru ketidakadilan yang makin menganga. Kesejahteraan memang ada, tetapi hanya untuk segelintir elit yang berkuasa. Sebaliknya, kebanyakan rakyat sengsara dan menderita; jauh dari gambaran ideal yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa diharap ada keadilan bila sistem demokrasi malah melahirkan banyak pejabat dan penguasa yang lebih pantas disebut penjahat. Mereka adalah para tersangka berbagai kasus tindak pidana (terutama korupsi). Ini karena banyak dari proses politik berlangsung secara transaksional. Pragmatisme politik baik demi kekuasaan ataupun uang lebih banyak berperan. Kekuasaan diperlukan untuk mendapatkan uang. Uang diperlukan untuk mendapatkan kekuasaan atau kekuasaan yang lebih besar lagi. Kekuasaan dan uang juga diperlukan untuk menutup seluruh kebusukan yang telah dilakukan selama berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi demikian, kepentingan rakyat dengan mudah terabaikan. Bagi penguasa, rakyat hanyalah alat untuk meraih kuasa. Akhirnya, bukan kedaulatan rakyat yang menjadi ‘ruh’ dari sistem demokrasi, melainkan kedaulatan kapital dari para pemilik modal atau penguasa yang didukung oleh para pemodal. Inilah kenyataan umum di negara-negara penganut demokrasi, tanpa kecuali, termasuk di AS dan Eropa sebagai kampiun demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pujian terhadap Indonesia yang dianggap sebagai ‘jawara demokrasi’ dengan julukan “Indonesia’s Shining Muslim Democrazy” (Demokrasi Muslim Bersinar di Indonesia) hanya karena dianggap sukses menyelenggarakan Pileg dan Pilpres tahun 2004 dan 2009 secara damai perlu dipertanyakan. Sebab faktanya, keberhasilan itu tidak selaras dengan perbaikan hidup rakyat. Justru melalui pintu demokratisasilah liberalisasi di semua sektor kehidupan terjadi, dengan segala implikasi buruknya yang makin sulit dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak aneh bila kemudian banyak orang melihat demokrasi sesungguhnya adalah sistem politik yang bermasalah. Tokoh Barat sendiri, Winston Churchil, menyatakan, “Democracy is worst possible form of government (Demokrasi adalah kemungkinan terburuk dari sebuah bentuk pemerintahan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benjamin Constan juga berkata, “Demokrasi membawa kita menuju jalan yang menakutkan, yaitu kediktatoran parlemen.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, benar bahwa problem politik, bahkan juga problem ekonomi, problem sosial dan budaya (perilaku amoral) berawal dari demokrasi, yang tragisnya justru dianggap sebagai sistem politik yang paling baik. Na’udzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya Kembali ke Sistem Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar politik yang diterapkan di Indonesia adalah sekularisme, paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Hukum bersumber dari akal dan hawa nafsu manusia melalui proses demokrasi. Hukum dibuat oleh segelintir orang yang tidak lepas dari kepentingan, baik kepentingan uang ataupun kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sekularisme dengan demokrasinya yang diterapkan, selama itu pula yang terjadi adalah kerusakan dan keterpurukan. Hanya syariah Islam yang bisa menjamin keadilan karena ia berasal dari Zat Yang Mahaadil. Tetap menerapkan sekularisme dengan demokrasinya berarti meninggalkan hukum terbaik, yakni hukum Allah SWT, sebagaimana al-Quran menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, negeri ini harus segera mengubur sekularisme, lalu menggantinya dengan akidah dan syariah Islam. Segera tinggalkan demokrasi dengan kedaulatan rakyatnya, lalu ubah dengan sistem Khilafah dengan kedaulatan hukum syariahnya. Inilah yang akan menjamin kesejahteran, keadilan dan keberkahan di dunia serta kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Wallahu a’lam. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR AL-ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenjangan pendapatan di antara kelompok masyarakat di Indonesia terus melebar. Ini terjadi lantaran belum ada keseriusan Pemerintah untuk menciptakan ekonomi yang berkeadilan (Media Indonesia, 7/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ilusi, mengharapkan keadilan dari sistem ekonomi liberal-kapitalistik. Sistem ini hanya menjamin kesejahteraan bagi orang-orang yang ada dalam oligharki kekuasaan. Rakyat hanya jadi ’sapi perah’ penguasa dan wakil rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang memberatkan mereka: pajak, pencabutan subsidi BBM, kenaikan tarif listrik, dll. Solusi final problem ini hanya dengan menegakan sistem ekonomi Islam dalam institusi Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah, yang menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3197089086471716261?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3197089086471716261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/demokrasi-melahirkan-banyak-pejabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3197089086471716261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3197089086471716261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/demokrasi-melahirkan-banyak-pejabat.html' title='Demokrasi Melahirkan Banyak Pejabat &quot;Kriminal&quot;'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-8029829480336204716</id><published>2011-01-06T16:24:00.001-08:00</published><updated>2011-01-06T16:24:59.116-08:00</updated><title type='text'>Kristen dan Muslim di Mesir Perlu Kembalinya Khilafah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristen dan Muslim di Mesir Perlu Kembalinya Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang terkejut oleh ledakan bom di luar sebuah Gereja Kristen Koptik di Alexandria, Mesir pada hari Sabtu, 1 Januari 2011 yang menewaskan 21 orang. Ledakan yang terjadi itu merupakan kelanjutan setelah orang Kristen di Irak menghadapi permusuhan sejak pendudukan Irak yang dipimpin Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan serupa baru-baru ini juga tentang penganiayaan orang-orang Kristen di Tepi Barat dan di Pakistan. Para komentator mengutuk contoh-contoh serangan itu terhadap umat Kristen di negara-negara mayoritas Muslim sebagai tanda-tanda ketegangan antara kaum Muslim dan non-Muslim. Mereka menunjukkan contoh ‘ekstrimisme’ dan intoleransi atas non-Muslim oleh Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celaan seperti itu jarang jarang diberikan terhadap sistem sekuler yang dikelola oleh rezim-rezim otokratis - seperti rezim Hosni Mubarak, Mahmud Abbas, Asif Ali Zardari atau Noori al Maliki (maupun para pendukung Barat mereka) - di mana atas pengawasan merekalah keamanan baik Muslim dan non-Muslim telah memburuk selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Faktanya adalah rezim-rezim itu  sangat sedikit peduli tentang APAPUN yang terjadi atas warganya. Mereka telah menghabiskan bertahun-tahun untuk mengamankan kepentingan mereka sendiri, kepentingan para pendukung di antara kaum elit di negara-negara Muslim dan perusahaan-perusahaan  multinasional Barat. Bahkan jika harga-harga telah membumbung tinggi dan terjadi kekacauan diantara warga negaranya -  baik Muslim, Kristen atau sebaliknya - mereka tetap tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan negara-negara sekuler, Islam memiliki pendekatan yang sangat berbeda bagi warga non-Muslim. Warga Non-muslim dari Negara Islam (Khilafah) disebut sebagai Ahlul dzimmah yang berarti mereka menikmati hak penuh atas kewarganegaraan. Mereka adalah warga negara yang hidup, dimana kehormatan, harta dan agama mereka semuanya dilindungi di bawah hukum Syariah, seperti juga warga negara lainnya. Mereka membayar pajak yang dinamakan jizyah tetapi mereka dibebaskan dari kewajiban membayar zakat atau wajib militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW  bersabda: “Barangsiapa yang menyakiti kafir dhimmi [warga non-Muslim] maka aku adalah lawannya di Hari Kiamat.”&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga bersabda: “Orang yang membunuh seorang Mu’ahid (orang yang memiliki perjanjian dengan Negara Islam) tanpa hak maka ia tidak akan mencium wangi jannah (surga) bahkan jika baunya adalah sejauh jarak perjalanan empat puluh tahun.” [Ahmad]&lt;br /&gt;Sejarah merupakan bukti bahwa kaum muslimin melaksanakan perintah-perintah di bawah Khilafah selama lebih dari ratusan tahun.&lt;br /&gt;Sir Thomas Arnold dalam bukunya ‘Dakwah Islam’ menyatakan: “Kami tidak pernah mendengar tentang segala upaya untuk memaksa pihak non-Muslim untuk masuk Islam atau tentang segala penganiayaan yang bertujuan memberangus orang Kristen. Lebih lanjut dia mengatakan.” Jika khalifah telah memilih salah satu rencana, mereka tentu sudah membasmi orang Kristen semudah apa yang terjadi dengan Islam selama masa pemerintahan Ferdinand dan Isabella di Spanyol, dengan metode yang sama yang diikuti Louis XIV untuk menjadikan mereka beragama Protestan dimana para pengikutnya itu harus dihukum mati;. atau semudah mengusir orang-orang Yahudi dari Inggris selama tiga ratus lima puluh tahun “&lt;br /&gt;Selama masa pemerintahannya, Kekhalifahan mengizinkan kaum non-Muslim untuk memiliki pengadilan sendiri dan hakim yang menyelesaikan sengketa hukum keluarga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan pribadi dan agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Qarafi (Ulama Islam terdahulu) menyimpulkan tanggung jawab Khalifah bagi kafir dhimmi ketika ia berkata: “Ini adalah tanggung jawab umat Islam bagi Ahli dzimmah untuk merawat mereka yang lemah, memenuhi kebutuhan orang miskin, memberi makan yang lapar, memberikan pakaian, menegur mereka dengan sopan, dan bahkan menoleransi bahwa yang mereka buat jika mereka adalah tetangga, meskipun tangan kaum Muslim berada di atas. Kaum Muslim juga harus menasehati mereka dengan tulus pada urusan mereka dan melindungi mereka terhadap siapapun yang mencoba untuk menyakiti mereka atau keluarga mereka, mencuri kekayaan mereka, atau melanggar hak-hak mereka. “&lt;br /&gt;Rezim Mesir selama beberapa dekade memenjara ratusan ulama Islam dan ribuan aktifis Islam hanya karena menentang rezim itu meskipun hal seperti ini sedikit sekali yang dilaporkan di media Barat atau dilaporkan dengan semangat seperti serangan pada hari ini  yang tampaknya mentargetkan penduduk Kristen.&lt;br /&gt;Apakah itu merupakan intoleransi sekuler dari sistem demokrasi di Barat (harap dicatat pelarangan jilbab, niqab di Eropa, dan pelarangan menara mesjid) atau rezim-rezim otokratis di Timur Tengah, agama dan penduduk beragama sedang dianiaya pada saat ini. Sebaliknya, sistim Islam dan Khilafah  menjamin hak dan perlindungan atas kaum minoritas, dan agamanya,  atau seperti yang ditunjukkan oleh teks-teks Islam dan bukti-bukti sejarah Islam. (hizb.org.uk, 2/1/2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-8029829480336204716?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/8029829480336204716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/kristen-dan-muslim-di-mesir-perlu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8029829480336204716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/8029829480336204716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/kristen-dan-muslim-di-mesir-perlu.html' title='Kristen dan Muslim di Mesir Perlu Kembalinya Khilafah'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-5773906229261011820</id><published>2011-01-06T06:31:00.000-08:00</published><updated>2011-01-06T06:32:58.926-08:00</updated><title type='text'>Takut Kepada Allah Melahirkan Jiwa Kesatria, Perkasa Dan Berwibawa (Bagian I)</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut Kepada Allah Melahirkan Jiwa Kesatria, Perkasa Dan Berwibawa (Bagian I)&lt;br /&gt;Adanya rasa takut dalam diri manusia adalah hal biasa (alami). Sebab rasa takut itu  merupakan salah satu inidikasi dari naluri untuk bertahan hidup (gharîzah al-baqâ’) yang ada di dalam diri manusia. Ketika indikasi ini tergerak oleh sesuatu apapun, maka manusia akan menghadapinya dengan dorongan akidah yang dimilikinya, serta menentukan perilaku sesuai pemahamannya tentang sesuatu yang telah membangkitkan rasa takut dalam dirinya. Jika pemahamannya ini salah, maka akan melahirkan perilaku yang salah. Sebaliknya, jika pemahamannya ini benar, maka akan melahirkan perilaku yang benar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, rasa takut mungkin melahirkan kepengecutan dan kerendahan jika itu dihasilkan dari rasa takut kepada manusia; ia mendekat pada manusia untuk mencari kerelaannya, dan untuk mendapatkan kesenangan duniawi yang dimilikinya. Sebaliknya, rasa takut mungkin melahirkan keperkasaan dan kemuliaan jika itu dihasilkan dari rasa takut kepada Allah SWT, dengan mencari ridha-Nya, dan kenikmatan surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh penting sekali bagi kaum Muslim yang menginginkan kebangkitan dari bencana dan malapetaka yang mewarnai kehidupannya sepanjang hari, agar mereka tidak takut kecuali kepada Allah Yang Mahakuasa atas hamba-Nya. Sehingga mereka menjadi orang-orang yang perkasa dalam ibadahnya, serta menjadi orang-orang yang paling mulia ketika hidup dan matinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad Saw). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?” Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).” (TQS. Al-Maidah [5] :  83-85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga berfirman: “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.“(TQS. Az-Zumar [39] :  23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah SWT yang lain: “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).“(TQS. Ar-Ra’d [13] :  21-22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitu juga dengan ayat-ayat lainnya yang senantiasa memuji mereka yang di dalam hati mereka begitu besar rasa takutnya kepada Allah SWT. Sebab setiap saat mereka sangat takut akan murka dan siksaan-Nya, sehingga mereka berusaha untuk meraih ridha-Nya, dan begitu berharap untuk mendapatkan pahala dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila warna seperti ini telah terbentuk dalam hati manusia, maka ia akan menjadi seseorang di antara mereka yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya).“(TQS. Al-Ahzab [33] : 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya: “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (TQS. An-Nur [24] : 37-38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika tanaman yang bersih dan baik ini, benihnya telah ditanam dalam hati seorang yang mukmin dan telah berakar, maka ia akan berbuah dan memberikan banyak kebaikan. Berbeda dengan hati yang sakit, yang tidak layak untuk benih yang bersih ini, sebab tanahnya tandus, sehingga tidak layak kecuali yang keji dan kotor. Oleh karena itu, hati ada dua jenis: Pertama, hati yang baik dan bagus, yang takut kepada Allah baik ketika sendirian maupun ketika besama banyak orang; takut akan rusaknya hubungan antara dirinya dengan Allah SWT, sehingga ia berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan ridha-Nya, sekalipun hal itu harus dibeli dengan murka orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hati yang sakit dan rusak, tidak takut kepada Allah, terang-terangan melakukan kemaksiatan, tidak peduli dengan hubungan yang menghubungkan dirinya dengan Allah, dan tidak memperhitungkan hisab (perhitungan) apapun, sehingga ia terlihat membeli kesenangan orang lain dengan murka Allah atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berdasarkan jenis hati ini, orang-orang diklasifikasikan, dan berbagai aktivitas dilakukan. Seseorang yang mendatangi penguasa zalim dan menasihatinya, lalu ia ditangkap dan dibunuh oleh penguasa. Tentu, ini berbeda dengan seseorang yang diberi oleh Allah pengetahuan tentang hukum-hukum agama, lalu ia duduk di lantai penguasa zalim, dam membuatkannya fatwa yang membenarkan berbagai aktivitas dan kebijakan yang dilakukannya, dan seperti inilah kebanyakan mereka sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang pertama, adalah orang yang menyampaikan Islam. Apabila ia dibunuh oleh seorang penguasa zalim pada saat ia menyampaikan nasihat kepadanya, maka ia adalah syahid. Sedang yang kedua, adalah orang yang menjadikan sorban putihnya sebagai otoritas untuk mengubah kata-kata dari maksud sesungguhnya, membuat kebohongan atas nama Allah, dan memelintir nash-nash untuk memalingkan isinya, lalu disesuaikan dengan keinginannya, dalam rangka untuk menyenangkan hawa nafsu penguasa. Inilah yang difirmankan Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (TQS. Al-Baqarah [2] : 174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam firman-Nya yang lain: “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.“(TQS. Ali Imran [3] : 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah hati yang buta, yang tidak ada ketakwaan dan rasa takut kepada Allah sama sekali, sebaliknya ia dipenuhi dengan rasa takut kepada para thaghut dan para wali setan. Oleh karena itu, apabila hati telah buta, maka yang diperhitungkan pertama adalah kemarahan penguasa zalim hingga melupakan murka Allah. Sehingga pahala dan siksa akhirat terlihat remeh baginya, dan menukarnya dengan kesenangan dunia yang fana dan murah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan heran dengan adanya fatwa-fatwa aneh yang dikeluarkan oleh orang-orang seperti mereka ini, seperti fatwa bolehnya berdamai dengan negara Yahudi, bolehnya meminta bantuan kaum kafir untuk memerangi kaum Muslim, bolehnya membunuh (bughat, kaum pemberontak) yang membangkang pada penguasa yang melakukan kekufuran secara nyata, serta bolehnya menumpahkan darah, merampas harta dan kehormatan mereka yang ikhlas di antara umat ini, yaitu mereka yang melakukan amar makruf nahi munkar, karena mereka diklaim sebagai “teroris, ekstrimis, dan tidak menaati penguasa”, dan fatwa-fatwa lainnya yang dibuat oleh mereka yang telah menjual dirinya pada para penguasa jahat. Sehingga apapun pekerjaan dan ketetapan yang mereka buat, semua berujung pada kejahatan dan kriminalitas[].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-5773906229261011820?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/5773906229261011820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/takut-kepada-allah-melahirkan-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5773906229261011820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5773906229261011820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/takut-kepada-allah-melahirkan-jiwa.html' title='Takut Kepada Allah Melahirkan Jiwa Kesatria, Perkasa Dan Berwibawa (Bagian I)'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-5697486347891932599</id><published>2011-01-04T16:45:00.001-08:00</published><updated>2011-01-04T16:45:27.276-08:00</updated><title type='text'>Kisah Empat Remaja Inggris Menemukan ‘Kehidupan’ Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Empat Remaja Inggris Menemukan ‘Kehidupan’ Dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survei terbaru dari Faith Matters menyatakan penyebaran Islam di Inggris lebih cepat ketimbang di negara Eropa lainnya. Per tahun, diperkirakan ada sekitar 5.000 mualaf baru di Inggris, sementara di Jerman dan Prancis jumlah mualaf per tahunnya sekitar 4.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti dari Faith Matters menyurvei tiap masjid yang ada di London. Hasilnya, untuk Kota London saja, selama 2010 ada 1.400 mualaf baru. Ini belum termasuk data dari kota-kota di seluruh Inggris Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Faith Matters, Fiyaz Mughal, mengatakan maraknya Islam di Inggris dipicu karena tingginya sorotan publik atas umat Muslim. “Warga ingin tahu apa sebenarnya Islam. Dan ketika mereka sudah tahu, sebagian kecil ada yang menjadi mualaf. Mereka menemukan kedamaian dalam Islam,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hana Tajima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak pernyataan Hana Tajima (23 tahun) yang bekerja sebagai perancang busana. “Awalnya aku memiliki beberapa teman Muslim saat kuliah. Saat itu aneh saja. Mereka jarang keluar malam, ke klub atau nongkrong,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ketika aku mengambil mata kuliah filsafat, aku mulai bingung dengan makna hidupku. Padahal saat itu aku cukup terkenal di kampus. Aku sudah merasa cukup. Tapi aku bertanya, betulkah ini kehidupan yang aku inginkan?” kata Tajima, panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu aku membaca literatur tentang Islam dan perempuan. Anehnya, ternyata mereka sangat relevan. Semakin banyak aku membaca, semakin yakin aku terhadap Islam,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denise Horsley&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan pengalaman Denise Horsley (26) yang bekerja sebagai guru menari. Ia kenal Islam lewat pacarnya. “Saat itu banyak orang bertanya apakah aku menjadi mualaf karena pacaran? Aku jawab tidak! Aku menemukan Islam. Aku tumbuh sebagai penganut Kristen,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horsley kini mengenakan jilbab. Ia mengatakan, jilbab adalah konsep penting dalam Islam. “Kerudung ini bukan sekedar pakaian atau tren. Mengenakan jilbab justru menyatakan kejujuran atas diri sendiri dan apa yang akan kau lakukan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya sih, aku masih orang yang sama dengan yang sebelumnya. Cuma aku tidak minum-minuman keras, makan babi, dan sekarang aku shalat lima kali sehari,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawud Beale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Dawud Beale (23) lebih unik. Sebelumnya, ia adalah pemuda rasis yang menyepelekan Islam. “Lalu aku berlibur ke Maroko. Di situ pertama kali aku berkenalan dengan Islam. Aku akui sebelumnya aku penganut rasis. Tapi sepekan usai pulang dari Maroko, aku memutuskan memeluk Islam,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beale bermukim di Somerset. Ketika ia baru-baru menjadi mualaf, sangat sukar menemukan masjid di Somerset, yang memang tidak ada. Ia lalu bertemu dengan rekan-rekan dari Hizbut Tahrir, gerakan politik Islam. “Ternyata banyak yang media barat katakan tentang Islam salah,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku yakin sudah menemukan jalan hidup yang tepat dalam Islam,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Martin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Paul Martin (27) mengatakan ia menikmati gaya hidup sebagai muslim. “Awalnya aku berkenalan dengan Islam setelah mengamati gaya hidup teman-teman Muslim. Mereka tampak menikmati betul hidup, tidak merusak tubuhnya. Setelah itu, aku mendalami Alquran,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman Martin lantas mengenalkannya ke seorang tokoh Islam yang berprofesi sebagai dokter. Martin banyak berkonsultasi tentang Islam dengannya. Mereka mengobrolkan Islam di kafe. “Saya mengucapkan dua kalimat syahadat saya di kafe,” kata Martin. “Saya tahu banyak yang mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid, tapi bagi saya, Islam bukan sekedar tempat di mana kau percaya pada Allah SWT. Islam adalah tempat di hatimu,” katanya. (republika.co.id, 4/1/2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-5697486347891932599?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/5697486347891932599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/kisah-empat-remaja-inggris-menemukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5697486347891932599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/5697486347891932599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/kisah-empat-remaja-inggris-menemukan.html' title='Kisah Empat Remaja Inggris Menemukan ‘Kehidupan’ Dalam Islam'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-1553188930958301722</id><published>2011-01-04T16:41:00.001-08:00</published><updated>2011-01-04T16:41:53.240-08:00</updated><title type='text'>Kado Penguasa untuk Rakyat di Tahun Baru 2011: Kenaikan Harga BBM Lewat Pembatasan Subsidi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado Penguasa untuk Rakyat di Tahun Baru 2011: Kenaikan Harga BBM Lewat Pembatasan Subsidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat persetujuan DPR, mulai Maret 2011, Pemerintah akan mengurangi subsidi BBM dengan melarang mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi. Pembatasan tersebut akan dilakukan secara bertahap, mulai di Jabodetabek hingga mencakup seluruh Indonesia pada 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan masyarakat terhadap kebijakan tersebut tidak sehebat ketika Pemerintah bermaksud menaikkan harga BBM sebagaimana tahun 2008 lalu. Padahal kebijakan pembatasan subsidi BBM juga berdampak sama dengan kenaikan harga BBM sehingga harus ditolak. Setidaknya, ada tujuh alasan yang mendasari penolakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Indonesia memiliki cadangan energi termasuk migas yang sangat besar. Sayangnya, sebagian besarnya justru dikuasai pihak asing. Merujuk data produksi minyak ESDM 2009, dari total produksi minyak dan kondensat di Indonesia, Pertamina hanya memproduksi 13,8%. Sisanya dikuasai oleh swasta khususnya asing seperti Chevron (41%), Total E&amp;P Indonesie (10%), Chonoco Philips (3,6%) dan CNOOC (4,6%). Pemerintah melalui BP Migas pun malah memperpanjang kontrak-kontrak pengelolaan ladang minyak dengan pihak asing ketimbang menyerahkannnya kepada Pertamina. Di sisi lain, dengan UU Migas 22/2001, Pertamina diperlakukan sama dengan perusahaan swasta sehingga harus bersaing untuk mendapatkan konsesi pengelolaan ladang minyak dari BP Migas. Kebijakan ini berkebalikan dengan Malaysia yang memberikan wewenang sangat besar kepada Petronas sehingga mampu menggeser dominasi swasta dalam pengelolaan migas negera. Di Cina dan sejumlah negara Amerika Latin seluruh sektor energi sepenuhnya juga dikuasai oleh negara. Sehingga mereka dapat mengendalikan produksi dan harga di pasar domestik sesuai dengan kepentingan politik dan ekonomi negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Subsidi BBM yang selama ini dianggap membebani APBN dan sering salah sasaran merupakan pernyataan ‘menyesatkan’. Menurut definisi Pemerintah, subsidi BBM adalah selisih harga patokan dikurangi harga eceran yang dijual Pertamina (Subsidi BBM=Kuantitas yang Disalurkan x [Harga Patokan - (Harga Jual Eceran - pajak)]). Pada Perpres 71/2005 disebutkan bahwa Harga Patokan adalah harga  yang  dihitung  setiap  bulan  berdasarkan MOPS rata-rata pada  periode  satu  bulan sebelumnya ditambah biaya distribusi dan margin. MOPS atau Mid Oil Platt’s Singapore adalah harga transaksi jual-beli pada bursa minyak di Singapura. Formulasi  harga  patokan  yang  berlaku  pada  tahun  2008  adalah  MOPS  plus  alfa sebesar 9% (BPK, Laporan Hasil Pemeriksaan Subsidi Jenis BBM Tertentu Tahun Anggaran 2008 pada PT Pertamina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran subsidi tersebut dibayarkan Pemerintah kepada Pertamina yang telah mendistribusikan dan menjual BBM dengan harga eceran yang telah ditetapkan Pemerintah yang lebih rendah dari harga patokan (internasional). Pertanyaannya: apakah Pertamina betul-betul rugi karena menjual BBM di bawah harga patokan? Jika biaya produksi hingga distribusinya lebih rendah dari harga patokan maka Pertamina tentu rugi. Namun, jika lebih tinggi maka Pertamina tetap untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berapa biaya produksi BBM Pertamina untuk Premium (RON 88) dan Pertamax (RON 95)? Karena tidak tersedia data dari Pertamina maka untuk menghitungnya bisa digunakan proxi persentase komponen harga rata-rata bensin (gasoline RON 95) di USA yang sebanding dengan kualitas Pertamax. Harga Bensin = Minyak Mentah (51%) + biaya pengilangan &amp; keuntungan (15%) + biaya distribusi &amp; pemasaran (12%) + pajak (22%) (http://tonto.eia.doe.gov). Harga minyak mentah Pertamina diperoleh dari biaya produksi, cost recovery (US$ 940,7 juta) dibagi total lifting minyak mentah 2007 sebesar 38,9 juta barel (BPK, Perhitungan  Kewajiban Kontraktor Kontrak  Kerja  Sama    (Kkks)  Sehubungan Dengan  Koreksi  Alokasi  Biaya  Depresiasi Yang        Diperhitungkan        Dalam        Cost Recovery   Pertamina   Petroleum   Contract (PPC)  Dan  Kontrak  Minyak  Dan  Gas  Bumi Pertamina (KMGBP) Tahun 2003 S.D 2007). Hasilnya: US$ 24,2/barel atau US$ 0,15/liter atau Rp 1.368 jika dirupiahkan dengan kurs Rp 9.000. Harga ini sebenarnya cukup mahal karena cost recovery Pertamina jauh lebih tinggi daripada rata-rata cost recovery perusahaan minyak Indonesia yang berkisar US$ 13,82/perbarel pada 2007 (http://www.scribd.com/doc/38206301/Crude-Oil-Cost-Production).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhitungkan formula di atas maka harga Pertamax semestinya hanya sebesar Rp 2.683/liter. Premium dengan oktan yang lebih rendah tentu lebih murah. Jika dijual dengan Rp 4.500, sesungguhnya keuntungannya sudah sangat besar. Tidak aneh jika keuntungan yang sangat besar ini membuat perusahaan minyak di dunia berlomba-lomba mengeruk minyak, termasuk di negeri ini, meski harus menyengsarakan rakyatnya. Lalu mengapa harga jual di Premium dan Pertamax di SPBU Pertamina lebih mahal? Ini karena harga minyak mentah yang diperhitungkan dalam formula di atas menggunakan harga minyak di pasar internasional meski sebagian besar diproduksi oleh Pertamina sendiri. Dengan demikian, apa yang dianggap kerugian Pertamina yang kemudian diganti oleh Pemerintah bukanlah merupakan kerugian nyata, namun hanya potential loss (hilangnya potensi laba) karena dijual tidak dengan harga pasar internasional. Jika demikian maka dana subsidi Pemerintah keluar dari kantong kanan dan masuk lagi ke kantong kiri melalui laba yang diperoleh Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Pembatasan BBM bersubsidi dalam jangka panjang akan menguntungkan Perusahaan Minyak Asing yang memiliki SPBU, seperti Total, Shell, dan Petronas. Selama ini SPBU-SPBU tersebut mengalami kerugian karena konsumen lebih memilih Premium yang dijual Pertamina yang harganya lebih murah. Dengan adanya pembatasan subsidi BBM maka seluruh pengguna mobil pribadi terpaksa menggunakan bahan bakar yang kadar oktannya lebih tinggi seperti Pertamax atau bensin yang diproduksi oleh SPBU asing tersebut. Dengan biaya produksi yang lebih efisien dan kualitas yang mungkin lebih baik maka produk-produk SPBU asing tersebut akan lebih bisa bersaing dengan SPBU yang berlogo Pertamina. Berdasarkan hukum penawaran dan permintaan, maka jumlah SPBU asing akan semakin menjamur. Jika tidak ada inovasi maka kegiatan bisnis Pertamina di sektor hilir menjadi tidak bisa bersaing. Hal ini tentu akan merugikan Pertamina. Sudahlah di sektor hulu tergerus, di sektor hilir pun tersingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Kegiatan usaha Pertamina belum berjalan secara efisien khususnya dalam produksi dan pengadaan minyak mentah. Menurut sejumlah sumber, termasuk temuan BPK tahun 2008 (BPK, Pengadaan  Minyak  Mentah  dan Produk Kilang Tahun 2007 dan 2008 (Semester I) pada Pertamina), disebutkan sumber ketidakefisienan Pertamina antara lain: (a) Dalam pengadaan minyak mentah dan BBM, Pertamina cenderung mengimpor minyak mentah dan BBM melalui jasa rekanan yang sarat dengan manipulasi tender sehingga biaya pengadaan minyak impor semakin mahal. Bahkan sejumlah pengadaan melalui penunjukan langsung yang biayanya lebih mahal. (b) Pertamina lebih banyak menggunakan kapal sewa daripada kapal milik sendiri sehingga biaya angkut lebih mahal. Ini terjadi karena dari 137 kapal yang dioperasikan Pertamina, 102 di antaranya disewa dari perusahaan lain (Pertamina, Annual Report 2007). (c) Dalam jumlah tertentu, Pertamina lebih memilih untuk mengimpor daripada membeli atau menggunakan hasil produksi dalam negeri yang tidak membutuhkan biaya pengapalan. (d) Pertamina mengimpor BBM karena keterbatasan kapasitas kilang Pertamina. Kapasitasnya hanya sebesar 1 juta barel perhari yang hanya sanggup memenuhi 63% kebutuhan dalam negeri. Kapasitas kilang tersebut dalam lima tahun terakhir justru mengalami penurunan dari 282 juta barel pada tahun 2004 menjadi hanya 245 juta barel pada 2008. Padahal dengan memproduksi sendiri biayanya akan lebih murah. Sehingga, harga minyak yang dijual kepada konsumen akan lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Pembatasan subsidi BBM merupakan langkah bertahap Pemerintah untuk menghapus subsidi BBM. Apalagi Bank Dunia sejak lama meminta agar Indonesia menghapus subsidi BBM karena dianggap tidak efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Pembatasan subsidi BBM akan menekan daya beli masyarakat khususnya masyarakat miskin. Pembatasan subsidi BBM akan mengakibatkan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya mengikuti harga pasar internasional. Padahal harga pasar tersebut terbentuk oleh permintaan dan penawaran yang banyak dipengaruhi oleh kegiatan spekulasi sehingga kerap harganya tidak mencerminkan nilai yang wajar. Membiarkan harga tidak terkendali akan membuat pengeluaran pengguna BBM membengkak. Padahal tidak semua mobil plat hitam digunakan untuk transportasi pribadi. Sebagian besar angkutan barang termasuk bahan makanan dan sebagainya saat ini masih menggunakan plat hitam. Dengan demikian kenaikan penggunaan BBM non subsidi secara pasti membuat harga barang ikut naik, apalagi jika harga minyak internasional kembali meroket. Jika hal itu terjadi maka kehidupan masyarakat akan semakin sengsara akibat makin mahalnya biaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Pembatasan BBM dan kebijakan apapun yang memberikan peran lebih besar kepada pihak asing dalam pengelolaan sumberdaya alam khususnya migas merupakan kebijakan yang bertentangan syariah Islam. Minyak bumi dan gas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. Sayang, pemerintah negeri ini yang dikelilingi oleh para opurtunis yang sangat loyal memegang prinsip ekonomi Kapitalisme. Padahal selain terbukti menyengsarakan rakyat dan membuat negeri ini tak lagi mandiri, Kapitalisme adalah sistem batil menurut Islam, dan karenanya harus diganti dengan sistem Islam, yang terwujud dalam institusi Khilafah Islam. Khilafah inilah yang menerapkan seluruh syariah Islam dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam pengelolaan minyak bumi. Dalam Khilafah, kepala negara (Khalifah) bertanggung jawab mengurus segala urusan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإِمَامُ الَّذِيْ عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَ هُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam (Khalifah) yang memimpin manusia adalah pengurus rakyat. Dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi ash-shawab. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar al-islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RI: Serangan Alexandria (Mesir) Bukti Terorisme Masih Mengancam (Antara, 4/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak berani menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel adalah teroris negara, yang tidak hanya mengancam, tetapi terus menebar teror dengan banyak membunuh kaum Muslim di Irak, Afganistan, Palestina dsb. Inilah kedustaan atas nama terorisme sekaligus menunjukkan sikap paranoid para penguasa Muslim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-1553188930958301722?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/1553188930958301722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/kado-penguasa-untuk-rakyat-di-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1553188930958301722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/1553188930958301722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/kado-penguasa-untuk-rakyat-di-tahun.html' title='Kado Penguasa untuk Rakyat di Tahun Baru 2011: Kenaikan Harga BBM Lewat Pembatasan Subsidi'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3093550774802039610</id><published>2011-01-02T20:23:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T20:33:11.465-08:00</updated><title type='text'>Info Gresss : Training Mastering Public Speaking</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fjaE_SnLaMg/TSFRVh7iDcI/AAAAAAAAAKc/qE3Z6DejsvQ/s1600/secret%2Bhappy%2B%2526%2Bda%2527i_NEW_3_FINAL%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fjaE_SnLaMg/TSFRVh7iDcI/AAAAAAAAAKc/qE3Z6DejsvQ/s320/secret%2Bhappy%2B%2526%2Bda%2527i_NEW_3_FINAL%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557812845479071170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mastering Public Speaking Kiat Dahsyat Menjadi Dai Hebat Bersama Spiritual Motivator N.Faqih Syarif H, Ahad 9 Januari 2011 jam 8.30 sd selesai di Museum Mpu Tantular Pemprov. jatim dekat jembatan layang kota Sidoarjo. Peserta Umum dan Terbatas. Dapatkan Diskon Khusus bagi Mahasiswa serta hadiah menarik lainnya. hub. Azri di 081331714091.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3093550774802039610?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3093550774802039610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/info-gresss-training-mastering-public.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3093550774802039610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3093550774802039610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/info-gresss-training-mastering-public.html' title='Info Gresss : Training Mastering Public Speaking'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fjaE_SnLaMg/TSFRVh7iDcI/AAAAAAAAAKc/qE3Z6DejsvQ/s72-c/secret%2Bhappy%2B%2526%2Bda%2527i_NEW_3_FINAL%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-6608634083108056802</id><published>2011-01-02T06:43:00.003-08:00</published><updated>2011-01-02T06:48:14.321-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru : Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Baru : &lt;br /&gt;Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;”Sobat, tanpa tujuan yang jelas , hidup kita akan berpindah dari satu masalah ke masalah lain sebagai ganti dari berpindah dari satu peluang ke peluang lain.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kita telah memasuki awal tahun baru baik tahun baru hijriah atau tahun baru masehi, saatnya kita mengevaluasi diri ; apa yang sudah kita lakukan di tahun kemarin? Prestasi atau karya apa yang sudah kita berikan kepada sesama manusia yang menjadikan Allah ridho dan bangga terhadap diri kita ? Saatnya pula merajut lagi impian yang belum tercapai di tahun kemarin.&lt;br /&gt;Ingatlah sobat, tanpa tujuan hidup kita akan menjadi seperti lajunya sampan di lautan yang tak bertepi.Kehidupan kita akan menghujung di padang kehidupan dalam keadaan retak-retak dan berantakan.&lt;br /&gt;Apabila tujuan memiliki posisi penting, lalu mengapa manusia tidak menentukan tujuan hidup mereka? Kenapa kita takut duduk di depan kertas putih untuk menuliskan rencana-rencana dan tujuan-tujuan kita? Kenapa kita takut dengan cahaya yang meneragi jalan kita dalam kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Allah SWT menegaskan kepada kita tentang pentingnya melihat masa depan, memperjelas tampilannya, dan memampukan jiwa untuk mengarungi serta berinteraksi dengannya. Rabb kita berkata, ” Dan hendaklah setiap orang melihat apa yang telah ia lakukan untuk masa depannya.”  Lalu mengapa kita  takut melihat hari esok? Mengapa takut membuat persiapan untuknya.&lt;br /&gt;Kenapa kita harus memiliki tujuan? Setidaknya sobat, ada 5 hal mengenai urgensi memiliki tujuan :&lt;br /&gt;1. Pengendalian diri. Saat seorang memiliki agenda tertata, sistematis, dan seimbang untuk mewujudkan tujuannya di seluruh sisi kehidupannya yang beragam, niscaya ia akan merasa mampu mengendalikan kebanyakan hidupnya dan masa depannya serta memiliki kemampuan untuk membuat inovasi di semua bidang kehidupan.&lt;br /&gt;2. Percaya diri.Dengan sekedar menulis tujuan-tujuan kita dan membuat rencana kita, kita akan mendapati rasa percaya diri kita meningkat dengan pesat. Rasa percaya diri akan meningkat berlipat hingga memampukan kita untuk mengendalikan hidup,mewujudkan cita-cita dan mendorong kita untuk lebih maju dan berkembang.&lt;br /&gt;3. Peningkatan diri. Nilai diri seorang terletak pada pencapaian-pencapaian dan tujuan-tujuan yang berhasil ia wujudkan. Dengan selesainya tujuan, maka seseorang telah maju selangkah lagi pada anak tangga kesuksesan dan kemajuan. Pencapaian tujuan akan menciptakan bentuk penghormatan seseorang pada dirinya sendiri dan penghargaan terhadap dirinya serta mendorongnya untuk percaya dan yakin penuh akan kemampuannya.Dengan begitu, sedikit demi sedikit akan menyadari peningkatan dirinya.&lt;br /&gt;4. Manejemen waktu.Saat kita  menentukan tujuan, niscaya kita menemukan diri kita dipaksa menata prioritas kita dan mengatur waktu kita dengan baik serta jauh dari penghamburan waktu baik itu semenit atau sedetik. Saat kita meletakkan kerangka waktu untuk mewujudkan tujuan, konsentrasi kita akan menjadi lebih kuat dan daya rentan untuk hanyut dalam menyia-nyiakan waktu juga akan lemah. Kita akan menemukan bahwa manejemen waktu dan penentuan tujuan seperti dua sisi mata uang. &lt;br /&gt;5. Nikmatilah hidup kita. Tidak ada rencana dalam hidup kita akan membuat hidup seperti dalam kondisi  emergensi atau bahaya. Segala sesuatu saling terkait dan terguncang. Sebaliknya, adanya rencana yang tertata dan seimbang dalam hidup kita akan selalu melahirkan kekuatan besar dan hebat dalam diri kita, yang mendorong untuk selalu menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sebagai penutup dari artikel yang singkat ini, mari kita luangkan sebentar untuk memikirkan siapa kita saat ini dan siapa kita ingin menjadi. Lihatlah diri kita satu tahun dari sekarang. Sebagaimana kebiasaan kami dalam membimbing para mahasiswa dalam mentor FM Plus setiap awal tahun kami semua membuat sepucuk surat kepada diri sendiri yang menggambarkan di mana kita akan berada satu tahun mendatang berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut ; Jika kita bisa memiliki segala sesuatu yang kita inginkan dan kita tidak mungkin gagal, akan seperti apakah itu? Apa yang paling kita inginkan untuk diri, keluarga dan umat? Ketika kita memandang kembali periode ini di dalam hidup kita, apa yang ingin kita ingat? Pengalaman apa yang ingin kita alami? Keberhasilan-keberhasilan apa? Beri tanggal surat yang kita buat dan rekat amplopnya untuk di buka hanya oleh kita sendiri, dan letakkan di tempat kita akan menemukannya kembali pada satu tahun mendatang. Subhaanallah! Allahu Akbar banyak diantara kami telah mengalami keajaiban di tahun kemarin dari apa yang kami tulis dan itu adalah perwujudan do’a kami kepada-Nya. Bukankah Allah senantiasa akan menuruti persangkaan hambanya sekaligus mengabulkan do’a kita. Hanya kepada-Nya kami beribadah dan hanya kepadanya kami meminta dan memohon pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sobat orang yang bahagia adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari hari kemarin, berinstropeksi terhadap diri sendiri, mempersiapkan diri untuk &lt;br /&gt;hari esok ( akherat) dan selalu merasa diri diawasi oleh Allah baik pada saat terang-terangan maupun sembunyi.&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit Tanpa Batas, Kiat Dahsyat menjadi Dai Hebat, The Secret of happiness, Menjadi Dai yang dicinta. www.fikrulmustanir.blogspot.com dan email mumtaz.oke@gmail.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-6608634083108056802?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/6608634083108056802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-saatnya-mengevaluasi-diri_7762.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6608634083108056802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/6608634083108056802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-saatnya-mengevaluasi-diri_7762.html' title='Tahun Baru : Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3957940179648254019</id><published>2011-01-02T06:43:00.002-08:00</published><updated>2011-01-02T06:47:42.389-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru : Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Baru : &lt;br /&gt;Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;”Sobat, tanpa tujuan yang jelas , hidup kita akan berpindah dari satu masalah ke masalah lain sebagai ganti dari berpindah dari satu peluang ke peluang lain.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kita telah memasuki awal tahun baru baik tahun baru hijriah atau tahun baru masehi, saatnya kita mengevaluasi diri ; apa yang sudah kita lakukan di tahun kemarin? Prestasi atau karya apa yang sudah kita berikan kepada sesama manusia yang menjadikan Allah ridho dan bangga terhadap diri kita ? Saatnya pula merajut lagi impian yang belum tercapai di tahun kemarin.&lt;br /&gt;Ingatlah sobat, tanpa tujuan hidup kita akan menjadi seperti lajunya sampan di lautan yang tak bertepi.Kehidupan kita akan menghujung di padang kehidupan dalam keadaan retak-retak dan berantakan.&lt;br /&gt;Apabila tujuan memiliki posisi penting, lalu mengapa manusia tidak menentukan tujuan hidup mereka? Kenapa kita takut duduk di depan kertas putih untuk menuliskan rencana-rencana dan tujuan-tujuan kita? Kenapa kita takut dengan cahaya yang meneragi jalan kita dalam kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Allah SWT menegaskan kepada kita tentang pentingnya melihat masa depan, memperjelas tampilannya, dan memampukan jiwa untuk mengarungi serta berinteraksi dengannya. Rabb kita berkata, ” Dan hendaklah setiap orang melihat apa yang telah ia lakukan untuk masa depannya.”  Lalu mengapa kita  takut melihat hari esok? Mengapa takut membuat persiapan untuknya.&lt;br /&gt;Kenapa kita harus memiliki tujuan? Setidaknya sobat, ada 5 hal mengenai urgensi memiliki tujuan :&lt;br /&gt;1. Pengendalian diri. Saat seorang memiliki agenda tertata, sistematis, dan seimbang untuk mewujudkan tujuannya di seluruh sisi kehidupannya yang beragam, niscaya ia akan merasa mampu mengendalikan kebanyakan hidupnya dan masa depannya serta memiliki kemampuan untuk membuat inovasi di semua bidang kehidupan.&lt;br /&gt;2. Percaya diri.Dengan sekedar menulis tujuan-tujuan kita dan membuat rencana kita, kita akan mendapati rasa percaya diri kita meningkat dengan pesat. Rasa percaya diri akan meningkat berlipat hingga memampukan kita untuk mengendalikan hidup,mewujudkan cita-cita dan mendorong kita untuk lebih maju dan berkembang.&lt;br /&gt;3. Peningkatan diri. Nilai diri seorang terletak pada pencapaian-pencapaian dan tujuan-tujuan yang berhasil ia wujudkan. Dengan selesainya tujuan, maka seseorang telah maju selangkah lagi pada anak tangga kesuksesan dan kemajuan. Pencapaian tujuan akan menciptakan bentuk penghormatan seseorang pada dirinya sendiri dan penghargaan terhadap dirinya serta mendorongnya untuk percaya dan yakin penuh akan kemampuannya.Dengan begitu, sedikit demi sedikit akan menyadari peningkatan dirinya.&lt;br /&gt;4. Manejemen waktu.Saat kita  menentukan tujuan, niscaya kita menemukan diri kita dipaksa menata prioritas kita dan mengatur waktu kita dengan baik serta jauh dari penghamburan waktu baik itu semenit atau sedetik. Saat kita meletakkan kerangka waktu untuk mewujudkan tujuan, konsentrasi kita akan menjadi lebih kuat dan daya rentan untuk hanyut dalam menyia-nyiakan waktu juga akan lemah. Kita akan menemukan bahwa manejemen waktu dan penentuan tujuan seperti dua sisi mata uang. &lt;br /&gt;5. Nikmatilah hidup kita. Tidak ada rencana dalam hidup kita akan membuat hidup seperti dalam kondisi  emergensi atau bahaya. Segala sesuatu saling terkait dan terguncang. Sebaliknya, adanya rencana yang tertata dan seimbang dalam hidup kita akan selalu melahirkan kekuatan besar dan hebat dalam diri kita, yang mendorong untuk selalu menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sebagai penutup dari artikel yang singkat ini, mari kita luangkan sebentar untuk memikirkan siapa kita saat ini dan siapa kita ingin menjadi. Lihatlah diri kita satu tahun dari sekarang. Sebagaimana kebiasaan kami dalam membimbing para mahasiswa dalam mentor FM Plus setiap awal tahun kami semua membuat sepucuk surat kepada diri sendiri yang menggambarkan di mana kita akan berada satu tahun mendatang berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut ; Jika kita bisa memiliki segala sesuatu yang kita inginkan dan kita tidak mungkin gagal, akan seperti apakah itu? Apa yang paling kita inginkan untuk diri, keluarga dan umat? Ketika kita memandang kembali periode ini di dalam hidup kita, apa yang ingin kita ingat? Pengalaman apa yang ingin kita alami? Keberhasilan-keberhasilan apa? Beri tanggal surat yang kita buat dan rekat amplopnya untuk di buka hanya oleh kita sendiri, dan letakkan di tempat kita akan menemukannya kembali pada satu tahun mendatang. Subhaanallah! Allahu Akbar banyak diantara kami telah mengalami keajaiban di tahun kemarin dari apa yang kami tulis dan itu adalah perwujudan do’a kami kepada-Nya. Bukankah Allah senantiasa akan menuruti persangkaan hambanya sekaligus mengabulkan do’a kita. Hanya kepada-Nya kami beribadah dan hanya kepadanya kami meminta dan memohon pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sobat orang yang bahagia adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari hari kemarin, berinstropeksi terhadap diri sendiri, mempersiapkan diri untuk &lt;br /&gt;hari esok ( akherat) dan selalu merasa diri diawasi oleh Allah baik pada saat terang-terangan maupun sembunyi.&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit Tanpa Batas, Kiat Dahsyat menjadi Dai Hebat, The Secret of happiness, Menjadi Dai yang dicinta. www.fikrulmustanir.blogspot.com dan email mumtaz.oke@gmail.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3957940179648254019?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3957940179648254019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-saatnya-mengevaluasi-diri_52.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3957940179648254019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3957940179648254019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-saatnya-mengevaluasi-diri_52.html' title='Tahun Baru : Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11008840524235969231</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Z2P6xUvXOHE/Tu8V4oRbu1I/AAAAAAAAALM/Lqc73lVFSDo/s220/DSC_7599.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5761742075123768430.post-3091898488803254848</id><published>2011-01-02T06:43:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T06:47:35.407-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru : Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.formulabisnis.com?id=faqihsyarif"&gt;&lt;img src="http://www.formulabisnis.com/images/bannerfb.gif" width="468" height="60" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Baru : &lt;br /&gt;Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;”Sobat, tanpa tujuan yang jelas , hidup kita akan berpindah dari satu masalah ke masalah lain sebagai ganti dari berpindah dari satu peluang ke peluang lain.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kita telah memasuki awal tahun baru baik tahun baru hijriah atau tahun baru masehi, saatnya kita mengevaluasi diri ; apa yang sudah kita lakukan di tahun kemarin? Prestasi atau karya apa yang sudah kita berikan kepada sesama manusia yang menjadikan Allah ridho dan bangga terhadap diri kita ? Saatnya pula merajut lagi impian yang belum tercapai di tahun kemarin.&lt;br /&gt;Ingatlah sobat, tanpa tujuan hidup kita akan menjadi seperti lajunya sampan di lautan yang tak bertepi.Kehidupan kita akan menghujung di padang kehidupan dalam keadaan retak-retak dan berantakan.&lt;br /&gt;Apabila tujuan memiliki posisi penting, lalu mengapa manusia tidak menentukan tujuan hidup mereka? Kenapa kita takut duduk di depan kertas putih untuk menuliskan rencana-rencana dan tujuan-tujuan kita? Kenapa kita takut dengan cahaya yang meneragi jalan kita dalam kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Allah SWT menegaskan kepada kita tentang pentingnya melihat masa depan, memperjelas tampilannya, dan memampukan jiwa untuk mengarungi serta berinteraksi dengannya. Rabb kita berkata, ” Dan hendaklah setiap orang melihat apa yang telah ia lakukan untuk masa depannya.”  Lalu mengapa kita  takut melihat hari esok? Mengapa takut membuat persiapan untuknya.&lt;br /&gt;Kenapa kita harus memiliki tujuan? Setidaknya sobat, ada 5 hal mengenai urgensi memiliki tujuan :&lt;br /&gt;1. Pengendalian diri. Saat seorang memiliki agenda tertata, sistematis, dan seimbang untuk mewujudkan tujuannya di seluruh sisi kehidupannya yang beragam, niscaya ia akan merasa mampu mengendalikan kebanyakan hidupnya dan masa depannya serta memiliki kemampuan untuk membuat inovasi di semua bidang kehidupan.&lt;br /&gt;2. Percaya diri.Dengan sekedar menulis tujuan-tujuan kita dan membuat rencana kita, kita akan mendapati rasa percaya diri kita meningkat dengan pesat. Rasa percaya diri akan meningkat berlipat hingga memampukan kita untuk mengendalikan hidup,mewujudkan cita-cita dan mendorong kita untuk lebih maju dan berkembang.&lt;br /&gt;3. Peningkatan diri. Nilai diri seorang terletak pada pencapaian-pencapaian dan tujuan-tujuan yang berhasil ia wujudkan. Dengan selesainya tujuan, maka seseorang telah maju selangkah lagi pada anak tangga kesuksesan dan kemajuan. Pencapaian tujuan akan menciptakan bentuk penghormatan seseorang pada dirinya sendiri dan penghargaan terhadap dirinya serta mendorongnya untuk percaya dan yakin penuh akan kemampuannya.Dengan begitu, sedikit demi sedikit akan menyadari peningkatan dirinya.&lt;br /&gt;4. Manejemen waktu.Saat kita  menentukan tujuan, niscaya kita menemukan diri kita dipaksa menata prioritas kita dan mengatur waktu kita dengan baik serta jauh dari penghamburan waktu baik itu semenit atau sedetik. Saat kita meletakkan kerangka waktu untuk mewujudkan tujuan, konsentrasi kita akan menjadi lebih kuat dan daya rentan untuk hanyut dalam menyia-nyiakan waktu juga akan lemah. Kita akan menemukan bahwa manejemen waktu dan penentuan tujuan seperti dua sisi mata uang. &lt;br /&gt;5. Nikmatilah hidup kita. Tidak ada rencana dalam hidup kita akan membuat hidup seperti dalam kondisi  emergensi atau bahaya. Segala sesuatu saling terkait dan terguncang. Sebaliknya, adanya rencana yang tertata dan seimbang dalam hidup kita akan selalu melahirkan kekuatan besar dan hebat dalam diri kita, yang mendorong untuk selalu menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sebagai penutup dari artikel yang singkat ini, mari kita luangkan sebentar untuk memikirkan siapa kita saat ini dan siapa kita ingin menjadi. Lihatlah diri kita satu tahun dari sekarang. Sebagaimana kebiasaan kami dalam membimbing para mahasiswa dalam mentor FM Plus setiap awal tahun kami semua membuat sepucuk surat kepada diri sendiri yang menggambarkan di mana kita akan berada satu tahun mendatang berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut ; Jika kita bisa memiliki segala sesuatu yang kita inginkan dan kita tidak mungkin gagal, akan seperti apakah itu? Apa yang paling kita inginkan untuk diri, keluarga dan umat? Ketika kita memandang kembali periode ini di dalam hidup kita, apa yang ingin kita ingat? Pengalaman apa yang ingin kita alami? Keberhasilan-keberhasilan apa? Beri tanggal surat yang kita buat dan rekat amplopnya untuk di buka hanya oleh kita sendiri, dan letakkan di tempat kita akan menemukannya kembali pada satu tahun mendatang. Subhaanallah! Allahu Akbar banyak diantara kami telah mengalami keajaiban di tahun kemarin dari apa yang kami tulis dan itu adalah perwujudan do’a kami kepada-Nya. Bukankah Allah senantiasa akan menuruti persangkaan hambanya sekaligus mengabulkan do’a kita. Hanya kepada-Nya kami beribadah dan hanya kepadanya kami meminta dan memohon pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sobat orang yang bahagia adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari hari kemarin, berinstropeksi terhadap diri sendiri, mempersiapkan diri untuk &lt;br /&gt;hari esok ( akherat) dan selalu merasa diri diawasi oleh Allah baik pada saat terang-terangan maupun sembunyi.&lt;br /&gt;Salam Dahsyat dan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit Tanpa Batas, Kiat Dahsyat menjadi Dai Hebat, The Secret of happiness, Menjadi Dai yang dicinta. www.fikrulmustanir.blogspot.com dan email mumtaz.oke@gmail.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5761742075123768430-3091898488803254848?l=fikrulmustanir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/feeds/3091898488803254848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-saatnya-mengevaluasi-diri_02.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3091898488803254848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5761742075123768430/posts/default/3091898488803254848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrulmustanir.blogspot.com/2011/01/tahun-baru-saatnya-mengevaluasi-diri_02.html' title='Tahun Baru : Saatnya Mengevaluasi diri dan Merajut lagi Impian'/><author><name>Epos</name><uri>http://www.b
